Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Maluku Ambon
Nasi Kuning Begadang - Ambon - Maluku
- 28 Februari 2018

Berbicara tentang kuliner, Kota Ambon memang seperti tidak ada habisnya. Hampir semua sudut Kota Ambon menyimpan kekayaan kuliner ibukota Provinsi Maluku ini. Tidak hanya banyak dan nikmat, penjaja kuliner pun menjual dagangan makanannya hampir sepanjang hari. Jadi, ketika berada di Ambon, tidak perlu khawatir kelaparan atau kesulitan mencari makanan terutama saat malam hari.

Dari sekian banyak makanan yang menjadi ciri khas Ambon, ada satu jenis kuliner yang menjadi primadona di Ambon terutama saat malam hari. Makanan ini dikenal sebagai Nasi Kuning Begadang. Sebenarnya nasi kuning ini hampir sama dengan nasi kuning yang kita kenal sejak kecil di acara-acara ulang tahun ataupun “selametan”, namun perbedaannya yang paling mencolok dan unik adalah waktu jualan menu ini mulai sore hingga dini hari. Inilah sebabnya mengapa kuliner ini dinamakan Nasi Kuning Begadang dimana keberadaanya yang menjadi pilihan favorit masyarakat sebagai makanan di saat begadang.

Nasi Kuning Begadang adalah “Ratu” kuliner di kala malam tiba. Biasanya para pedagang sudah mulai mempersiapkan dagangan Nasi Kuning ini sejak pukul 15.30 dan siap untuk berjualan pada pukul 17.00. Para penjual Nasi Kuning Begadang tersebar hampir di seluruh wilayah kota Ambon, terutama jalan-jalan besar seperti A.M Sangadji, A.Y Patty, atau di sekitar putaran Tugu Trikora. Mereka bisa berjualan hingga pukul 03.00 dini hari, bahkan ada beberapa yang berjualan hingga sebelum adzan subuh dikumandangkan.

Walaupun secara umum Nasi Kuning ini sejenis dengan yang biasa disajikan dalam acara-acara ulang tahun atau hajatan, namun rasa dari Nasi Kuning Begadang Ambon jelas berbeda. Citarasa Indonesia Timur lebih terasa di Nasi Kuning Begadang. Pilihan lauk ikan cakalang atau serundeng membuat rasa kuliner ini menjadi khas dan memiliki kenikmatan yang berbeda dengan nasi kuning biasa. Kuliner ini juga dilengkapi oleh lauk-pauk lain seperti bihun, perkedel, bahkan semur ayam dan sate jeroan. Dengan berbagai kelebihan ini, maka tidak heran jika Nasi Kuning Begadang menjadipilihan utama sebagai makanan tengah malam di kota Ambon.

Tempat yang menyediakan:

  • Jalan A.M. Sangadji
  • Jalan A.Y. Patty
  • Di daerah putaran Tugu Trikora
  • Y. Syaranamual, Teluk Ambon, Poka, Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku

Sumber : https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/nasi-kuning-begadang-pilihan-utama-saat-lapar-melanda

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah