Asal-Usul Watu Prahu Gununggajah Jika main ke daerah Gununggajah, ada tempat istimewa yang biasanya di kunjungi kalo kita berwisata ke daerah ini. Bayat memiliki Bukit Cinta yang sedang ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar maupun masyarakat dari luar klaten. Kali ini kita akan membahas legenda terjadinya Watu Prahu. Jika di lihat dengan teliti, batu besar yang jadi obyek wisata di Gununggajah ini bukanlah sembarang batu, karena batu itu mirip seperti kapal terbalik. Oleh sebab itu, kita akan coba membahas asal usul batu tersebut. Pada zaman dahulu terdapat beberapa perkampungan di daerah yang saat ini bernama gununggajah. Di antara banyak perkampungan, ada perkampungan bernama Kampung Jetis & Kampung Wonorejo. Di Kampung Jetis itu hiduplah seorang gadis yang sangat cantik dengan tubuh semampai bernama Roro Denok. Dan di kampung Wonorejo ada seorang laki-laki yang sangat sakti mandraguna bernama Joko Tuo. Karena kesaktian dan ketenaran Jo...
Pasti nama Lengger Lanang terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Tarian ini merupakan salah satu tarian asal Banyumas yang melegendaris pada zamannya. Konon, tarian mistis ini mendapat pengaruh dari Hindu. Lengger Lanang dahulu digunakan untuk pemujaan Dewi di Tanah Jawa sebagai ucapan syukur sehabis panen. Hal yang unik dari Lengger Lanang adalah tarian ini ditarikan oleh laki-laki yang berpenampilan seperti perempuan, yang dikenal dengan sebutan travesti . Menurut sejarah, tarian ini ditarikan oleh kaum lelaki sebab pada zaman penjajahan, wanita belum boleh tampil dan muncul ke depan. Selain itu juga untuk menghindari adanya prostitusi. Lengger Lanang disebut-sebut menjembatani alam fisik dan spiritual. Para penari yang disebut Lengger konon mendapat indhang atau roh dari Lengger-Lengger terdahulu. Ada sederetan ritual yang selalu dilakukan sebelum seseorang menarikan Lengger Lanang seperti bersemedi, memuja empat mata angin, dan melakukan pemandia...
Tentunya kita semua pasti pernah mendengar nama Solo. Bahkan, mungkin kita semua pernah berkunjung ke kota tersebut. Namun, sebanyak apakah kita tahu mengenai budaya dari daerah tersebut? Ada sebuah makanan daerah khas Solo yang bernama Sup Timlo. Sayangnya, makanan ini masih belum begitu terkenal di Indonesia. Masih banyak orang yang belum tahu mengenai makanan khas dari daerah Solo ini. Oleh karena itu, marilah kita melihat lebih jauh mengenai Sup Timlo khas Solo. Sup Timlo ini adalah sebuah makanan yang sangat banyak terdapat di kota Solo. Makanan ini terkenal di kalangan apa pun. Baik kalangan pelajar, pegawai, orang tua, dan lain-lain. Makanan ini seakan melekat begitu erat dalam kehidupan setiap orang yang hidup di Solo. Apakah keistimewaan dari sup ini? Sup ini memiliki sebuah ciri khas Solo karena salah satu komponen yang ada di sup ini adalah sosis solo -- sosis ayam yang dilapisi oleh adonan tepung dan telor -- yang merupakan salah satu makanan yang sangat umum ter...
KECAP sepertinya sulit untuk dilepaskan dari khasanah kuliner Nusantara. Kecap-kecap tradisional memiliki penggemar fanatik. Tak hanya fanatik terhadap merek tertentu, banyak penggemar kecap yang fanatik dengan kecap dari daerahnya. Tak heran jika hampir setiap daerah memiliki kecap manis andalan. Masyarakat Kebumen memiliki kecap yang sudah menjadi ikon yakni Kecap Cap Kentjana. Kecap Cap Kentjana memiliki sejarah panjang dalam melezatkan kuliner Kebumen. Awalnya perusahaan itu didirikan oleh mendiang Cu Tian Kid dengan nama Perusahaan Kecap Kentjana pada tahun 1960. Saat pertama berdiri pabrik menempati sebuah rumah kontrakan di kampong Wonoyoso, Kebumen. Kemudian pada tahun 1970, pemimpin perusahaan dilanjutkan oleh anaknya Iwan Setiawan. Pada tahun 1980, dari Wonoyoso pabrik direlokasi ke Jalan HM Sarbini No 88C hingga saat ini. Regenerasi kepemimpinan terus berlanjut. Saat ini, Iwan Setiawan mulai menyerahkan kepemimpinan kepada ketiga anak perempuannya. Lebih...
Apakah kamu pernah mendengar ikan manyung? Ikan manyung termasuk dalam bangsa ikan berkumis (Siluriformes) famili Ariidae , ikan tersebut kerap diolah menjadi ikan asin atau disebut jambal roti. Tetapi ada yang unik dalam pengolahannya di pantai pesisir utara jawa (pantura), khususnya kota Semarang karena selain mengolah daging ikannya menjadi ikan asin , kepala ikan manyung tidak kami buang begitu saja namun juga diolah dengan berbagai macam cara seperti diasap, digulai, dan dimangut. Proses mangut disebut demikian karena konon setiap orang yang memakan masakan yang melalui proses tersebut akan mangut-mangut yang berarti merenung karena nikmatnya masakan tersebut. Proses pembuatannya cukup sederhana kepala ikan manyung yang besar dipotong-potong- lalu diasapi dengan pembakaran sabut kelapa-hal yang membuat aromanya menjadi khas- setelah itu ttinggal ditumis dengan berbagai bumbu rempah yang membuat rasanya sangat pedas dan nikmat. Disajikan dengan kuah gulai hangat....
Budaya tradisi wiwit yaitu tradisi yang dilakukan para petani jawa sebelum melakukan panen. Tradisi ini dilaksanakan dalam rangka menyambut waktu panen sebagai rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh. Hasil panen yang dimaksud dapat merupakan hasil panen padi di sawah maupun hasil panen di kebun atau ladang. Setiap musim panen, masyarakat setempat menyiapkan berbagai keperluan untuk melaksanakan upacara wiwit ini. Diantaranya yang paling penting adalah masyarakat membuat menu makanan berupa nasi dengan lauk sayur gudangan (sayuran dengan bumbu sambal kelapa), ikan asin bakar, ayam kampung panggang, dan telur rebus. Kemudian makanan ini dibawa ke sawah atau ladang dan ditempatkan dibagian sudut sawah atau ladang tersebut. Biasanya, anak-anak di desa setempat sudah tau kalau ada orang yang sedang melakukan wiwit, maka menu tadi diambil oleh anak-anak tersebut untuk dimakan bersama-sama di sawah atau ladang tempat dilaksanakan wiwit tadi. Saat in...
Sambal goreng hati adalah salah satu makanan yang sering dihidangkan saat momen lebaran tiba. Biasanya makanan ini dihidangkan bersama ketupat dan opor ayam. Sambal goreng hati sudah sejak lama menjadi makanan khas lebaran di Indonesia. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa makanan ini berasal dari daerah Jawa, tepatnya Jawa Tengah. Bahan utama dari sambal goreng hati adalah hati sapi, kentang, dan tambahan petai. Terdapat beberapa jenis resep dalam membuat sambal goreng hati. Ada yang menggunakan santan, ada juga yang tidak memakai santan. Berikut adalah salah satu resep membuat sambal goreng hati yang penulis dapatkan dari resep turun temurun keluarga penulis yang merupakan keturunan Jawa. Bahan: Hati sapi Kentang Petai Lengkuas Sereh Daun salam Daun jeruk Gula putih Garam Asam Kunyit Santan Bumbu (dihaluskan): Bawang merah Bawang putih Kemiri Cabai Cara membuat: Rebus hati bersama kunyit dan garam untuk menghilangkan ba...
Walaupun Indonesia bukan merupakan negara islam, akan tetapi mayoritas penduduk Indonesia beragama muslim. Tapi ada suatu aliran islam yg mungkin belum banyak diketahui oleh orang yaitu aliran Islam Kejawen yang merupakan campuran antara Budaya Jawa, dan Islam. Mbah saya, yang merupakan warga asli pati mempraktekan aliran ini di dalam kehidupan sehari-hari. ketika beliau meninggal, ayah saya diwariskan ilmu beserta buku yang berkaitan dengan aliran tersebut. Namun ayah saya lebih banyak mengambil Islam yg murni beserta Al Quran dan Hadist dan membuang sebagain besar Kejawennya.Pengikut Islam kejawen di Pati sudah semakin sedikit walaupun tetap ada. Mereka mengakui adanya Allah dan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah namun tidak melaksanakan Sholat lima waktu. Sholatnya berupa samadi, mirip zikir dalam Islam. Dan puasanya berupa puasa topo broto mirip bertapa yg hanya makan tumbuhan yg terpendam (kacang tanah, ketela pohon). Tumbuhan menggantung (buah pisang, mangga dan pepaya)....
Sudah lama orang mengenal Gethuk atau getuk (dalam bahasa Indonesia), namun dengan lamanya orang mengenal Gethuk, ternyata belum banyak yang mengetahui asal mula dan sejarah terciptanya makanan yang satu ini. Sejarah Gethuk berawal pada jaman penjajahan Jepang, konon pada masa itu beras yang merupakan makanan pokok Indonesia, merupakan barang langka yang sulit untuk di temukan, sehingga penduduk lokal (asli) Magelang berupya mengganti makanan pokok mereka dengan ketela, yang saat itu banyak terdapat di sekitar rumah dan mudah ditemukan di pasar. Hingga tersebutlah nama mbah Ali Mohtar yang berasal dari Desa Karet, Magelang yang mencoba berinovasi dengan ketela tersebut menjadi satu makanan yang cukup menarik untuk dihidangkan dan tak membosankan dimakan. Ketika itu beliau mencoba untuk mengolah ketela dengan cara dikukus kemudian dihaluskan sekedarnya kemudian dicampur dengan gula. Dari sanalah konon makanan yang bernama Gethuk ini berasal. Meskipun saat itu, untuk menghaluskan ke...