monedas para el FC mobile Visité Buyfc26coins.com. ¡Excelente! Recomendado al 100%..NHkd
150 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ritual Potong Jari Suku Dani- Papua
Ritual Ritual
Papua

  Tradisi turun-menurun dari nenek moyang yang dilestarikan oleh suku Dani Papua ini rupanya masih juga dilakukan oleh sebagian wanita dewasa yang yang tinggal disana hingga saat ini. Tradisi yang terlihat sungguh menyakitkan kaum wanita ini ternyata punya makna yang begitu menyentuh.  Bila ditanya mengapa bisa sampai menyakiti dirinya sendiri dengan memotong jari ruas keruas. Itu semua karna bentuk dari rasa cinta mereka terhadap keluarga/kerabat mereka (ibu, anak, suami, saudara kandung, dsb) yang meninggal dunia. Maka rasa kehilangan mereka buktikan dengan pemotongan ruas jari-jari mereka. Menunjukan pembuktian bahwa mereka begitu merasa kehilangan mendalam dan menyakitkan setelah ditinggal oleh kerabat/keluarga mereka. Benar-benar menyentuh hati ya jika tau alasannya.    Meskipun pemotongan ini biasanya dilakukan oleh wanita dewasa (ibu, nenek, tertua) saja namun tidak menutup kemungkinan juga untuk para pria dewasa( ayah tertua, atau kakek) pun iku...

avatar
Naensca
Gambar Entri
Makna Lagu Atawenani - Papua
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Papua

Nada-nada indah terdengar mengiringi sebuah tarian khas Suku Moy yaitu Tari Wutukala. Tarian yang berasal dari wilayah pesisir Sorong ini bercerita tentang upaya penangkapan ikan dengan menggunakan air tuba. Lagu daerah yang mengiringi pun bercerita tentang hal yang tidak jauh berbeda dan lagu ini berjudul Atawenani. Sama seperti Tari Wutukala, Lagu Atawenani juga merupakan lagu daerah khas suku Moy. Lagu ini berirama cepat dan bernuansa gembira. Atawenani menceritakan tentang kisah para nelayan suku Moy yang mencari ikan dengan tombak, namun mengalami kesulitan. Hingga pada akhirnya, para kaum wanita membawa racun tuba yang membuat ikan-ikan pusing dan akhirnya mudah untuk ditangkap. Atawenani adalah sebuah lagu pengiring tari Wutukala dengan makna yang berisi ucapan syukur dan kebahagiaan Suku Moy. Lagu Atawenani akan dimulai dengan sebuah hentakan bertempo cepat di awal tarian Wutukala. Para Penari pria pun masuk dan menggambarkan usaha mereka dalam mencari ikan dengan to...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Pengampunan Dosa dan Ucapan Syukur dalam Nada-nada Etnik Asmat
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Papua

Kami adalah manusia berdosa. Kami mohon ampun padaMu ya Tuhan. Kami bersyukur atas semua kebaikanMu. Ya Tuhan, terimakasih atas Panen Sagu ini. Tuhan baik dan kami manusia berdosa. Syair di atas adalah terjemahan bagian dari sebuah lagu tradisional yang dinyanyikan oleh suku Asmat ketika masa panen sagu tiba. Kira-kira seperti ini lirik lagu tersebut apabila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Sebuah lagu yang penuh religiusitas dimana pengakuan dosa menyatu dengan ucapan syukur mendalam atas berkat panen sagu yang telah dianugerahkan Tuhan Semesta Alam. Nyanyian Pesta Ulat Sagu merupakan bagian dari Pesta Panen Sagu yang biasa dilakukan suku Asmat ketika mereka mulai menuai hasil perkebunan sagu mereka. Lagu ini biasa dinyanyikan bersamaan dengan tarian yang juga dilakukan atas dasar ungkapan syukur terhadap limpahan berkat Tuhan. Seperti kita ketahui, sagu adalah makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Papua, termasuk suku Asmat. Oleh karena itu, sagu memiliki ar...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Hiasan Kepala Suku Asmat - Papua
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Papua

Suku Asmat dikenal sebagai salah satu suku besar di Papua yang memiliki kearifan lokal luar biasa. Mereka sangat menghormati alam dan kehidupan para pendahulu mereka. Seperti halnya suku-suku lain di Papua, biasanya penghormatan ini ditunjukkan di dalam berbagai kesenian yang mereka miliki seperti tarian, lagu-lagu, dan ukiran kayu khas Asmat. Salah satu hasil kesenian yang mencolok dimiliki oleh suku Asmat adalah hiasan kepala yang begitu memukau. Hiasan atau mahkota khas suku Asmat ini memang tidak memiliki nama khusus. Masyarakat Asmat menyebutnya hanya sebagai hiasan atau mahkota yang mereka anggap bagian dari pakaian adat. Bentuk mahkota ini sebenarnya menyerupai sebuah anyaman pucuk daun sagu yang dapat diikatkan ke kepala. Beberapa bulu burung dipasang di sekitar anyaman dan menjadi aksesoris yang memperindah mahkota. Bulu-bulu ini diambil dari burung-burung yang mempunyai arti penting bagi suku Asmat seperti Kasuari atau Kakatua putih. Sepe...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Patah Kaleng
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Papua

Tidak jarang kita melihat pemain Timnas adalah orang-orang yang berasal dari papua. Ternyata, sebelum sepak bola atau futsal di kenalkan kepada masyarakat papua, mereka telah melakukan permainan serupa yang di sebut Patah Kaleng. Bedanya, peraturan permainan ini tidak mengenal pencetakan Goal karena tidak menggunakannya gawang. Dengan begitu istilah Out dari lapangan dan gawang tidak berlaku dalam permainan ini. Lalu? Bagaimana cara mencetak skor lapangannya? Tidak usah khawatir.. Disinilah letak keseruan dalam permainan ini. Step-step permainannya: Bagilah dua kelompok dengan jumlah pemain yang sama rata. Tentukan lapangan bermain atau jalan depan rumah yang cukup luas. Siapkan bola atau benda bulat lain yang cukup mirip untuk menggantikan bolanya. Dan untuk melengkapi permainan ini, siapkan dua kaleng atau dua botol sebagai titik poin pelemparan bola. Atur tempat kedua kaleng atau botol, sama seperti penempatan gawang. Seperti sepak bola pada umumnya, kaleng yang akan di te...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
4_Kariwari
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Papua

Rumah adat Kariwari adalah rumah adat suku Tobati-Enggros yang menghuni tepian Danau Sentani di Kabupaten Jayapura. Rumah ini aslinya ditujukan khusus untuk laki-laki, perempuan tidak diperkenankan masuk. Anak laki-laki yang dimaksud adalah yang usianya kira-kira 12 tahun. Mereka dikumpulkan dan dididik mengenai pencarian pengalaman hidup. Dari mulai belajar memahat, membuat perisai, membuat perahu, hingga teknik perang. Intinya, mereka diajarkan agar lebih kuat, terampil, dan pintar. Bangunan ini berbentuk limas segi delapan dengan atap kerucut, kuat menahan angin kencang dari 8 penjuru arah yang berhembus ke bangunan. Sedangkan bentuk atapnya yang kerucut ke atas lebih mengarah kepada kepercayaan masyarakat dalam mendekatkan diri dengan roh para leluhur. Material yang digunakan adalah kulit kayu untuk lantai, bambu air yang dibelah dan dicacah-cacah untuk dinding, dan daun sagu untuk atap. Yang unik, struktur bangunan di dalam rumah menggunakan 8 buah kayu utuh di mana...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
4_Rumsram
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Papua

Rumah adat Rumsram merupakan rumah adat suku Biak Numfor di Pantai Utara Papua. Rumah ini aslinya ditujukan untuk kaum laki-laki. Sama halnya dengan Kariwari, perempuan dilarang masuk atau mendekati rumah ini. Fungsinya pun mirip, sebagai kegiatan dalam mengajar dan mendidik para lelaki yang mulai beranjak remaja, dalam mencari pengalaman hidup. Bangunannya berbentuk persegi dengan atap berbentuk perahu terbalik. Bentuk ini tak terlepas dari mata pencaharian mereka sebagai pelaut. Material yang digunakan adalah kulit kayu untuk lantai, bambu air yang dibelah dan dicacah-cacah untuk dinding, dan daun sagu untuk atap. Khusus untuk dinding, aslinya hanya ada sedikit jendela dan posisinya di depan dan belakang. Rumsram memiliki tinggi kurang lebih 6—8 m dan dibagi menjadi 2 zona yang dibedakan dengan tingkatan lantainya. Lantai 1 sifatnya terbuka dan tanpa dinding. Hanya kolom-kolom bangunan yang terlihat. Di tempat inilah, para lelaki dididik belajar memahat,...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Cerita Rakyat Dari Papua: Kisah Kucing Karkal dan Burung Puyuh
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Papua

Disebuah gurun luas serta gersang hanya beberapa tumbuhan yang mampu hidup disana seperti rumput-rumputan dan jenis tumbuhan kaktus, kehidupan di gurun sangat sulit khususnya untuk para hewan, mereka harus berjuang mencari makanan yang jumlahnya terbatas, mencari minum yang hanya berada di oase dan juga mereka harus bersiap-siap kabur dari para pemangsa. Suatu hari seekor kucing sedang karkal berjalan di bebatuan mencari makanan, sudah lima hari perutnya tidak diisi namun sang karkarl tidaklah merasakan lapar yang sangat luar biasa karena dirinya telah terbiasa hidup digurun tanpa makanan selama 2 minggu. Karkal berjalan menuju sebuah oase yang letaknya tidak jauh dari tempatnya, sang karkal berharap ada seekor tikus maupun burung yang bisa ia tangkap disana. Ketika sang karkal mendekati oase, hal pertama yang dia lakukan adalah mencari tempat untuk melihat keadaan oase dengan jelas, lalu sang karkal mengincar hewan yang sedang minum disana setelah mendapatkan calon hewan untuk...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Budaya dan Sejarah Orang Muyu, Papua
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Papua

Perempuan bermata sipit itu duduk disamping dagangannya. Diujung kaki yang dilunjurkan, Noken (tas bawaan tradisional) tergeletak. Isinya buah Pinang. Dikejauhan, deru mikrolet berkejaran. Seperti Eta, di jalan masuk pasar Mopah, pedagang sayur lain ikut berjejeran. Puluhan perempuan paruh baya ini duduk diatas tikar kusut.    Eta tinggal di Kelapa Lima, Merauke. Kompleks perumahan warga asli yang rata-rata dihuni oleh suku Muyu. Mereka telah berada di sana semenjak berpuluh-puluh tahun. Asalnya dari Boven Digoel. Merauke sendiri milik suku Malind Anim.   Istilah Muyu diperkirakan muncul bersamaan dengan masuknya Missi Katholik yang dibawa oleh pastor Petrus Hoeboer berkebangsaan Belanda, 1933 di kampung Ninati, daerah Muyu bagian utara, Boven Digoel. Eksplorasi pertama di daerah Muyu awalnya dimulai dengan sebutan Perkemahan Swallow (Swallow Bivouac). Swallow adalah sebuah kapal yang saat itu, Februari 1909, berlabuh di sungai Digoel, dekat muara sungai...

avatar
Arum Tunjung