PAKAIAN ADAT TRADISIONAL MELAYU JAMBI Pakaian adat tradisional Jambi sama seperti yang ada di daerah Pulau Sumatera yang lain, yaitu pakaian adat tradisional Melayu. Pakaian adat tradisional Melayu dari Jambi ini biasanya lebih mewah daripada pakaian yang digunakan sehari-hari karena disulam dengan benang emas dan dihiasi dengan berbagai hiasan yang mewah untuk kelengkapannya.
Prasasti Kedukan Bukit ditemukan oleh M. Batenburg pada tanggal 29 November 1920 di Kampung Kedukan Bukit, Kelurahan 35 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan, di tepi Sungai Tatang yang mengalir ke Sungai Musi. Prasasti ini berbentuk batu kecil berukuran 45 × 80 cm, ditulis dalam aksara Pallawa, menggunakan bahasa Melayu Kuna. Pada baris ke-8 terdapat unsur pertanggalan, namun bagian akhir unsur pertanggalan pada prasasti ini telah hilang. Seharusnya bagian tersebut diisi dengan nama bulan. Berdasarkan data dari fragmen prasasti No. D.161 yang ditemukan di Situs Telaga Batu, J.G. de Casparis (1956:11-15) dan M. Boechari (1993: A1-1-4) mengisinya dengan nama bulan Ä€sÄÂda. Maka lengkaplah pertanggalan prasasti tersebut, yaitu hari kelima paro-terang bulan Ä€sÄÂda yang bertepatan dengan tanggal 16 Juni 682 Masehi. Menurut George Cœdès, siddhayatra berarti semacam “ramuan bert...
Pasca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, berbagai wilayah di Indonesia masih mengalami pergolakan didalam serangan agresi militer Belanda II. Seperti yang terjadi di Kota Palembang pada Desember 1946, Belanda yang melanggar garis demarkasi menyulut sebuah pertempuran. Karena terdesak perlawanan para pejuang nasionalis, mereka kemudian meminta bantuan, yang pada akhirnya membuat tersudut para pejuang nasionalis. Pada Januari 1947, Belanda makin gencar menghancurkan Kota Palembang dengan cara mengerahkan tank dan artileri. Para penjajah Belanda juga menembaki para pejuang nasionalis dari kapal perang dan boat, menjatuhkan bom dan granat. Pertempuran tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah Kota Palembang selama 5 hari 5 malam dan menghancurkan sebagian Kota Palembang ini. Untuk memperingati peristiwa tersebut, maka para sesepuh pejuang kemerdekaan RI wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang tergabung didalam Legiun Veteran Sumatera Selatan berinisiatif untuk membangun...
Raja Empedu adalah seorang raja muda yang memerintah di Negeri Hulu Sungai Nusa, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Suatu ketika, Raja Empedu membantu Raja Pangeran Mas dari Kerajaan Lesung Batu untuk membinasakan Raja Kubang yang terkenal sakti mandraguna. * * * Pada zaman dahulu kala, Kecamatan Rawas Ulu yang merupakan wilayah Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, terbagi ke dalam tiga wilayah pemerintahan yaitu Hulu Sungai Nusa, Lesung Batu, dan Kampung Suku Kubu. Ketiga wilayah tersebut masing-masing diperintah oleh seorang raja. Negeri Hulu Sungai diperintah oleh Raja Empedu yang masih muda dan terkenal dengan keberanian dan kesaktiannya. Rakyatnya hidup aman dan makmur karena pertanian di daerah itu maju dengan pesat. Sementara itu, Negeri Lesung Batu diperintah oleh Pangeran Mas yang terkenal kaya raya dan mempunyai banyak ternak kerbau. Adapun Negeri Kampung Suku Kubu diperintah oleh Raja Kubu yang memiliki kesaktian yang tinggi. Negeri Kampung Kubu dikena...
Awalnya Kabupaten Musi Rawas termasuk dalam wilayah keresidenan Palembang (Tahun 1825-1866). Hal ini diawali oleh jatuhnya Kesultanan Palembang dan Perlawan Benten Jati serta 6 Pasirah dari Pasema Lebar ketangan Pemerintah Belanda. Sejak Itu Belanda mengadakan ekspansi dan meyusun Pemerintahan didaerah ulu Palembang yang berhasil dikuasai. Sistem yang dipakai adalah sistem dekonsentrasi dengan beberapa wilayah binaan (Afdeling). Setiap Afdeling itu dipimpin oleh Asisten Residen yang membawahi Onder Afdeling yang dipimpin oleh Controluer (Kontrolir). Setiap Onder Afdeling juga membawahi Onder Distrik dengan Demang sebagai pimpinannya. Musi Rawas berada pada wilayah Afdeling Palembang Cheboven Landen. Pada Tahun 1907, Onder District Muara Beliti Dan Muara Kelingi diintegrasi dalam suatu onder Afdeling Yaitu : Onder Afdeling Musi Ulu. Tahun 1933 jaringan kereta api Palembang – Lahat – Lubuklinggau (Dibuat Sekitar Tahun 1928-1933) dibuka oleh pemerintah Belanda. Hal...
Sambal bacang dibuat dengan berbahan dasar buah bacang yakni buah jenis mangga. Tidak diketahui pasti asal-usul munculnya sambal bacang. Beredar cerita di masyarakat, sambal ini dibuat nenek moyang lantaran banyaknya pohon bacang di daerah Sumatera Selatan. Bentuk yang mirip seperti mangga dimanfaatkan warga untuk dibuat kuliner. Rasa yang lebih dominan asam membuat pembuatnya ketagihan hingga menyebar ke daerah-daerah lain di Sumatera Selatan. Rasa sambal ini asam, manis, pedas, dan dipadukan dengan harumnya terasi bakar. Untuk menikmati sambal jenis ini tidak bisa setiap hari, sebab musim buah bacang hanya ada pada waktu-waktu tertentu atau setahun sekali. Membuat sambal jenis ini hampir sama dengan resep pembuatan sambal pada umumnya. Bahan yang disiapkan di antaranya buah bacang matang, cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, gula pasir, garam, dan terasi bakar. Semua bahan dihaluskan dan tambah terasi, gula, garam, dan bumbu penyedap. S...
Tempoyak adalah bahan makanan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai lauk saat menyantap nasi. Tempoyak dapat dimakan langsung, namun hal ini jarang sekali dilakukan karena banyak yang tidak tahan dengan keasaman dan aroma dari tempoyak itu sendiri. Selain itu, tempoyak dijadikan bumbu masakan. Cita rasa dari tempoyak adalah asam, karena terjadinya proses fermentasi pada daging buah durian yang menjadi bahan bakunya. Tempoyak dikenal di Indonesia, terutama di Palembang, Lampung dan Kalimantan. Selain itu, makanan ini juga terkenal di Malaysia. Di Palembang, tempoyak dimasak dengan campuran daging ayam. Di Lampung, tempoyak menjadi bahan dalam hidangan seruit atau campuran untuk sambal. Untuk menghasilkan tempoyak segar adalah dengan memasukkan dagung buah durian ke dalam guci atau stoples lalu bubuhi garam secukupnya dan tutup rapat. Setelah sekitar satu minggu buka dan aduk rata. Tempoyak...
Kopi Besemah merupakan salah satu jenis kopi yang paling digemari oleh masyarakat yang ada di wilayah Sumatera Selatan. Jenis kopi ini mempunyai rasa serta aroma yang sangat gurih. Mayoritas dari kopi ini merupakan jenis robusta yang tumbuh dan dibudidayakan di kawasan dataran tinggi yang ada di sekitar perbukitan dan pegunungan. Yang paling dicari dan terkenal di kalangan penikmat yakni kopi yang berasal dari daerah Pagar Alam. Kopi-kopi di kawasan ini tumbuh serta dibudidayakan oleh para petani di sekitar kawasan lereng Gunung Dempo. Jenis kopi robusta yang berasal dari kawasan Pagar Alam memang sudah terkenal keistimewaan aromanya sejak dulu. Bahkan, sebelum kopi diseduh wanginya sudah tercium. Para petani setempat mengatakan bahwa kopi tersebut merupakan salah satu jenis kopi yang menjadi favorit Ratu Yuliana pada zaman Belanda dahulu. Ratu Yuliana memang seseorang yang gemar minum kopi dan tak pernah melewatkan sehari pun tanpa meminum kopi. Di kawasan Pagar Alam, ter...
Indonesia terkenal akan kekayaan kulinernya yang luar biasa. Tiap daerah bahkan memiliki ciri khas kuliner masing-masing yang berbeda satu sama lain. Salah satu daerah di Indonesia dengan wisata kuliner yang terkenal adalah Kota Palembang. Kita pasti sudah familiar dengan nama makanan empek-empek ata pempek Palembang. Makanan yang biasa disantap dengan cuka ini memiliki ragam pilihan yang sangat bervariasi, mulai dari pempek kapal selam, pempek panjang, pempek bulat dan lain sebagainya. Namun di samping pempek, ternyata Palembang masih memiliki jenis makanan khas lainnya. Salah satu di antaranya adalah kue delapan jam. Kue ini asli berasal dari Palembang dan hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat di sana. Namun ternyata kue ini tidak begitu mudah untuk ditemukan sehari-hari, terutama karena waktu pembuatannya yang cukup lama yakni delapan jam sesuai namanya. Bahan-bahan Pembuatan Kue Delapan Jam Khas Palembang Sediakan sepuluh butir telur bebek kemudian kocok...