Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sumatera Barat Padang
Langkitang Cucuik
- 30 November 2018

Langkitang merupakan salah satu jenis siput yang hidup di danau, sungai, hingga muara. Cangkangnya berwarna hitam dengan bentuk memanjang (lazimnya seukuran kelingking).

 

Langkitang tersebut lantas diolah menjadi kudapan lezat yang cara mengonsumsinya adalah melalui dicucuik (atau disedot dengan mulut dalam bahasa Indonesia) pada ujung cangkangnya yang sudah dipotong. Oleh sebab itu, olahan yang satu ini kerap dikenal sebagai Langkitang cucuik.

Nah, kudapan khas dari Sumatera Barat ini pas banget bagi kamu penggemar citarasa asin namun pedas.

bahan-bahan berikut ini untuk mengolah Langkitang cucuik, nih.

  • 1 baskom langkitang
  • 3 gelas santan
  • 4 sendok makan cabe giling
  • garam secukupnya
 

Sedangkan untuk bumbu-bumbu halusnya yaitu:

  • 1 ruas kunyit
  • 1 ruas langkuas
  • 1 ruas jahe
  • 5 siung bawang merah
  • 1 siung bawang putih
  • 5 buah cabe merah
  • 2 butir kemiri
  • Daun salam dan daun kunyit secukupnya

 

Nah, setelah bahan-bahannya tersedia, kini saatnya untuk mengolahnya menjadi kudapan Langkitang cucuik yang lezat, deh. Yuk, simak cara pembuatannya berikut ini!

  1. Jika langkitang tersebut baru diambil, maka sebaiknya rendam terlebih dahulu selama dua hari untuk menghilangkan pasir yang mungkin masih melekat di dalam cangkangnya.
  2. Kemudian, potong bagian ujung cangkangnya (bagian yang berbentuk meruncing) dan bersihkan atau cuci beberapa kali.
  3. Selanjutnya, rebuslah langkitang lalu tiriskan.
  4. Sementara langkitang direbus, tumis semua bumbu-bumbu halus dan masukkan ke dalam santan yang tengah dipanaskan sebagai gulai untuk langkitang.
  5. Setelah gulai tersebut mendidih, masukkanlah langkitang yang sudah ditiriskan tadi
  6. Tunggu hingga gulai langkitang tersebut matang.
  7. Jika isi langkitang sudah bisa disedot, maka masakan sudah bisa disajikan.

 

Nah, langkitang cucuik ini lazimnya tersedia dalam baskom besar. Ketika ada yang hendak membeli, langkitang tersebut akan ditakar dengan gelas lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik (kadang juga disajikan dalam piring). Pembeli sudah dapat menikmati sedapnya Langkitang cucuik dengan hanya merogoh kocek sebesar Rp 5.000.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker