Mari kita melipir sedikit ke daerah Batu, sebuah kedai kecil yakni Pos Ketan Legenda yang berlokasi di sekitar Alun-alun Batu. Kedai yang sudah berdiri puluhan tahun ini selalu ramai dan jarang sepi pengunjung, terutama menjelang malam hari. Menu utamanya? Ketan dengan aneka topping: durian, meses, keju, nangka, pisang, susu, gula merah, dan banyak lagi! Sumber : https://indonesia.tripcanvas.co/id/malang/kuliner-khas-legendaris-murah/
Ramuan bumbu kuah rempah khas dari Rawon Nguling tentu tidak akan membuat Anda kecewa sepulang dari Malang. Hampir setiap hari warung yang masih berada dekat jantung kota ini selalu ramai pengunjung demi semangkuk rawon. Oh iya, ada dua varian rawon yang bisa Anda pesan, yaitu Rawon Dhengkul dan Rawon Biasa . Sumber : https://indonesia.tripcanvas.co/id/malang/kuliner-khas-legendaris-murah/
Satu lagi sajian kuliner khas Banyuwangi yang sering dijadikan hidangan saat hari raya maupun acara hajatan masyarakat Banyuwangi. Jongkong ijo merupakan makanan yang sederhana karena cara membuat dan menyajikannya pun cukup mudah. Makanan yang mempunyai nama unik ini juga rasanya lezat, patut untuk dicoba. Sumber : https://www.google.com/amp/tempatwisataindonesia.id/amp/makanan-khas-banyuwangi/
Inilah 10 Jawaban Mengapa Kita Wajib Jalan-jalan Taking a trip, jalan-jalan atau istilah serupa lainnya, sepertinya merupakan ritual rutin bagi setiap orang di dunia. Pada umumnya orang-arang akan merencanakan waktu untuk berwisata saat hari libur. Beruntungnya kalau seseorang itu adalah seorang wiraswasta. Mereka tidak perlu memanfaatkan hari libur kerja kalau ingin menghabiskan waktu untuk berlibur. Saat mereka ingin jalan-jalan bisa langsung eksekusi. Baca juga: Kata-kata cinta untuk pasangan saat jalan-jalan Tetapi, bagaimana dengan kehidupan mereka yang telah menalani sebagai pekerja, dimana hari dan jam kerjanya telah ditentukan dan sangat menyita kerja fisik. Ngobrol soal berwisata, sebetulnya seberapa penting sih dari satu aktifitas berwisata ini? Nah inilah 10 jawaban kenapa kita itu harus menyempatkan diri untuk berlibur. Pertama, agar tubuh bisa rileks kembali. Percaya atau tidak berlibur memberikan efek rileks pada tubuh. Kondisi te...
FESTIVAL DAMAR KURUNG Masyarakat Gresik punya cara tersendiri dalam memperkenalkan budayanya. Salah satunya adalah sebuah penyambutan akan datangnya lailatul Qodar, dengan melakukan pagelaran festival ‘Damar Kurung’. Dimana festival ini diadakan setiap tahunnya pada pertengahan bulan suci Ramadan. Deretan lentera pun dipajang bergelantungan menghiasi sepanjang anak tangga menuju bukit Giri Kedaton. Bila dilihat lebih dekat, lentera berbentuk kubus tersebut terdapat berbagai lukisan dan ornamen yang menceritakan tentang sejarah dan kehidupan sehari-hari Kota Gresik. Adanya festival ini dilakukan setiap tahunnya bukan tanpa sebab. Berdasarkan penelitian dari Jacob Sumardjo, Primadi Tabrani dan Ika Ismurdyahwati, ketiganya adalah dosen seni rupa Institut Teknologi Bandung (ITB), damar kurung ternyata masih berkaitan erat dengan tradisi peninggalan kerajaan Hindu-Budha. Masih menurut penelitian mereka, damar kurung merupakan salah satu me...
FESTIVAL TAHUNAN PASAR BANDENG Kabupaten Gresik setiap tahunnya memiliki tradisi khas yang selalu dilestarikan oleh penduduk Gresik. Yaitu tradisi yang tidak sekedar hanya melestarikan tradisi tetapi juga berdampak pada kemajuan perekonomian kabupaten gresik, tradisi itu yaitu Tradisi Pasar Bandeng yang selalu ramai diadakan di kota Gresik. Tradisi ini merupakan tradisi yang dilakukan untuk menyambut hari raya idul fitri dan dilakukan pada dua malam terakhir sebelum malam takbiran atau pada malam ke 29 atau di gresik sebagai malam “songolikur” dengan tujuan untuk menyambut malam takbiran atau untuk memeriahkan hari kemenangan agama islam (hari raya idul fitri). Pasar bandeng Gresik ini merupakan tradisi turun temurun dan merupakan warisan yang dipelopori oleh Walisongo yang sampai sekarang masih dilakukan dan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Tradisi pasar bandeng kota Gresik ini pertama kalinya dilakukan oleh Sunan Giri yang bertujuan untuk mengg...
Upacara Methik Pari merupakan tradisi yang berkembang di desa Jeruk kecamatan Bandar kabupaten Pacitan. Methik Pari berarti memetik padi, sangat erat dengan karakter agraris di daerah Bandar. Upacara ini merupakan ungkapan rasa syukur para petani akan panen padi yang telah diperoleh, sekaligus sebagai penghormatan kepada Dewi Sri dan Joko Sadono. Upacara adat Methik Pari mulai berkembang saat masa penjajahan Belanda. Masyarakat Bandar mulai mengenal padi sebagai tanaman penghasil bahan makanan pokok. Upacara ini dilakukan sehari sebelum panen padi dilaksanakan. Tarian biasanya dilakukan di malam hari dengan puncak acara menampilkan tarian khas yang juga berkisah tentang aktivitas memetik padi.
WAYANG BEBER Wayang Beber adalah seni wayang yang muncul dan berkembang di Jawa pada masa pra Islam dan masih berkembang di daerah Pacitan, Jawa Timur . Dinamakan wayang beber karena berupa lembaran lembaran (beberan) yang dibentuk menjadi tokoh tokoh dalam cerita wayang baik Mahabharata maupun Ramayana . Wayang beber ini memang pada awalnya digunakan para Wali untuk melakukan dakwah Islamnya, dan konon oleh para Wali di antaranya adalah Sunan Kalijaga wayang beber ini dimodifikasi bentuk menjadi wayang kulit dengan bentuk bentuk yang bersifat ornamentik yang dikenal sekarang, karena ajaran Islam mengharamkan bentuk gambar makhluk hidup seperti manusia, hewan maupun patung serta diberi tokoh tokoh tambahan yang tidak ada pada wayang babon (wayang dengan tokoh asli India) diantaranya adalah Semar dan anak-anaknya serta Pusaka Hyang Kalimasada. Perlu diketahui juga bahwa Wayang Beber pertama dan masih asli sampai sekarang masih bisa dilihat. Wayang Beber ya...
Ceprotan Upacara Ceprotan, adalah upacara ritual khas masyarakat Pacitan, khususnya masyarakat Desa Sekar Kecamatan Donorojo yang selalu dilaksanakan tiap tahun pada bulan Dzulqaidah (Longkang), pada hari Senin Kliwon. Acara ini diselenggarakan untuk mengenang pendiri desa Sekar yaitu Dewi Sekartaji dan Panji Asmorobangun melalui kegiatan bersih desa. Upacara ini diyakini dapat menjauhkan desa dari bencana dan memperlancar kegiatan pertanian. Rangkaian seremoni sakral Ceprotan, dimulai dari pengumpulan ayam dari beberapa warga. Upacara dipimpin oleh kepala desa dan melibatkan kepala dusun. Puncak acara Ceprotan berlangsung pada sore hari dimana matahari mulai terbenam, diawali dengan tarian surup atau "Terbenamnya Matahari" kemudian juru kunci membacakan doa, serta lurah desa merepresentasikan diri sebagai perwujudan Ki Godeg, sedangkan Istrinya sebagai Dewi Sekartaji. #DaftarSB19 http://www.eastjava.com/tourism/pacitan/ina/ceprotan.html