Dongeng Cerita Rakyat
106 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Legenda Pulau Kemaro
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

  Pulau Kemaro adalah salah satu tempat bersejarah yang berada sekitar 40 km dari Kota Palembang. Pulau Kemaro ini adalah tempat rekreasi yang merupakan delta di Sungai Musi. Selain menjadi tempat wisata umum, Pulau Kemaro juga merupakan tempat wisata religi bagi umat Buddha untuk berziarah dan berdoa ke makam yang ada di kuil buddha yang terdapat disana. Masyarakat keturunan Tiong Hoa juga kerap melakukan tradisi Cap Go Meh setiap Tahun Baru Imlek. Kunjungan ke tempat ini ditempuh melalui jalur laut, yaitu menggunakan speedboat.   Di tempat ini pula, terdapat makam putri Palembang. Kemudian, daya tarik utamanya terletak pada Pagoda 9 lantai yang berdiri di tengah-tengah Pulau Kemaro yang baru dibangun pada tahun 2006. Bangunan tua disana adalah Klenteng Hok Tjing Rio atau yang lebih dikenal, Klenteng Kuan Im yang dibangun sejak tahun 1962.   Pulau Kemaro menyimpan cerita sejarah yang diyakini sejak dulu oleh masyarakat Kota Palembang mengen...

avatar
OSKM_16718203_Tasya Amalia Putri
Gambar Entri
Bukit Jempol / Telunjuk
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

Salah satu bukit di antara perbukitan di Kabupaten Lahat memiliki keunikan tersendiri. Bukit yang disebut sebagai Bukit Jempol / Telunjuk ini memiliki bentuk yang unik, dikarenakan bentuknya yang menyerupai jari jempol. Berdasarkan cerita rakyat yang beredar, bukit ini lebih cocok disebut Bukit Telunjuk dibandingkan Bukit Jempol. Berikut adalah cerita rakyat Lahat mengenai Bukit Jempol / Telunjuk, Dahulu kala hiduplah seorang ibu dan anak yang hidupnya tidak berkecukupan. Mereka tinggal di dekat sungai yang sekarang disebut Sungai Lematang. Di dalam sungai terdapat banyak ikan tawar yang sering dijadikan makanan keseharian bagi masyarakat sekitar, termasuk ibu dan anak tersebut karena anaknya yang tidak mau makan selain ikan sebagai lauknya. Setiap hari mereka memakan ikan sungai itu untuk memenuhi kebutuhan perut mereka. Sampai suatu saat, sungai tersebut perlahan kehilangan populasi kehidupannya. Lalu, sang anak pun ribut kepada ibunya dan berkata bahwa dia tidak mau makan...

avatar
Finnafaustina
Gambar Entri
Siluman Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

Lahat adalah sebuah kabupaten di Sumatera Selatan yang dapat dijangkau dengan mobil selama 6 jam dari palembang. Kebanyakan warga Lahat suka memakan durian, teruyama saat musim durian di bulan Juli. Pada musim tersebut, warga sangat senang karena banyak durian, tetapi mereka juga harus berhati-hati karena banyak siluman harimau yang berkeliaran terutama di sore hari. Konon kata para warga, banyak siluman yang menjelma menjadi manusia dan mengetuk pintu warga terutama di desa-desa. Setelah membuka pintu, mereka akan memakan warga tersebut. Mereka dapat mengetahui warga karena mencium wangi durian yang menyengat. Oleh karena itu, warga harus berhati-hati membuka pintu terutama di sore hari setelah adzan. Siluman tersebut memang berwujud manusia, tetapi ada ciri-ciri yang dapat membedakan yaitu mereka tidak mempunyai cekungan di bibir atas. Bibir atas mereka tampak rata dan tidak bergelombang. Oleh karena itu, warga harus memperhatikan bibir atas mereka dan berhati-hati tidak membi...

avatar
Oskm_16718072_Jefany
Gambar Entri
Sejarah Pantun
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sumatera Selatan

Pantun ialah senandung atau puisi rakyat yang diberi nada. Dalam kesasastraan, pantun pertama kali muncul dalam Sejarah Melayu dan hikayat-hikayat popular yang sezaman dengan itu. Pantun merupakan sastra lisan yang pertama kali dibukukan oleh Haji Ibrahim Datuk Kaya Muda Riau, seorang sastrawan pada zamannya. Dalam bahawa Jawa, pantun yaitu Parik yang berarti peribahasa.Dalam bahasa sunda dikenal sebagai Paparikan. Lazimnya, pantun terdiri atas empat larik (empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari delapan sampai dua belas suku kata, bersajak di akhir kata dengan pola a-b a-b dan a-a-a-a. Contoh pertama : Berenang jauh para ikan Mereka bebas hatinya senang Badan kurus kurang makan Kalau ditiup goyang-goyang Pantun diatas adalah contoh pantun jenaka yang bersajak a-b-a-b. 2 baris pertama adalah bagian sampiran dan 2 baris terakhir adalah bagian isi. contoh kedua: Daun mangga hijau warnanya Daun pandan wangi baunya Wahai kau pemudi pemuda...

avatar
OSKM18_16618185_Fatwa Muhammad Fatwa Farhanto
Gambar Entri
Asal Usul Palembang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

Siapa yang tidak kenal dengan Palembang? Selain dikenal karena makanan khasnya, kota ini juga dikenal karena menjadi salah satu kota yang telah sukses menjadi tuan rumah beberapa event olahraga tingkat nasional & multinasional di Indonesia. Kini Palembang sedang bersiap & mempercantik diri untuk menghelat event olahraga terbesar di asia, yaitu Asian Games 2018. Namun, dibalik kemasyuran nama Palembang saat ini, masih banyak orang yang belum mengetahui asal usul nama kota tertua di Indonesia ini. Berdasarkan beberapa sumber, terdapat dua istilah yang disebut menjadi asal-usul serapan nama Palembang. Dua istilah tersebut adalah “Pa-Lembang” dan “Po-Lin-Fong”. Istilah “Pa-Lembang” berasal dari orang-orang melayu untuk menyebut nama Palembang pada zaman dahulu. Palembang mendapatkan sebutan ini karena beberapa daerahnya pada zaman dahulu masih berupa rawa. Dalam bahasa melayu kuno, “Pa” memiliki arti tempat sedangkan &ldquo...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Kain Songket Palembang
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Selatan

Penenunan songket secara sejarah dikaitkan dengan kawasan permukiman dan budaya Melayu, dan menurut sementara orang teknik ini diperkenalkan oleh pedagang India atau Arab. Menurut hikayat rakyat Palembang, asal mula kain songket adalah dari perdagangan zaman dahulu di antara Tiongkok dan India. Orang Tionghoa menyediakan benang sutera sedangkan orang India menyumbang benang emas dan perak; maka, jadilah songket. Kain songket ditenun pada alat tenun bingkai Melayu. Pola-pola rumit diciptakan dengan memperkenalkan benang-benang emas atau perak ekstra dengan penggunaan sehelai jarum leper. Tidak diketahui secara pasti dari manakah songket berasal, menurut tradisi Kelantan teknik tenun seperti ini berasal dari utara, yakni kawasan Kamboja dan Siam yang kemudian berkembang ke selatan di Pattani, dan akhirnya mencapai Kelantan dan Terengganu sekitar tahun 1500-an.Industri kecil rumahan tenun songket kini masih bertahan di pinggiran Kota Bahru dan Terengganu. Akan tetapi menurut penenun T...

avatar
OSKM18_16718209_Evan Hanif Dwi Novianto
Gambar Entri
Olahan Ikan Khas Palembang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

Tidak diragukan lagi Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali keragaman. Dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua banyak sekali keragaman yang dapat kita jumpai, tidak hanya budayanya saja namun juga berbagai olahan khas daerah. Di Palembang, Sumatera Selatan olahan yang paling sering kita jumpai tidak lain adalah pempek dan tekwan. Kedua makanan ini identik sekali sebagai makanan khas Palembang. Bahan dasar dari kedua makanan ini adalah ikan dan sagu. Ikan yang dapat digunakan untuk membuat makanan ini tidak sembarangan. Ikan yang harus digunakan adalah ikan tenggiri ataupun ikan kacangan. Untuk rasa terbaik sering kali menggunakan ikan tenggiri. Kedua makanan ini diolah dengan cara yang tidak terlalu berbeda. Tahap awal pembuatan kedua makanan ini ialah dengan mengulek daging ikan yang ingin kita olah sampai halus. Setelah itu, adonan diberi air es, bawang putih, garam, merica, lada, dan sedikit gula. Lalu, campurkan sagu ke dalam adonan. Untuk pembuatan tekwan, sagu...

avatar
OSKM_19918053_Satria Ramadhan
Gambar Entri
Tradisi "Sanjo" dan Perayaan Cap Go Meh Pulau Kemaro di Palembang
Ritual Ritual
Sumatera Selatan

Saya adalah orang yang lahir di Jakarta, dan memilki darah tionghoa. Setiap tahunnya saya merayakan perayaan Tahun Baru Imlek. Untuk saya yang bertempat tinggal di Jakarta tidak ada hal yang spesial dalam merayakan Tahun Baru Imlek. Seperti biasanya tahun baru imlek identik dengan angpao, baju merah, kue keranjang, dan lainnya. Namun saya mendapatkan cerita lain dari Kakek saya, yang adalah orang Palembang yang juga keturunan Tionghoa. Ternyata cukup banyak keunikan dalam cara merayakan Tahun Baru Imlek di Palembang, Saya akan menjelaskan salah dua dari tradisi-tradisi dalam merayakan imlek disana. Bermula dari berbagai tradisi dan budaya yang ada dapat menambah kemeriahan momen tersebut. Salah satunya yaitu mengunjungi keluarga, atau kerabat untuk silaturahmi, yang disebut “Sanjo”, Tradisi ini memang tidak hanya dilakukan saat hari raya Imlek, melainkan juga di lakukan saat perayaan Idul Fitri. Tetapi dalam imlek mereka melakukan Sanjo ini atas dasar pemikiran den...

avatar
OSKM18_16418284_Ezekiel Graciano Vladislav Kently
Gambar Entri
Asal Mula dan Keunikan Jembatan Ampera
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Selatan

Asal Mula Nama Jembatan Ampera Jempatan Ampera adalah ikon dari kota yang berada di ujung selatan pulau Sumatera yang dibuat untuk menghubungkan dua kawasan yakni seberang ilir dan seberang ulu. Ide pembuatan Jembatan Ampera ini sudah mulai mucul sejak tahun 1906, namun hingga awal masa kemerdekaan ide ini belum bisa direalisasikan. Pada Masa Kemerdekaan, masyarakat seberang ulu dan seberang ilir memiliki gagasan untuk membuat jembatan yang dapat memudahkan akses transportasi penyeberangan. Akhirya permintaan masyarakat Palembang tentang gagasan Pembangunan jembatan tersebut sampai Kepada Presiden RI Ir. Soekarno dan gagasan tersebut disetujui. Pada April 1962 di mulai pembangunan Pembuatan Jembatan atas biaya pemerintah Jepang.Proses Pembuatan Jembatan memakan waktu sekitar 3 tahun lama nya.Akhirnya di tahun 1965 Jembatan pun diresmi oleh Letjen Ahmad Yan dan dinamai Jembatan Bung Karno. Tetapi pada tahun 1966 terjadi pergolakan gera...

avatar
OSKM18_16618269_Saifuddi Mahfuz