Semar adalah nama tokoh punakawan paling utama dalam pewayangan Jawa dan Sunda. Tokoh ini dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria dalam pementasan wiracarita Mahabharata dan Ramayana dari India. Meski demikian, nama Semar tidak ditemukan dalam naskah asli kedua wiracarita tersebut (berbahasa Sanskerta), karena tokoh ini merupakan ciptaan tulen pujangga Jawa. emar merupakan tokoh pewayangan ciptaan pujangga lokal. Meskipun statusnya hanya sebagai abdi, tetapi keluhurannya sejajar dengan Prabu Kresna dalam kisah Mahabharata. Jika dalam perang Baratayuda menurut versi aslinya, penasihat pihak Pandawa hanya Kresna seorang, maka dalam pewayangan, jumlahnya ditambah menjadi dua, dan yang satunya adalah Semar. Semar dalam karya sastra hanya ditampilkan sebagai pengasuh keturunan Resi Manumanasa, terutama para Pandawa yang merupakan tokoh utama kisah Mahabharata. Namun dalam pementasan wayang yang bertemakan Ramayana, para dalang juga biasa menampilkan Semar sebagai peng...
" Cerdas musikal dengan berlatih calung : Seri PAUD PP - Paud dan Dikmas Jawa Barat, Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Cerdas musikal dengan berlatih calung : Seri PAUD. [Video] [img] Video Seri PAUD, Cerdas Musikal Dengan Berlatih Calung.mp4 - Published Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial. Download (93MB) Abstract Di video kali ini pak Karlan dan pak dede berkunjung ke desa warga untuk melihat dan berlatih bagaimana Seni Tradisional Calung di terapkan di masyarakat. Alat musik Calung sendiri adalah alat musik tradisional dari Jawa Barat dan memiliki bentuk yang hampir serupa dengan angklung. perbedaan mendasar adalah terletak dari cara memainkannya. Jika Angklung di goyang untuk menghasilkan bunyi bunyian, calung harus dipukul untuk menghasilkan bunyi bunyian. Video ini juga menjelaskan bagaimana kecerdasan anak PAUD dalam menyerap nilai nilai budaya terutama dalam karya musik tradisional Calung ters...
" Seri PAUD : belajar kearifan lokal dengan bermain Dogdog Lojor PP - Paud dan Dikmas Jawa Barat, Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Seri PAUD : belajar kearifan lokal dengan bermain Dogdog Lojor. [Video] [img] Video Seri PAUD, Belajar Kearifan Lokal Dengan Bermain Dogdog Lojor.mp4 - Published Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial. Download (94MB) Abstract Video ini menjelaskan tentang asyiknya belajar bermain Dogdog Lojor bersama masyarakat. Dogdog lojor adalah alat musik tradisional jawa barat yang dimainkan dengan cara di pukul. PErmainan alat musik Dogdog lojor biasanya dimainkan bersamaan dengan serangkaian angklung dan alat musik lainnya sehingga menghasilkan bunyi yang luar biasa indah dan khas jawa barat. dengan memperkenalkan kearifan lokal kepada anak anak usia dini mencerminkan bahwa kita telah mampu membentu nilai nilai budaya didalam diri anak anak kita dan juga menambah wawasan sang anak....
" Seruling peninggalan Abah Ridwan, Ridwan (2018) Seruling peninggalan Abah. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta. ISBN 9786024375218 [img] Text Seruling Peninggalan Abah-Ridwan-Final.pdf Download (4MB) Abstract Seruling peninggalan Abah bercerita tentang seorang anak bernama Dio. ia mempunyai seruling bambu yang merupakan peninggalan Abah yang paling berharga. Kemana pun ia pergi, seruling itu akan selalu menemaninya meskipun tak pernah lagi dimainkannya. Dio tidak memainkannya karena khawatir bayangan Abah muncul dan membuatnya bersedih kembali. ITEM TYPE: Book SUBJECTS: Pendidikan > Siswa Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Bacaan siswa SMP Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Sastra Indonesia Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Cerita rakyat Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Alat Musik Tradisional Pendidikan > BUKU DIVISIONS: Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan DEPOSITING U...
Bahan: Tepung beras Kelapa parut gula pasir garam Cara Pembuatan : Tepung beras disangrao sampai matang bersamasama dengan kelapa parut dan gula pasir dicampur dengan sedikit garam, kemudian ditumbuk hingga halus. Fungsi : Sebagai makanan kecil, bisa juga sebagai jajanan anak yang dihidangkan pada waktu siang, sore, atau malam hari, dimakan dengan menggunakan sendok. sumber: http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=806&lang=id
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM01 MUJAROBAT LKK_CIAMIS2013_MLM01 Bhs. Sunda Aks. Jawi Prosa DO 74 hal/17 baris/hal 17.x 11 cm Kertas Eropa Naskah ini tidak mencantumkan judul maupun nama penulis. Adapun judul tentang diperoleh dari isi naskah tentang doa-doa kesembuhan dan keselamatan. Naskah mujarobat ini, ketika menulis doa-doa mengunakan bahasa Arab, sedanhkan penjelasannya ditulis dengan bahasa Sunda, atau sekali-seklai diselipkan bahasa Jawa misalnya sing alus sorane. Naskah ditulis mengunakan huruf Arab dan huruf Pegon atau huruf Arab Melayu. Ketebalan naskah seluruhnya 74 halaman, setiap halaman terdiri dari 9 baris, tanpa mencantumkan nomor halaman, tetapi menggunakan tanda terusan ke halaman berikutnya. Naskah ditulis pada kertas bergaris, dalam kondisi kertas sudah agak usang, sebagian pinggirnya kriting. Seluruh naskah ditulis dengan tulisan tangan, tinta warna hitam, adapaun doa ditulis dengan tulisan ber...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM07 DOA ARWAH LKK_CIAMIS2013_MLM07 Bhs. Arab Aks. Jawi Prosa DO 56 hal /10 baris 17.x 11 cm Kertas Eropa Naskah ini diberi judul “Doa Arwah”. Pemberian judul ini berdasarkan dari isi naskah itu sendiri, karena judul aslinya tidak dijumpai baik pada kaper maupun teks naskah itu sendiri. Demikian juga nama penulis naskah maupun nama pemilik naskah tidak diketahui, baik pada kaper maupun dalam teks naskah. Adapun bahasa yang dipakai dalam tulisan naskah ini adalah bahasa Arab, sedangkan untuk penjelasannya mengunakan bahasa Jawa. Naskah ini ditulis yang biasa dipakai oleh anak-anak sekolah, jenis HVS bergaris, ketebalan 56 halaman, setiap halaman terdiri dari 10 baris, tanpa mencantumkan nomor halaman. Kondisi naskah tidak utuh lagi, ada beberapa lembar yang hilang, demikian juga jenis tulisannya tidak teratur, sebagian ditulis dengan tinta hitam dan sebagian lagi ditulis dengan tinta bir...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM08 AYAT QURAN PILIHAN LKK_CIAMIS2013_MLM08 Bhs. Arab Aks. Arab Prosa QA 38 hal /12 baris 17.x 11 cm Kertas Eropa Naskah ini diberi judul “Ayat Quran Pilihan”. Pemberian judul ini berdasarkan dari isi naskah itu sendiri, karena judul aslinya tidak dijumpai baik pada kaver maupun teks naskah itu sendiri. Demikian juga nama penulis naskah maupun nama pemilik naskah tidak diketahui, baik pada kaver maupun dalam teks naskah. Adapun bahasa yang dipakai dalam tulisan naskah ini adalah bahasa Arab, sedangkan untuk penjelasannya mengunakan bahasa Jawa. Naskah ini ditulis yang biasa dipakai oleh anak-anak sekolah, jenis HVS bergaris, ketebalan 38 halaman, setiap halaman terdiri dari 12 baris, tanpa mencantumkan nomor halaman. Kondisi naskah masih bagus, ditulis dalam buku tulis pelajaran anak sekolah, ditulis dengan tinta hitam masih dapat dibaca seluruhnya dengan jelas. Naskah dijilid dengan be...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM09 DOA KELUARGA LKK_CIAMIS2013_MLM09 Bhs. Arab Aks. Arab Prosa DO 24 hal /9 baris 17.x 11 cm Kertas Eropa Naskah ini diberi judul “Doa Keluarga”. Pemberian judul ini berdasarkan dari isi naskah itu sendiri, karena judul aslinya tidak dijumpai baik pada kaver maupun teks naskah itu sendiri. Demikian juga nama penulis naskah maupun nama pemilik naskah tidak diketahui, baik pada kaver maupun dalam teks naskah. Adapun bahasa yang dipakai dalam tulisan naskah ini adalah bahasa Arab, sedangkan untuk penjelasannya mengunakan bahasa Jawa. Naskah ini ditulis yang biasa dipakai oleh anak-anak sekolah, jenis HVS bergaris, ketebalan 24 halaman, setiap halaman terdiri dari 9 baris, tanpa mencantumkan nomor halaman. Kondisi naskah masih bagus, ditulis dalam buku tulis pelajaran anak sekolah, ditulis dengan tinta hitam masih dapat dibaca seluruhnya dengan jelas. Naskah dijilid dengan benang, dan dika...