Musik
178 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Lamau Kateuba (Musik Kontemporer)
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Sumatera Barat

Lamau Kateuba' merupakan karya musik kontemporer Daud Sababalat. Makna Lamau Kateuba yang mengisahkan ritual pengobatan susah dipahami penonton, monotan dan bisa-bisa membosankan. Dua penari berdiri di tengah panggung. Keduanya mengenakan busana khas sikerei (tabib atau dukun di Mentawai) yakni luat (ikat kepala manik-manik) dan kalung manik-manik. Sambil membunyikan jejeneng (genta yang biasa dipakai sikerei saat ritual adat), mereka bernyanyi urai paruangan yang mengisahkan tentang puji-pujian dan memanggil roh. Pada pembukaan pertunjukan, diiringi hentakan kateuba keduanya melakukan gerakan uliat manyang (elang) dan uliat bilou (monyet Mentawai) sambil memegang daun-daun sura yang dipercaya bisa menyembuhkan. Mereka memanggil roh-roh leluhur dan mengusir roh jahat, serta melakukan persembahan yang mengibaratkan memotong ayam. Usai penari memeragakan ritual pengobatan, suara kateuba dan tuddukat yang awalnya terdengar monoton tak lagi...

avatar
Novia Ulfi
Gambar Entri
Legenda Ikan Sakti Sungai Janiah (Jernih)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Sungai Janiah adalah sebuah nagari di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Nagari ini terletak di pinggang Gunung Talang, berada pada ketinggian ± 1500 meter dari permukaan laut dengan topografi daerah berbukit-bukit, disana terdapat telaga yang berisi ikan yang sangat besar, darimana kah asal ikan itu berasal, berikut Legenda Ikan Sakti Sungai Janiah (Jernih). Dahulu kala di Sumatera Barat, seorang janda membawal kedua anaknya ke pesta. anak-anaknya, seorang anak laki-laki dan perempuan merasa sangat senang. Mereka mengenakan pakaian yang indah ke pesta. Mereka menemukan makanan lezat, dan melihat banyak tamu di pesta. Anak-anak bersuka cita. Ada juga pertunjukan musik tradisional. Acaranya penuh sesak dengan pengunjung. Anak-anak bertanya kepada ibu mereka jika mereka bisa melihat pertunjukan musik yang ada jauhnya beberapa meter dari mereka. “Ya, kalian berdua boleh pergi ke sana. Tapi harap diingat, jangan pergi jauh-jauh,&r...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
1_Tari Pilin Salapan
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Delapan untai tali menjuntai di tengah panggung. Delapan penari memasuki area panggung. Dengan selendang songket yang bekilauan, mereka berputar berkeliling dengan poros juntaian tersebut. Kemudian satu per satu penari mengaitkan selendang songketnya dengan ujung kain-kain itu. Maka saat itulah tarian pilin salapan mulai dipersembahkan. Tari pilin salapan adalah sebuah tarian yang berasal dari daerah Air Bangis, Pasaman Barat. Tarian ini menggambarkan kekompakan dan kesatuan masyarakat setempat, yang menciptakan kehidupan rukun serta damai. Pesan ini disimbolisasikan dengan jalinan delapan untai kain yang membentuk sebuah jalinan anyaman yang rapi. Secara harfiah, 'salapan' bermakna delapan, sesuai dengan jumlah juntaian kain yang digunakan dalam tarian ini. Angka delapan ini memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Pasaman Barat, khususnya warga di wilayah Air Bangis. Dikisahkan dahulu daerah Air Bangis dipimpin oleh delapan orang penghulu, yaitu empat penghulu...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
1_Tari Bersukaria
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Perkembangan khazanah seni tari di bumi Minangkabau seakan tidak pernah surut meskipun zaman terus berubah. Di samping berbagai tarian tradisional yang tetap lestari hingga kini, berbagai tari kreasi baru pun bermunculan. Salah satu diantara tari kreasi baru dari para koreografer tari Minangkabau adalah tari bersukaria. Tarian ini merupakan karya yang lahir dari proses kreatif para seniman tari asal Kabupaten Solok Selatan. Tari bersukaria mengambil inspirasi dari keceriaan dan energi masa muda para gadis remaja di Minangkabau. Dalam tata gerak yang penuh semangat, para penari mencoba mengekspresikan nuansa tersebut kehadapan para penonton yang menyaksikannya. Tari bersukaria melambangkan aktivitas keseharian para muda-mudi Minangkabau yang digambarkan penuh dengan keceriaan. Hal ini ditafsirkan secara visual dengan sekelompok gadis yang menari secara berpasangan. Dalam ritme gerakan yang cepat, para gadis ini saling berputar, bergerak maju-mundur, melenggak-lenggok secara b...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Adok
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Barat

ADOK adalah suatu alat musik pukul dari Minang, Sumatera Barat, berbentuk seperti kerucut yang terpotong, dengan garis tengah sekitar 30--50 cm. Alat musik ini mempunyai satu muka yang terbuat dari suatu selaput yang bisa menghasilkan bunyi bila dipukul.

avatar
Rahmi
Gambar Entri
Tari Piring
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Tentu kalian pasti mendengar sebuah tarian yang dinamakan Tari Piring. Tari Piring adalah salah satu tarian tradisional yang menggunakan piring pada saat menari (piring dipegang diatas kedua telapak tangan). Tarian ini bukanlah tarian yang mudah dipelajari, bukan hanya harus menghafal gerakan-gerakan tari tetapi juga harus memainkan piring yang berada diatas kedua telapak tangan dan menjaga agar piring itu tidak jatuh dari tangan dan pecah. Tarian ini juga diiringi dengan musik yang menggunakan alat-alat musik tradisional seperti Talempong dan Saluang, musik yang dihasilkan dengan alat-alat musik tradisional itu membuat suasana pertunjukan semakin semarak. Para penari Tari Piring jugatidak menggunakan kostum sembarangan, penari Tari Piring biasanya menggunakan pakaian cerah sehingga mendukung kemeriahan pertunjukan.   #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16518298_Hendra Chayadi Sutanto
Gambar Entri
Tradisi Pulang Basamo Masyarakat Minangkabau
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Mudik atau pulang sementara ke kampung halaman merupakan tradisi yang banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Mudik dilakukan untuk melepas kerinduan terhadap sanak saudara yang tinggal di kampung halaman. Mudik biasanya dilakukan pada saat menjelang hari raya Idul Fitri sampai beberapa hari setelah Idul Fitri. Mudik khas masyarakat minangkabau disebut dengan Pulang Basamo (Pulang Bersama). Berbeda dengan mudik pada umumnya, mudik yang dilakukan oleh orang minangkabau dilakukan secara bersama-sama dengan orang-orang yang berasal dari satu jorong (dusun) ataupun nagari (desa) yang sama. Peserta pulang basamo terlebih dahulu mendaftarkan diri untuk mengikuti pulang basamo tersebut. Pulang basamo biasanya dilakukan melalui jalur darat menggunakan bis ataupun rombongan mobil yang dilengkapi atribut yang menunjukkan bahwa rombongan tersebut adalah rombongan pulang basamo suatu jorong atau nagari. Ketika sampai di tujuan, rombongan pulang basamo mendapat sambutan yang meriah dan dia...

avatar
OSKM18_16618168_Ardaffa Randra Irhami
Gambar Entri
Proses Pembuatan Pupuik Batang Padi
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Barat

Seperti namanya, alat musik tiup ini terbuat dari batang padi yang sudah tua dan berbuku. Meskipun hanya terbuat dari batang padi, alat ini menjadi bagian dari hiburan rakyat yang menyemarakkan kehidupan masyarakat Minangkabau. Proses pembuatan pupuik (puput) batang padi terhitung sederhana. Batang padi yang sudah tua dipecah secara hati-hati di dekat pangkal bukunya. Pecahan batang itu akan membentuk semacam pita suara yang menjadi sumber bunyi. Jika ditiup, pita suara itu akan mengeluarkan bunyi yang melengking. Untuk membuat suaranya semakin melengking, batang padi dapat disambung pada lintingan daun pandan atau kelapa yang membentuk corong seperti terompet. Batang padi yang sudah disambung dengan lintingan daun pandan disebut pupuik laole. Dengan tambahan corong daun pandan ini, lengkingan suara pupuik dapat terdengar hingga 2 kilometer. Dengan beberapa modifikasi nada dari pupuik batang padi ini akan menghasilkan instrumen nada yang unik. Dasarnya pupuik batang padi...

avatar
OSKM18_16418259_Fadhil Farras
Gambar Entri
Tari Piring
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Tari Piring atau dalam bahasa Minangkabau disebuat dengan Tari Piriang adalah salah satu seni tari tradisional yang berasal dari Kota Solok, Sumatera Barat. Tarian ini merupakan ritual ucapan rasa syukur dan kegembiraan masyarakat pada hasil panen para petani yang melimpah ruah. Sebelum agama Islam masuk ke daerah Minangkabau, ritual ini dilakukan dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang diletakkan di dalam piring. Namun, setelah agama Islam masuk ke Minangkabau, tarian ini hanya digunakan untuk hiburan masyarakat dan kesenian daerah saja dan tidak melakukan ritual lagi. Gerakan tari piring pada umumnya adalah meletakkan dua buah piring di atas telapak tangan, lalu piring tersebut diayun dan diikuti oleh gerakan tari yang cepat, dan diselingi dentingan piring atau dentingan dua cincin yang dipakai penari pada piring yang dibawanya. Pada akhir tarian, piring yang dibawa penari dilemparkan ke lantai, lalu penari tersebut berjalan di atas pecahan piring tersebut.  ...

avatar
OSKM_19718274_Marsha Evan