SOSIO HISTORIS SENI BUDAYA TOPENG BLANTEK BAB I PENDAHULUAN Seni budaya tradisional merupakan bagian dari kehidupan masyrakat. Sama halnya dengan seni budaya Topeng Blantek yang menjadi bagian dari masyarakat Betawi dahulu. Masyarakat Betawi yang cinta terhadap seni budayanya, akan peduli pada kesenian tradisionalnya. Setiap seni budaya memiliki sejarah asal-usul terbentuknya budaya tersebut. Sejarah itu juga ada pada asal lahirnya seni budaya Topeng Blantek. Seni budaya Topeng Blantek yang tercipta dari masyarakat Betawi dahulu dan terkandung nilai-nilai didalamnya yang bersifat universal. Seni budaya tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Seni budaya termasuk kedalam golongan kebudayaan bersifat nilai estetika dan etika. Kesenian dapat berkembang dan juga dapat menurun bergantung pada masyarakat. Perubahan zaman yang seharusnya dapat membuat kesenian ini berkembang, aka...
Pemprov DKI Jakarta Peduli Seni Budaya Betawi Sangat mungkin apa keprihatinan terhadap nasib kesenian Betawi dan seniman Betawi mulai pupus akhir-akhir ini. Karena sekecil apapun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi DKI Jakarta terus menggalakkan pembinaan, pengembangan, pelestarian dan pemanfaatan seni budaya Betawi. Tidak hanya itu, Suku Dinas Kebudayaan Wilayah Kota Administrasi pun masing-masing terus berjuang dalam mengangkat harkat dan martabat seni budaya Betawi di tanah kelahirannya. Seperti halnya Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Selatan yang setiap tahunnya tersu menggelar pertunjukan berbagai kesenian Betawi di Perkampungan Budaya Betawi Setubabakan. Pada prinsipnya seluruh elemen seni budaya yang terkait terus berupaya meningkatkan pelestarian seni budaya Betawi. Mereka mencoba mengangkat kembali seni budaya Betawi, karena mempunyai ciri khas dan ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah...
Betawi Para pemangku kebijakan, pelaku bisnis, warga Betawi, serta masyarakat Jakarta, sudah seharusnya secara bersama bahu membahu dalam menjadikan seni budaya Betawi sebagai palang pintu budaya bangsa Indonesia. Dalam pemberdayaan masyarakat Betawi, khususnya di wilayah Jakarta Selatan selama ini berjalan lancar sebagaimana mestinya. Melalui Sudin Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta Selatan telah banyak kegiatan-kegiatan seni budaya Betawi terus digalakkan dan diselenggarakan. Potensi jakarta Selatan dalam pembinaan, pemberdayaan serta pelestarian seni budaya Betawi sangat banyak. Upaya tersebut dilakukan semata-mata bentuk kepedulian Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan khususnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta umumnya dalam mendayagunakan potensi yang ada. Kegiatan-kegiatan pelestarian seni budaya Betawi yang terus rutin diselenggarakan adalah Pentas Tahunan Setubabakan, Pertunjukan di ruang publik (hotel, pusat perbelanjaan, restoran, dan lain-lain), Peng...
Setu Babakan Pertumbuhan ekonomi di ibukota Jakarta terus berkembang, hal itu terlihat dengan meningkatnya investor asing dan lokal serta kondisi pasar yang semakin hari semakin berjalan optimis dan dinamis. Dengan demikian berimplikasi pada bertambahnya jumlah pendapatan daerah , tentunya sudah menjadi kewajiban Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengalokasikan anggaran khusus terhadap pemberdayaan masyarakat Betawi terutama sekali terhadap seni budaya Betawi itu sendiri. Seperti halnya mengenai pengelolaan alokasi anggaran kegiatan seni budaya Betawi yang berlangsung setiap tahunnya di Perkampungan Budaya Betawi Setubabakan harus dialokasikan dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya, seefisien mungkin dan harus tepat dengan sasaran, sehingga seni budaya Betawi bisa dikenal dan dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat. Dan sekaligus lokasi cagar budaya Betawi Setubabakan ini tetap dapat dipertahankan agar tidak terpengaruhi oleh budaya asing.
Revolusi Mental adalah Revolusi Budaya “Kita mendengar pidato presiden terpilih kita yaitu Revolusi mental. Revolusi mental itu apa? Revolusi mental itu adalah bidang budaya,” kata DR. Tinia Budiati Wakil Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi DKI Jakarta didampingi oleh Diah Damayanti, MM Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kesenian (BLK) Jakarta Selatan, belum lama ini dalam Kegiatan Pagelaran Evaluasi Hasil Pelatihan Seni Bagi Guru TK/SD di Auditorium Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kesenian (BLK), Asem Baris, Tebet, Jakarta Selatan. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa tentu saja semua ini tidak lepas dari kerjasama dan komitmen semua pihak, untuk terus bersinergi dalam membangun kesenian bangsa kita kedepan. “Anak-anak kita diberi bekal sehingga mereka nanti tidak hanya menjadi singa dikandang sendiri tetapi mereka juga harus ke luar negeri dengan turut mempromosikan kesenian-kesenian lokal bangsa kita,&rdq...
Musik tradisional adalah musik atau seni suara yang berasal dari berbagai daerah, dalam hal ini di Indonesia. Musik tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang di suatu daerah tertentu dan diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Musik ini menggunakan bahasa, gaya, dan tradisi khas daerah setempat. Secara umum, musik tradisional memiliki ciri khas sebagai berikut : Dipelajari Secara Lisan Sebagai bagian dari kebudayaan, musik daerah diwariskan secara turun temurun. Proses pewarisan musik ini biasanya dilakukan secara lisan. Generasi tua mengajarkan komposisi musik daerah kepada generasi muda. Anak-anak itu akan meneruskannya pula kepada anak-anak mereka. Demikian seterusnya, sehingga tradisi musik tersebut tetap dikenal oleh masyarakat. Atau orang yang telah mahir memainkan instrumen musiknya atau terampil menyanyikan lagu-lagu daerah akan memberikan contoh kepada pengikutnya untuk kemudian ditirukan. Orang yang belajar harus...
Suku Betawi adalah sebuah suku bangsa di Indonesia yang penduduknya umumnya bertempat tinggal di Jakarta. Sejumlah pihak berpendapat bahwa Suku Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa di masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Melayu, Jawa, Arab, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, dan Tionghoa. Namun pihak lain berpendapat bahwa Suku Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa pada masa lalu ternyata tidak sepenuhnya benar karena eksistensi suku Betawi menurut sejarawan Sagiman MD telah ada serta mendiami Jakarta dan sekitarnya sejak zaman batu baru atau pada zaman Neoliticum, penduduk...
Berbicara tentang budaya, Betawi juga mempunyai beragam budaya yang patut kita ketahui. Misalnya, busana si Pitung yang sering digunakan oleh para pemain sinetron yang memerankan seseorang yang berasal dari suku Betawi. Busana yang dikenakan oleh jawara silat dari Betawi ini, terdiri dari kemeja lengan panjang warna merah polos, celana yang menggantung, kain kotak-kotak atau batik betawi yang disematkan di leher, peci atau kopiah, sabuk ijo, dan sebilah golok yang terselip di pinggang. Busana ini tidak hanya dipakai oleh si Pitung, tapi memang inilah busana yang dipakai oleh pria-pria Betawi pada jaman dahulu. Inilah yang membuat Pemprov DKI Jakarta yang membuat peraturan pemakaian baju khas Betawi ini di lingkungan PNS Pemprov DKI Jakarta.
Tari Yapong, Tarian Khas Betawi Tari yapong merupakan tarian dengan kreasi Betawi yang penuh keceriaan dengan gerakan yang erotis dan dinamis. Tari yapong ini ialah tari kontemporer yang menggambarkan pergaulan muda-mudi, yang diciptakan oleh seorang seniman produktif asal Yogyakarta yakni Bagong Kussudiardja, yang mana menurut sejarah, tari yapong awalnya merupakan tari yang sengaja dipentaskan dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Jakarta yang ke-450 pada tahun 1977. Dengan mengangkat tema tentang perjuangan Pangeran Jayakarta dan Pagelaran berbentuk sendratari ini dipercayakan kepada Bagong Kussudiarjo sebagai penyelenggara acara tersebut. Untuk menciptakan tarian ini, Bagong melakukan berbagai riset dengan terjun langsung dengan mengamati tingkah polah masyarakat Betawi saat itu. Hingga akhirnya menjadi sebuah sendatari yang di pentaskan di Balai Sidang Senayan, Jakarta, pada tanggal 20 Juni 1977. Nama “yapong” sendiri sebenarnya tidak memiliki arti...