Tak hanya kekayaan alam yang berlimpah, namun Indonesia juga dihiasi oleh keberagaman budaya yang unik. Begitu juga dengan budaya 'sungkeman'. Meminta maaf dengan cara bersalaman mungkin sudah terlihat biasa dilakukan oleh siapapun. Namun, sungkeman sudah menjadi tradisi turun temurun khususnya oleh masyarakat suku Jawa. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sungkem memiliki arti sujud (tanda bakti dan hormat). Seperti pengertiannya, sungkeman yaitu salah satu bentuk permintaan maaf yang mendalam dengan cara bersujud atau bersimpuh terhadap orang yang lebih tua atau dihormati. Banyak nilai-nilai luhur dalam tradisi yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu ini. Apa sajakah itu? Dilansir dari keluarga.com yang dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi sungkeman. a. Ritual penyadaran diri Lewat sungkeman, setiap orang diwajibkan untuk memperlakukan orangtuanya deng...
Apakah pernah bermain permainan ini? Permainan yang sudah ada sejak tahun 2000-an ini sangat digemari anak-anak di zamannya, bukan tanpa alasan permainan ini memiliki keunikan tersendiri dan bisa dimainkan oleh banyak orang. Ya, permainan ini adalah Do nal Bebek , yang diduga berasal Jawa. Nama Donal Bebek sendiri sampai saat ini masih belum jelas bagaimana mendapatkannya. Cara untuk memainkan permainan ini pun mudah yaitu: Pemain dengan minimal 2 pemain, membuat lingkaran kecil dan bergandengan tangan dengan pemain sebelahnya. Lalu, nyanyian dimulai dengan “ Donal Bebek. Maju 1 langkah. Mundur 3 langkah. 1 2 3… ”. Dengan langkah kaki mengikuti lirik tersebut. Setelah itu, para pemain bermain hompimpa dengan nyanyiannya. Pemain yang menang akan mendapatkan satu kali kesempatan untuk menginjak kaki pemain yang ada disebelahnya tanpa aba-aba dengan menginjak ke samping kanan atau kiri. Kemudian pema...
Pernahkah kalian menonton film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck? Film yang sempat hits di tahun 2013 ini diangkat dari kisah nyata. Kapal mewah yang dibuat di galangan kapal Feijenoord, Rotterdam, Belanda pada tahun 1921 merupakan kapal uap milik perusahaan Koninklijke Paketvaart Maatschappij, Amsterdam yang merupakan cikal bakal Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) saat ini. Kapal Van Der Wijck mendapat julukan “De Meeuw” atau “The Seagull” karena figur kapal ini sangat anggun dan tenang. Dalam perjalan terakhir sebelum tenggelam, Kapal Van Der Wijck melayari rute Bali – Semarang. Setelah bertolak dari Surabaya menuju Semarang, insiden itu pun terjadi di perairan Brondong, Lamongan. Kapal dengan berat tonase 2.596 ton, lebar kapal 13,5 meter mengangkut 187 pribumi dan 39 warga Eropa, dengan awak kapal seorang kapten, 11 perwira, seorang telegrafis, seorang steward, 5 pembantu kapal dan 80 ABK. Pada peristiwa Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, 4 or...
Musik Patrol sebagai Tradisi Pengantar Sahur Musik patrol telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Jember, Jawa Timur, terutama saat bulan Puasa. Selain menghibur dan membangunkan warga untuk makan sahur, musik yang biasanya dimainkan 10 orang pemain ini sekaligus bertujuan untuk mengamankan kampung di malam hari. Tak heran, anggota kelompok musik jenis patrol selalu menyelipkan senjata di pinggang. Lazimnya kesenian rakyat, musik ini hanya mengandalkan harmonisasi dan apresiasi dadakan para pemain. Konon katanya, pada jaman dahulu belum ada alat pengeras suara yang mampu menjangkau seluruh kampung untuk membangunkan warga ketika sahur. Maka warga pun berinisiatif membuat 'keributan' yang lantang dan bisa membangunkan seluruh warga kampung. Dari situlah tercipta musik patrol. Istilah patrol sendiri mengacu pada makna kata patroli atau berjaga-jaga. Kesenian patrol adalah jenis musik rakyat yang bersifat ritmis, tanpa peralatan diatonik....
Tari Orek-Orek merupakan salah satu tari tradisional Indonesia yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur. Tarian ini biasanya dilakukan ketika diadakan perhelatan atau acara Pemerintah Daerah. Tari Orek-Orek berisi gerakan-gerakan dinamis yang dilakukan oleh sepasang pemuda-pemudi berjumlah empat sampai sepuluh orang. Tari Orek-orek biasa dilakukan dengan diiringi tabuhan gamelan laras slendro yang cara memukulnya salah satunya adalah dikorek. Paduan suara dari bonang barung, saron penerus, kendang, kempul, gong, keprak/kecrek, serta drumb menghasilkan harmoni yang selaras dengan tarian ini. Menurut beberapa sumber, Tari Orek-Orek menggambarkan sukacita masyarakat setelah lelah bekerja. Di zaman kolonial, rakyat Ngawi dipaksa melakukan kerja rodi dengan membangun jembatan dari Anyer sampai Panarukan. Selain itu, para pemuda dari daerah lain juga ikut andil dalam pekerjaan ini di Ngawi. Selepas bekerja, diadakanlah pertunjukan semacam ludruk dan ketoprak. Saat itu masyarakat d...
Indonesia adalah negara besar dengan kebudayaan yang begitu banyak. Itulah sebabnya Indonesia terkenal dengan cultural diversity-nya. Baik itu dalam pakaian, ritual, ornamen, lagu, dan tak lupa makanan. Masakan tradisional Indonesia yang diturunkan secara turun-temurun sudah menjadi tradisi. Salah satu yang unik adalah Nasi Buk, yaitu makanan khas Malang dari Madura. Binggung? Nasi Buk adalah sajian yang sangat terkenal di Malang yang resepnya diberikan secara turun-temurun. Kata 'Buk' didasari dominasi ibu-ibu sebagai penjual makanan ini. Namun, penjual Nasi Buk sendiri sebenarnya adalah orang dari Desa Banjeman, Bangkalan, Madura. Mereka pindah ke Kota Malang sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, dan mulai berjualan nasi Buk di tempat yang sekarang dikenal sebagai Jalan Laksamana Martadinata, tepatnya di gang Madiun. Tapi jangan khawatir, sebab Nasi Buk sudah menjadi kuliner khas malang yang menyebar di mana-mana di kota Malang. Namun jangan kaget jika kamu tidak menem...
Petik Laut atau biasa disebut larung saji merupakan ritual tahunan yang biasa dilakukan masyarakat desa Puger pada saat tahun baru hijriah lebih tepatnya pada saat bulan muharrom atau dalam bahasa jawa disebut bulan suro. Ritual ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat desa Puger yang mayoritas bekerja sebagai nelayan terhadap apa yang dihasilkan di wilayah desa puger. Ritual ini diawali dengan para nelayan membawa arak arakan yang biasa disebut jolen menuju pelabuhan. Jolen merupakan tumpukan dari hasil pertanian dan laut yang disusun menyerupai gunung. Ada tujuh jolen yang akan dibawa kepelabuhan, dari tujuh jolen itu ada satu jolen yang akan menjadi rebutan para nelayan, dan sisanya akan dihanyutkan ke laut secara bersama sama. Setelah jolen dihanyutkan dan berdoa bersama selesai, masyarakat akan mengadakan pesta rakyat seperti : wayang kulit, karnaval, orkes dan lain lain. Dengan adanya ritual ini masyarakat sekitar puger mendapat keuntungan yang besar...
Nganjuk adalah suatu kota kecil yang terletak di Propinsi Jawa Timur. Kota kecil ini diberi julukan Kota Angin karena kota ini diapit oleh dua gunung, yaitu Gunung Wilis dan Pegunungan Kendeng sehingga tak heran jika kota seluas 1.224 km 2 ini memiliki frekuensi angin yang sangat tinggi dan besar. Di kota Nganjuk sendiri berdiri sebuah desa kecil di daerah Kecamatan Ngetos yang disebut dengan Desa Kuncir. Tak jauh dari Desa Kuncir terdapat wisata air terjun yang cukup fenomenal, yaitu Air Terjun Sedudo. Jika kita berkunjung ke Air Terjun Sedudo, kita akan menemukan makam Ki Agung Ngaliman. Pada zaman dahulu, diperkirakan pada abad ke 19, terdapat seorang kyai terkenal yang bernama Kyai Ngaliman yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Pada suatu ketika datanglah Kyai Ngaliman di suatu tempat baru yang berada di sebelah utara lereng Gunung Wilis yang tepatnya sekarang disebut dengan Desa Ngaliman. Kyai Ngaliman datang di tempat tersebut dengan diikuti oleh beberapa...
Nganjuk adalah suatu kota kecil yang terletak di Propinsi Jawa Timur. Kota kecil ini diberi julukan Kota Angin karena kota ini diapit oleh dua gunung, yaitu Gunung Wilis dan Pegunungan Kendeng sehingga tak heran jika kota seluas 1.224 km 2 ini memiliki frekuensi angin yang sangat tinggi dan besar. Di kota Nganjuk sendiri berdiri sebuah desa kecil di daerah Kecamatan Ngetos yang disebut dengan Desa Kuncir. Tak jauh dari Desa Kuncir terdapat wisata air terjun yang cukup fenomenal, yaitu Air Terjun Sedudo. Jika kita berkunjung ke Air Terjun Sedudo, kita akan menemukan makam Ki Agung Ngaliman. Pada zaman dahulu, diperkirakan pada abad ke 19, terdapat seorang kyai terkenal yang bernama Kyai Ngaliman yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Pada suatu ketika datanglah Kyai Ngaliman di suatu tempat baru yang berada di sebelah utara lereng Gunung Wilis yang tepatnya sekarang disebut dengan Desa Ngaliman. Kyai Ngaliman datang di tempat tersebut dengan diikuti oleh beberapa...