Budaya Indonesia
1.693 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sampeu Wedang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Sampeu wedang merupakan olahan makanan tradisional yang berasal dari Kabupaten Sumedang tepatnya dari Rancakalong. Makanan ini berbahan dasar Sampeu(BahAsa Sunda) yang dalam Bahasa Indonesia artinya singkong dan wedang atau biasa kita kenal sebagai Nira yang sudah di masak. Makanan ini biasa di sajikan ketika ada acara hajatan tapi sekarang bila kalian ingin mencoba sampeu wedang ini bisa di beli di Jl. Lebakjati-Rancakalong Rancakalong Sumedang Regency, West Java 45361 atau di dekat RSUD Sumedang. Namun bila kalian tertarik untuk mencoba membuat nya di rumah cara pembutannya pun sangat mudah, dibawah ini di sajikan cara pembuatan nya 1. Rebus air nira selama 1 jam hingga menjadi wedang yang cukup matang. 2. Masukan singkong yang sudah dikupas dan dibersihkan ke dalam wedang yang mendidih. 3. Rebus singkong di dalam air wedang selama 5 jam disarankan menggunakan kayu bakar, agar mendapatkan hasil yang maksimal dan harum yang khas.     #OSKMITB2018  ...

avatar
OSKM18_16718048_Dita Almaidah
Gambar Entri
Tugu Perjuangan di Jalan KH. Agus Salim
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Monumen ini berbentuk persegi empat, di atasnya terdapat semacam kepala. Konon, ketika awal dibangun di sekeliling kepala tugu ditanam pecahan peluru meriam, mortir, granat tangan, dan selongsong peluru ukuran 12,7 mm yang diambil dari berbagai pertempuran di sekitar Bekasi dan Cakung. Keberadaan barang-barang tersebut memang tidak bisa dilihat secara jelas, karena sekitar tugu dipasang rantai pembatas yang akan menghalangi orang untuk mendekat. Penjelasan yang lebih ilmiah datang dari sahabat saya yang dikenal sebagai Sejarawan Bekasi yang bernama Ali Anwar. Ia menceritakan bahwa tugu di Jalan Agus Salim, menggambarkan berbagai pertempuran hebat yang pernah terjadi pada masa Agresi II. Berbagai peristiwa penting, seperti di daerah Kali Abang Bungur, Gardu Cabang dan Medan Satria, Kranji dan di berbagai tempat serta peristiwa pembakaran oleh tentara Sekutu diperingati oleh para pejuang dengan membangun tugu ini. Seandainya tidak ada Moch Toha, pahlawan dari bandung Selatan, mungkin...

avatar
Oskm18_16818271_agustin
Gambar Entri
Kue bulan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Kue Bulan adalah kue selebrasi masyarakat chinese untuk menyambut musim gugur. Di Indonesia, kue bulan terkenal karena pecinan Jakarta.

avatar
Oskm18_16518180_mario
Gambar Entri
Kue bulan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Kue Bulan adalah kue selebrasi masyarakat chinese untuk menyambut musim gugur. Di Indonesia, kue bulan terkenal karena pecinan Jakarta.

avatar
Oskm18_16518180_mario
Gambar Entri
Kue bulan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Kue Bulan adalah kue selebrasi masyarakat chinese untuk menyambut musim gugur. Di Indonesia, kue bulan terkenal karena pecinan Jakarta. Kue ini biasanya disajikan dalam bentuk bulat yang dipotong 8 bagian. Kue bulan biasanya melambangkan kemakmuran, seperti bulan yang penuh, rejeki orang chinese pun juga penuh. oskmitb2018

avatar
Oskm18_16518180_mario
Gambar Entri
10 Stilasi Bandung Lautan Api
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Ada 10 stilasi atau monumen kecil yang ditempatkan di 10 tempat bersejarah yang berbeda di Kota Bandung untuk mengenang kejadian Bandung Lautan Api yang terjadi pada 24 Maret 1946. Pada setiap stilasi terdapat informasi tentang pembuat stilasi (Bandung Heritage dan AMEX Bank Fondation), teks lagu Halo-Halo Bandung (yang berisi tentang kejadian Bandung Lautan Api), serta peta Bandung Lautan Api Heritage Trail yang menunjukkan lokasi masing-masing stilasi. Di atas setiap stilasi terdapat replika bunga atrakomala yang menjadi simbol kota Bandung sebagai kota kembang. Stilasi yang pertama berada di kawasan Dago, Jl. Ir. H. Juanda-Sultan Agung. Stilasi ini berada di depan gedung BTPN yang dulunya merupakan kantor berita Jepang, Domei, yang ada dari tahun 1937. Di kantor berita inilah teks proklamasi dibacakan oleh rakyat Bandung. Stilasi kedua berada di persimpangan Jl. Braga dan Jl. Naripan, Gedung yang dahulu bernama Gedung Denis ini merupakan tempat para pejuang Bandung pada O...

avatar
OSKM18_16518316_Steve Bezalel Iman Gustaman
Gambar Entri
Di balik Lagu Bangbung Hideung
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Barat

Mungkin orang sunda sudah tidak asing lagi mendengar kata "Bangbung Hideung". Lagu itu terkenal karena diangap mengandung hal mistis dalam lagu tersebut. Boleh percaya atau tidak, namun konon katanya lagu ini menyimpan aura mistis yang sangat kuat apalagi jika didengarkan oleh orang-orang yang memiliki ilmu kebatinan yang sangat kuat. Orang yang mendengarkan lagu ini biasanya mengalami kerasukan secara langsung. Tak sembarangan menyanyikan lagu Bangbung Hideung ini, biasanya para pesinden atau penyanyi yang akan menyanyikan lagu ini harus melakukan ritual khusus yang biasanya disebut Nyambat makhluk ghaib. setelah itu biasanya tak lama kemudian si pesinden atau penyanyi akan menyanyikan lagu Bangbung Hideung tersebut dan mulai lah beberapa orang yang mendengerkan lagu tersebut akan mengalami kesarukan. Orang-orang yang mengalami kerasukan ini dimasuki roh dari karuhun mereka sendiri. Orang yang kesurupan akan berjoged mengikuti alunan lagu sampai musik selesai. Orang-orang yang...

avatar
Oskm18_fmipa_fitri
Gambar Entri
Gua Belanda dan Gua Jepang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Dago, Bandung, terdapat dua buah situs peninggalan sejarah yang masih sering dikunjungi wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Situs tersebut adalah Gua Belanda dan Gua Jepang. Kedua gua tersebut merupakan peninggalan era kolonialisme Belanda dan Jepang, yang tentunya melengkapi susunan kronologi masa penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia. Tidak heran, masih sering dilakukan kunjungan-kunjungan dari pihak sekolah dan penelitian ke situs ini, dilengkapi dengan pemandu-pemandu yang tersedia di daerah kedua gua tersebut. Dalam jarak yang tidak terlalu berjauhan, terlihat dua mulut gua, yang secara arsitektur dapat terlihat perbedaan antara keduanya. Gua Belanda memiliki mulut dan celah gua yang lebih tinggi dibandinkan Gua Jepang. Hal tersebut dapat di analisis dari tujuan awal pembangunan gua, Gua Belanda dibangun pada tahun 1912 dengan tujuan awal sebagai kanal penyalur air Sungai Cikapundung guna mendukung dibuatnya pembangkit listrik te...

avatar
OSKM18_16618226_AMANDA ABIELLA RESMANA
Gambar Entri
GKP Palalangon
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

GKP Palalangon adalah gereja tertua yang ada di Ciranjang, bertempat fi pemukiman desa Palalangon, Ciranjang, kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pemukiman tersbeut adalah pemukiman dimana umat kristen paling terkonsentrasi dan salah satu yang masih menerapkan sistem marga dengan nama-nama kristen pada seluruh warganya. Pemukiman ini erbentuk ketika Nederlandsche Zendings Vereeniging (NZV), lembaga misi pekabaran Injil dari Rotterdam, Belanda datang pada tahun 1901 dan prihatin melihat kondisi umat Kristen pribumi yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, NZV mengirim seorang Sunda Bernama B.M. Alkem untuk menemukan lahan pemukiman bagi warga Kristen Pribumi tersebut, hingga jadilah pemukiman yaitu Palalangon yang artinya menara. Pemukiman ini merupakan salah satu pemukiman Kristen terbesar di Jawa Barat, sementara GKP Palalangon sendiri adalah sal;ah satu gerjea tertua di JAwa Barat.  #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16018345_Astrid