S uatu hari, pasukan kerajaan Majapahit hendak menyerang kerajaan Pagaruyung, di Sumatera Barat. Tujuan mereka hendak memperluas daerah kekuasaan. Kabar itu terdengar oleh Raja Pagaruyung. Beliau segera mengumpulkan para pegawai istana untuk meminta pendapat. “Tuan-tuan sekalian, sebagaimana kita ketahui, prajurit Majapahit sudah sampai di Kiliran Jawo. Mereka sudah mendirikan tenda sebagai pusat pertahanan mereka di sana. Sebagai raja Pagaruyung, aku tidak ingin ada pertumpahan darah di kerajaanku. Apa yang harus kita lakukan?” tanya raja setelah semua pegawai istana berkumpul. Ruangan rapat yang dipenuhi beberapa orang laki-laki itu menjadi hening. Mereka semua terlihat berpikir keras. “Kita lawan saja menggunakan pasukan gajah dan kuda, yang mulia,” saran salah satu panglima. “Peperangan adalah kata terakhir yang harus kita lakukan. Apa kalian punya rencana lain selain peperangan? Aku ingin perdamaian. Tapi rasanya mungkin mereka tid...
Suku Mentawai adalah suku yang mendiami daerah di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Orang-orang di suku Mentawai memiliki tradisi mentato tubuhnya sendiri dengan motif-motif khusus dan tidak sembarangan yang disebut dengan istilah “Titi”. Sedangkan orang yang pandai mentato disebut dengan nama “Sipatiti” atau “Sipaniti.” Tato yang terlihat di tubuh orang-orang Suku Mentawai menyimbolkan keseimbangan alam dan keindahan serta sebagai bentuk balas jasa yang diberikan kepada Sipatiti. Rata-rata motif tato Suku Mentawai adalah batu, hewan, tumbuhan, busur, panas, mata kail, duri rotan, tempat sagu sampai dengan binatang ternak. Konon tato Suku Mentawai ini adalah seni rajah tubuh tertua di dunia dan lebih tua dari tato Mesir. https://www.boombastis.com/suku-tradisi-tato/61590
Kain songket merupakan kain tradisional yang berasal dari Sumatera Barat. Sedangkan songket yang cukup populer yaitu Songket Padai Sikek dimana Padai Sikek merupakan nama daerah dimana kain tersebut dibuat. Motifnya pun sangat unik yakni motif kuno asli masyarakat Minangkabau dimana pembuatannya masih secara tradisional yang diwariskan secara turun temurun, dan pembuatannya pun memakan waktu berminggu-minggu ataupun berbulan-bulan. http://krjogja.com/web/news/read/2495/Tak_Hanya_Batik_Ini_Kain_Asli_Indonesia_yang_Mendunia
[Versi Elly Kasim] Risaulai ... Hari raba'a pukua satu - 2x Urang manembak si buruang nuri Kanai sikikik nan sadang tabang Jatuah badarai si bungo lado Lai sarawa ndak babaju - 2x Jo a den tampuah galanggang rami Mangko den duduak balangang-langang Jatuah badarai si aia mato Bada kariang parancah paku Paku digulai anak rang Lolong Bia lah kariang banda di hulu, sayang Ka bakeh hujan den mintak tolong Barakik-rakik kito ka hulu Baranang-ranang yo ka tapian Bia basakik kito dahulu, sayang Asa lai sanang yo kamudian O risaulai ... O risaulai ... [Versi Tiar Ramon] Risaulai ... Oi Risaulai ... Hari raba'a pukua satu - 2x Urang manembak si buruang nori Kanai sikikik nan sadang tabang Jatuah badarai si bungo lado Lai sarawa tak babaju - 2x Jo a den tampuah galanggang rami Mangko den duduak balangang-langang Jatuah badarai si aia mato Barakik-rakik kito kahulu Baranang-ranang yo ka tapian Bia basakik kito dahulu, sayang Asa lai sanang di kamudian Bada kari...
Tinggalah kampuang ranah Balingka Gunuang Singgalang (ondeh) lai ka manjago Oi mandeh kanduang tolong jo do'a Antah pabilo (ondeh) kito basuo Reff: Takadia untuang kok lai ka mujua Bilo masonyo kito basuo Sadangnyo arek tali jo buhua Bakarek rotan kini jadinyo Jikok taragak yo nak basuo Didalam nyanyi (ondeh) denai pasankan Jikok taragak mandeh jo ambo Didalam mimpi (ondeh) kito batamu Oi mandeh kanduang tolong jo do'a Antah pabilo (ondeh) kito basuo (Ciptaan Syahrul Tarun Yusuf, Dipopulerkan oleh Elly Kasim) ©ourtesy of https://laguminanglamo.wordpress.com/
Permainan tradisional sangatlah populer sebelum masuknya teknologi ke Indonesia. Dahulu, anak-anak biasanya bermain dengan menggunakan alat yang seadanya. Namun saat ini, mereka telah bermain dengan permainan berbasis teknologi yang berasal dari luar negeri dan juga mulai meninggalkan mainan tradisional. Seiring dari perubahan zaman, permainan tradisional perlahan-lahan mulai dilupakan oleh anak-anak Indonesia. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang sama sekali tidak mengenal permainan tradisional. Meskipun permainan tradisional telah jarang ditemukan, masih terdapat beberapa anak-anak Indonesia yang ada di daerah-daerah terpencil yang memainkan permainan tradisional ini. Bahkan, permainan tradisional juga digunakan oleh para psikolog untuk terapi pengembangan kecerdasan anak. Melihat banyaknya manfaat yang terdapat di dalam permainan tradisional, tidak ada salahnya jika kita melestarikan dan juga memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada para generasi muda Indonesia dan...
Naskah kuno milik Kesultanan Inderapura, Pesisir Selatan, pertama kalinya akan diperlihatkan kepada khalayak ramai Sumatera Barat dalam pameran yang digelar UPTD Museum Nagari Adityawarman Padang, Selasa (23/9) mendatang. Kepala UPTD Museum Nagari Adityawarman Padang, Noviyanti, di Padang, Ahad, mengatakan kerja sama dengan keturunan Kesultanan Inderapura untuk memamerkan naskah kuno tersebut bertujuan memberikan pembelajaran kepada pelajar serta memperluas wawasan masyarakat terkait pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam naskah-naskah tersebut. Ia mengatakan, naskah milik keturunan Kesultanan Inderapura tersebut akan menjadi maskot dalam pameran kali ini. Selain naskah itu, masih ada 61 naskah kuno lain yang akan dipamerkan diantaranya 12 Al Quran kuno, kemudian naskah tentang kumpulan hadist, ilmu tauhid, fiqih, syair, nazam, tambo, kaba dan beberapa naskah lain. "Kami juga akan menggelar diskusi tentang naskah kuno ini," katanya. Pembicara yang aka...
Pacu Anjiang ini adalah olahraga balapan anjing. Pacu Anjiang merupakan olahraga yang di gemari masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota. Pacu Anjiang dilaksanakan biasanya pada 17 Agustus atau lomba yang diadakan oleh perkumpulan masyarakat. Pacu Anjiang merupakan adu balapan untuk Anjing yang sampai garis finis duluan, di garis finis ada babi (ciliang /kondiak) sebagai pemacu anjing untuk berlari kencang. Panjang arena balapan untuk anjing nya berlari sekitar kurang lebih 50 m. Olahraga masyarakat yang satu ini masih kurang di kenal oleh masyarakat luas, terutama generasi muda baik itu di dalam maupun di luar Kab. 50 Kota dan Payakumbuh. Sumber: https://www.infosumbar.net/artikel/5-olahraga-tradisional-minangkabau-yang-masih-ada-sampai-sekarang/
Baburu adalah olahraga yang ada di seluruh daerah di Sumatera Barat, termasuk Mentawai. Baburu biasanya dilakukan di perbukitan yang memiliki hutan yang masih lebat. Konon olahraga baburu awalnya di lakukan memenuhi kebutuhan makan, dan untuk mencari hama perusak yang merusak pertanian masyarakat, tapi saat sekarang ini baburu sudah di jadikan olahraga bahkan juga sudah ada di lombakan. Baburu yang masih ada sampai sekarang biasa nya baburu babi (ciliang/kondiak). Baburu merupakan suatu olahraga yang melambangkan gotong royong masyarakat Sumbar, karena biasa nya di daerah lain orang berburu dengan menggunakan senapan atau senjata tajam, sedangkan di Sumbar dengan bekerja sama dan di bantu oleh anjing untuk menangkap buruan. Menurut beberapa laki-laki Minangkabau, baburu merupakan ajang eksistensi diri bagi sebagian laki-laki. Sumber: https://www.infosumbar.net/artikel/5-olahraga-tradisional-minangkabau-yang-masih-ada-sampai-sekarang/