HARI PAHLAWAN
819 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Prasasti Tuhanaru
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Entah dari mana dan kapan pemakaian nama sejenis ikan hewan laut dipakai sebagai nama orang pada zaman Majapahit. Yang jelas pada zaman Majapahit beberapa nama orang sekelas bangsawan apapun tingkatannya tidak ada yang memakai nama atau gelar yang mengambil nama sejenis ikan. Rata-rata mereka memakai nama hewan darat atau hewan terbang/angkasa. Selebihnya jika dikaitkan dengan nama hewan melata adalah sejenis ular atau buaya. Orang-orang pada zaman Majapahit kebanyakan memakai nama sejenis hewan darat dengan sifat-sifat yang mencitrakan kekuatan, keberanian, kegarangan, dan kelincahan seperti kidang telangkas, kuda sempana, jaran panoleh, sima rodra, singa yudha, mahesa cempaka, lembu sora, kebo kenongo, dan gajah mada. Sedangkan hewan sejenis burung seperti Hayam Wuruk, Sawung Galing, Gagak Seta, dan jenis hewan air seperti Bajul Sengara, Sawer Wulung, atau yang lainnya jarang dipakai. Apalagi hewan air sejenis ikan,tampaknya sulit atau tidak ditemukan pada orang-orang sezaman...

avatar
Roro
Gambar Entri
MASJID SOKO TUNGGAL, MASJID TERTUA DI INDONESIA
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Nama resmi masjid ini adalah masjid Saka Tunggal Baitussalam,  tapi lebih populer dengan nama masjid saka tunggal karena memang Masjid ini hanya mempunyai saka tunggal (tiang penyangga tunggal). Saka tunggal yang berada di tengah bangunan utama masjid, saka dengan empat sayap ditengahnya yang akan nampak seperti sebuah totem, bagian bawah dari saka itu dilindungi dengan kaca guna melindungi bagian yang terdapat tulisan tahun pendirian masjid tersebut.   Masjid saka tunggal berukuran 12 x 18 meter ini menjadi satu satunya masjid di pulau Jawa yang dibangun jauh sebelum era Wali Sembilan (Wali Songo) yang hidup sekitar abad 15-16M. Sedangkan masjid ini didirikan tahun 1288M, 2 abad sebelum Wali Songo., dan sebelum Kerajaan Majapahit berdiri yang dimulai dengan penobatan Raden Wijaya sebagau Raja pertama Majapahit pada 10 November 1293. Sekaligus menjadikan Masjid Saka Tunggal Baitussalam sebagai Masjid Tertua di Indonesia.   Lokasi Masjid Saka Tunggal B...

avatar
Dhimas_ferdhiyanto
Gambar Entri
Tradisi Unik Masyarakat Masjid Tunggal Banyumas
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tradisi Unik Masjid Saka Tunggal Baitussalam   Zikir seperti melantunkan kidung jawa Keunikan masjid saka tunggal Banyumas, benar benar terasa di hari Jum’at. Selama menunggu waktu sholat jum’at dan setelah sholat jum’at, Jamaah masjid Saka Tunggal berzikir dan bershalawat dengan nada seperti melantunkan kidung jawa. Dengan bahasa campuran Arab dan Jawa, tradisi ini disebut tradisi ura ura.   Pakaian Imam dan muazin Imam masjid tidak menggunakan penutup kepala yang lazimnya digunakan di Indonesia yang biasanya menggunakan peci, kopiyah, tapi menggunakan udeng/pengikat kepala. khutbah jumat disampaikan seperti melantunkan sebuah kidung,   Empat muazin sekaligus Empat orang muazim berpakaian sama dengan imam, menggunakan baju lengan panjang warna putih, menggunakan udeng bermotif batik, dan ke empat muazin tersebut mengumandangkan adzan secara bersamaan.    ...

avatar
Dhimas_ferdhiyanto
Gambar Entri
Monumen Palagan Ambarawa
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Monumen Palagan AmbarawaTempat wisata sejarah di di Indonesia yang pertama terdapat di kawasan Ambarawa.  Sebagai salah satu bagian dari tempat wisata di Ambarawa, keberadaan dari monumen ini memang memiliki arti tersendiri. Pendirian monumen ini merupakan upaya untuk mengenang salah satu pertempuran yang sangat penting pada masa perebutan kemerdekaan. Monumen ini sendiri dibangun untuk mengenang sejarah pertempuran di Ambarawa para tanggal 12 Desember  – 15 Desember 1945. Dalam pertempuran tersebut TKR atau Tentara Keamanan Rakyat yang dipimpin oleh Jendral Soedirman berhasil menghancurkan tentara sekutu. Maka dari itu untuk mengenang pertempuran tersebut setiap tanggal 15 Desember selalu diperingati sebagai hari Infanteri. Monumen ini sendiri secara resmi dibangun pada 1973, dan di resmikan oleh Presiden Soeharto pada 15 Desember 1974. Jika kalian berkunjung ke lokasi ini maka kalian akan bisa melihat beberapa peninggalan peperangan pada saat itu. Ada beb...

avatar
Roro
Gambar Entri
Ramalan Sabdo Palon
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Sabdo Palon merupakan sekelumit kisah yang menggambarkan Majapahit yang dituturkan oleh pengikut setia raja terakhir Majapahit. Ia mengatakan bahwa agama Hindu memang akan digantikan oleh agama Islam, yang pada waktu itu didakwahkan oleh Wali Sanga. Namun, 500 tahun kemudian, Islam akan digantikan oleh suatu agama baru, yang disebutnya sebagai “agama budi”. Anda percaya atau tidak, berikut kami tampilkan beberapa cuplikan Ramalan Sabdo Palon yang beredar di masyarakat sebagai bagian dari pengetahuan serta kajian dalam kesusastraan di Indonesia.   1. Pada sira ngelingana, Carita ing nguni-nguni, Kang kocap ing serat babad, Babad nagri Mojopahit, Nalika duking nguni, Sang-a Brawijaya Prabu, Pan samya pepanggihan, Kaliyan Njeng Sunan Kali, Sabda Palon Naya Genggong rencangira.   (Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis di dalam buku babad tentang negara Majapahit. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan...

avatar
Aze
Gambar Entri
Kitab Musarar Jayabaya ; Syair Jayabaya
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Asmarandana: Kitab Musarar inganggit Duk Sang Prabu Jayabaya Ing Kediri kedhatone Ratu agagah prakosaTan ana kang malanga Parang muka samya teluk Pan sami ajrih sedaya Kitab Musarar dibuat tatkala Prabu Jayabaya di Kediri yang gagah perkasa. Musuh takut dan takluk, tak ada yang berani. Milane sinungan sakti Bathara Wisnu punika Anitis ana ing keneIng Sang Prabu Jayabaya Nalikane mangkana Pan jumeneng Ratu AgungAbala para Narendra   Beliau sakti sebab titisan Batara wisnu. Waktu itu Sang Prabu menjadi raja agung, pasukannya raja-raja. Wusnya mangkana winarni Lami-lami apeputra Jalu apekik putrane Apanta sampun diwasa Ingadekan raja Pagedhongan tanahipun Langkung arja kang nagara Terkisahkan bahwa Sang Prabu punya putra lelaki yang tampan. Sesudah dewasa dijadikan raja di Pagedongan. Sangat raharja negaranya. Maksihe bapa anenggih Langkung suka ingkang rama Sang Prabu Jaya...

avatar
Aze
Gambar Entri
Benteng Willem II
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Benteng Willem II ( Benteng Oengaran ) adalah sebuah benteng peninggalan Belanda yang berada di Ungaran. Benteng Willem II Ungaran yang di buat oleh Belanda serta didirikan pada tahun 1786.[1] Benteng Willem II juga menjadi salah satu ikon Kota Ungaran Kabupaten Semarang. Benteng Willem II Ungaran. terletak di Tengah Kota Ungaran (terkenal dengan nama Benteng Ungaran/ Diponegoro) tepat pinggir jalan Semarang-Solo, di depan kantor DPRD kota Ungaran. Benteng ini juga memainkan peran dalam sejarah Indonesia, karena di benteng ini Diponegoro dipenjara sambil menunggu diasingkan ke Makassar. Sejarah benteng ini didirikan untuk memperingati pertemuan bersejarah antara Pakubuwono II dengan Gubernur Jendral Van Imhoff pada 11 Mei 1746, Ketika penguasa Kraton Mataram Paku Buwono II dipindahkan dari Kartosuro ke Surakarta (Solo). Ketika kraton baru dibangun Benteng "The Generosity " didirikan di depannya. Pada 11 Mei 1746 Gubernur Jenderal Baron van Imhoff Gustavus tiba di Ungaran...

avatar
Roro
Gambar Entri
Cerita Rakyat Sejarah Wonosobo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Sejarah singkat Wonosobo berdasarkan cerita rakyat, pada sekitar abad XVII tersebutlah tiga orang pengelana yang masing-masing bernama Kyai Kolodete, Kyai Karim dan Kyai Walik, mulai merintis suatu pemukiman di Wonosobo Selanjutnya Kyai Kolodete berada di dataran tinggi Dieng, Kyai Karim berada di daerah Kalibeber dan Kyai Walik berada di sekitar Kota Wonosobo sekarang ini. Sejak saat itu daerah di daerah ini mulai berkembang, tiga orang tokoh tersebut dianggap sebagai "cikal bakal" dari masyarakat Wonosobo yang dikenal sekarang ini. Makin lama daerah ini semakin berkembang, sehingga semakin ramai. Dikemudian hari dikenal beberapa nama tokoh penguasa daerah Wonosobo yang pusat pemerintahannya di Selomanik. Dikenal pula tokoh bernama Tumenggung Wiroduta di Pacekelan Kalilusi, yang selanjutnya dipindahkan ke Ledok atau Plobangan saat ini. Salah seorang cucu Kyai Karim juga disebut sebagai salah seorang penguasa di Wonosobo. Cucu Kyai Karim tersebut dikenal sebagai Ki Singo...

avatar
Roro
Gambar Entri
Asal usul Nama Purworejo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Mungkin banyak yang belum tau bahwa sebenarnya kota Purworejo dalam sejarahnya mengalami perjalanan yang sangat panjang sekali. Dahulu juga belum dikenal nama Purworejo dan nama Purworejo baru ada sejak tahun 1830. Nama Purworejo diusulkan oleh Raden Adipati Cokrojoyo, yang baru diangkat sebagai Adipati Brengkelan dan nama tersebut langsung disetujui oleh para pembesar negeri dan Komisaris Van Lawick Van Pabst. Pada saat itu Adipati Cokrojoyo kurang berkenan dengan nama Kadipaten Brengkelan. Sebab Brengkele mempunyai arti suka membantah dan tidak mau mengalah. Setelah memohon petunjuk kepada Allah SWT, kemudian terbersitlah sebuah nama yang bagus dan mempunyai arti yang baik serta mempunyai harapan atas masa depan yang gemilang. Nama yang beliau usulkan adalah Purworejo yang mempunyai arti awal dari kemakmuran yang akan dinikmati oleh para penduduknya. Pelantikan ini dilaksanakan pada hari Rabu Wage tanggal 17 Besar tahun Jimawal 1757 Jawa atau 1245 H yang bertepatan dengan tanggal...

avatar
Roro