Tebus Weteng atau Mitoni merupakan salah satu tradisi syukuran ibu hamil ketika memasuki usia kandungan 7 (tujuh) bulan. Di Tegal pun mengenal tradisi ini. Namun tentu saja, setiap desa yang ada di Tegal, baik itu Kabupaten maupun Kota Tegal pasti memiliki tradisi yang berbeda juga sesuai dengan kepercayaan dan yang pasti sesuai dengan perkembangan jaman. Namun di daerah pedalaman (jauh dari jalan utama), tradisi ini masih ditemukan, terutama di wilayah Adiwerna, Kabupaten Tegal. Untuk pakem dari Tebus Weteng sebenarnya sama, yaitu adanya rujak. Namun yang membuat berbeda adalah tradisi yang mengikutinya. Biasanya tradisi itu turun temurun dari nenek moyang. Tata Cara Pertama – tama rujak dibuat dengan bahan seperti delima, jeruk bali yang dijemur kering, nanas, gula merah, cabai rawit, dan bumbu lainnya. Sebelum rujak dibagikan kepada tetangga, pasangan yang berbahagia tersebut diminta untuk pura – pura membeli rujak tersebut 1 porsi (biasanya...
Sri Tanjung Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Jump to navigation Jump to search Ini adalah artikel tentang cerita rakyat dari Kabupaten Banyuwangi . Untuk kereta api milik PT Kereta Api Indonesia , lihat kereta api Sri Tanjung . Ini adalah artikel tentang taman yang terkenal. Untuk taman kota milik Kabupaten Banyuwangi , lihat Taman Sritanjung . Sri Tanjung atau juga dikenal dengan kisah Banyuwangi ( Bahasa Jawa untuk "air yang harum") adalah sebuah kisah dongeng dalam khazanah kebudayaan Jawa mengenai kesetiaan seorang istri kepada suaminya. Kisah ini populer sejak zaman Majapahit . Kisah ini dikenal dalam karya sastra berbahasa Jawa Pertengahan dalam bentuk kidung yaitu tembang yang dinyanyikan. Selain itu cerita ini juga terkenal karena biasa dibawakan dalam up...
Bahan-bahan 2 porsi 1/2 resep: 350 ml Air (resep asli 750) 4 sdm Santan kara (resep asli 1 bks Kara kecil) Sejempol Jahe, geprek (resep asli 3 cm jahe) 1 cm Kayu manis 1 lbr Daun pandan 1 sdm Kacang Bali/ kacang tanah sangrai (tambahan sy) 2 sdm Gula merah/ sesuai selera 3 sdm Gula pasir/ sesuai selera Sejumput garam Langkah 20 menit Rebus semua bahan dng api kecil, kecuali roti & kacang. Aduk...
Bahan-bahan 1 buah tahu putih 2 buah telur ayam 6 siung bawang merah 2 siung bawang putih 10 cabe rawit 5 cabe merah besar Kunyit Bumbu bali merk mahmudah (beli di pasar) Daun jeruk Daun salam Serai Santan kara secukupnya Gula, garam, penyedap Langkah Potong" tahu bentuk segitiga kemudian goreng...
Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan yang mempunyai batang berongga dan beruas-ruas. Daun Bambu yang biasa dipakai untuk membungkus makanan seperti, Bakcang, Kue Gambir (Dodol khas Bali), Tempe, dan Lupis. Gunakan daun bambu yang lebar, memanjang (semua jenis bambu). Sebelum digunakan sebagai pembungkus, sebaiknya Daun Bambu dicuci untuk menghilangkan kotoran atau debu yang menempel. Setelah itu gunting pangkal daun agar memudahkan untuk membungkus makanan, dan terakhir direbus dahulu dalam air mendidih hingga layu dan bulu-bulu halus halusnya juga layu. https://www.jitunews.com/read/7241/mengenal-jenis-jenis-daun-pembungkus-makanan
Prosesi Tawur Agung Kesanga merupakan upacara yang digelar oleh umat Hindu sehari jelang perayaan Nyepi. Upacara ini berdasarkan pada konsep ajaran Tri Hita Karana, yakni menyelaraskan hubungan dengan tiga elemen, manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam semesta. Tawur Agung Kesanga sendiri bertujuan untuk membersihkan dan mewisuda bumi sebelum Nyepi, yakni dimana umat akan melaksanakan tapa brata penyepian. Tawur Agung Kesanga diawali dengan ritual pengambilan air suci dari situs Istana Ratu Boko yang terletak di pinggang Pegunungan Batur Agung, tak jauh dari Candi Prambanan. Sekitar pukul 09.00 WIB, para umat memulai perayaan dengan prosesi Mendak Tirta alias menjemput air suci. Dalam ritual Mendak Tirta ini, para umat beriringan mengarak umbul-umbul, berbagai persembahan, gamelan dan ogoh-ogoh menuju ke Candi Dewa Siwa. Setelah tiba di depan candi, hanya yang membawa umbul-umbul dan persembahan saja yang masuk ke dalam candi. Di dalam Candi Dewa S...
Berkunjung ke Keraton Kasunanan Surakarta tak akan lengkap jika tidak menelusuri jejak sejarah di Museum Keraton Surakarta Hadiningrat atau Museum Suaka Budaya. Dalam museum ini para pengunjung dapat menyaksikan benda-benda peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta dan beberapa fragmen candi yang ditemukan di Jawa Tengah. Museum Karaton Kasunanan Surakarta ini terdiri dari beberapa bangunan yang tiap-tiap bangunan sudah di atur ruangnya untuk memuat hasil kriya Karaton Surakarta. Adapun ruang-ruang dan seni kriya yang terdapat di dalamnya adalah sebagai berikut : a. Ruang I Museum Keraton Kasunanan Surakarta berisi gambar-gambar dan ukir-ukiran sebagai berikut : Gambar Ingkang Sinuhun Paku Buwana VII (1830-1858), Paku Buwana VII (1858-1861), Paku Buwana X dalam sebuah pigura yang besar. Gambar Paku Buwana X berdiri dengan mengenakan busana kebesaran. Dua buah gambar Kangjeng Ratu Emas, permaisuri Paku Buwana X. Beberapa kur...
Sumber : Exploresemarang.com Museum Rekor Dunia Indonesia – MURI mengkoleksi catatan rekor maupun prestasi luar biasa yang dimiliki oleh orang orang di Indonesia. Berkunjung ke museum gratis tanpa dipungut biaya, buka setiap hari kerja Senin sampai Jumat mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 14.00. Sedangkan untuk kunjungan siswa sekolah atau rombongan turis, sebaiknya membuat reservasi terlebih dahulu. Museum Jamu Jago memiliki koleksi foto foto, slide dan peralatan tradisional pembuatan jamu pada masa lalu. Museum ini didirikan oleh perusahaan Jamu Jago sebagai pusat informasi dan promosi hasil jamu. Jamu Jago adalah salah satu produk jamu tertua yang ada di Indonesia. Diproduksi oleh PT Industri Jamu Cap Jago, dengan alamat di Jalan Setiabudi no 273 Semarang Jawa Tengah. Museum ini didirikan oleh Perusahaan Jamu Jago sebagai pusat informasi dan promosi hasil jamu. Museum ini memiliki koleksi foto–foto, slide dan peralatan tradisional pembuata...
Tembang Ketawang Puspawarna Concerto in Slendro yang biasa hadir sebagai pengiring temanten saat manten perempuan dan laki-laki bertemu menuju pelaminan. Tembang Ketawang Puspawarna laras slendro pathet manyura ini teks dan melodinya dibuat oleh PANGERAN MANGKUNEGARA IV ( 1853-1881 ) , biasanya dibunyikan sebagai tanda kedatangan pangeran maupun untuk mengiringi tarian. Gendhing ini memiliki lirik mengenai berbagai jenis bunga yang melambangkan beragam suasana, rasa, atau nuansa. Terdiri dari 7 gerongan kembang dengan masing-masing bait terdiri 3 baris : Kembang kencur, kacaryan anggung cinatur Sedhet kang sarira, gandhes ing wiraga Kewes yen ngandika, angengayut jiwa Kembang blimbing, pinethik bali ing tebing Maya-maya sira, wong pindha mustika Ratuning kusuma, patining wanodya Kembang duren, sinawang sinambi leren nDalongop kang warna, sumeh semunira Luwes pamicara, ang...