Budaya Indonesia
1.364 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Bersih di Sendang Mbah Meyek
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Sendang Mbah Meyek adalah sendang ( atau dalam bahasa Indonesia disebut mata air) yang berlokasi di Kampung Bibis Kulon, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Pada saat awal bulan Suro atau Muharram sehari sebelum malam jumat kliwon akan diadakan suatu ritual unik di sendang ini. Para warga pada pagi hari akan kerja bakti membersihkan daerah sekitar sendang Mbah Meyek. Kemudian dilanjutkan dengan mandi bersama dan minum dari air yang ada di sendang Mbah Menyek. Air ini dipercaya dapat mendapatkan keberkahan. Selain itu, para warga juga menjamasi atau membersihkan benda – benda pusaka seperti keris dengan air yang bersumber dari sendang Mbah Meyek. Kemudian acara dilanjutkan dengan menampilkan wayang dan makan makanan khas Kota Surakarta. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_19818047_Yusuf Hikmah Setyo Adi
Gambar Entri
Lawang Sewu
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Lawang Sewu, yang berarti Seribu Pintu dalam bahasa Indonesia merupakan gedung bersejarah tepat di jantung Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini dinamai demikian dikarenakan jumlah pintunya yang -meskipun tidak mencapai seribu- banyak. Banyaknya jendela yang tinggi dan lebar juga membuat masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu. Menurut catatan, terdapat total 429 buah pintu atau lubang pintu.   Sejarah Gedung Lawang Sewu dibangun oleh perusahaan Swasta Belanda Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dan dijadikan sebagai kantor pusat. Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij sendiri merupakan perusahaan perkereta-apian pertama di Indonesia, yang membuat jalur kereta menghubungkan Semarang dengan Vorstenlanden (=Daerah Kerajaan) (sekarang menjadi daerah Surakarta dan Jogjakarta) dengan jalur pertamanya yang dibangun pada tahun 1867 menghubungkan stasiun Semarang NIS di Semarang, Jawa Tengah dan stasiun Tanggung di Tanggungharjo, Gro...

avatar
Oskm18_16718140_michael
Gambar Entri
Tempe Busuk
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Makanan yang sudah busuk biasanya tidak dimakan dan dibuang karena masalah kesehatan serta baunya. Tetapi ada juga makanan yang dimakan dalam keadaan busuk seperti  Casu Marzu  yang merupakan keju busuk dari Italia. Sekarang  Casu Marzu  sudah dilarang di beberapa negara karena bahaya yang mengancam setelah memakan keju tersebut. Anda tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk menemukan makanan busuk yang dikonsumsi. Tempe mungkin bukan makanan yang asing bagi orang Indonesia, namun apakah anda akan memakan tempe dalam keadaan busuk? Beberapa daerah di Indonesia memanfaatkan tempe yang sudah busuk sebagai bahan masakan. Beberapa masakan yang menggunakan tempe busuk antara lain sambel tumpang, sayur tempe dan bahkan sambal tempe busuk. Tempe busuk memiliki rasa dan aroma yang khas, berwarna gelap dan menjadi "penyedap" bagi beberapa masakan. Cara membuat tempe busuk saangatlah mudah, tidak dibutuhkan bahan khusus untuk membuat tempe bususk, hanya tempe yan...

avatar
OSKM18_16918246_Stefanus
Gambar Entri
Jamu Gendong
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Jamu gendong merupakan sebuah bagian dari ragam kuliner nusantara yang melimpah. Disebut jamu gendong karena disitulah letak keunikannya, yaitu jamu dalam botol-botol kaca atau plastik berwarna putih disusun dengan rapi pada sebuah bakul nasi lalu sang penjual akan melilitkan kain jarik dan menggendongnya sebagai cara untuk berjualan. Bahkan baru-baru ini banyak penjual jamu gendong beralih menjadi penjual jamu bermotor/bersepeda. Jamu gendong sendiri biasanya banyak ditemukan saat pagi hari selepas waktu subuh. Biasanya ibu-ibu yang menjual jamu gendong ini. Asal-usul jamu sebenarnya tidak diketahui. Namun, banyak peracik dan penjual jamu tradisional yang berasal dari desa Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Bahkan di desa Bulakrejo, Kabupaten Sukoharjo, berdiri "Patung Jamu dan Petani" sebagai ikon Kabupaten Sukoharjo. Untuk jenis jamu yang dijual sebenarnya bervariasi dari tiap-tiap penjual. Jenis-jenis jamu tersebut bergantung kepada pengalaman dan kebiasaan yang...

avatar
OSKM18_16718109_Fitri Az Zahra
Gambar Entri
Sedekah Warga Desa untuk Sang Bumi
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Sedekah Bumi adalah suatu bentuk acara syukuran yang dilakukan oleh warga desa saat musim panen padi tiba. Sedekah Bumi merupakan salah satu tradisi yang masih cukup sering dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang masih rutin melaksanakan tradisi Sedekah Bumi adalah Kabupaten Lamongan. Di Kabupaten Lamongan, Sedekah Bumi dilaksanakan pada Bulan Besar dalam Kalender Jawa. Sedekah Bumi dilaksanakan selama dua (2) hari, yaitu pada saat Kamis siang hingga Jum'at pagi. Biasanya, warga desa akan berkumpul di balai desa dengan membawa berbagai macam makanan yang akan dimakan bersama. Makanan yang dibawa oleh warga desa dapat berupa olahan dari hasil panen mereka, seperti nasi yang telah dibentuk menjadi tumpeng. Selain membawa berbagai macam makanan, tradisi Sedekah Bumi ini juga dilengkapi dengan pembacaan doa demi keselamatan desa mereka. Tidak hanya itu, pembacaan doa pada tradisi ini juga diwujudkan sebagai bentuk rasa syukur warga desa kepada Tuhan YME ata...

avatar
OSKM18_16918261_TIARA Tiara Putri Mustikawati
Gambar Entri
Tari Selendang Pemalang #OSKMITB2018
Tarian Tarian
Jawa Tengah

     Tarian Selendang Pemalang merupakan tarian yang berasal dari daerah Pemalang, Jawa Tengah. Tari Selendang Pemalang berasal dari kata selendang yang dalam bahasa pemalang yaitu lendang  yaitu kain yang digunakan untuk menari, sedangkan Pemalang adalah kabupaten.      Tarian Selendang di ciptakan oleh seniman Kabupaten Pemalang Drs. Koestoro pada tahun 1985, mengingat Kabupaten Pemalang tidak memiliki tarian khas sendiri. Hingga akhirnya, pada 17 September 2012 Tari Selendang Pemalang diresmikan oleh Bupati Pemalang yaitu Bapak Junaedi sebagai tarian khas Kabupaten Pemalang. Ide terbentuknya tarian ini diambil dari sejarah terbentuknya Kabupaten Pemalang yaitu pada saat jaman Kerajaan Majapahit.      Sejarah terbentuknya Kabupaten Pemalang menjelaskan bahwa ada beberapa daerah yang datang dan hidup di Kabupaten Pemalang. Tidak hanya menetap di Kabupaten Pemalang, para pendatang juga membawa kesenian-kesenian dari daerahny...

avatar
OSKM18_16718047_SATRIA
Gambar Entri
Sego Pencok, Sego nan gurih a'la Desa Kuwu
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Anda ingin memanjakan lidah dengan suwiran ayam yang dipadukan gurihnya parutan kelapa, dibumbui bawang dan dimakan bersama lalapan timun dan terong? anda pasti tidak akan kecewa dalam mencoba kuliner khas Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah yang legendaris ini.  Ya, Sego Pencok namanya, atau dalam bahasa Indonesia Nasi Pencok. memang daerah Kuwu dikenal karena adanya Bledug Kuwu sebagai salah satu ikon wisata Kecamatan Kuwu yang terkenal. namun, jika anda menemukan kuliner yang satu ini saat sedang berkunjung ke Kuwu, kurang puas rasanya untuk mencoba satu pincuk (bungkusan daun pisang) Sego Pencok.  Sego Pencok merupakan bagian dari kultur upacara adat yang dilakukan masyarakat Kuwu dalam acara slametan yang diadakan oleh masyarakat desa Kuwu. seringkali, Sego pencok dijadikan sebagai sesajen kepada Mbah Bledug yang diletakkan di dalam rumah-rumahan kecil yang terletak pada makam Mbah Bledug. hanya saja, sekarang ini sudah jarang Sego Pencok digunakan untuk sesajen. Seka...

avatar
OSKM18_19718165_Grace
Gambar Entri
Calung Banyumasan
Alat Musik Alat Musik
Jawa Tengah

Seperti semua daerah di Indonesia, Kabupaten Banyumas juga memiliki aset budaya yang menjadi identitas masyarakatnya. Hingga sekarang, kesenian yang akan dibahas pada artikel ini, masih diupayakan untuk tetap lestari sehingga dapat lolos seleksi alam pada generasi milenial dan generasi di bawahnya. Calung Banyumasan adalah seni pertunjukan musik tradisional berupa calung, yaitu sejenis perkusi mirip gamelan yang terbuat dari bambu yang, tentu saja, lahir dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Banyumas. Rene T.A. Lysloff dalam sebuah makalahnya berjudul  Calung Music in Banyumas menjelaskan bahwa penggunaan akhiran -an  di belakang nama tempat dimaksudkan untuk lebih mengkhususkan ruang tradisi-tradisi lokal dan berhubungan dengan persoalan  gaya  atau  gagrag . Calung Banyumas, pertama kali muncul dalam bentuk musik bambu disebut bongkel. Berdasarkan analisis fisik, musikalitas, dan fungsi dapat diketahui bahwa bongkel termasuk musik bambu tertua d...

avatar
OSKM_16118051_AMALIA ALITA
Gambar Entri
Mitos seputar Candi Borobudur
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Candi Borobudur merupakan peninggalan penganut kepercayaan buddha pada masa dinasti Syailendra (760-830 M). Candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah ini telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu keajaiban dunia. Banyak wisatawan lokal dan asing yang mengunjungi Candi Borobudur untuk mengagumi kemegahan bangunan kuno tersebut. Dibalik kemegahan arsitekturnya yang dikagumi di mata dunia, tak sedit pula mitos seputar Candi Borobudur yang beredar di masyarakat bahkan sampai kepada wisatawan mancanegara. Berikut ini adalah beberapa mitos tentang Candi Borobudur. 1. Kunto Bimo      Kunto Bimo adalah patung buddha dalam posisi dharmachakra yang berada di dalam stupa dengan penutup yang berbentuk belah ketupat. Patung ini terletak pada tingkat dasar dari 3 undak-undak stupa. Menurut cerita masyarakat setempat, jika kita berhasil menyentuh arca dalam stupa tersebut, maka keinginan kita akan terkabul. Tak heran jika kita melihat wisatawan yang sedang mema...

avatar
Oskm18_16818064_bunga Firdaus