Tarian
Tarian
Seni Tari Jawa Barat Subang
Dombret
- 28 Oktober 2014

Dombret atau dongbret merupakan kesenian rakyat yang berkembang di daerah Pantai Utara Jawa Barat, khususnya di Pantai Blanakan Pamanukan, Kabupaten Subang. Selain berfungsi sebagai hiburan untuk para nelayan, dombret berfungsi pula sebagai bagian dari upacara nadran sebagai simbol kesuburan.

  1. Perkembangan

Dombret populer sejak tahun 1930-an. Kesenian ini mempunyai kemiripan dengan seni ronggeng (Ketuk Tilu), baik dilihat dari struktur pertunjukannya, lagu-lagu yang digunakan, maupun musik pengiringnya. Istilah dombret sama halnya dengan doger atau ronggeng, yaitu penari wanita yang memiliki kemampuan menyanyi dan menari.

  1. Pertunjukan

Dombret sering ditampilkan ketika musim pelelangan ikan tiba, dan menjadi hiburan pelepas lelah bagi para nelayan. Selain itu, dombret pun menjadi hiburan bagi para pembeli ikan, sehingga mereka seringkali memilih membeli ikan di tempat tersebut.

Tempat pertunjukan biasanya di arena terbuka, tanpa panggung khusus. Oleh sebab itu, para nayaga menggelar tikar, duduk sembari diterangi dengan colen (semacam obor terbuat dari bambu). Selain dipergelarkan di pantai Blanakan, dombret juga sering mengamen ke beberapa daerah di sekitar pantai seperti ke Ciasem, Patok Beusi, Jatiragas Hilir, Tegal Koneng, dan sebagainya. Di daerah-daerah tersebut mereka menggelar pertunjukan di tempat yang agak jauh dari rumah penduduk, misalnya di kebun-kebun dan di tempat terbuka lainnya.

Kadang-kadang ada juga masyarakat yang memberikan tempat di halaman rumah (bale). Pengunjung yang datang pada umumnya adalah kaum laki-laki.

Waditra (alat musik) yang digunakan dalam dombret adalah ketuk, kecrek, kendang, rebab, dan goong kecil. Musiknya sangat ceria, riang, sehingga bisa mengundang orang untuk datang ke arena tersebut dan ikut menari bersama dombret. Pertunjukannya diawali dengan tatalu (musik pembuka), sebagai tanda bahwa sajian akan dimulai. Para dombret masuk ke arena pertunjukan, kemudian salah seorang dari dombret menyanyikan lagu kidung yang difungsikan sebagai doa, agar semua yang hadir, baik seniman maupun penonton, diberi kelancaran dan keselamatan. Setelah itu, para dombret menari bersama. Para penonton yang hadir, bisa menari dengan dombret sesuai pilihannya, juga dapat meminta lagu sesuai dengan kesenangannya. Penari dombret dapat pula diajak ke luar arena pertunjukan oleh penari pasangannya ke tempat yang ―gelapâ€- untuk diajak bercengkrama. Tidak lama kemudian dombret kembali ke arena pertunjukan, lalu menyimpan uang pemberian penggemarnya ke dalam peti yang telah disediakan dekat para panjak (pemain musik). Dombret pun menari kembali sambil menunggu pasangan yang mau menari lagi bersamanya. Demikianlah suasana pertunjukan hingga berakhir. Lucunya, di arena pertunjukan kadang-kadang hanya tinggal para panjak saja karena para dombret ada yang membawa ke luar arena pertunjukan. Waktu pertunjukan bisa sampai dini hari, dan selesainya akan sangat tergantung kepada para penggemarnya. Pertunjukan bisa berakhir jika para penggemarnya kelelahan atau kehabisan uang untuk membayar dombret.

Adanya perilaku yang berlebihan dari para penggemar terhadap dombret, mengakibatkan munculnya dampak negatif, bahkan lama-kelamaan kesenian tersebut hanya dijadikan kedok untuk menutupi praktek-praktek prostitusi. Tahun 1950-an mulai muncul warung remang-remang yang menyediakan jasa layanan seksual yang berkedok dombret. Perkembangan kemudian, berubah menjadi sajian dangdut ala pesisir pantai utara Jawa Barat dengan gaya yang sangat khas. Perubahan itu juga sekaligus sebagai akhir dari keberadaan dombret. Kini kesenian tersebut telah hilang. (sumber: http//www.disparbud.jabarprov.go.id)

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
KrediOne
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.

avatar
Admin2026
Gambar Entri
Berikut Cara Mengembalikan Dana PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
Cara Mengembalikan Dana Masuk PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker