Hantu suluah adalah hantu yang tinggal atau bersemayam di perbukitan atau di rumpun-rumpun bambu. Hantu suluah ini berwujud seperti api dan biasanya jumlahnya banyak, dan muncul sesaat setelah adzan maghrib berkumandang. Hantu ini dikabarkan merupakan perwujudan dari santet yang dikirim oleh dukun-dukun yang punya niat jahat kepada orang lain dan katanya, api-api melayang ini akan hilang jika ada orang yang melihatnya. Sumber: https://www.infosumbar.net/berita/berita-sumbar/4-nama-hantu-di-minangkabau/
Tarian tradisional dari Sumatera Barat yang dilakukan sebagai ungkapan kasih sayang kepada seorang kekasih. Payung dalam tari payung menjad lambang perlindungan terhadap kekasihnya. Tari payung sering dilakukan secara berpasang-pasangan karena unsurnya yang romantis. Alat lain selain payung adalah selendang yang dapat dipakai wanita, sedangkan payung dipakai pria. Tari payung pada umumnya dibawakan dengan musik dinamis untuk memeriahkan acara seperti pesta, pameran, dan lain sebagainya. Tari payung mempunyai pola irama 1-2-3-4. Pola tersebut dijadikan dasar dari gerakan tarian. Gerakan tari payung pada umumnya terbagi atas 4 tahap: Gerakan 1 1. Tangan kanan memegang payung dan tangan kiri di pinggang, 2. Payung diayun ke kiri pada hitungan ganjil, 3. Payung diayun ke kanan pada hitungan genap, 4. Kaki melangkah maju hitungan 1 sampai 4, 5. Kaki melangkah mundur hitungan 5 sampai 8. Gerakan 2 1. Tangan kiri memegang payung dan tangan kanan di pinggang 2. Payun...
Tari ini terkenal akan keindahan dan ketegasan dalam gerakannya. Pada umumnya tari rancak dilakukan oleh perempuan Minang menggunakan pakain berwarna cerah. Tujuan tari rancak adalah untuk menunjukkan selain dirinya yang tegas, bahwa dirinya juga anggun. Gerakan tari rancak akan menimbulkan bunyi yang membuat suasana menjadi rancak, yang berarti bagus / elok. Tari rancak berasal dari dua macam tarian yaitu tarian rancak kudo dari pesisir selatan dan rancak kudo ciptaan Gusmati Sud. Perbedaannya adalah Gusmati Sud menciptakan beberapa filosofi untuk tariannya: 1. Tagak-tagak berarti berdiri tegak, memberi arti untuk merenungkan setiap tindakan sebelum dilakukan 2. Ukua Jo Jangko berarti untuk mengukur segala sesuatunya 3. Pandang Kutiko berarti mempunyai sudut pandang yang bijak dan tidak langsung menyimpulkan 4. Garak Garik berarti sadar penuh dan waspada akan setiap tindakan yang dilakukan 5. Raso Pareso berarti menyatukan pikiran dan hati nurani. Sumber: ht...
ermasuk alat musik tiup. Alat musik tradisional minangkabau ini terbuang dari ‘talang’ yang merupakan sejenis bambu tapi lebih tipis. Talang dengan ukuran yang lebih besar juga digunakan sebagai wadah untuk memasak makanan khas minangkabau yaitu Lamang. Alat musik tradsiional minangkabau yang satu ini memiliki panjang 40-60 sentimeter dengan 4 buah lubang dengan diameter masing-masing lubang 3-4 sentimeter. Untuk memainkan Saluang tidaklah mudah, dibutuhkan teknik khusus yang dinamakan dengan ‘manyisiahan angok’ (menyisakan nafas). Dengan teknik ini pemain saluang bisa meniup saluang dari awal sampai akhir lagu tanpa nafas yang terputus. Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/suku-minangkabau-sejarah-kebudayaan-adat-istiadat-dan-sistem-kepercayaan-beserta-bahasanya-lengkap-2/
Koto Malintang, di dekat Danau Maninjau, Kabupaten Agam merupakan salah satu nagari penghasil durian di Sumatera Barat. Durian dari nagari ini dibawa ke Bukittinggi, Padang, dan kota-kota lain di Indonesia. Di Bukittinggi, durian dari Koto Malintang dapat ditemukan di Pasar Banto. Semua durian dari nagari di Sumatera Barat yang dijual di Bukittinggi dapat ditemukan di sana. Ada salah satu tradisi warga nagari Koto Malingtang, yaitu tradisi Malongge. Warga yang tidak mempunyai kebun durian dapat mengambil durian jatuh pada waktu yang telah ditentukan. Sebelum mengambil durian, mereka harus mendengarkan aturan yang ditetapkan ninik mamak atau orang yang dituakan sebelum mengambil durian tersebut. Mereka dapat mengambil durian jatuh dari kebun mana saja untuk dimakan bersama keluarga (jika berlebih dapat dijual) antara pukul 4:00-6:00 WIB. Tidak boleh memetik durian (memetik durian yang belum matang sempurna). Jika waktu sudah menunjukkan pukul 6:00 WIB, warga harus segera menghent...
Langkitang merupakan salah satu jenis siput yang hidup di danau, sungai, hingga muara. Cangkangnya berwarna hitam dengan bentuk memanjang (lazimnya seukuran kelingking). Langkitang tersebut lantas diolah menjadi kudapan lezat yang cara mengonsumsinya adalah melalui dicucuik (atau disedot dengan mulut dalam bahasa Indonesia) pada ujung cangkangnya yang sudah dipotong. Oleh sebab itu, olahan yang satu ini kerap dikenal sebagai Langkitang cucuik . Nah, kudapan khas dari Sumatera Barat ini pas banget bagi kamu penggemar citarasa asin namun pedas. bahan-bahan berikut ini untuk mengolah Langkitang cucuik , nih. 1 baskom langkitang 3 gelas santan 4 sendok makan cabe giling garam secukupnya Sedangkan untuk bumbu-bumbu halusnya yaitu: 1 ruas kunyit 1 ruas langkuas 1 ruas jahe 5 siung bawang merah 1 siung bawang putih 5 buah cabe merah...
500 gr udang 20 bh jengkol muda,kupas kulit ari nya 200 ml santan kental 300 ml air 3 sdm cabe giling merah 1 ruas lengkuas geprek 1 btg serai geprek 3 lbr daun jeruk 1 lbr daun kunyit 2 lbr daun salam secukupnya Garam dan gula Bumbu halus: 3 bh bawang putih 4 bh bawang merah 1 sdm ketumbar 1 sdt merica bubuk...
Sambal Balado Biji Nangka Bahan : 250 gr biji nangka 50 gr ikan teri 15 buah cabe merah 9 buah cabe rawit warna merah. 8 siung bawang merah 2 siung bawang putih. 2 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya. 2 buah tomat merah ukuran sedang, potong-potong. Garam secukupnya , Gula pasir, secukupnya Minyak goreng untuk menumis Cara Membuat : 1. Bersihkan biji nangka dari kulit arinya, belah 2 kemudian digoreng dengan minyak panas dan api sedang goreng sampai empuk ( 8-10 menit) angkat tiriskan 2. Goreng ikan teri sisihkan 3. Haluskan cabe, bawang merah, bawang putih, tomat tumis sampai harum, masukkan daun jeruk, garam dan gula pasir. 4. Masukan biji nangka yang sudah digoreng dan ikan teri aduk sampai semua tercampur rata, angkat . https://nccpanganlokal.wordpress.com/2015/02/09/sambal-balado-biji-nangka-oleh-ita-ismail/
Bahan-bahan 4 Bks nangka muda yang sudah di potong (sesuai selera) 19 butir jengkol tua (rebus lalu geprek sesuai selera) 15 cabai merah keriting 10 butir bawang merah 5 siung bawang putih 3 butir kemiri 1/2 sdm ketumbar 2 batang serai 1/2 keping gula merah (sisir) 1/2 jempol kunyit 1/2 jempol jahe 3 lembar daun salam 3 lembar daun jeruk 1 Bks Royc...