HARI PAHLAWAN
908 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kacapi Manunggal: Persiapan dan Contoh Pelaksanaannya
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

KACAPI MANUNGGAL: PERSIAPAN DAN PELAKSANAANNYA   Narasumber: Bapak Holid H.R. – Seniman Karawitan Sunda Berpengalaman tampil di TVRI Jawa Barat bersama Mang Koko   Kacapi Manunggal adalah salah satu bagian dari seni Karawitan Sunda. Permainan Kacapi Manunggal bisa dikelompokkan sebagai jenis karawitan musik ataupun karawitan instrumental. Sesuai namanya, pertunjukkan Kacapi Manunggal dimainkan secara tunggal atau hanya satu orang saja. Cara memainkan ini berbeda dengan permainan kecapi di daerah lain yang memerlukan lebih dari satu orang.   Menurut narasumber, dasar dari memainkan kecapi secara tunggal ini adalah dengan mengerti dan memahami empat jenis tangga nada atau disebut sebagai laras dalam Bahasa Sunda. Setiap jenis tangga nada tersebut memiliki warna suara yang menciptakan suasana musik yang berbeda. Keempat jenis laras tersebut adalah pélog, saléndro, madénda, dan – yang khas dan hanya ada dalam...

avatar
OSKM18_16018038_Mochamad Rafly Adirasyahputra
Gambar Entri
Budaya Kelahiran Adat Sunda
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara Adat Masa Kehamilan 1. Upacara Mengandung Empat Bulan Dulu Masyarakat Jawa Barat apabila seorang perempuan baru mengandung 2 atau 3 bulan belum disebut hamil, masih disebut mengidam. Setelah lewat 3 bulan barulah disebut hamil. Upacara mengandung Tiga Bulan dan Lima Bulan dilakukan sebagai pemberitahuan kepada tetangga dan kerabat bahwa perempuan itu sudah betul-betul hamil. Namun sekarang kecenderungan orang-orang melaksanakan upacara pada saat kehamilan menginjank empat bulan, karena pada usia kehamilan empat bulan itulah saat ditiupkannya roh pada jabang bayi oleh Allah SWT. Biasanya pelaksanaan upacara Mengandung empat Bulan ini mengundang pengajian untuk membacakan do’a selamat, biasanya doa nurbuat dan doa lainnya agar bayinya mulus, sempurna, sehat, dan selamat. 2. Upacara Mengandung Tujuh Bulan/Tingkeban Upacara Tingkeban adalah upacara yang diselenggarakan pada saat seorang ibu mengandung 7 bulan. Hal itu dilaksanakan agar bayi yang di dalam kand...

avatar
OSKM_16718458_FTI ITB_2018
Gambar Entri
Monumen Perjuangan Jawa Barat
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Monumen Perjuangan merupakan bukti sejarah perjuangan rakyat Jawa Barat. Terletak di Jalan Dipati Ukur No. 48. Berdiri di tanah seluas ± 72.040 m² dan luas bangunan ± 2.143 m², Monumen Perjuangan memiliki 7 diorama yang tertata dengan rapi. Bagian depan terhias dengan relief khas Jawa Barat yang menjelaskan perjuangan masyarakat asli Jawa Barat dalam merebut kemerdekaan. Monumen Perjuangan diresmikan enam hari setelah Hari Kemerdekaan Indonesia ke-50 yaitu 23 Agustus 1995 oleh Gubernur Jawa Barat pada masanya, Raden Nana Nuriana. Monumen Perjuangan diharapkan dapat menanamkan semangat persatuan dan kesatuan penduduk Indonesia, membangkitkan jiwa nasionalisme, mengabadikan jasa para pahlawan, menyajikan sumber sejarah kepada masyarakat dari generasi ke generasi, dll. OSKMITB2018

avatar
Oskm18_19718171_rbmcemal
Gambar Entri
Ritual Hari Nelayan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Hari Nelayan merupakan ritual tahunan yang diadakan di pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) — atau masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan Dermaga. Acara tahunan ini rutin diselenggarakan setiap tanggal 6 April tiap tahunnya, pada tahun 2018 tradisi sudah genap berusia 58 tahun. Ritual ini dimulai dengan pemilihan putri dan putra nelayan yang dilakukan melalui beberapa tahap seleksi. Putri Nelayan disini mewakili Nyi Roro Kidul yang mana adalah Ratu pantai Selatan. Ritual ini bertujuan untuk memberi ucapan syukur kepada Nyi Roro Kidul sebagai penguasa pantai Selatan. Setelah terpilih putra dan putri nelayan, lalu mereka akan diarak menggunakan delman untuk berkeliling daerah Palabuhanratu. Selain itu, biasanya murid-murid TK, SD, SMP, bahkan SMA turut serta bersama rombongan putra dan putri nelayan, mereka ikut berjalan kaki menyusuri jalanan raya Palabuhanratu yang kegiatannya biasa disebut sebagai pawai. Sementara pu...

avatar
OSKM18_16718153_Sofhia Ribka Aritonang
Gambar Entri
Mitos Larangan Meniup Seruling di Gunung Guntur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Gunung Guntur di Kabupten Garut, Jawa Barat, memiliki pemandangan yang sangat indah. Maka tak heran jika gunung ini jadi buruan wisatawan untuk didaki. Namun, di balik keindahannya, gunung ini memiliki cerita mitos yang berkembang di masyarakat.  Sebagian masyarakat yang bermukim di kaki Gunung Guntur hingga kini masih mempercayai adanya mitos dilarang meniup suling di sekitaran area Gunung Guntur. Aas Saepudin (62) warga Kampung Bojong Masta, Kelurahan Pananjung, Tarogong Kaler menjelaskan mitos tersebut. "Memang warga sini masih percaya teu kenging (tidak boleh) niup suling di Gunung Guntur. Pamali," ungkap Aas kepada detikcom di rumahnya, Rabu (3/1/18). Berdasarkan cerita yang dikisahkan orang tuanya dulu, sambung Aas, kerap hadir mahluk menyerupai macan jika seseorang meniup suling di kawasan gunung. "Kalau kata orang tua dulu bilang kalau niup suling itu sering ada maung bungkeleukan (macan gentayangan) ke rumah-rumah warga," katanya. Namun...

avatar
OSKM18_16018089_Ilham Maulana
Gambar Entri
Sumur Batu, Munculnya sumur ditengah ke gersangan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Mungkin readers bertanya-tanya, ditengah kota yang notabene urban, apakah mungkin ada sebuah cerita legenda yang biasa di dapatkan ketika kita mengunjungi sebuah daerah pedesaan? Jawabannya, Iya! Sumur Batu, berlokasi di Desa Sumur Batu, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Menyimpan banyak cerita legenda yang sampai saat ini dipercaya. Diceritakan oleh Juru Kunci sumur, Emak. Dahulu kala, daerah tersebut sangatlah gersang, sawah tidak berkembang, alhasil daerah tersebut mengalami yang namanya kekeringan dan berakibat gagal panen. Suatu ketika diceritakan ada seorang petani yang kehilangan hewan ternak nya yaitu, Kerbau. Masyarakat pun mencari kemana kerbau tersebut pergi. Dan secara tiba-tiba seorang petani menemukan hewan tersebut dan sesegera mungkin memanggil kepala desa setempat. Dikatakan bahwa petani tersebut melihat sebuah cahaya terang dan dibawahnya terdapat kerbau.  Setelah penduduk setempat menghampiri kerbau tersebut berada, seketika menghilang secara mist...

avatar
OSKM_19918225_Gacya
Gambar Entri
Silat cimande
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

[OSKM18_16118016] Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Kepulauan Melayu. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran berbagai suku bangsa Nusantara. Di indonesia sendiri silat Cimande adalah salah satu aliran pencak silat tertua yang telah melahirkan berbagai perguruan silat di Indonesia bahkan di luar negeri. Banyak versi yang menjelaskan tentang berdirinya pencak silat ini, semua komunitas Maenpo Cimande sepakat tentang siapa penemu Maenpo Cimande, semua mengarah kepada Abah Khaer (penulisan ada yang: Kaher, Kahir, Kair, Kaer dan sebagainya. Abah dalam bahasa Indonesia berarti Eyang, atau dalam Bahasa Inggris Great Grandfather). Tetapi yang sering diperdebatkan adalah dari mana Abah Khaer itu berasal dan darimana dia belajar Maenpo. Menurut Bapak Rifai (Guru Pencak Silat Cimande Panca Sakti di Jakarta pada tahun 1993). Pencak Silat al...

avatar
Sofimahfudoh
Gambar Entri
KICIMPRING
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

KICIMPRING             Kata”Kicimpring” mungkin sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat Jawa Barat. Kicimpring atau yang terkadang disebut Kecimpring ini adalah sejenis kerupuk atau makanan ringan dari tanah Sunda. Olahan makanan tradisional ini berbahan dasar singkong dengan rasa gurih yang khas, namun sekarang kicimpring ini mulai bisa ditemukan dengan variasi rasa yang beragam baik manis, pedas, dan inovasi rasa lainnya. Sejak dulu bahan baku pembuatannya masih tetap sama dan mudah ditemukan, yakni singkong, bawang putih, bawang merah, daun bawang, cabai rawit, garam, dan penyedap. Karena berbahan baku singkong dibeberapa daerah terkadang makanan ini lebih dikenal dengan sebutan kerupuk singkong.               Di Jawa Barat sendiri terdapat sebuah daerah yang dikenal sebagai “Kampung Kicimpring” yang terletak di Kampung Bab...

avatar
OSKM18_16618409_SitiRodiah
Gambar Entri
Bancakan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Bancakan merupakan salah satu permainan tradisional (kaulinan baheula) anak Jawa Barat berjenis petak umpet atau dalam bahasa sunda disebut Ucing sumput, dengan memakai sebuah batu dan genteng yang jumlah idealnya sebanyak jumlah pemain yang disusun bertumpuk, dan keduanya ditempatkan dalam dua buah lingkaran berdampingan. Sebelum permainan dimulai, peserta melakukan pengundian untuk menentukan siapa yang menjadi ucing atau bagian jaga. Pengundian bisa dilakukan dengan dua cara, pertama dengan cara hompimpa atau suit. Kedua, dengan melemparkan genteng milik masing-masing dari jarak tertentu ke dalam lingkaran permainan. Yang kalah harus menjadi petugas penjaga atau kucing (ucing). Ucing bertugas menyusun genteng secara bertumpuk sebagai benteng selagi para pemain bersembunyi, kemudian setelah susunan genteng telah berdiri secara sempurna, Ucing mulai menjaga susunan genteng agar tidak dirobohkan sembari mencari para pemain yang bersembunyi. Biasanya letak persembunyian diberi batas ag...

avatar
Oskm_19718178_karin