Memang terdengar unik dan menarik, unggah-unggahan, sebuah tradisi menjelang datangnya bulan puasa di beberapa wilayah di Tegal. Unggah-unggahan berasal dari kata “unggah” yang berarti “menaikkan”. Maknanya sendiri adalah tradisi berbagi makanan ataupun kue kepada saudara atau tetangga yang lebih tua. Jadi, Unggah-unggahan di sini bukan kenaikan kelas ya Semakin kita punya saudara yang “sepuh” atau sesepuh desa, semakin banyak unggah-unggahan yang diterima oleh saudara/ tetangga sekitar. Tidak ada pakem khusus mengenai isi dari hantaran tersebut, tergantung kemampuannya. Ada yang berisi nasi beserta lauk lengkap seperti telur, bakmi, daging dan lain-lain, ada pula yang hanya sekedar kue atau jajanan pasar. Hampir semua daerah di Tegal memiliki tradisi ini yang dijaga secara turun temurun. karena tradisi ini mengajarkan kita akan arti pentingnya kebersamaan dan kekeluargaan. Selain tradisi Unggah-unggahan, ada juga tradisi z...
Mandoran, bukan kepala pengawas saat ada pengerjaan rumah lho. Mandoran di sini adalah salah satu tradisi yang mengiringi hajatan seperti khitnanan dan pernikahan. Namun apa sih sebenarnya Mandoran itu, kami juga sebenarnya baru mendengar tradisi tersebut setahun yang lalu. Karena memang tidak semua daerah mengenal istilah ini. Mandoran sendiri adalah salah satu tradisi “salam tempel” pada si-empunya hajat. Sejumlah uang dimasukan ke dalam amplop lalu diberikan secara langsung sembari bersalaman. Lalu dimana uniknya? Pada jaman dahulu, bagi yang memberi mandoran (pada anak kecil atau sepantaran), nanti akan diberi imbalan beberapa buah permen. Namun sekarang ini berubah menjadi beberapa makanan kecil yang dibungkus menarik dalam sebuah kantong plastik, layaknya sebuah bungkus jajanan ulang tahun. Jika tidak, terkadang diberi berkat. Nah hal inilah yang membuat anak-anak suka dengan tradisi ini. Karena dapet jajan! Ada tata krama sendiri seperti di daerah l...
Rabu Pungkasan atau Rabu Wekasan adalah rabu terakhir di bulan Safar (perhitungan Jawa). Tradisi Rabu Pungkasan di tiap daerah berbeda – beda, terutama di Tegal. Ada yang menyelenggarakan pengajian, pasar kaget, dan lain – lain. Namun selain ritual tersebut ada tradisi unik yang patut dilestarikan, yaitu berbagi makanan seperti Nasi Langgi, Ketupat, Mie dan lain-lain. Alasan tradisi ini patut dilestarikan adalah tradisi ini mengajarkan kita untuk saling berbagi dalam kesederhanaan. Selain itu juga untuk mempererat tali silaturahmi. Makanan yang dibagikan tidak terlalu mewah, sederhana dan sesuai dengan kemampuan. Selanjutnya, makanan dibagikan ke tetangga dekat rumah. Semakian banyak tetangga kita, maka semakin banyak pula kiriman makanan yang di dapat. Untuk kiriman makanan Nasi Langgi, nasi tersebut menggunakan wadah “ sudi “, yaitu kertas yang dibuat bundar seperti piring dengan permukaan yang dibuat cekung. Agar...
Jalabiya merupakan makan yang terbuat dari tepung ketan dan tepung beras dibaut dengan berbentuk bulat seperti kue cincin. Makanan ini masuk kedalam katagori cemilan yang bercita rasa manis. Berikut cara membuat : Bahan-Bahan : 600 gr tepung ketan 150 gr tepung beras 600 ml air 250 gr gula merah 100 gr gula pasir 1 butir kelapa agak muda, parut 1 sdt garam Minyak goreng, secukupnya Cara Membuat : Campurkan tepung beras, tepung ketan, garam, dan kelapa parut. Tambahkan air, aduk rata sampai adonan kalis. Ambil adonan satu sendok makan. Bentuk bulat dan bolongi tengahnya. Lakukan sampai adonan habis. Siapkan minyak panas. Goreng adonan yang sudah di bentuk hingga berarna kuning kecoklatan. Tiriskan. Masak gula merah, gula pasir, dan air. Aduk-aduk hingga mengental. Kemudian masukkan kue jalabiya yang sudah di tiriskan tadi. Aduk rata. Angkat, sajikan. Sumber : https://www.resepbu...
Tempe merupakan makanan khas indonesia yang kaya gizi dan protein, tempe dapat dimasak menjadi berbagai masakan salah satunya yaitu Empis-Empis Tempe Bongkrek yang berasal dari banyumas ini. cara membuat sayur ini tidaklah sulit, berikut resepnya. Bahan-Bahan : Tempe bongkrek 3 ons, potong-potong Petai 2 papan, kupas utuh Air bersih 1.5 liter Minyak sayur secukupnya Bumbu : Bawang merah 6 bh, cincang halus Bawang putih 5 bh, cincang halus Cabe hijau keriting 250 gr, potong memanjang Daun salam 2 lbr Lengkuas 2 ruas jari Kecap manis 5 sdm Garam halus secukupnya Cara Membuat : Cincang bawang putih dan bawang merah kemudian masakan dengan ditumis hingga beraroma wangi khas bawang. Lalu masukan ke dalam tumisan potongan cabe hijau disusul dengan petai, lengkuas, daun salam dan potongan tempe bongkrek. Aduk merata lalu ungkep selama beberapa saat. Kemudian campurkan masakan deng...
Makanan khas banyumas ini terbuat dari bahan utama ikan lembutan. ikan lembutan merupakan jenis ikan tawar yang berada di sungai. Makanan ini bisa anda dapatkan di warung makan yang berada di banyumas. Berikut resepnya Bahan-Bahan : 50 gram ikan lembutan segar 2 ons kacang tanah goreng 1 ruas jari lengkuas, digeprek 1 serai, diikat 2 daun salam 2 daun jeruk purut Garam Secukupnya Minyak goreng secukupnya Bumbu dihakuskan : 7 butir bawang putih 6 buah bawang merah 2 cabai merah besar 8 buah cabai rawit Cara Mmebuat : Yang pertama dilakukan adalah mencuci ikan lembutan hingga bersih Setelah itu panaskan minyak goreng lalu ikan digoreng hingga kering, angkat dan tiriskan. Setelah itu, tumis bahan bumbu halus, Anda bisa menambahkan lagi cabe rawitnya sesuai selera, aduk-aduk kemudian tambahkan daun salam, lalu daun jeruk kemudian serai. Selanjutnya masukan kacang tanah g...
Rebo Wekasan atau bisa juga disebut Rebo Pungkasan merupakan salah satu tradisi masyarakat yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar kalender lunar versi Jawa dengan tujuan untuk 'talak bala' (menolak bencana). Kegiatan yang dilakukan berkisar pada berdoa, Shalat Sunnah, bersedekah. Selain itu ada juga kegiatan mencukur beberapa helai rambut dan membuat bubur merah dan putih yang kemudian dibagikan kepada tetangga. Di Kabupaten Tegal tradisi Rebo Wekasan dilaksanakan di dua tempat, yaitu Kecamatan Suradadi dan Kecamatan Lebaksiu. Meskipun pada dasarnya mempunyai tujuan sama, tetapi ritual kegiatan yang dilaksanakan berbeda. Haul Desa Suradadi Saat Rebo Wekasan Di Desa Suradadi, yang terletak di jalur antara Tegal dan Pemalang sekitar 17 kilometer timur Kota Tegal, tradisi Rebo Wekasan dilaksanakan dengan cara menyelenggarakan Haul sebagai momentum mengenang kembali para ulama yang telah berjasa menyebarkan Islam di daerah tersebut. Hau...
Di Boyolali terdapat makanan khas yaitu Soto Seger
Perayaan yang dilakukan setiap bulan Maulud untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dan khusus pada tanggal 12 Maulud, akan diadakan beberapa rangkaian acara yang disebut Grebeg Maulud. Rangkaian Grebeg Maulud meliputi: Tabuhan Gamelan Pusaka Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari: Sebuah pembukaan dari Pembuka Maleman Sekaten. Berupa penabuhan dua buah gamelan yang dibawa dari keraton ke Masjid Agung Solo pada tanggal 5 maulud. Kedua gamelan tersebut terus ditabuh hingga menjelang pelaksanaan Grebeg Gunungan Sekaten, 7 hari kemudian. Jamasan Meriam Pusaka Kyai Setomi: Proses membersihkan meriam pusaka yang terletak di Bangsal Witono, disebelah utara Keraton Kesunanan Surakarta. Dilakukan 2 hari sebelum Grebeng Gunungan Sekaten Pengembalian Gamelan Pusaka ke dalam Keraton: Sebelum pemberian sedekah Raja, para abdi membawa gamelan kembali ke dalam keraton. Gamelan Kyai Guntur Madu langsung dimasukkan ke dalam ruang pusaka, sedangkan milik Kyai Guntur Sari diletakkan di depan...