Kemerdekaan Indonesia
89 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Masjid Agung Al-Falah
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jambi

Masjid Agung Al-Falah merupakan masjid terbesar di Provinsi Jambi dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Seribu Tiang dikarenakan bangunan masjid ini yang unik. Masjid ini tidak memiliki sekat, jendela, dan pintu serta dipenuhi dengan tiang-tiang sehingga memudahkan sirkulasi udara dan cahaya masuk ke dalam masjid. Meskipun disebut sebagai Masjid Seribu Tiang, masjid ini hanya memiliki 256 tiang saja. Masjid Agung Al-Falah dibuat selama 9 tahun, yaitu pada tahun 1971 sampai dengan 1980. Masjid yang beralamat di Jalan Sultan Thaha No.60, Legok, Telanaipura ini dapat menampung sampai dengan 10.000 jamaah. Sejarah Pada tahun 1858, Saat terpilih menjadi sultan di kesultanan Jambi, Sultan Thaha Syaifudin membatalkan semua perjanjian yang dibuat Belanda dengan mendiang ayahandanya, karena perjanjian tersebut sangat merugikan kesultanan Jambi. Saat itu, Balanda sangat marah dan mengancam akan menyerang Istana. Namun...

avatar
OSKM18_16518115_Muhammad Firas
Gambar Entri
Dideng Dang Ayu (Dendangan lagu Putri Dayang Ayu)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jambi

           Dahulu kala hiduplah seorang raja bergelar Pasak Kancing. Permaisuri raja tersebut telah meninggal. Sebelum sepeninggalan sang permaisuri dia dikaruniai dua orang anak, seorang putra dan seorang putri. Kerena kesedihan sang raja yang terus menerus, keadaan kerajaan menjadi kacau balau tak terurus, termasuk kedua anak raja tersebut. Keadaan yang tidak nyaman terus terjadi di dalam kerajaan. Setelah beberapa tahun berlalu dan sang putra beranjak dewasa, keadaan kerajaan tidak kunjung membaik. Sang putra pun memutuskan untuk meninggalkan istana. Pamitlah ia dengan adinda putri untuk merantau dan mencari rejeki ke negeri orang. Sebelum berpisah, kakak beradik membuat janji apabila keduanya mempunyai keturunan, maka keduanya akan menikahkan anaknya.           Sang kakak merantau ke negeri Pusat Jalo dan kemudian menjadi raja di sana. Dari perkawinannya lahirlah seorang putra yang diberi nama Dang Bujang. Sementara adik...

avatar
OSKM18_16718381_Clarissa Kurniawan
Gambar Entri
Motif Batik Durian Pecah
Motif Kain Motif Kain
Jambi

Batik telah ditetapkan sebagai warisan Budaya Indonesia yang telah mendapat pengakuan dunia dengan ditetapkannya Batik sebagai warisan budaya Indonesia. Setiap tanggal 2 Oktober diperingati Hari Batik Nasional. Bicara tentang batik, yang kerap kali terlintas adalah kain batik yang berasal dari Pekalongan maupun yang berasal dari daerah yang terkenal di pulau Jawa. Banyak orang yang tidak tahu tentang batik Jambi. Dahulu kala batik Jambi hanya diperbolehkan untuk lingkungan keluarga sultan. Sehingga pada saat itu sangat jarang orang yang membuat kerajinan batik di Jambi. Karena hanya orang – orang bangsawan dan golongan tinggi lah yang mampu mendapatkan batik Jambi. Salah satu motif batik Jambi yang terkenal adalah motif durian pecah. Kulit durian yang memiliki kulit kasar dan tajam memiliki isi yang halus, lunak dan lembut. Ini menjadi alasan mengapa buah durian dijadikan motif pada kain batik. Motif batik durian pecah menggambarkan dua bagian kulit durian yang terbela...

avatar
OSKM_16618410_Fransisco Hans Putra
Gambar Entri
Uhang Pandak?? Manusia Kerdil Penghuni Kerinci yang Masih Misteri
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jambi

Lebih ke daerah pedalamannya lagi, ada juga kisah tentang makhluk  “ Gugua ” , yang mempunyai perawakan berbulu lebat, pemalu, dan suka menirukan tingkah laku dan perbuatan manusia.  “ Uhang Pandak ” atau  Orang Pendek , merupakan misteri sejarah alam terbesar di Asia. Keberadaan Orang Kerdil ini, telah memancing ahli  binatang  untuk mendaftarkan laporan kera misterius ini di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat, Propinsi Jambi, lebih dari  150 tahun. Setiap daerah pasti memiliki kepercayaan tentang makhluk-makhluk  “ Bunian ” . Di daerah Bengkulu, orang Bunian disebut " Sebabah " yang merupakan satu bentuk yang mirip dengan manusia, hanya saja mereka bertubuh kecil dan berkaki terbalik. Konon pada zaman dahulu,  makhluk  ini bisa ditangkap. Masyarakat dahulu menangkap makhluk ini dengan menyiapkan sebuah perangkap. Ada juga kisah tentang perkawinan makhluk ini dengan...

avatar
OSKM18_19718140_MuhammadTeguhSyahti
Gambar Entri
Mengenal Jambi Lebih Jauh
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jambi

          Banyak orang-orang yang tidak tahu bahwa ada sebuah provinsi di pulau Sumatera yang bernama Jambi. Saat menyebutkan kata "Jambi" sebagai asal daerah dalam perkenalan, kebanyakan orang yang dijumpai penulis akan bertanya dimanakah letak Jambi dan tak sedikit juga yang mengklaim bahwa Jambi berada di Pulau Kalimantan. Padahal sesungguhnya Provinsi Jambi yang beribukotakan Jambi terletak di pesisir timur Sumatera, dikelilingi oleh Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera Selatan. Sungguh disayangkan bahwa masih banyak masyarakat yang seakan-akan tidak menganggap keberadaan provinsi Jambi. Oleh karena itu, marilah kita mengenal Jambi dengan lebih jauh lagi.              Provinsi Jambi dengan slogan "Sepucuk Jambi Sembilan Lurah" ini terbagi menjadi 11 kota/kabupaten, diantaranya: Kota Jambi (ibukota provinsi), Kota Sungaipenuh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Bungo, Kab...

avatar
OSKM18_16718381_Clarissa Kurniawan
Gambar Entri
Permainan Tejek-tejeka
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jambi

Permainan tradisional tejek-tejekan adalah permainan anak tradisional yang populer di Indonesia, khususnya dimasyarakat pedesaan. Permainan ini dapat ditemukan diberbagai wilayah di Indonesia baik di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Disetiap wilayahnya dikenal dengan nama yang berbeda, seperti Pacih di Aceh, Setatak di Riau, Tejek-tejekan di Jambi, Cak Ingking Gerpak di Sumatera Selatan, Odik di Jawa Timur, Siki Doka di Nusa Tenggara Timur, dan paling populer sebagai Englek. Permainan ini bernama tejek-tejekan karena cara bermainnya dengan mengangkat kaki sebelah ke atas sambil melompta-lompat ke tempat yang sudah ditentukan. Permainan ini terdapat di seluruh daerah Jambi, khususnya di wilayah Jambi permainan ini disebut Cingkling . Permainan ini biasanya dilakukan oleh anak-anak perempuan berumur 7 – 12 tahun dengan jumlah pemain 2 orang. Pelaksanaan permainan ini di halaman rumah yang agak luas dengan membuat petak-petak yang digambarkan di...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Kenduri Sko
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jambi

Pusako dalam bahasa indonesia sama dengan ‘pusaka’yaitu,apa-apa yang diterima dari nenek moyang,berupa harta benda dan lain-lain.Sedangkan sko berkaitan dengan pihak ibu baik berupa gelar kaum/suku/kelebu maupun berupa harta pusaka tinggi.Menurut adat Kerinci pusaka terbagi menjadi empat bagian,yaitu: 1. Pusaka yang datangnya dari bapak dinamai”harta”. 2. Pusaka yang datangnya dari ibu dinamai”sko”. Sko asal dari ibu terdiri dari dua macam: a. Sko tanah boleh di-ico (diolah,digarap,dimanfaat). b. Sko gelar boleh dipakai;yang mana sko gelar itu dihibahkan oleh ibu kepada mamak(saudara laki-laki ibu),sebagai penerima mandat. 3. Pusaka yang datangnya dari guru dinamai”ilmu”. 4. Pusaka yang datangnya dari orang banyak dinamai”gawe kerapat”atau”gotong royong”. kenduri sko adalah suatu acara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat kerinci dalam melestarikan budaya yang sudah ada sejak za...

avatar
Roro
Gambar Entri
Dideng
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jambi

Sebelum mulai membahas alat musik di dalam kesenian tradisional Dideng, silahkan lihat cerita rakyat Dideng lebih lengkap di sini. Dideng bukan hanya sebuah cerita rakyat, namun belakangan Dideng dijadikan sebuah seni pertunjukan yang di tampilkan di acara-acara rakyat seperti pernikahan dan lain-lain, namun saat ini kesenian ini sudah mulai jarang ditemui. Dalam pertunjukannya, sang pendendang akan menyanyikan syair Dideng yang terdiri dari tangga nada pelog. Secara keseluruhan melodinya merupakan repetisi dari melodi utama, yang membedakan adalah isi syair yang berbeda-beda pada tiap baitnya.   #SBJ  

avatar
Ekadila
Gambar Entri
Cindaku
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jambi

Manusia Harimau Dari Jambi. Makhuk ini dapat berwujud berupa setengah manusia setengah harimau. Menurut Legenda, Cindaku adalah ilmu batin yang diwariskan dari nenek moyang masyarakat Kerinci. Konon, mereka yang dapat berubah menjadi Cindaku adalah seorang yang murni dan memiliki kemampuan spiritual. Mereka hanya bisa berubah di tanah kelahirannya sendiri dan ketika dada nya bersentuhan dengan tanah. Sumber: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/09/26/inilah-rupa-7-makhluk-mitologi-di-indonesia

avatar
Hamzahmutaqinf