Salah satu kesenian yang saat ini menjadi ciri khas Kota Bandung adalah Tari Jaipong. Tari Jaipong sendiri merupakan seni tari yang muncul dari seorang seniman berbakat asal Kota Kembang yang bernama Gugum Gumbira. Beliau mendapat ide untuk membuat seni tari setelah sebelumnya mempelajari kesenian rakyat yang bernama Ketuk Tilu yang menjadikannya lebih mengenal pola dari sebuah gerakan tari tradisi. Setelah mempelajari kesenian tersebut, Gugum mengembangkan kesenian tari yang sekarang lebih dikenal dengan nama Jaipong. Tari Jaipong sendiri terlahir setelah memadukan beberapa kesenian tradisional, salah satunya adalah Pencak Silat, Wayang Golek juga Ketuk Tilu. Karena komponen tersebut, Tari Jaipong memiliki pola tarian yang unik, tentunya dengan gerakan yang enerjik yang membuat kagum orang yang menyaksikannya, apalagi dengan adanya musik khas dari tarian ini yang membuat Tari Jaipon ini semakin menarik untuk dilihat. Banyak masyarakat yang mengira bahwa sejarah Tari Jaipong berasal d...
Saat masih mengenyam pendidikan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, tentu kita tidak akan asing dengan cerita pewayangan Ramayana dan Mahabarata, yang filmnya sempat ramai di salah satu stasiun televisi itu lho, he..he. Cerita pewayanga tersebut berasal dari kebudayaan Hindu-Buddha kala Indonesia masih dalam bentukan kekuasaan kerajaan Hindu-Buddha. Tentu kita juga tidak asing dengan kerajinan yang menjadi alat peraga penceritaan tersebut yaitu Wayang. Kalian tentu sudah mengetahui jenis-jenis wayang yang ada di Indonesia seperti Wayang Kulit, Wayang Golek, dan Wayang Orang. Tapi nih, selain ketiga jenis wayang yang sudah sering kita dengar tadi, ternyata masih ada satu wayang yang mungkin dari kalian belum banyak yang mengetahuinya. Wayang itu adalah Wayang Bambu, unik bukan? Yaps, wayang yang unik ini merupakan salah satu kesenian khas Indonesia lho.. yang berasal dari Kota Bogor, tepatnya di kampung Cijahe. Wayang ini sudah eksis sejak tahun 2000 dan di prakarsai...
Wayang golek ini dibentuk dengan kepala kayu berukir bergambarkan dua wajah. Wajah yang pertama di cat dengan warna cokelat muda dengan mata yan berwarna merah, sedangkan yang wajah kedua di cat berwarna merah dengan fitur setan yang sedang melihat kebelakang dan diukur dengan rambut hitam pekat. Wayang golek Indrajit sendiri ditampilkan dengan batang emas yang ditutupi oleh atasan hitam, celemek biru di atas rok batik cokelat, krem dan biru. Sedangkan terdapat kayu yang disatukan dengan tongkat yang melekat pada tangan. 1 Dalam versi pewayangan Jawa, dijelaskan bahwa Indrajit terlibat dalam perang besar melawan tentara Sri Rama. Dalam perangnya Indrajit mengerahkan ilmu Sirep Begenanda yang membuat Rama, Laksmana dan seluruh pengikut nereka terjatuh tak berdaya. Hanya Wibisana dan Hanoman yang masih hidup, setelah itu Wibisana pun menceritakan asal usul Indrajit. Dan pada akhirnya Indrajit pun meminta agar wibisana mengembalikan dirinya ke asal muasalnya.
Ketika saya menghadiri sebuah acara Festival Budaya Situ Sipatahunan yang digelar di Situ Sipatahunan, Jl. Situ Sipatahunan, Baleendah, Kec. Baleendah, Kab. Bandung, Jawa Barat. Adanya festival ini sehubungan dengan memperingati hari jadi Kabupaten Bandung ke-378. Festival Budaya Situ Sipatahunan menampilkan beberapa rangkaian acara bertema kebudayaan Sunda. Selain itu, terdapat beberapa workshop kesenian khas Sunda seperti workshop wayang golek dari Putra Giri Harja 3 dan workshop Karinding dari Komunitas Rimba Jagad. Karinding, merupakan salah satu alat musik tradisional khas Sunda. Tentunya masyarakat Sunda sudah mengetahui karinding. Karinding terbuat dari bambu tua dan kering atau bisa juga terbuat dari pelepah aren. Dalam proses pembuatannya, yang menjadi kendala adalah bambu. Cara memainkannya dengan memukul secara pelan-pelan bagian ujung karinding lalu meniup bagian tengahnya. Menurut salah satu narasumber, alat musik semacam karinding juga telah ada sejak masa peradaban N...
Jatayu merupakan tokoh protagonis dari wiracarita Ramayana. Dalam ceritanya, Jatayu merupakan seekor burung yang bersahabat dengan Raja Dasarata. Dalam ceritanya, Jatayu melihat Dewi Sita diculik oleh Rawana dan sebagai sahabat Raja Dasarata, Jatayu pun melawan Rawana namun sayang, dalam pertarungannya Jatayu mati. Wayang Jatayu diukir dan dijadikan sebagai wayang golek untuk melihat dan menceritakan kembali cerita Ramayana dimasa sekarang. Dalam ukirannya, wayang Jatayu diukir dengan mulut yang terbuka berbentuk V dikelilingi oleh gigi putih kecil dan mata yang menonjol. Selain itu hiasan kepalanya juga disajikan dengan multi warna. Pada bagian atas sayap diukir sisik yang sangat rumit. Wayang golek Garuda atau Jatayu diberi kain hijau dan digabung dengan kain ukuran segi delapan yang berwarna cokelat, krem dan rok batik biru. 1
Gareng adalah salah satu dari empat punakawan yang sering muncul dalam pertunjukan wayang di Jawa. Gareng merupakan punakawan yang sangat sakti namun sombong. Dalam wayang golek, tokoh Gareng adalah anak pertama dari Semar. Tokoh Gareng biasanya dikeluarkan sebagai hiburan untuk para penonton.
Wayang golek Cakil merupakan tokoh raksasa dalam dunia perwayangan khususnya pada Wayang Purwa. Wayang cakil sangat mudah untuk dikenali hal ini dikarenakan wayang cakil memiliki rahang bawah yang menonjol panjang ke depan dengan satu gigi bawah yang mencuat panjang ke atas. Cakil muncul dalam lakon-lakon wayang dengan berbagai nama, seperti Ditya Kala Gendir Penjalin, Ditya Kala Carang Aking, ataupun Kala Klantang Mimis. Pada gambar dibawah dapat dilihat bahwa wayang golek Cakil diukir dan diwarnai dengan cat merah dengan hidung yang melebar keatas, mata berwarna hijau dan gading yang terhubung ke hidung. Selain itu juga wayang Cakil dihias dengan kain beludru hitam, rok batik panjang.
Pratalamaryam atau dalam perwayangan Jawa dikenal dengan Bukbis merupakan putra Prabu Dasamuka, raja dari negara Alengka dengan Dewi Urangrayung putri Begawan Minalodra dari negara Kandabumi. Pada gambar wayang dibawah dilihat bahwa wayang Bukbis diukir dengan warna merah gelap pada wajahnya dengan hidung yang lebar, mata merah dan kumis diatas mulut tertutup. Selain itu wayang Bukbis disertai dengan beberapa desain Garuda yang diukir halus dalam warna emas, merah dan hitam. Untuk pakaiannya pun Bukbis diberi kain diatas rok batik berwarna coklat, krem dan biru.
Wayang Golek Petruk merupakan tokoh punakawan dalam pewayangan Jawa. Tokoh ini merupakan gubahan asli dari masyarakat Jawa. Petruk sendiri merupakan tokoh pelawak dalam perwayangan baik itu melalui ucapan ataupun tingkah lakunya. Dari gambar yang disajikan dapat dilihat bahwa wayang golek Petruk diukir dengan ukuran atau fitur yang memanjang. Baik itu dari mata, hidung dan mulut. Selain itu rambutnya diberi warna hitam pekat dengan punuk dibelakang leher. Wayang golek Petruk juga diberikan jaket atau baju lengan panjang berwarna hitam dan rok batik.