masyarakat adat
1.447 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tradisi Muludan di Kota Cirebon
Ritual Ritual
Jawa Barat

Setiap tanggal 12 Rabiul Awal kita memperingati Maulid Nabi. Di Kota Cirebon, Maulid Nabi sendiri lebih  populer dengan sebutan Muludan. Peringatan Muludan di Kota Cirebon terpusat di beberapa tempat di antaranya Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Di kedua keraton tersebut pada bulan maulid banyak sekali dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah, yang tentunya juga menarik para pedagang untuk berdagang di sekitar keraton tersebut. Sehingga selama ini atmosfer tradisi Muludan lebih identik dengan suasana pasar tahunan. Tradisi yang sudah berlangsung ratusan tahun silam ini agaknya terlanjur memiliki daya tarik ekonomi yang lebih kuat dibanding daya tarik religiusnya. Sehingga makna Muludan seakan telah mengalami pergeseran dari ritus keagamaan menjadi sekadar pasar tahunan yang dikemas dalam tradisi budaya. Ibarat pepatah ada gula ada semut, di mana masyarakat berkumpul maka daya tarik ekonomi akan berkembang pula di sana. Di wilayah Cirebon sendiri sebenarnya keramaia...

avatar
OSKM18_16518265_Atika Salsabila
Gambar Entri
Tradisi Kubur Ari-Ari Kota Depok,Jawa Barat
Ritual Ritual
Jawa Barat

KUBUR ARI-ARI Ari-ari atau biasa dikenal plasenta merupakan bagian penting bagi janin yang sedang dikandung oleh seorang Ibu.Ari-ari ini berfungsi sebagai penyalur makanan dari induk/ibu.Namun, setelah kelahiran janin tersebut, ari-ari ini tidak memiliki fungsi sama sekali. Namun di beberapa Kota terdapat beberapa ritual mengenai hal tersebut,salah satunya Kota Depok yang masih terdapat ritual/tradisi menguburkan ari-ari bayi yang baru lahir.Dipercaya bagi sebagian masyarakat Depok bahwa ritual ini dapat berpengaruh terhadap masa depan bayi tersebut dll.Nama dari ritual tersebut adalah Kubur ari-ari. Kubur Ari – Ari adalah upacara tradisional dimana setelah seorang anak dilahirkan oleh ibunya lewat persalinan, maka placenta atau ari – ari dari si bayi akan dikuburkan.Ari-ari dari bayi yang baru lahir akan dibungkus dengan kain putih lalu dikuburkan diikuti dengan menggunakan pelita atau lampu.Lokasi yang sering digunakan dalam ritual ini berada disekitar...

avatar
OSKM18_16418259_Fadhil Farras
Gambar Entri
Sasapian
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Kesenian Sasapian itu adalah kesenian yang berasal dari  Kabupaten Bandung Barat. Keseninan ini telah ada dari taun 1930 an dan telah dimainkan di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Dulu sasapian itu berkaitan dengan pertanian, dan orang Cihideung selain membudidayakn tanaman hias, banyak pula yang bertani. Sapi di Cihideung menjadi lambing kesejahteraan masyarakat, akan tetapi tidak disucikan. Pertunjukan kesenian sasapian diperagakan oleh sejumlah penari yang diiringi oleh musik tradisional Sunda, yang menggunakan instrument seperti kendang, terompet, dan lainnya. Seorang penari masuk ke dalam sapi bohongan seperti halnya pada kesenian barongsai, lalu beberapa penari lainnya menari seolah mereka sedang memburu sapi tersebut. Sebelum tarian tersebut dimainkan, sapi bohongan yang terbuat dari bamboo berbalut kain tersebut diberi sesaji oleh seorang pemimpin upacara, nah ritual ini berlangsung agak mistis sebab penari di balik sapi bohongan te...

avatar
OSKM18_16718163_Ikhwan
Gambar Entri
Adat Pernikahan Betawi
Ritual Ritual
Jawa Barat

asdfghjkl

avatar
OSKM_19918138_Josephine Emmanuel
Gambar Entri
Ganti Walit
Ritual Ritual
Jawa Barat

Ganti Walit adalah upacara adat di makam kramat Trusmi Cirebon. Upacara yang dilaksanakan setiap tahun di Makam Kramat Trusmi ini bertujuan untuk mengganti atap makam keluarga Ki Buyut Trusmi yang menggunakan Welit (anyaman daun kelapa). Upacara ini dilakukan oleh masyarakat Trusmi Cirebon. Biasanya dilaksanakan setiap tanggal 25 bulan Maulud. Pada Waktu Mbah kuwu Cirebon yang bernama Pangeran Cakrabuana hijrah dari Cirebon ke sebuah Daerah yang sekarang disebut Trusmi, mbah Kuwu Cirebon berganti pakaian memakai baju kyai yang tugasnya menyebarkan ajaran agama Islam. Hingga sekarang ia dikenal dengan nama Mbah Buyut Trusmi.   Mbah Buyut Trusmi adalah putra dari Raja Pajajaran Prabu Siliwangi yang datang ke Trusmi disamping menyebarkan agama Islam juga untuk memperbaiki lingkungan kehidupan masyarakat dengan mengajarkan cara-cara bercocok tanam. Pangeran Manggarajati ( BUNG CIKAL ) putra pertama Pangeran Carbon Girang, yang di tinggal mati ayahnya ketika Bung...

avatar
OSKM18_16518265_Atika Salsabila
Gambar Entri
Tradisi Gentong Haji
Ritual Ritual
Jawa Barat

Tradisi menyiapkan gentong di halaman rumah ini jamak dilakukan masyarakat Kota Cirebon, Jawa Barat, salah satunya adalah Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Lazim disebut tradisi gentong haji  oleh masyarakat sekitar. Adanya gentong haji di depan rumah ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa salah satu keluarga sedang berangkat haji. Tradisi seperti ini sudah dijalankan turun-temurun dan setiap tahun bila ada yang berangkat haji. Tujuan dari tradisi ini tak lain adalah untuk bersedekah. Selain menyiapkan gentong tersebut, pihak keluarga juga menggelar pengajian dengan tujuan agar anggota keluarga yang beribadah di tanah suci mendapatkan kelancaran. Gentong berisi air minum tujuannya untuk menjadi pelepas dahaga bagi siapa pun yang melintas di depan rumah. Ada juga warga yang menggunakan air dalam gentong tersebut untuk membasuh wajah sambil melepas lelah. Gentong digunakan selama masa ibadah haji. Lalu, saat jamaah haji pulang, gentong...

avatar
OSKM18_16518265_Atika Salsabila
Gambar Entri
Budaya Pamali
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Budaya Pamali sudah tidak asing di telinga masyarakat Bandung. Mungkin tidak banyak orang mengerti apa maksud dari kata "Pamali" sendiri. Setelah melakukan wawancara pada masyarakat sekitar yang rata-rata berumur 30-50 tahun, ternyata kata Pamali sendiri tidak memiliki deskripsi yang tetap. Beberapa orang menyebutkan Pamali merupakan suatu tindakan yang tidak baik untuk dilakukan. "Pamali itu artinya sebuah larangan menurut orang tua jaman dulu ga boleh ngelakuin yang ga boleh dilakuin karena kalo dilakuin nanti ada resikonya." Ada juga yang menyebutkan Pamali merupakan suatu hal yang tabu untuk dilakukan. Anak-anak yang terlahir di tanah Sunda sudah terbiasa untuk ditegur oleh orang tua jika melakukan suatu hal yang mereka anggap "Pamali". Contoh kecilnya, kita tidak diperbolehkan duduk di depan pintu. Orang tua menyebutkan jika kita duduk di depan pintu, maka kita akan sulit mendapatkan jodoh. Masih banyak hal lain yang idsebut sebagai "Pamali" seperti, tidak menghabiskan...

avatar
OSKM2018_19718193_Giofella Adesta
Gambar Entri
Munggahan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Munggahan adalah salah satu kebudayaan masyarakat, khususnya masyarakat sunda. Berbeda dengan ngabuburit yang dilakukan pada saat bulan ramadhan, munggahan dilakukan pada saat sebelum bulan ramadhan dalam rangka penyambutan. Munggahan umumnya dilakukan antara tanggal 27 sampai 29 bulan sya'ban (tahun hijriah). Munggahan dilakukan dengan cara berkumpul pada salah satu rumah kerabat sambil makan bersama dan berbincang-bincang. Biasanya acara munggahan dilanjutkan dengan kegiatan nyekar/ziarah kubur ke makan saudara maupun sesepuh yang sudah meninggal. Sekarang munggahan tidak hanya dilakukan oleh masyarakat sunda, tetapi masyarakat lain juga yang tak jarang menjadikan munggahan sebagai salah satu acara wajib tahunan.   #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16718220_Tiara Devi Santika
Gambar Entri
Asal Usul Desa Leuweung Gajah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Leuweung gajah adalah sebuah desa yang berada di Cirebon Timur, Berdekatan dengan desa Jatiseeng dan Jatiseeng Kidul. Berikut adalah cerita asal usul desa tersebut berdasar pengetahuan masyarakat. Pangeran Walangsungsang putra Prabu Siliwangi adalah Sultan Cirebon yang dikenal dengan sebutan Ki Kuwu Cirebon atau Pangeran Cakrabuana. Pada suatu waktu beliau bermaksud melakukan tapa sambil menyiarkan dakwah ke wilayah timur. Tampuk kesultanan untuk sementara diserahkan kepada keponakannya Syekh Syarif Hidayatullah. Pangeran Walangsungsang dalam menyiarkan agama Islam kepada masyarakat Jawa senantiasa dibarengi dengan melakukan tapa (tirakat) di beberapa tempat, sehingga orang menyebutnya Ki Gede Pertapa. Dalam salah satu perjalanan tapanya beliau mengajak putrinya Nyi Mas Cici beserta empat orang abdi dalemnya yang bernama Pangeran Danalampah, Pangeran Tenjosari, Nyi Mas Gandasari dan Nyi Mas Bodaya Kembang. Sampailah Ki Gede Pertapa beserta para abdinya disebuah hutan belantara y...

avatar
Oskm18_16518079_mohamadimam