Anak
89 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Legenda Batu Menangis
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Barat

Di suatu daerah terpencil di Kalimantan Barat, hidup seorang ibu tua bersama anak gadisnya yang cantik bernama Darmi. Semenjak suaminya meninggal, sang ibu terpaksa bekerja menjadi buruh sawah dengan upah harian kecil. Darmi, anak ibu tersebut adalah anak cantik tapi sangat manja. Meskipun kehidupan mereka susah, namun Darmi tetap saja senang bersolek. Ia senang memamerkan kecantikannya ke seantero kampung. Setiap hari Darmi kerjanya hanya menghabiskan uang ibunya dengan membeli perhiasan dan alat-alat kecantikan. Sering ibunya menasehati Darmi agar mau hidup sederhana sesuai kemampuan, namun Darmi tak menggubrisnya. Darmi justru malah membentak ibunya agar bekerja lebih keras lagi. Darmi tak pernah mau membantu ibunya bekerja di sawah. Selalu saja ada alasan agar tidak ikut ke sawah. Pada saat ibunya bekerja, Darmi akan mulai bersolek kemudian berjalan-jalan di desa untuk memamerkan kecantikannya. Banyak pemuda desa mengagumi kecantikan Darmi. Suatu ketika, saat ibunya hendak p...

avatar
Bangindsoft
Gambar Entri
Rumah Adat Balug
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Kalimantan Barat

Rumah Adat Balug adalah rumah panggung yang berbentuk bulat dengan diameter + 10 m. Bagi masyarakat Dayak Bidayuh di Desa Hli Beue, Kec. Siding, Kab. Bengkayang, Prov. Kalimantan Barat, Rumah Adat Balug merupakan tempat pelaksanaan upacara adat Nibakng (Nyobekng), tempat menyimpan tengkorak kepala hasil kayau di masa lalu, dan benda pusaka milik nenek moyang. Balug juga digunakan sebagai tempat untuk menyelesaikan permasalahan adat, terutama jika terjadi masalah di masyarakat. Atap bangunan berbentuk kerucut (payukng samai) dan bertingkat 3, terbuat dari daun sagu (liuk liyung) yang diikat dengan anyaman ijuk. Bagian-bagian Balug terdiri atas: 1). Tangga yang terbuat dari kayu belian sepanjang 735 cm untuk naik ke bangunan; 2). Teras berbentuk persegi empat dengan tinggi pintu yang lebih rendah dari ukuran orang dewasa; 3). Bangunan dalam yang terdiri dari 3 lantai/tingkat yang melambangkan adanya 3 alam semesta dalam kehidupan, sesuai kepercayaan orang Dayak Bidayuh. Dinding Balug te...

avatar
Widra
Gambar Entri
Permainan Keriang Bandong
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Kalimantan Barat

Permainan Keriang Bandong merupakan salah satu dari sekian banyak permainan rakyat yang unik dan mempunyai kekhasan tersendiri yang berasal dari Kalimantan Barat. Pada mulanya permainan rakyat yang satu ini menggunakan media obor atau bamboo namun pada perkembangannya permainan keriang banding ini mengalami perubahan. Permainan keriang bandong awalnya hanya mempergunakan obor bambu kemudian berubah menjadi lampion-lampion yang berbentuk unik dan menarik. Perubahan ini terjadi karena mungkin menggunakan media obor bambu sangat tidak praktis sama sekali dibandingkan dengan lampion. Lampion sendiri terbuat dari bilah bambu atau lidi daun kelapa yang dibentuk berupa rangka binatang. Anak-anak kecil atau remaja yang bermain keriang bandong ini biasanya mengarak keriang bandongnya disekitar lingkungan rumah atau di dalam gang dimana mereka tinggal. Keriang bandong ini hanya dimainkan di bulan Ramadhan saja yang dimulai pada hari ke 21 hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Budaya perm...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tan Kullup
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Barat

Hiduplah seorang anak raja pada zaman dahulu yang bernama Tan Kebal, sesuai dengan namanya ia seorang yang tahan dan kebal terhadap serangan maupun bencana apapun. Ia sangat disayangi orang tuanya dan sangat diharapkan dapat menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja. Hobinya adalah berburu binatang ke hutan. Pada saat usia Tan Kebal sudah menginjak dewasa maka sudah sepatutnya dikhitan, tetapi pada saat di khitan Tan Kebal dipotong atau dikhitan maka alat pengkhitan itu tidak mempan. Tidak ada satupun yang berhasil mengkhitannya. Waktu berjalan terus, tapi Tan Kebal belum dikhitan, seperti biasa Tan Kebal pergi berburu seorang diri dan dia mendengar suara kullup-kullup-kullup dan bagi Tan ini merupakan kata ejeken bagi yang belum di khitan. Dikejarlah burung sampai jauh ke tengah hutan di sutu bukit yang namanya Bukit Piantus. Konon katanya, Tan Kebal tidak kembali lagi ke istana, ia berbaur bersama masyarakat menghabiskan masa tuanya tanpa dikhitan dan tanpa mempunyai istri. Di Buk...

avatar
Widra
Gambar Entri
Pak Saloi
Ritual Ritual
Kalimantan Barat

Kecamatan Sambas merupakan wilayah yang luas dan terkenal dengan kekayaan budaya seperti cerita rakyat. Cerita rakyat, termasuk dongeng yang berhasil direkam dari para informan, dalam penulisannya sudah mengalami editing, baik gaya bahasanya maupun kalimatnya. Dengan adanya cerita rakyat ini membantu pemerintah untuk melestarikan salah satu hasil kebudayaan. Diceritakan pada zaman dahulu di sebuah kampung, hidup satu keluarga yang sangat sederhana. Hidupnya tergantung pada alam lingkungannya. Keluarga itu mempunyai seorang anak laki-laki bernama Saloi, sehingga suami istri disbut Pak Saloi dan Mak Saloi. Banyak cerita lucu yang dialami oleh Pak Saloi yang membuat istrinya mengomel karena ketololannya. Salah satunya yaitu ketika ia pergi ke hutan untuk menjerat burung sebagai lauk. Setelah mendapat banyak burung, ia beristirahat maka diambillah seekor burung kemudian dibelainya burung itu dilepasnya dan di suruh menghadap istrinya sampai burung tersebut habis. Kemudian Pak Saloi pulang...

avatar
Widra
Gambar Entri
Raja Tanunggal
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Barat

Cerita Rakyat Tanunggal berasal dari Sambas. Diberi nama Tanunggal karena pada saat bayinya ditemukan sudah mempunyai sebuah gigi seperti gigi orang dewasa dan Raja Tanunggal lahir tidak mempunyai ayah dan ibu karena bayinya ditemukan dalam seruas bambu. Raja Tanunggal memerintah dengan tangan besi sehingga rakyatnya sengsara dan hidup dalam ketakutan. Raja Tanunggal mempunyai 2 orang anak yang bernama Bujang Nadi dan Dare Nandung tapi mereka tidak pernah saling bertemu namun entah dari mana sumbernya mengatakan Bujang Nadi dan Dare Nadung bercinta-cinta dan berjanji sehidup semati, mendengar hal tersebut Raja Tanunggal sangat marah dan menghukum anaknya dengan cara di tanam hidup-hidup dalam satu peti mati yang dilengkapi dengan ayam jago dan alat tenun. Akhir dari kisah Tanunggal konon dikatakan bahwa ia dimasukkan dalam sebuah sangkar besi lalu ditenggelamkan di Sungai Sambas Kecil.

avatar
Widra
Gambar Entri
Raja Tanunggal
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Barat

Cerita Rakyat Tanunggal berasal dari Sambas. Diberi nama Tanunggal karena pada saat bayinya ditemukan sudah mempunyai sebuah gigi seperti gigi orang dewasa dan Raja Tanunggal lahir tidak mempunyai ayah dan ibu karena bayinya ditemukan dalam seruas bambu. Raja Tanunggal memerintah dengan tangan besi sehingga rakyatnya sengsara dan hidup dalam ketakutan. Raja Tanunggal mempunyai 2 orang anak yang bernama Bujang Nadi dan Dare Nandung tapi mereka tidak pernah saling bertemu namun entah dari mana sumbernya mengatakan Bujang Nadi dan Dare Nadung bercinta-cinta dan berjanji sehidup semati, mendengar hal tersebut Raja Tanunggal sangat marah dan menghukum anaknya dengan cara di tanam hidup-hidup dalam satu peti mati yang dilengkapi dengan ayam jago dan alat tenun. Akhir dari kisah Tanunggal konon dikatakan bahwa ia dimasukkan dalam sebuah sangkar besi lalu ditenggelamkan di Sungai Sambas Kecil.

avatar
Widra
Gambar Entri
Batu Ballah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Barat

zaman dahulu di daerah Sambas seorang ibu dengan tiga anaknya. Hidupnya sangat miskin. Untuk menghidupi ketiga anaknya ibunya tak putus asa dalam bekerja keras. Pada suatu hari ibunya berpamitan akan mencari ikan biasanya banyak ikan tembakul yang sangat disukai anak-anaknya ternyata usaha yang susah poayah didapatlah ikan tembakul dan meminta anak yang sulung untuk memasak sementara ibunya pergi mandi ke sungai tetapi sebelum itu ibunya memesan bahwa telur ikan tembakul itu supaya disisakan untuk ibunya. Adiknya makan dengan lahap sehingga lupa untuk meninggalkan telur tembakul sehingga ibunya kesal dan amat kecewa lalu berlari pergi ke tepi sungai, disana lalu naik di atas batu besar yang menganga lebar sepoerti mulut tanpa disadari ia terjepit di batu tersebut. Menurut orang pandai bahwa ibunya telah ditelan batu besar yang angker di tepi sungai. Konon batu tersebut dinamakan Batu Ballah. referensi: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailCatat=81

avatar
Widra
Gambar Entri
Batu Nek Jage
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Barat

Di gunung Pelajau Sambas, dahulu kala hidup sebuah keluarga dengan seorang anak dan menantunya serta satu orang cucunya. Nek Jaga nama kepala keluarga sedangkan pekerjaan mereka adalah berburu di hutan. Pada suatu hari Nek Jage berburu di hutan langkahnya terhenti ketika melihat cahaya bersinar begitu terang. Kemudian dengan cepatnya cahaya aneh itu lalu menempel di kening Nek Jage. Dengan cahaya itu Nek Jage dengan mudah berjalan di dalam hutan dan memperoleh hewan buruan. Setelah cukup Nek Jage pulang tetapi rumahnya sepi, tiba-tiba Nek Jage mendengar suara cucunya dari dalam lumbung padi tetapi karena rapat dilubangi dindingnya supaya bisa melihat cucunya namun secepat kilat cahaya keningnya mengenai tubuh cucunya dan langsung meninggal. Nek Jage sangat marah dengan cahaya dikeningnya, kemudian ia mengamuk rumah dan lumbung padinya roboh. Tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya dan terjadilah banjir. Setelah bencana itu usai yang terlihat hanya bongkahan batu dan Nek Jage ikut men...

avatar
Widra