Adat Nusantara
375 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Bundo Kanduang
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Barat

Secara harfiah Bundo Kanduang berarti ibu sejati atau ibu kanduang tapi secara makna Bundo Kanduang adalah pemimpin wanita di Minangkabau, yang menggambarkan sosok seorang perempuan bijaksana yang membuat adat Minangkabau lestari semenjak zaman sejarah Minanga Tamwan hingga zaman adat Minangkabau . Gelar ini diwariskan secara turun-menurun di Minangkabau dan dipilih pada lembaga Bundo Kanduang Sumatera Barat . Istri seorang Datuk kadang-kadang juga disebut sebagai Bundo Kanduang untuk level klan / suku. Sebagian pendapat menyatakan bahwa gelar ini pertama kali diberikan kepada Dara Jingga , seorang putri dari raja Tribuanaraja Mauliawarmadewa yang dinikahi oleh seorang bangsawan Kerajaan Singasari pada waktu ekspedisi Pamalayu tapi pendapat ini tidak mempunyai bukti yang kuat. Di Lunang , Pesisir Selatan Sumatera Barat sekarang, keturunan Bundo Kanduang dipanggil sebagai Mande Rubiah yang sudah merupakan turunan ke-7. Sementara itu di kab.Lebong,(Re...

avatar
Rizkianazahra
Gambar Entri
Mandi Balimau
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Mandi balimau adalah salah satu tradisi membersihkan diri yang berkaitan erat dengan momen religius yaitu puasa Ramadhan. Balimau berasal dari kata ‘limau’ yang artinya jeruk nipis sesuai dengan pelaksanaannya yang menggunakan jeruk nipis dan rempah-rempah lainnya.Mandi balimau merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-menurun oleh nenek moyang masyarakat setempat. Masyarakat setempat percaya, konon warga yang tak ikut dalam upacara adat, akan merasa terkucil dari komunitas masyarakat mereka sendiri. Makanya, semua warga mengantian disiramkan air bersih yang telah diberi limau atau jeruk beraneka jenis. Ada sedikitnya, tujuh jenis jeruk yang telah dibelah-belah dan dicampurkan ke dalam air bersih yang sudah disiapkan tempatnya. Tradisi ini tidak hanya dimiliki masyarakat Sumatera Barat, di Riau upacara ini dikenal dengan ‘balimau kasai’ sedangkan di kota Pelalawan lebih dikenal dengan ‘balimau kasai potang mamogang’.

avatar
Kriscahyani
Gambar Entri
Bareh Randang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Mendengar sekilas namanya, mungkin orang akan mengira kudapan yang satu ini adalah rendang. Namun begitu melihat wujudnya, ternyata jauh dari perkiraan. Panganan ini ternyata sama sekali berbeda dengan yang dibayangkan. Alih-alih memiliki rasa seperti rendang, bareh randang ternyata memiliki citarasa manis dan wujudnya pun sama sekali tidak mirip dengan rendang. Secara etimologi, penamaan bareh rendang mengacu pada bahan pokok dan proses pembuatannya. Bareh dalam bahasa Minangkabau memiliki makna beras, sedangkan randang dapat diartikan proses menyangrai. Jadi secara harfiah, bareh randang dapat diartikan sebagai olahan berbahan dasar beras yang disangrai bersamaan dengan rempah dan bumbu. Secara umum, kudapan yang menjadi oleh-oleh khas kawasan Darek ini merupakan olahan tepung beras yang disangrai hingga kering kemudian dicampurkan dengan cairan gula dan santan yang telah dimasak. Wujud dari hasil percampuran ini adalah gumpalan kalis berwarna putih dengan tekstur lu...

avatar
Oase
Gambar Entri
Tari Indang
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Seorang pemuda memasuki panggung dengan iringan musik bernuansa Melayu. Baju adat Pariaman melekat indah di tubuhnya. Pemuda tersebut melakukan gerakan menunduk dengan telapak tangan menyentuh lantai. Kemudian, dua kelompok muda-mudi keluar bersamaan dari arah kiri dan kanan. Itulah bagian awal pementasan tari tradisional Pariaman yang bernama tari indang.  Tari indang merupakan tari muda-mudi yang selalu dipentaskan setiap kali diadakan upacara tabuik – upacara yang dilakukan masyarakat Minang dalam rangka memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad setiap tanggal 10 Muharam. Tari indang merupakan tari tradisional yang diciptaan oleh Rapa’i. Rapa’i merupakan pengikut setia Syekh Burhanuddin – seorang tokoh terpandang yang selalu memperingati upacara tabuik di Minang. Dilihat dari gerakannya, tari indang hampir mirip dengan tari saman yang berasal dari Aceh. Hanya saja, gerakan dalam tari indang lebih variatif ditambah dengan penggunaan prope...

avatar
Oase
Gambar Entri
Kerik Gigi
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Kerik gigi merupakan suatu tradisi unik di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Tradisi ini dilakukan oleh seorang wanita sebagai simbol bahwa dirinya telah cukup dewasa. Para wanita setempat percaya kalau gigi yang runcing menambah kecantikan mereka. Para pria pun makin tergila-gila! Selain bertujuan agar terlihat cantik tradisi ini juga bertujuan untuk memberi kedamaian jiwhttp://www.budaya-indonesia.org/a/e/b/a wanita. Masyarakat suku mentawai percaya jika mereka sudah melaksanakan ritual ini jiwa mereka akan dipenuhi kebahagiaan dan kedamaian jiwa. Prosesi Kerik Gigi tentu sangat menyakitkan, karena para ketua adat melakukannya tanpa melalui tahap pembiusan atau (anastesi) bahkan alat yang dipakai untuk ritual ini tanpa melalui proses sterilisasi. biasanya kerik gigi dilakukan dengan menggunakan sebuah alat yang terbuat dari besi atau kayu yang sudah mereka asah hingga tajam. proses ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar lho, hanya untuk meruncingkan seluruh gigi merek...

avatar
Dita Indrani
Gambar Entri
sate Padang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Sama seperti daerah nusantara yang lain Sumatera Barat juga mempunyai masakan sate yang khas. Sate Padang adalah sebutan untuk tiga jenis varian sate di Sumatera Barat, yaitu Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman. Sate Padang memakai bahan daging sapi, lidah, atau jerohan (jantung, usus, dan tetelan) dengan bumbu kuah kacang kental (mirip bubur) ditambah cabai yang banyak sehingga rasanya pedas.   Sate padang panjang dibedakan dengan kuah sate nya yang berwarna kuning sedangkan sate pariaman kuahnya berwarna merah (pedas). Rasa kedua jenis sate ini juga berbeda. Sedangkan sate Padang mempunyai bermacam rasa perpaduan kedua jenis varian sate di atas. Daging ayam segar dimasukkan dalan drum besar berisi air dan direbus dua kali agar lunak menggunakan drum dan air yang berbeda. Daging diiris-iris dan dilumuri dengan bumbu dan rempah-rempah. Sementara air rebusan digunakan sebagai kuah kaldu, bahan membuat kuah sate. Lalu kuah kaldu ini dicampur denga...

avatar
Noval Karom
Gambar Entri
Rumah Adat Gadang
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Masyarakat Minangkabau  Masyarakat Minangkabau berlokasi di Sumatra Barat, sebagian daerah pesisir Barat Sumatra Utara, sebagian daerah propinsi Riau bagian barat, dan sebagian daerah propinsi Jambi bagian Selatan Barat. Dari cakupan wilayah yang didiami oleh Bangsa Minangkabau tersebut, bisa dikatakan bahwa Bangsa Minangkabau menempati wilayah yang luas dan menyebar dari daratan sampai ke pesisir. Tapi asal Bangsa Minangkabau adalah dari daratan.   Rumah tempat tinggal Minangkabau  disebut sebagai Rumah Gadang (Rumah Besar/Rumah Buranjang). Dikatakan Gadang (besar) bukan karena fisiknya yang besar melainkan karena fungsinya selain sebagai tempat kediaman keluarga, Rumah Gadang merupakan perlambang kehadiran satu kaum dalam satu nagari1, serta sebagai pusat kehidupan dan kerukunan seperti tempat bermufakat keluarga kaum dan melaksanakan upacara. Bahkan sebagai tempat merawat anggota keluarga yang sakit. Ditinjau dari bentuk, ukuran, serta gaya pe...

avatar
Noval Karom
Gambar Entri
Tabuik
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Festival Tabuik merupakan salah satu tradisi tahunan di dalam masyarakat Pariaman. Festival ini telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan diperkirakan telah ada sejak abad ke-19 masehi. Perhelatan tabuik merupakan bagian dari peringatan hari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein bin Ali yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Sejarah mencatat, Hussein beserta keluarganya wafat dalam perang di padang Karbala. Tabuik sendiri diambil dari bahasa arab 'tabut' yang bermakna peti kayu. Nama tersebut mengacu pada legenda tentang kemunculan makhluk berwujud kuda bersayap dan berkepala manusia yang disebut buraq. Legenda tersebut mengisahkan bahwa setelah wafatnya sang cucu Nabi, kotak kayu berisi potongan jenazah Hussein diterbangkan ke langit oleh buraq. Berdasarkan legenda inilah, setiap tahun masyarakat Pariaman membuat tiruan dari buraq yang sedang mengusung tabut di punggungnya. Menurut kisah yang diterima masyarakat secara turun temurun, ritual ini diperkirakan muncul d...

avatar
Farrihnabhan
Gambar Entri
Dongeng Asal Mula Danau Maninjau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Di Sumatera Barat terdapat sebuah gunung sangat tinggi. Masyarakat setempat menyebutnya Gunung Tinjau. Di kaki Gunung Tinjau, terdapat sebuah perkampungan yang memiliki tanah subur. Penduduk setempat kebanyakan bermata pencarian menjadi petani. Masyarakat hidup makmur karena hasil panen selalu melimpah.   Di perkampungan tersebut tinggal sepuluh bersaudara dengan sembilan orang laki-laki dan seorang perempuan. Mereka adalah Kukuban, Kudun, Bayua, Malintang, Galapuang, Balok, Batang, Bayang, Kaciak dan yang perempuan bernama Siti Rasani. Kukuban menjadi kepala keluarga setelah kedua orang tua mereka meninggal. Kesepuluh bersaudara tersebut hidup bertetangga dengan keluarga Datuk Limbatang. Datuk Limbatang memiliki seorang anak laki-laki bernama Giran. Kedua keluarga tersebut biasa saling berkunjung. Suatu hari, Datuk Limbatang pergi berkunjung ke rumah keluarga Kukuban. Ia mengajak anaknya yaitu Giran. Saat itulah Giran bertemu Siti Rasani, adik bungsu Kukuban...

avatar
Bangindsoft