Bubur lambok adalah makanan khas Lingga di Kabupaten Lingga, karena Kabupaten Lingga merupakan penghasil sagu di Kepri (Kepulauan Riau) sejak semasa Kesultanan Riau Lingga Johor Pahang, yang selanjutnya dikembangkan oleh Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah II (1857-1883), Sultan Lingga Riau. Bubur lambok terbuat dari bahan sagu yang di-lenggang serta digongseng hingga menjadi sagu lenggang. Disiapkan juga sayur rampai, yakni aneka dari jenis-jenis sayur-sayuran, seperti: daun cekor, selasih, kangkung, daun kunyit, daun kacang, daun paku, dan sebagainya. Biasanya aneka campuran jenis sayurmayur itu bahkan ada yang sampai 44 jenis sayur-mayur. Lalu disiapkan juga bumbu (perencah) udang, cumi-cumi (nos), ikan teri/bilis, dan lain-lain. Biasanya bubur lambok disajikan diwaktu siang, boleh juga diwaktu malam; namun yang terpenting sajiannya harus panas dan membuka selera ketika sakit demam, serta mengeluarkan keringat, Bubur lambok sudah terkenal di kalangan masyarakat dan menjadi makan...
Tari zapin merupakan salah satu tari tradisi khususnya di Riau. Dimana tari zapin tradisi penarinya hanya ditarikan oleh para lelaki tetapi pada saat sekarang ini tari zapin sudah berembang dimana tari zapin sekarang sudah mengalami perubahan dan perkembangannya di setiap gerakannya. Tari zapin tradisi pada zaman dahulu kala yang hanya dilakukan oleh para penari lelaki akan mengangkat status sosialnya pada masyarakat dan selalu menjadi incaran oleh para orang tua untuk dijodohkan kepada anaknya. Tari zapin diciptakan berdasarkan unsur sosial masyarakat pendukungnya, bukan hanya semata-mata sebagai uangkapan ekspresi, tetapi merupakan wajah batiniah dan ekspresi cultural masyarakat yang melahirkan. Tarian ini lahir dilingkungan masyarakat melayu riau yang sarat dengan berbagai tata nilai. Sumber :http://festivalkampungsenapelan.blogspot.com/2014/11/tari-zapin-melayu-riau.html?m=1
Sungai Rokan sebelumnya disebut dengan Sungai Rotan, lalu menjadi sungai Rok`an dan akhirna menjadi sungai Rokan yang terbagi menjadi tiga sungai besar yaitu : Sungai Rokan Kiri, Sungai Rokan Kanan, dan Sungai Sosa, sedangkan Sungai Rokan Kanan lazim juga disebut orang Sungai Batang Lubuh. Ketiga sungai tersebut mengalir dibumi Kabupaten Roka Hulu dan bermuara menjadi satu sungai Rokan yang mengalir melewati daerah Kabupaten Rokan Hilir hingga ke laut. Secara sederhana masyarakat dahulu menjelaskan kejadian Sungai Rokan kepada anak cucunya mereka dengan media dongeng. Bahwa asal muasal terjadinya sungai Rokan dikisahkan sebuah kejadian alam yang unik pada masa lampau, dimana belum ada penghuni di daerah ini dan belum ada sungai besar di daerah ini, yang ada hanya sebuah gonuong (danau) yang terbentuk dari terkuaknya 3 bukit yang disebut “bukik non tigo” pada barisan sekarang, tiga bukit yang semasa itu belumlah memiliki nama, bukit-bukit itu saat sekarang disebut de...
Tarian Zapin merupakan salah satu dari tarian rumpun Melayu yang menghibur sekaligus sarat dengan pesan agama dan pendidikan. kata Zapin sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu "Zaffan" yang artinya penari dan "Al-Zapin" yang berarti gerak kaki. Pada era tahun 2000 an, tari Zapin ini pernah mewabah keseluruh daerah dan menjadi kesenian budaya yang acap kali diperlombakan. Zapin sendiri memiliki kaidah dan aturan yang tidak boleh diubah (baku), namun keindahan gerak serta musiknya tetap indah dan sedap dipandang, serta nyaman ditelinga ketika mendengar musik dan syair-syair walaupun aturannya tidak pernah diubah dari dulu. Sebelum tahun 1960 di Riau zapin hanya ditarikan oleh penari laki-laki yang dianggap dapat mengangkat status sosialnya di masyarakat. Dimana sang penari akan menjadi incaran para orang tua untuk dijodohkan kepada anak perempuannya. Seiring berkembangnya zaman, di Riau tarian ini yang awalnya hanya dibawakan penari lelaki, namun a...
Dalam bahasa Natuna silong artinya memakan makanan secara mentah, memang agak sedikit mirip memang dengan sashimi jepang, namun silong biasa identik dengan makanan dari laut yang di konsumsi secara mentah. Untuk cara penyajiannya juga berbeda, masyarakat Natuna biasanya akan terlebih dahulu membersihkan makanan yang hendak di buat silong dengan membasuhnya dengan perasan air jeruk lalu diamkan beberapa saat hingga bau amisnya hilang. Selain di beberapa daerah di Indonesia, Latoh juga di kenal di mancanegara seperti di wilayah Asia, antara lain di negara Jepang, Korea dan China dan bahkan di Negara Eropa, karena tumbuhan sejenis rumput laut ini hampir tumbuh di seluruh dunia. Di luar negeri Latoh di kenal dengan "anggur laut" atau "kaviar hijau", di negara Malaisya bagian Sabah menyebutnya dengan "Latok" dan Filipina menyebutnya "Lato". Tumbuhan ini sangat unik, selain memiliki biji buah yang kecil-kecil namun rasanya juga segar dan asin guri...
Mendu adalah salah satu kesenian khas kabupaten natuna yang berawal dari pulau laut, dan juga dikembangkan oleh orang kaya Maddun. Mendu berasal dari kata menghibur rindu atau hiburan rindu kampung halaman dan kasih sekampung. Kesenian mendu menyebar diberbagai tempat yaitu Bunguran Timur (ranai dan sepempang), Siantan (terempa dan langi), dan Mindai serta Tanjung Pinang. Keunikan dari seni Mendu ni adalah bahwa cerita yang dimainkan tanpa naskah, harus hafal diluar kepala. Dialognya disampaikan dengan nyanyian dan tarian. Semntara itu, lagu-lagu yang dinyanyikan adalah : Numu Satu, Lemak Lamun, Lakau, Catuk, Air Mawar, Jalan Kunon, Ilang Wayat, Perang, Beremas dan masih banyak yang lain. Sedangkan tariannya Ladun, Jalan Runon, Air Mawar, Lemak Lamun, Lakau, dan Beremas. Zaman dahulu para saudagar, nelayan, dan petani sangat senang menghibur diri pada malam hari. Mereka memainkan musik, nyanyian, berpantun sebagai pelepas rindu pada kampung halaman. Kata menghibur diri berubah menj...
Ayam Sudur adalah salah satu kesenian tradisional masyarakat Melayu di Kota Ranai, Kabupaten Natuna yang hingga kini masih ditemui keberadaannya. Kesenian ini berbentuk tarian diiringi dengan gendang dan nyanyian. Jumlah penari kesenian ini sebanyak dua puluh satu (21) orang terdiri; enam (6) penari perempuan dan lima belas (15) orang penari laki-laki. Penari kesenian ayam sudur jumlahnya ganjil supaya penari laki-laki dapat melindungi penari perempuan
Dahulu pada saat musim panen dan menuai padi, datanglah saat-saat yang ditunggu da amat menyenangkan. Sebagian dari hasil panennya disimpan dilumbung dan sebagiannya diolah secara tradisional pula dengan menggunakan satu buah lesung besar dengan beberapa “anak Alu”. Selain itu merayaka pesta panen masyarakat juga membuat emping. Sambil membuat emping dengan menggunakan anak alu yang terdiri dari berbagai macam ukuran hingga menimbulkan nada-nada yang khas dan memberikan nada-nada yang indah tersendiri. Dari nada-nada tersebut terciptalah beberapa lagu. Lagu tidak dinyanyikan dengan suara penumbuk alu, melainkan suara yang timbuk dari hentakan alu dan lesung tersebut. Kesenian Alu sering dibawakan oleh tim kesenian dari Kecamatan Bunguran Timur laut