Dombret atau dongbret merupakan kesenian rakyat yang berkembang di daerah Pantai Utara Jawa Barat, khususnya di Pantai Blanakan Pamanukan, Kabupaten Subang. Selain berfungsi sebagai hiburan untuk para nelayan, dombret berfungsi pula sebagai bagian dari upacara nadran sebagai simbol kesuburan. Perkembangan Dombret populer sejak tahun 1930-an. Kesenian ini mempunyai kemiripan dengan seni ronggeng (Ketuk Tilu), baik dilihat dari struktur pertunjukannya, lagu-lagu yang digunakan, maupun musik pengiringnya. Istilah dombret sama halnya dengan doger atau ronggeng, yaitu penari wanita yang memiliki kemampuan menyanyi dan menari. Pertunjukan Dombret sering ditampilkan ketika musim pelelangan ikan tiba, dan menjadi hiburan pelepas lelah bagi para nelayan. Selain itu, dombret pun menjadi hiburan bagi para pembeli ikan, sehingga mereka seringkali memilih membeli ikan di tempat tersebut. Tempat pertunjukan biasanya di arena terbuka, tanpa panggung khusus. Oleh seb...
Baritan merupakan ritual selamatan yang menjadi salah satu rangkaian dalam tradisi pesta laut (ruwat laut) di kampung Nelayan Blanakan, Kabupaten Subang. Dalam ritual ini para melayan yang tergabung dalam KUD Mina Fajar Sidik dan warga lainnya berbondong-bondong membawa makanan yang sudah dimasak (nasi, telur, tumpeng, ayam bekakak, dan lain sebagainya) serta air mineral ke lokasi baritan (biasanya di tempat pelelangan ikan). Seluruh bawaan tadi dikumpulkan/dihamparkan di karpet memanjang. Pada sore hari pelaksanaan Baritan, seorang kiai/tokoh agama memimpin doa bersama dengan harapan agar hasil laut para nelayan terus melimpah. Selesai doa, air yang dibawa oleh warga dibawa pulang kembali dan diminum sekeluarga, sedangkan makanan yang dibawa separuhnya dibawa pulang kembali dan separuhnya dikumpulkan oleh panitia Baritan.
Topeng Bekasi ini biasanya dimainkan untuk memeriahkan upacara perkawinan, khitanan dan khaulan. Walaupun dinamakan Tarian Topeng, namun tidak didominasi oleh tarian saja tetapi juga menampilkan lawakan atau komedi yang biasanya menyangkut kisah kehidupan masyarakat kecil. Drama komedi atau lawakan ini ditampilkan setelah tarian selesai ditampilkan. Urutan penampilan dari topeng ini adalah sebagai berikut: 1. Sebelum dilaksanakan pementasan, diadakan ritual terlebih dahulu dengan membakar sesajian. Hal ini dimaksudkan agar pementasan diberi kelancaran dan kesuksesan serta dapat diterima oleh penonton dan orang yang memiliki acara. Selain itu, alat-alat musik yang terbuat dari logam juga dipercaya ditinggali oleh makhluk halus sehingga harus meminta izin dahulu dengan cara membakar sesajian tersebut. 2. Pementasan dimulai dengan pemukulan gong. Pukulan gong ini dilaksanakan berdasarkan naptu hari atau hitungan hari. Pukulan gong pada hari Senin berjumlah 4 (empat), Sela...
Sekoteng atau sakoteng adalah minuman asli Indonesia yang sangat pas disajikan dimalam hari ataupun saat hujan turun, karna kekhangatannya yang bersumber dari rebusan jahe dan rempah lainnya.tidak hanya itu sekoteng biasanya dicampur dengan kacang hijau, kacang tanah, pacar cina, dan potongan roti. RM/Toko yang Menyediakan : Es Sekoteng Toko Makanan Alamat: Jalan Pulo Ribung Raya Blok AR2 No.23, Jaka Setia, Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat 17148
munggah (Bahasa Sunda) adalah beberapa hari sebelum bulan Ramadhan. Sebagian orang mengawali munggah dengan acara makan-makan bersama di alam terbuka, yang dikenal dengan istilah botram . Botram biasa dilakukan di tempat wisata, alam terbuka, atau di kebun milik pribadi. Atau bisa juga dengan mengajak anggota keluarganya untuk makan mium sepuasnya di restoran atau di tempat-tempat jajan makanan, seperti di Pasar Baru. Acara lain yang menarik menjelang Ramadhan masa lalu, adalah menguras kolam ikan ( ngabedahkeun balong ) dan kongkurs lelang ikan. Di kawasan selatan Bandung masa lalu banyak terdapat kolam ikan. Maka menjelang puasa, banyak peternak ikan yang menguras kolam ikannya. Selain dijual di pasar ikan, hasil tangkapan bibit ikan Emas yang istimewa diperlombakan dalam sebuah kongkurs, untuk akhirnya dilelang kepada masyarakat umum. Sumber: Ramadhan di Priangan (Haryoto Kunto)
Karinding konon alat musik yang telah digunakan karuhun Sunda sejak dahulu kala. Alat musik ini terbuat dari pelepah aren atau bambu berukuran 20 x 1 cm yang dibuat menjadi tiga bagian yaitu bagian tempat memegang karinding ( pancepengan ), jarum tempat keluarnya nada (disebut cecet ucing atau ekor kucing serta pembatas jarumnya, dan bagian ujung yang disebut panenggeul (pemukul). Jika bagian panenggeul ditabuh, maka bagian jarum akan bergetar dan ketika dirapatkan ke rongga mulut, maka akan menghasilkan bunyi yang khas. Bunyi tersebut bisa diatur tergantung bentuk rongga mulut, kedalaman resonansi, tutup buka kerongkongan, atau hembusan dan tarikan napas. Jenis bahan dan jenis disain karinding menunjukan perbedaan usia, tempat, jenis kelamin pemakai. Karinding yang menyerupai susuk sanggul dibuat untuk perempuan, sedang yang laki-laki menggunakan pelapah kawung dengan ukuran lebih pendek, agar bisa disimpan di tempat tembakau. Bahan juga menunjukkan tempat pembuatan...
Rantangan adalah tradisi saling tukar makanan atau masakan yang disimpan dalam rantang susun. Biasanya dilaksanakan pada 10 hari sebelum lebaran, tepatnya pada tanggal-tanggal ganjil Ramadhan yaitu 21, 23, 25, 27 dan 29. Dalam pelaksanaannya yang mengantar adalah saudara paling muda ke saudara tua, adapun isi hantaran yang diberikan berisi makanan seperti nasi lengkap dengan lauk-pauknya termasuk sayurnya atau lodeh. Ada juga ayam panggang atau bakakak. Yang diberi hantaran rantang akan membalas hantaran. Tentu saja isinya sama, nasi lengkap dengan lauk-pauknya dan lodehnya.Biasanya yang mengantar adalah saudara paling muda ke saudara tua, adapun isi hantaran yang diberikan berisi makanan seperti nasi lengkap dengan lauk-pauknya termasuk sayurnya atau lodeh. Ada juga ayam panggang atau bakakak. Yang diberi hantaran rantang akan membalas hantaran. Tentu saja isinya sama, nasi lengkap dengan lauk-pauknya dan lodehnya.
Nun dahulu kala, lembur Citamiang, Pasir Mukti, ada dalam kekuasaan Kerajaan Galuh. Di kampung ini tersebutlah seorang jejaka gagah bernama Kalamanda yang merupakan cucu dari Raja Kerajaan Tengah atau Galuh. Suatu waktu, Kalamanda bertemu seorang mojang jelita yang seketika itu membuatnya jatuh cinta. Gadis itu bernama Sekarwati. Kalamanda mencari cara untuk mendekati Sekarwati, yang konon telah membuat patah hati ratusan pemuda yang berniat mendekatinya. Beragam aksi berbalut ketampanan dan materi tak mampu meluluhkan sang gadis, mulai dari aksi jawara, menak, hingga santri, tidak ada yang bisa meluluhkan hati si jelita. Akhirnya setelah berkonsultasi dengan sang kakek, Kalamanda bertapa, memohon kepada Yang Maha Kuasa agar diberikan jalan. Setelah tirakat, akhirnya ia mendapat petunjuk untuk membuat sejenis alat musik yang suaranya mampu mencerminkan perasaan cintanya yang dalam bagi sang pujaan. Setelah membuat beragam alat musik, akhirnya ia menemukan alat yang mampu mew...
Pada suatu desa di Jawa Barat hidup seorang petani yang sangat rajin beribadah kepada Tuhannya. Namanya adalah Asep. Suatu hari dia merasa kehidupan dirinya dan keluarganya tidak ada peningkatan maupun penurunan sehingga dia ingin mencoba pergi ke pulau seberang. Akhirnya dia melancarkan rencananya untuk merantau dan tujuannya adalah pulau Madura karena mendengar kabar bahwa disana ada cara lain untuk hidup selain bercocok tanam, pada saat itu pulau Madura terkenal akan pasar perdagangannya. Asep hanya membawa bekal ubi dan uang sebesar 5 sen untuk berlayar ke pulau Madura. Dijalan dia bertemu dengan seorang wanita tua yang kelaparan sedang membawa 3 ekor kucing yang sangat kurus. Wanita tua tersebut menawarkan Asep ketiga kucingnya sebesar 8 sen namun asep hanya memiliki uang 5 sen. Karena merasa iba Asep akhirnya memberikan semua uangnya untuk ditukar dengan 3 kucing tersebut. Wanita tua tersebut langsung menerima penawaran Asep untuk bertahan hidup. Asep membawa ketiga kucing...