Kehadiran kuliner tradisional menjadi salah satu potensi sajian makanan leluhur yang telah menjadi topangan banyak keistimewaan di kota Yogyakarta selain pada kesenian maupun budaya. Jumlah makanan tradisional ini bisa terbilang tidak terhitung jumlahnya karena banyak sekali dijajakan di setiap daerah di Jogja dengan khas kuliner daerahnya masing-masing. Salah satunya yakni Mie Penthil dari Bantul. Mie Penthil ini merupakan makanan khas dari Bantul yang mana penamaannya serupa dengan karet atau pentil. Bentuknya yang panjang dan juga memiliki rasa gurih juga sedikit kenyal, mie pentil ini biasnya berwarna kuning atau putih. Penyajiannya dengan sambal dan juga brambang goreng. Mie ini juga hanya bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional terlebih di wilayah Bantul. Proses pembuatan mie Penthik ini dapat dikatakan cukup unik yakni mulanya merebus pati aci yang merupakan bahan dasar dari mie Penthil. Kemudian dibumbui, selanjutnya barulah diinjak seperti diuleni denga...
Sego Abang atau Nasi merah adalah makanan jenis nasi berwarna merah yang diproduksi dari hasil pertaninan ladang tadah hujan. Nasi merah ini memiliki ciri khas warna merahnya yang alami dan memiliki rasa yang sangat khas bila sudah dimasak. Sego Abang ini banyak kita temukan didaerah Gunung Kidul, Yogyakarta . Karena rasanya yang unik, Sego Abang ini sangat diminati oleh masyarakat atau para wisatawan yang datang kesana, sehingga dijadikan salah satu makanan khas di sana. Jenis padi merah ini bisa tumbuh subur di daerah pertanian ladang tadah hujan, salah satunya di daerah Gunung Kidul. Daerah Gunung Kidul yang memiliki curah hujan yang rendah dan memiliki jenis tanah berbatu, menyebabkan hanya padi tadah hujan lah yang dapat tumbuh subur di daerah ini. Jenis padi tadah hujan yang dapat menghasilkan padi berwarna merah ini diantaranya jenis padi Gogo, Segren, atau Mendel . Untuk penanaman dan umur tanamnya ha...
Bahan-bahan Bahan A 100 gram terigu protein sedang 50 gram terigu protein tinggi 50 gram margarin 2 sdm gula pasir 1/2 sdt garam halus 75 ml air Bahan B: 100 gram terigu protein sedang 50 gram margarin 1 sdm minyak sayur Bahan isian: 200 gram ubi ungu kukus, haluskan 2 sdm margarin 2 sdm susu bubuk 4 sdm gula halus 1/2 sdt vanili bubuk Langkah Campur semua bahan isi. Masak di panci anti lengket hingga tercampur rata dan kering. Angkat. Biarkan dingin. Lalu bulatkan jadi 20 bagian. Campur semua bahan A. Uleni hingga lembut. Diamkan 20 menit. Tutup plastik. Campur semua bahan B hingga rata. Diamkan 20 menit. Tutup plastik. Bagi adonan A menjadi 20. Begitu juga dengan adonan B. Ambil 1 adonan A. Pipih kan. Letakan diatasnya adonan B. Pipihkan. Lalu giling dengan rolling kayu. Gulung adonan. Ratakan lagi dengan r...
Rumah "Panggangpe" merupakan bentuk bangunan yang paling sederhana dan bahkan merupakan bentuk bangunan dasar. Bangunan " panggangpe" ini merupakan bangunan pertama yang dipakai orang untuk berlindung dari gangguan angin, dingin, panas matahari dan hujan. Bangunan yang sederhana ini bentuk pokoknyamempunyai tiang atau "saka" sebanyak 4 atau 6 buah. Sedang pada sisi-sisi tiang atau "saka" sebanyak 4 atau 6 buah. Sedang pada sisi-sisi kelilingnya diberi dinding sekedar penahan hawa lingkungan sekitarnya. (Gb. 1). Dalam perkembangan berikutnya bentuk bangunan panggangpe ini mempunyai beberapa variasi bentuk yang lain. Sumber: MurniatnoSukirman, H.J. WibowoGatut. 1998. Arsitektur Tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan
Resep: Bahan 200 g jagung kering ½ buah kelapa muda diparut memanjang Bumbu 1 lembar daun pandan 1 liter air 1 sdt garam Gula pasir secukupnya Cara Membuat Cuci bersih jagung lalu rendam dalam air yang cukup dan dimakan selama 1 jam. Masukkan jagung, air, dan garam lalu masak sekitar 30 menit, biarkan hingga masak. Campur kelapa parut dengan garam dan daun pandan lalu kuku sekitar 15 menit. Campurkan jagung, kelapa parut, dan gula pasir. Sumber: Murdijati Gardjiton Dkk. 2017. Kuliner Yogyakarta: Pantas Dikenang Sepanjang Masa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Resep: Bahan 250 g tepung terigu Bumbu ½ sdt soda kue ¼ sdt garam 200 ml air bersih Minyak secukupnya Bahan Saus 2 sdm saus tomat 1 siung bawang putih 1 sdt gula pasir ½ sdm tepung maizena ½ sdt garam 175 ml air Cara Membuat Campur garam dan soda kue dengan tepung terigu lalu aduk rata jangan sampai ada gumpalan. Tambahkan air sedikit demi sedikit ke dalam adonan sambil aduk rata, diamkan selama 20 menit. Aduk adonan lalu uleni,diamkan selama 20 menit. Pengulenan dilakukan berulang kali hingga adonan elastics dan dapat dibentuk. Permukaan adonan yang sudah elastis diolesi minyak lalu diamkan selama 60 menit, si...
Resep: Bahan 250 g tepung beras ketan Bumbu 1 kg gula kelapa 1500 ml santan dari 2 butir kelapa Garam secukupnya Cara Membuat Panaskan santan. Masukkan gula kelapa dan garam hingga lumat menjadi satu. Masukkan tepung beras ketan lalu aduk rata. Pengadukan dilakukan terus menerus hingga masak. Sediakan cetakan-cetakan yang telah dilapisi daun pisang lalu masukkan Jenang agar dingin. Setelah dingin, ambil dan sajikan. Sumber: Murdijati Gardjiton Dkk. 2017. Kuliner Yogyakarta: Pantas Dikenang Sepanjang Masa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Resep: Bahan 250 g tepung ketan 3 sdm gula pasir 2 sdt air kapur sirih 1 sdt garam 150 ml air Bahan Jenang 250 g gula kelapa 75 g gula pasir 1 sdt garam 2 lembar daun pandan 100 ml air 5 sdm tepung beras 5 sdm tepung ketan yang dilakukan dengan sedikit air 250 ml santan kental 1 lembar daun pandan ½ sdt garam 2 sdt tepung maizena yang dilarutkan dengan sedikit air. Cara Membuat Rebus gula kelapa, gula pasir, garam, dan pandan dengan 1000 ml air sampai mendidih dan gula larut. Air gula disaring untuk menghilangkan kotoran ya lalu sisihkan. Campur semua bahan buatan lalu aduk rata dan bentuk menjadi bula...
Tumpeng merupakan sarana yang sangat penting dalam perayaan maupun dalam berbagai upacara pada masyarakat Jawa. Mulai acara perayaan kelahiran sampai pada peringatan hari kematian seseorang. Semuanya menggunakan tumpeng sebagai salah satu sarana utamanya. Bahkan dalam upacara-upacara yang bersifat komunal seperti garebeg juga menggunakan tumpeng sebagai alat utamanya. Jika melihat bentuknya yang khas, berupa kerucut meruncing ke atas, hal ini mengingatkan kita pada bentuk gunung. Berdasarkan berbagai sumber, asal mula bentuk tumpeng dari mitologi Hindu, Gunung dalam kepercayaan masyarakat Hindu dipercaya sebagai awal kehidupan. Di dalam kisah Mahabarata, terkenal dengan Gunung Mandara yang di bawahnya mengalir air kehidupan atau amerta. Barang siapa yang meminumnya maka akan mendapatkan keselamatan. Di samping itu gunung juga sering disebut sebagai Mahameru yang berarti representasi dari sistem kosmos. Meru sering dikaitkan dengan puncak gunung. Hal ini...