Asil produksi rumahan penduduk desa Tenganan yang bernilai tinggi adalah kain tenun Gringsing , pengerjaannya menggunakan tehnik ikat ganda atau dobel ikat, memerlukan proses dalam kurun waktu yang cukup lama dari 2-5 tahun. Tenganan sendiri merupakan salah satu desa Bali Age (penduduk Bali asli) yang masih mempertahankan warisan-warisan budaya serta tradisi yang diwariskan oleh leluhurnya seperti tradisi mekare-kare atau perang pandan dan perang pisang, serta sejumlah aturan adat yang masih lestari sampai sekarang, sehingga membuatnya menjadi salah satu objek wisata di Bali yang memiliki budaya serta tradisi unik, banyak wisatawan lokal maupun asing berkunjung ke sini, untuk bisa menyaksikan lebih dekat keberadaan desa Tenganan. Kain tenun Gringsing memang memiliki nilai seni dan mutu luar biasa. Penamaannya berasal dari bahasa Bali dengan asal kata "Gring" berarti sakit dan "Sing" artinya tidak, sehingga secara utuh menjadi kata "tida...
Kenanga ( bahasa Latin : Cananga odorata ) adalah nama bagi sejenis bunga dan pohon yang menghasilkannya. Ada dua forma kenanga, yaitu macrophylla , yang dikenal sebagai kenanga biasa, dan genuina , dikenal sebagai kenanga filipina atau ylang-ylang . Selain itu, masih dikenal pula kenanga perdu ( Cananga odorata fruticosa ), yang banyak ditanam sebagai hiasan di halaman rumah. Cananga odorata fa. macrophylla tumbuh dengan cepat hingga lebih dari 5 meter per tahun dan mampu mencapai tinggi rata-rata 12 meter. Batang pohon kenanga lurus, dengan kayu keras dan cocok untuk bahan peredam suara (akustik). Memerlukan sinar matahari penuh atau sebagian, dan lebih menyukai tanah yang memiliki kandungan asam di dalam habitat aslinya di dalam hutan tadah hujan. Daunnya panjang, halus dan berkilau. Bunganya hijau kekuningan (ada juga yang bersemu dadu, tetapi jarang), menggelung seperti bentuk bintang laut, dan...
Ngaben merupakan salah satu upacara yang dilakukan oleh Umat Hindu di Bali yang tergolong upacara Pitra Yadnya (upacara yang ditunjukkan kepada Leluhur). Ngaben secara etimologis berasal dari kata api yang mendapat awalan nga, dan akhiran an, sehingga menjadi ngapian, yang disandikan menjadi ngapen yang lama kelamaan terjadi pergeseran kata menjadi ngaben. Upacara Ngaben selalu melibatkan api, api yang digunakan ada 2, yaitu berupa api konkret (api sebenarnya) dan api abstrak (api yang berasal dari Puja Mantra Pendeta yang memimpin upacara). Versi lain mengatakan bahwa ngaben berasal dari kata beya yang artinya bekal, sehingga ngaben juga berarti upacara memberi bekal kepada Leluhur untuk perjalannya ke Sunia Loka. Bentuk bentuk Upacara Ngaben 1. Ngaben Sawa Wedana Sawa Wedana adalah upacara ngaben dengan melibatkan jenazah yang masih utuh (tanpa dikubur terlebih dahulu) . Biasanya upacara ini dilaksanakan dalam kuru...
Penyucian benda-benda sakral seperti arca, tapel, keris, tumbak dan tunggul dilakukan dalam ritual melasti. Ritual ini dilakukan dengan iringan alunan instrumen gong blaganjur. Upacara ini merupakan serangkaian acara Hari Raya Nyepi. Ritual melasti ini dilakukan oleh berbagai desa adat (pekraman) di Kota Denpasar dan sekitarnya. Iring-iringan ritual melasti dilakukan di Pantai Padanggalak, Sanur, dan juga Pantai Kuta, Kabupaten Badung. Ritual melasti bermakna untuk membersihkan "Pratime" atau benda-benda yang disucikan di Pura Desa Bale Agung, Puseh dan Pura Dalem di masing-masing desa adat di Bali. Upacara pembersihan ini bisa dilakukan ke laut, ke danau, atau ke sumber mata air terdekat di lingkungan desa adat.
Omed-omedan atau med-medan merupakan tradisi lama yang masih bertahan hingga kini. Tradisi ini masih hidup dan dilestarikan di Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, Bali. Omed-omedan artinya tarik menarik. Tradisi Omed-omedan merupakan tradisi yang biasa digelar setelah perayaan Hari Raya Nyepi atau pada saat Ngembak Geni. Tradisi ini dilakukan dengan cara saling tarik-menarik bahkan hingga berciuman oleh para pemuda dan pemudi asli Banjar Kaja Sesetan. Tradisi ini sebagai wujud rasa bahagia pada saat Ngembak Geni. Omed-omedan artinya tarik menarik.Tradisi ini dilakukan dengan cara saling tarik-menarik bahkan hingga berciuman oleh para pemuda dan pemudi asli banjar kaja sesetan. Tradisi ini hanya ada di banjar kaja sesetan. Warga banjar kaja menolak keras stereotip bahwa omed-omedan hanya sekedar kegiatan berciuman antar pemuda dan pemudi. Tradisi ini merupakan bentuk luapan kebahagiaan setelah peranyaan nyepi sehari penuh. Omed-omedan merupan warisan tradisi yang telah lama t...
Subak adalah kata yang berasal dari bahasa Bali. Kata tersebut pertama kali muncul dalam prasasti Pandak Bandung yang berangka tahun 1072 M. Kata subak tersebut mengacu kepada sebuah lembaga sosial dan keagamaan yang unik, mempunyai pengaturan tersendiri, asosiasi-asosiasi demokratis dari petani dalam mengatur penggunaan air irigasi untuk pertumbuhan padi. Subak bagi masayarakat Bali bukan hanya sekedar sistem irigasi, melainkan juga merupakan filosofi kehidupan bagi rakyat Bali itu sendiri. Dalam pandangan masyarakat Bali, Subak adalah cerminan langsung dari filosofi dalam agama Hindu Tri Hita Karana (tiga penyebab kebaikan), yang mempromosikan hubungan yang harmonis antara individu dengan alam semangat ( parahyangan), dunia manusia ( pawongan), dan alam ( palemahan). Sebagai suatu sistem pengaturan hidup bersama, Subak mampu bertahan selama satu abad lebih karena masyarakatnya setia kepada tradisi leluhur. Pembagian...
Bali punya tradisi makan yang unik. Megibung merupakan tradisi turun-temurun yang berlangsung sejak abad 17. Dalam tradisi Megibung, satu paket makanan dimakan bersama-sama oleh beberapa orang. Megibung berasal dari kata gibung yang mendapat awalan me- (melakukan suatu kegiatan). Gibung berarti kegiatan dilakukan banyak orang, dimana saling berbagi satu dengan lainnya. Saat berlangsung megibung, orang-orang akan duduk makan bersama sambil bertukar pikiran, berbagi cerita hingga bersenda gurau. Tradisi ini dilakukan masyarakat Karangasem yang terletak di ujung timur Bali. Megibung sudah menjadi tradisi masyarakat Karangasem dalam melakukan upacara keagamaan, adat ataupun kegiatan sehari-hari. Baik masyarakat beragama Hindu maupun Islam, ikut menjalankannya. Misalnya saat pernikahan, perayaan pura, acara tiga bulanan, ngaben hingga Maulid Nabi. Perbedaan terletak pada bahan untuk lauk pauknya. Megibung awalnya diperkenalkan Raja Karangasem, I Gusti Ag...
Komantan Korong, Kabupaten Situbondo Upacara adat Komantan Korong merupakan upacara temu pengantin khas masyarakat Kabupaten Situbondo. Dalam upacara ini, sebelum pengantin dipertemukan diawali dengan mamaca, yakni pembacaan doa-doa oleh seorang pemuka adat dengan membakar kemenyan. Maksud dan tujuan mamaca adalah agar dalam pelaksanaan upacara tidak terjadi hambatan, dan akan mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Setelah mantra dibaca, pemuka adat membakar kemenyan pada dua buah pilar terop, dan menaburkan beras kuning pada pihak keluarga perempuan, dengan tujuan agar pelaksanaan upacara pernikahan memperoleh perlindungan dari Allah SWT. Keesokan harinya dilangsungkan acara temu pengantin dengan diiringi musik ketepongan. Dalam upacara Komantan Korong ini terdapat acara Sambit Nyaut, yaitu kedua wakil dari masing-masing mempelai berbicara bersahut-sahutan, diselingi dengan pantun. Pertunjuk...
Pada dasarnya, batik merupakan seni lukis yang menggunakan canting sebagai alat untuk melukisnya. Canting sendiri merupakan sebuah alat berbentuk mangkok kecil yang terbuat dari tembaga dan memiliki carat atau monong, dengan tangkai dari bambu atau kayu yang dapat diisi malam (lilin) sebagai bahan untuk melukis. Canting ini dapat membuat kumpulan garis, titik atau cecek yang pada akhirnya membentuk pola-pola. Pola-pola inilah yang kemudian menjadi ragam hias dalam kesenian Batik. Membatik telah diwariskan secara turun temurun hingga saat ini. Dengan pola tradisional ini, sejak dahulu masyarakat menuangkan imajinasi melalui gambar pada batik. Masyarakat juga telah mengenal seni pewarnaan tradisional dengan bahan-bahan alami sebelum mengenal pewarnaan dengan bahan kimia. Batik yang tersebar hampir diseluruh Indonesia memiliki bentuk ragam hias yang berbeda-beda diantara satu dan lainnya. Pada tahun 2009, Batik diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda dari Indonesia.