Pala (Myristica fragrans) adalah salah satu rempah khas Kepulauan Banda, Maluku, yang pernah di perebutkan saat jaman penjajahan dulu. Buahnya yang kaya akan nutrisi dapat dijadikan berbagai macam olahan makanan salah satunya yaitu Manisan Pala kuliner khas Kepulauan Banda, Maluku. Manisan Pala terbuat dari buah Pala segar yang diambil langsung dari perkebunan pala milik petani Pulau Banda, air, garam, dan gula pasir. Cara pembuatannya cukup mudah yaitu dengan meredamkan buah pala dengan air dan garam atau air laut selama 1 hari. Gunanya meredamkan pala dengan garam untuk menambah tekstur rasa yang empuk dan menghilang rasa sepat pada buah Pala. Sebab buah pala rasanya agak sepat. Setelah 1 hari di rendamkan, air garam di tiris dari buah pala sampai kering, selanjutnya buah pala yang sudah kering di rendamkan kembali dengan gula pasir atau dicampur selama beberapa jam untuk menambah rasa manis pada Pala. Lepas tu buah pala yang sudah manis siap untuk dimakan da...
Biasanya ikan Asar yang akan dibawa sebagai oleh-oleh dibeli pada hari yang sama saat akan meninggalkan pulau manise ini. Paling banyak dijual di sepanjang jalan raya Galala (jalan menuju Laha/ bandara udara). Ikan asar adalah ikan tongkol yang dibelah dua kemudian diasap hingga kering dan matang. Ikan Asar ini adalah oleh-oleh yang cocok bagi keluarga di luar Maluku yang telah lama tidak pulang kampung. Kerinduan akan kampung halaman sedikitnya terbayar dengan ikan asar ini. Tempat yang menyediakan: Jalan raya Galala, kawasan Galala, Kecamatan Sirimau, Ambon, Maluku Sumber: https://www.yuktravel.com/trip-ideas-di-indonesia/oleh-oleh-dari-ambon-manise-?id=1006612
Asida atau sering disebut sebagai Asidah ini adalah kue yang berasal dari Arab. Kue ini banyak dimakan oleh warga Arab dan Afrika Utara sebagai sarapan pagi atau snack di malam hari. Tak heran karena dari segi cara pembuatan Asida memang simpel yaitu hanya terbuat dari adonan tepung terigu dan gula. Cara menikmati Asida pun hanya dengan menggunakan tangan. Di Indonesia kue ini sudah tak asing bagi warga keturunan Arab dan Ambon. Bahkan di bagi warga Muslim di Ambon sana Asida telah menjadi camilan favorit selama bulan Ramadhan. Kini camilan klasik ini bahkan juga bisa dibuat dari kentang rebus, yang biasa disebut dengan Asida Kentang. Kue khas Arab ini paling enak dinikmati bersama teh hangat di sore hari. Rasanya manis dengan tekstur kenyal seperti dodol. Di negara asalnya panganan ini dicocol dengan madu atau minyak samin namun bagi anda yang tidak suka dengan bahan tersebut dapat menggantinya dengan mentega. Penasaran bagaimana cara membuatnya? ssilahkan disimak sajiann...
AMBON, KOMPAS.com - Melancong ke Provinsi Maluku , jangan hanya mengunjungi ragam wisata pantainya. Daerah yang dulu amat terkenal dengan rempahnya ini memiliki racikan kuliner yang juga istimewa. Melimpahnya hasil laut, membuat Maluku memiliki beragam olahan hasil laut. Beberapa yang favorit ialah ikan kuah kuning, dan rwbia. Bahan: Rwbia sendiri berasal dari kerang atau bia yang melimpah di berbagai pantai Maluku. Masyarakat mengolahnya dengan berbagai macam rempah dan mejadi panganan sehari-hari bersama papeda ataupun ubi kayu (singkong). KompasTravel menemukan kuliner Ambon , rwbia, di deretan tenda kuliner Pantai Natsepa, Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon. Di sana, rwbia dijajakan dengan singkong rebus dan kue talam sebagai pendampingnya. Saat KompasTravel pertama kali mencicipi rwbia, langsung teringat akan racikan rempah minang yang kaya. Bumbu rwbia juga kaya akan kelapa, aren, jintan, kunyit, dan rempah lainnya...
Keladi rebus merupakan salah satu karbohidrat yangs ering di konsumsi oleh masyarakat maluku sebagai penganti nasi. Namun tidak hanya sebagai teman makan lauk pauk, keladi rebus juga kerap di jadikan jajanan di sore hari teman minum kopi bagi masyarakat Maluku. Umumnya keladi rebus ini hanya di konsumsi tanpa penambahan bahan lain sehingga terasa tawar, namum sebagian ada pula yang mngkonsumsinya dengan di cocol gula merah yang di cair maupun garam sebagai pelengkap. Bahan : 500 gr keladi 200 gram Gula aren Garam secukupnya Cara membuat : Kupas keladi hingga bersih Rebus keladi hingga matang kemudian sajikan dengan gula aren yang telah dicairkan Alamat & Kontak Penjual: Warung Ikan Bakar Khas Papua Plaza Atrium, Lantai 4, Food Colony, Jl. Senen Raya No. 135, Senen, Jakarta 021 3853985 Sumber : https://www.academia.edu/9683195/Jajan_pasar_maluku
Berbicara tentang kuliner, Kota Ambon memang seperti tidak ada habisnya. Hampir semua sudut Kota Ambon menyimpan kekayaan kuliner ibukota Provinsi Maluku ini. Tidak hanya banyak dan nikmat, penjaja kuliner pun menjual dagangan makanannya hampir sepanjang hari. Jadi, ketika berada di Ambon, tidak perlu khawatir kelaparan atau kesulitan mencari makanan terutama saat malam hari. Dari sekian banyak makanan yang menjadi ciri khas Ambon, ada satu jenis kuliner yang menjadi primadona di Ambon terutama saat malam hari. Makanan ini dikenal sebagai Nasi Kuning Begadang. Sebenarnya nasi kuning ini hampir sama dengan nasi kuning yang kita kenal sejak kecil di acara-acara ulang tahun ataupun “selametan”, namun perbedaannya yang paling mencolok dan unik adalah waktu jualan menu ini mulai sore hingga dini hari. Inilah sebabnya mengapa kuliner ini dinamakan Nasi Kuning Begadang dimana keberadaanya yang menjadi pilihan favorit masyarakat sebagai makanan di saat begadang. Nasi Ku...
Ingat papeda pasti ingatan anda langsung di Indonesia Timur, ya benar, Papeda merupakan makanan berupa bubur sagu khas Maluku dan makanan khas Papua yang biasanya disajikan dengan beragam jenis ikan yang dibumbui dengan kunyit atau yang lebih dikenal di Indonesia Timur Ikan Kuah Kuning. Papeda berwarna putih dan maknan ini bertekstur lengket yang mirip lem dengan rasa yang tawar. namun sebenarnya papeda merupakan makanan yang kaya serat, rendah kolesterol dan cukup bernutrisi. Mungkin anda yang belum pernah coba dan baru melihat dan mendengar makanan ini pasti kurang memikat, namun jika anda sudah mencicipi makanan khas maluku yang satu ini pasti membuat anda serasa asyik dengan keunikan tersendiri makan papeda khas maluku yang memang namnya sudah sangat famelier di teliga kita. Ada romantisme kisah yang mengiringi setiap suapan papeda. Papeda sendiri berasala dari olahan pohon sagu, tentunya dengan proses yang tidak mudah karena harus mengolah batang yang telah diteba...
Ada banyak cara yang dilakukan oleh bangsa Indoenesia untuk memberikan rasa hormat mereka terhadap nenek moyang. Mereka menganggap bahwa nenek moyang adalah sosok yang haruslah selalu diberikan tempat tersendiri bagi kehidupan. Dan salah satu cara yang dilakukan masyarakat di Maluku untuk menghormati nenek moyang mereka adalah dengan tradisi Cuci Negeri. Negeri adalah sebutan untuk desa- desa yang ada di Maluku. Itulah sebabnya orang Maluku lebih mengenal negeri daripada desa. Karena desa disebut Negeri, maka pemimpin di tempat tersebut bukan lagi dikenal dengan kepala desa, melainkan Bapa Raja. Sedangkan tradisi Cuci Negeri adalah sebuah tradisi yang sudah turun temurun digelar oleh penduduk negeri untuk membersihkan lokasi- lokasi yang diyakini sebagai tempat mistis sejak jaman nenek moyang dahulu. Biasanya tradisi Cuci Negeri berupa dibawanya beberapa seserahan yang berupa sirih dan pinang oleh kaum wanita. Namun tidak hanya makanan saja yang dibawa, tapi juga minuman tra...
Setiabakar.jpgp tanggal 15 Mei, di Maluku pemerintah bersama rakyat setempat melakukan prosesi adat dan kebangsaan dalam memperingati hari Pattimura. Yang paling terkenal adalah lari obor dari Pulau Saparua menyebrangi lautan menuju Pulau Ambon, untuk selanjutnya diarak-arak sepanjang 25 kilometer menuju kota Ambon. Prosesi ini diawali dengan pembakaran api obor secara alam di puncak Gunung Saniri di Pulau Saparua. Gunung Saniri adalah salah satu ritus sejarah perjuangan Pattimura karena di tempat itulah, awal dari perang rakyat Maluku melawan Belanda tahun 1817. Dalam sejarahnya, di Gunung Saniri berkumpul para Latupati atau Raja-Raja dan tokoh masyarakat Pulau Saparua. Mereka melakukan Rapat Saniri (musyawarah raja-raja) untuk menyusun strategi penyerangan ke Benteng Durstede di Saparua yang dikuasai Belanda.Thomas Matulessy dari desa Haria lantas diangkat sebagai Kapitan atau panglima perang dengan gelar Pattimura. Penyerangan rakyat ke benteng...