Anak
467 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Permainan Bekel
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Bekel adalah salah satu permainan yang berasal dari Jawa Tengah. Bekel dilakukan ketika waktu senggang. Pada umumnya, bekel sering dimainkan oleh anak-anak perempuan, namun anak laki-laki juga ada yang turut serta memainkannya. Bekel biasanya dimainkan oleh 2-4 orang. Permainan ini juga bisa ditandingkan dan bersifat kompetitif  sesuai dengan aturan yang disepakati.

avatar
Narita Fuji Triani
Gambar Entri
Kisah Petruk Gareng Bagong dan Semar
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Desa Tumaritis yang permai. Hiduplah sebuah keluarga dengan ayah bernama semar dengan tiga anaknya bagong, gareng, dan petruk. Diantara tiga bersaudara ini si bungsu Petruk dikenal yang paling cerdik. Sedang dua saudaranya yang lain bagong dan gareng biasa-biasa saja. Suatu hari Semar ayah yang bijaksana ini ingin menikahkan bagong dengan seorang gadis yang paling cantik di desanya. Niat ini tentu membuat iri gareng dan petruk. Mereka berdua merasa keberatan, sebab mereka berdua pun sama-sama menginginkan gadis itu. Disampaikanlah ke ayah mereka semar. Semarpun menjadi serba salah. Dia sangat menyayangi ketiga anaknya ini. Maka dibuatlah suatu kuis oleh ayah semar, ketiga anaknya ini dipanggil. Semar berkata barangsiapa yang berhasil menjawab kuis ini dengan benar maka dialah yang akan menikahi gadis itu. Pertanyaannya adalah bersediakah gadis itu menikah dengan bagong? Bagong, Gareng dan Petruk agak aneh dengan pertanyaan kuis ini, tapi demi menghormati sang ayah mereka p...

avatar
Oase
Gambar Entri
Kisah Prabu Angling Dharma
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Sebelum Angling Dharma lahir, terdapat sebuah kerajaan yang dikenal dengan Kerajaan Hastina. Kerajaan Hastina saat itu dipimpin oleh Raja yang dikenal dengan Raja Parikesit. Semenjak Parikesit mempunyai beberapa orang putra, kehidupan disekitar kerajaan mulai memburuk karena terjadi persaingan perebutan tahta kerajaan. Raja Parikesit mewariskan tahtanya kepada putranya Yudayana. Ketika masa kepemimpinan Yudayana dimulai, kerajaan hampir mengalami kehancuran sehingga Raja Yudayana sampai berani mengubah nama kerajaannya menjadi Kerajaan Yawasita. Perubahan nama kerajaan dilakukan bermaksud agar masa depan kerajaan yang dipimpin raja Yudayana semakin membaik. Namun kenyataannya masa depan kerajaan Yawasita tetap tidak jaya. Sehingga tahta Raja Yudayana dia berikan kepada saudaranya Gendrayana yang dulu pernah bersaing dengan Yudayana. Pada masa pemerintahan Raja baru Gendrayana, lingkungan kerajaan semakin membaik dan mulai ada perubahan yang lebih sejahtera. Hal itu dibuktikan denga...

avatar
Oase
Gambar Entri
Legenda Gatot Kaca
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Alkisah dalam pengasingannya selama dua belas tahun Pandawa sempat mengembara sampai di sekitar Pegunungan Dieng. Dua belas tahun bukan waktu yang singkat untuk berputar-putar hanya di sekeliling India. Bhima dapat menaklukkan Raja Raksasa Harimba, penguasa hutan di pusat pulau Jawa. Adik sang raja, Harimbi jatuh cinta kepada Bhima, ksatria tinggi besar kuat berotot layaknya raksasa tetapi gagah penampilannya, tidak seperti raksasa yang rewo-rewo. Harimbi adalah raksasa wanita, akan tetapi hatinya sudah lembut, evolusi jiwanya mendahului penampilannya. Dewi Kunti, ibu Bhima yang waskita memahami wanita yang cocok sebagai pendampingi sang putra, maka dia 'memoles' Harimbi dengan 'operasi plastik zaman kuna' menjadi wanita yang cantik, sehingga Bhima jatuh cinta. Dewi Kunti mendapatkan banyak ilmu dari Resi Durwasa, termasuk ilmu mendatangkan Dewa dan mempercantik wanita. Dewi Kunti juga ingat nasehat dari keponakannya, Prabu Kresna untuk menggunakan perkawinan sebagai pe...

avatar
Oase
Gambar Entri
DUGDERAN
Ritual Ritual
Jawa Tengah

  Tradisi dugderan sebagai pertanda awal dimulainya pelaksanaan ibadah puasa telah dimulai sejak tahun 1881 pada masa pemerintahan Bupati Semarang, Purbaningkrat. Ritual dugderan yang berlangsung turun temurun di Masjid Besar Kauman, kawasan Pasar Johar, Semarang ini diawali dengan arak-arakan tetabuhan bedug dikawal prajurit Kadipaten Semarang tempo dulu. Dalam arak-arakan ini pula terdapat maskot hewan khas dugderan yang disebut warak ngendok. Mendekati Masjid Besar Kauman, masjid tertua di Semarang, iring-iringan prajurit mengawal Walikota Semarang, Sukawi Sutarip dan istri yang memerankan tokoh Bupati Semarang tempo dulu. Beberapa prajurit mengawal dengan cara berjalan mundur menuju masjid. Ribuan masyarakat antusias menyaksikan tradisi ini, bahkan puluhan anak-anak terlihat ikut bergembira dengan memainkan musik kotekan atau kentongan yang biasa digunakan untuk membangunkan sahur. Setiba di masjid, Walikota disambut imam Masjid Besar Kauman selanjutnya...

avatar
Nurulhanif
Gambar Entri
Tari Kukila
Alat Musik Alat Musik
Jawa Tengah

Tari Kukila merupakan tarian yang menggambarkan gerak-gerik burung. Baik irama maupun ragam gerak yang dinamis dan lincah disusun untuk menggambarkan kegesitannya dalam meluncur, hinggap dan kembali terbang. Tari Kukila adalah satu dari sekian banyak tarian tradisonal  yang gerakannya diambil dari tingkah laku binatang. Dalam falsafah Jawa, Kukila termasuk ke dalam lima syarat paripurnanya hidup seorang lelaki, setelah wisma (rumah), wanondya (istri), turangga (kendaraan), dan curiga (senjata). Kukila dalam falsafah Jawa tersebut berarti burung peliharaan sebagai klangenan atau hobi. Esensi dari memiliki klangenan bertujuan untuk memberikan kesenangan, membuang penat dan menyegarkan pikiran pemiliknya. Sejatinya hubungan antara Tari Kukila dan falsafah Jawa tersebut menunjukan apa yang ingin dicapai oleh tarian tersebut. Rangkaian gerakan yang ditampilkan tersebut diharapkan dapat memberikan kesenangan tersendiri bagi yang menontonnya. Karena tarian ini bersifat...

avatar
Friskalaras
Gambar Entri
Candi Kethek
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Di antara pohon-pohon rindang yang memenuhi kawasan hutan di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, terdapat sebuah candi. Candi ini tidak terlalu besar. Bangunannya pun sederhana, tidak terlalu megah. Candi tersebut bernama Candi Kethek. Candi ini terletak sekitar 300 meter arah timur laut dari Candi Cetho.  Pemberian nama “kethek” pada candi ini dilakukan oleh masyarakat sekitar. Nama tersebut diberikan karena di sekitar lokasi tempat candi berada sering dijumpai kera, yang dalam bahasa Jawa disebut “kethek”.  Melihat ukuran bangunannya, Candi Kethek tidak sebesar Candi Cetho yang berada di dekatnya. Ukurannya hanya berkisar 20 x 30 meter. Selain itu, sebagian besar bangunan candi pun tertutup dengan tanah.  Candi yang dibangun menghadap ke arah barat ini berbentuk teras berundak. Ada empat teras pada bangunan candi. Pada teras pertama hingga ketiga, tidak terdapat bangunan. Hanya tanah yang di...

avatar
Oase
Gambar Entri
Enting Enting Kacang Khas Salatiga
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

                                                     Enting-enting kacang pada dasarnya menggunakan bahan dasar yang sama dengan kedua camilan manis yang tersebut diatas yaitu gula dan kacang, namun peberdaannya secara mendasar adalah jika dilihat dari cara pembuatan dan teksturnya. Enting-enting kacang pada umumnya berbentuk tipis seperti lempengan yang dipotong kotak-kotak dan ketika membuatnya bahan kacang yang digunakan ditumbuk agak kasar. Berbeda dengan Ampyang kacang yang bentuknya bulat tidak beraturan dan kacangnya masih utuh tanpa ditumbuk sama sekali, dan yang terakhir adalah Enting-enting gepuk yang pada umumnya dibentuk prisma segitiga dan bahan kacang yang digunakan ketika dibuat ditumbuk hingga halus. &n...

avatar
Iklimah
Gambar Entri
Jaka Tingkir
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Dalam tradisi Jawa Jaka/Joko Tingkir atau Mas Karèbèt atau ejaan Tionghoa: Peng King Kang, adalah pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Pajang yang memerintah tahun 1549-1582 dengan nama Hadiwijaya.   Nama aslinya adalah Mas Karèbèt, putra Ki Ageng Pengging atau Ki Kebo Kenanga. Ketika ia dilahirkan, ayahnya sedang menggelar pertunjukan wayang beber dengan dalang Ki Ageng Tingkir. Kedua ki ageng ini adalah murid Syekh Siti Jenar. Sepulang dari mendalang, Ki Ageng Tingkir jatuh sakit dan meninggal dunia. Sepuluh tahun kemudian, Ki Ageng Pengging dihukum mati karena dituduh memberontak terhadap Kerajaan Demak. Sebagai pelaksana hukuman ialah Sunan Kudus. Setelah kematian suaminya, Nyai Ageng Pengging jatuh sakit dan meninggal pula. Sejak itu, Mas Karebet diambil sebagai anak angkat Nyai Ageng Tingkir (janda Ki Ageng Tingkir). Mas Karebet tumbuh menjadi pemuda yang gemar bertapa, d...

avatar
Oase