Ikan Goreng Ungkup Maluku (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Ikan Kua Asam Maluku (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Ikan Pepes Maluku (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Jantung Pisang Bumbu Kenari Maluku (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Jantung Pisang Tone Maluku (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Langsat merupakan buah khas dari Maluku. Buah ini masih satu keluarga dengan duku dengan nama latin Lansium domesticum. Walaupun dari luar terlihat ada kemiripan antara buah Langsat dengan duku namun Langsat memiliki banyak perbedaan signifikan dengan duku yang biasa kita temui. Dari pohonnya, Langsat tampak lebih kurus daripada buah duku yang rimbun berdaun lebat. Batang Langsat tidak sebesar duku dan memiliki percabangan tegak dengan daun berwarna hijau tua. Perbedaan berikutnya ada pada buahnya yang memiliki kulit lebih tipis daripada duku, selain itu Langsat memiliki rasa yang lebih asam dan kandungan getah yang lebih banyak daripada duku. Hal ini menyebabkan buah Langsat akan lebih cepat membusuk ketika dipetik dari pohonnya dibandingkan buah duku. Untuk kandungannya, Langsat memiliki kandungan vitamin dan kalori yang cukup tinggi. Untuk 100 gram Buah Langsat, terkandung 70 kalori, 1 gram protein, 0,2 gram lemak, 13 gram karbohidrat, 0,7 gram mineral, 18mg kalsium, 9 mg fosfor...
Banyak makanan tradisional yang memakai bahan dasar pisang tidak terkecuali makanan khas Maluku yang satu ini. Pisang Asar Rampai adalah salah satu makanan khas dari daerah Maluku. Pisang asar dibuat dengan cara dipanggang atau istilah Malukunya adalah di asar di dalam oven. Pisang yang dipakai hanyalah pisang raja. Berikut bahan dan cara pembuatannya. Bahan-bahan 1/2 sisir pisang raja 1/4 kg Kacang tanah sangrai 1/2 kaleng SKM putih 1/2 sdm gula pasir Secukupnya garam Margarin untuk olesan Langkah Pembuatan Haluskan kacang tanah yg telah disangrai (jangan terlalu halus, sedikit kasar agar ada teksturnya saat dimakan) Campur kacang tanah dengan gula dan garam lalu tambahkan SKM sedikit2 sampai bisa dibentuk (adonan tidak cair dan tidak padat sekali) Belah pisang menjadi 2, sisihkan Lalu bentuk adonan kacang diatas pisang menyerupai bentuk pisang. Kemudian ditata dalam loyang yg telah di...
Dalam banyak tradisi lokal di Indonesia, minuman beralkohol memainkan peran yang cukup penting. Minuman-minuman ini dikenal dengan berbagai nama dan sebutan salah satunya adalah sopi. Sopi adalah minuman beralkohol lokal yang terkenal sepanjang Nusa Tenggara hingga Maluku. Di Maluku Tenggara Barat, sopi dibuat dari sari pohon enau (Arenga pinnata). Masyarakat lokal mengenal pohon ini dengan nama Pohon Koli atau Pohon Tuak. Sopi dibuat dari sari pohon yang telah disuling. Sopi hasil sulingan pertama biasanya memiliki kadar alkohol yang cukup kuat. Sopi ini pun dikenal dengan nama sopi kepala. Masyarakat Maluku Tenggara Barat percaya bahwa konsumsi sopi kepala seharusnya tidak boleh lebih dari satu sendok teh setiap hari. Dan fungsi utama sopi kepala adalah sebagai obat. Hasil sulingan setelahnya lah yang biasa hanya disebut dengan nama sopi. Dalam banyak kegiatan masyarakat, sopi memiliki peran yang cukup penting. Mulai dari menyambut tamu, pernikahan, kematian, hingga sebaga...
Sebelum moratorium penebangan pohon atau penangkapan ikan dilaksanakan oleh pemerintah, masyarakat lokal di timur Indonesia telah memiliki sistem penjagaan alam lebih dahulu. Sistem itu dikenal dengan nama sasi. Sistem sasi adalah sistem pembatasan pengambilan sumber daya alam. Sumber daya alam, baik tumbuhan maupun hewan, hanya boleh diambil dalam jangka waktu tertentu (dikenal dengan istilah buka sasi). Sistem ini dilakukan untuk melestarikan keberadaan sumber daya alam di suatu daerah. Sistem sasi ini dilakukan hampir di seluruh daerah di timur Indonesia, yakni di Maluku dan Papua. Sistem ini amat erat kaitannya dengan hukum adat. Biasanya, pemuka adat akan bekerja sama dengan pemerintah desa untuk mengatur waktu sasi. Karena erat kaitannya dengan hukum adat, masyarakat pun akan cenderung mengikuti, meski tidak ada aturan tertulis yang mengatur. Apabila ada warga yang melanggar, berbagai sanksi pun dikenakan. Sanksi bisa berupa denda atau bahkan kerja sosial. Setiap daera...