Naskah Kuno dan Prasasti
Naskah Kuno dan Prasasti
Patung Dewa Hermes DKI Jakarta Jakarta
Jejak Dewa Hermes di Tanah Betawi
- 4 Maret 2015

Hermes adalah salah satu dari 12 dewa yang tinggal di Gunung Olimpus. Dalam mitologi Yunani, ia adalah Putra Zeus dengan seorang Peri yang bernama Maia. Hermes dilahirkan digunung Kellina daerah Arkadia. Ia merupakan pesuruh atau pembawa berita para dewa terutama berita dari dewa Zeus. Dewa Hermes digambarkan sebagai  sosok yang cerdas, tubuh yang atletis dan juga cepat gerak-geriknya.

Dewa Hermes juga dianggap sebagai dewa pelindung kaum gembala, atlit, pengembara, pelindung perbatasan, perdagangan, sastrawan, penemu hingga pencuri. Hermes juga dianggap sebagai dewa keberuntungan,  dan dewa penunjuk arah. Dalam kebudayaan Romawi Hermes juga disebut Merkurius.

Hermes dilukisan sebagai pemuda yang memakai topi dan sepatu bersayap (lambang kecepatan) Tangannya kadang-kadang memegang sebuah tongkat dililit ular (lambang berita), atau sebuah dompet (lambang perdagangan). Diantara 12 dewa Olimpus Hermes merupaka dewa yang termuda setelah Dionisos.

Lantas bagaimana jejak dewa Hermes bisa ada di tanah Betawi atau Jakarta, padahal Hermes merupakan salah satu dewa dalam mitologi Yunani? Alkisah jejak Hermes pada awalnya ditemukan di daerah Harmoni pada tahun 1930-an, tepatnya berada dipembatas jembatan Harmoni. Jejak dewa Hermes termanifestasikan dalam sebuah patung perunggu seberat 70 kg berdiri dengan satu kaki dengan wajah menghadap ke langit seolah-olah ingin terbang dengan membawa tongkat yang dililit ular.

Namun usut punya usut ternyata jejak Hermes di Batavia lebih dahulu ditemukan di daerah Mester Cornelius atau Jatinegara saat ini. Berdasarkan catatan sejarah,  pada awalnya patung dewa Hermes adalah milik seorang pedagang asal Jerman yang kemudian menjadi warga negara Belanda. Karl Wilhelm Stolz, nama pedagang itu, memiliki sebuah toko dengan nama Jenny &Co yang menjual barang logam dan pecah belah. Toko Jenny & Co terletak di jalan Rijswijkstraat sekarangi Jalan Veteran, Jakarta Pusat.

Patung ini sendiri dibeli sekitar tahun 1920-an di Hamburg, Jerman. Patung ini dibuat berdasarkan Patung Hermes karya Giambologna atau Giovanni Bologna (1529–13 August 1608). Ia adalah pematung terkenal di zaman Renaissance. Patung Hermes ini awalnya dipajang di halaman rumah Karl Wilhelm Stolz di Mester Cornelius. Istri Karl kabarnya tidak terlalu senang dengan patung yang dianggapnya "porno" itu.

Tahun 1930-an, sang istri meninggal dunia. Karl berniat kembali ke negaranya. Ia pun menjual tokonya. Dan sebagai tanda terima kasih telah diizinkan membuka usaha di Hindia Belanda, ia menyumbangkan patung Dewa Hermes itu ke pemerintah.Oleh pemerintah Hindia Belanda kala itu, patung ini dipasang di jembatan Harmoni.

Pemerintah Hindia Belanda waktu itu menaruh di jembatan Harmoni yang dibangun sekitar tahun 1905 dengan maksud untuk mempercantik kota Batavia yang saat itu sedang berkembang. Disamping sebagai pembawa keberuntunga, patung Hermes juga dianggap sebagai penjaga para pedagang yang waktu itu memang sudah ramai di kawasan jalan Hayam Wuruk dan jembatan Harmoni merupakan pintu masuk ke kawasan tersebut.

Penempatan patung Hermes di jembatan Harmoni juga sebagai penanda batas antara kawasan niaga dan bisnis  yang berada di jalan Hayam Wuruk dengan kawasan pemukiman elit yang ada di jalan Veteran.

Sebenarnya jejak dewa Hermes di Batavia ada dua, yang satu berada di dekat Masjdi Istiqlal yang menghadap gereja Katerdral, kemungkinan patung Hermes yang ada di dekat Istiqlal sebagai tanda masuk ke kawasan Passer Baroe (baca:pasar baru) juga sebagai pembatas dengan kawasan elit Rijswijkstraat. Namun sayang, jejak Hermes berupa patung yang berada di dekat Istiqlal sudah hilang tanpa bekas sejak tahun 1970.  

Hanya Replika

Sekitar  Agustus tahun 1999 pembatas jembatan Harmoni pernah tertabrak mobil dan menyebabkan patung Hermes agak miring ke sungai tidak lama kemudian patung tersebut Hilang, ternyata patung tersebut tidak hilang melainkan diamankan oleh Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta atas perintah Guberur Sutiyoso. 

Untuk menghidari kerusakan dan pencurian patung dewa Hermes, atas perintah Gubernur DKI Jakarta patung dewa Hermes di jembatan Harmoni dibuatkan replikanya sebab harga patung asli dewa Hermes mencapai Rp 1 milyar dipasar SIngapura pada waktu itu.

Jadi,  patung dewa Hermes yang saat ini berada di jembatan Harmoni merupakan replika bukan aslinya. Patung replika tersebut dibuat oleh seniman patung asal Jogjakarta bernama Arsono dengan berat sekitar 100 kg, lebih berat 30 kg dari patung aslinya dan harga pembuatan sekitar Rp150 juta. Namun sayang dewa Hermes yang berada di jembatan Harmoni kini telah kehilangan tongkat Cadeceusnya, diprkirakan tongkat itu hilang tahun 2005.

Kini, patung Hermes yang asli dapat dilihat di bagian belakang Museum Sejarah Jakarta. Patung dewa yang dikenal sebagai pembawa pesan itu telah menyampaikan pesan tak tertulis mengenai sejarah kehidupan kota Jakarta mulai dari zaman pemerintahan Belanda, hingga era reformasi. (DAM)

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Resep Ayam Goreng Bawang Putih Renyah, Gurih Harum Bikin Nagih
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun ide jualan. Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Resep Ayam Ungkep Bumbu Kuning Cepat, Praktis untuk Masakan Harian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Konsep Ikan Keramat Sebagai Konservasi Lokal Air Bersih Kawasan Goa Ngerong Tuban
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sumber daya air merupakan sebuah unsur esensial dalam mendukung keberlangsungan kehidupan di bumi. Ketersediaan air dengan kualitas baik dan jumlah yang cukup menjadi faktor utama keseimbangan ekosistem serta kesejahteraan manusia. Namun, pada era modern saat ini, dunia menghadapi krisis air yang semakin mengkhawatirkan (Sari et al., 2024). Berkurangnya ketersediaan air disebabkan oleh berbagai faktor global seperti pemanasan, degradasi lingkungan, dan pertumbuhan penduduk yang pesat. Kondisi tersebut menuntut adanya langkah-langkah strategis dalam pengelolaan air dengan memperhatikan berbagai faktor yang tidak hanya teknis, tetapi juga memperhatikan sosial dan budaya masyarakat. Salah satu langkah yang relevan adalah konservasi air berbasis kearifan lokal. Langkah strategis ini memprioritaskan nilai-nilai budaya masyarakat sebagai dasar dalam menjaga sumber daya air. Salah satu wilayah yang mengimplementasikan konservasi berbasis kearifan lokal yaitu Goa Ngerong di kecamatan Rengel,...

avatar
Muhammad Rofiul Alim
Gambar Entri
Upacara Kelahiran di Nias
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Kelahiran seorang anak yang dinantikan tentu membuat seorang ibu serta keluarga menjadi bahagia karena dapat bertemu dengan buah hatinya, terutama bagi ibu (melahirkan anak pertama). Tetapi tidak sedikit pula ibu yang mengalami stress yang bersamaan dengan rasa bahagia itu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang makna dari pra-kelahiran seseorang dalam adat Nias khusunya di Nias Barat, Kecamatan Lahomi Desa Tigaserangkai, dan menjelaskan tentang proses kelahiran anak mulai dari memberikan nama famanoro ono khora sibaya. Metode pelaksanaan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi dan metode wawancara dengan pendekatan deskriptif. pendekatan deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan fakta sosial dan memberikan keterangan yang jelas mengenai Pra-Kelahiran dalam adat Nias. Adapun hasil dalam pembahasan ini adalah pra-kelahiran, pada waktu melahirkan anak,Pemberian Nama (Famatorõ Tõi), acara famangõrõ ono khõ zibaya (Mengantar anak ke rumah paman),...

avatar
Admin Budaya