Kliningan Tanji sebenarnya mirip dengan orkes tanjidor. Bedanya, dalam pertunjukannya juga dimainkan seperangkat gamelan salendro yang biasa mengiringi pertunjukan kliningan. Seperti halnya pertunjukan kliningan, dalam Kliningan Tanji penonton dapat menyaksikan juru kawih atau yang lebih dikenal dengan sebutan sinden. Para sinden akan menyanyi dengan diiringi musik gamelan salendro serta tanjidor. Alat musik tanjidor yang digunakan dalam pertunjukan Kliningan Tanji diantaranya adalah pliston dan trombon. Pertunjukan khas Bekasi tersebut juga dilengkapi dengan permainan piul atau biola. Sedangkan gamelan salendro yang turut mengiringi juru kawih menyanyi adalah bonang besar, bonang kecil, kecrek, dan jenglong. Ada juga kendang dan gong yang masing-masing berjumlah satu set. Juru kawih alias sinden menempati peran sentral dalam pertunjukan Kliningan Tanji. Dalam sebuah pertunjukan biasanya terdapat beberapa sinden. Lagu yang kerap ditampilkan dalam kesenian tradi...
Bahan-bahan: Peda 2 biji Jagung 1 biji Telur ayam 2 butir Kelapa 1/2 butir Petai 1 biji Bumbu-bumbu: Bawang merah 2 buah Bawang putih 2 siung Lombok merah 3 buah Tomat 2 buah Jahe 1 ruas jari Garam 1/2 sdm Cara membuatnya: 1. Peda dicuci, digoreng sampai masak, dibuang tulangnya. 2. Bumbu-bumbu digoreng setengah masak sesudah diiris halus, kecuali tomat dan petai. 3. Kelapa diparut dan dibuat santan kental 3/4 gelas. 4. Jagung diiris, bumbu-bumbu diangkat dari api dan jagung dimasukkan. 5. Santan dimasukkan. 6. Telur dikacau dan dimasukkan beserta gorengan peda diaduk sampai rata. RM/Toko yang Menyediakan : Rumah Makan Betawi Restoran Indonesia Alamat: Jl. Term. Simatupang No.29, RT.10/RW.5, Tj. Bar., Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12530 Telepon: 0858-8318-5345 Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman 538
Wayang kulit Bekasi sebenarnya masih sama latar belakangnya dengan wayang-wayang sejenis yang ada di Pulau Jawa. Yang membedakan antara wayang kulit Bekasi dengan wayang kulit daerah lain adalah faktor sosilogis dan pengaruh budaya lingkungannya. Perbedaan lainnya yaitu adanya tokoh yang lebih mirip dengan wayang golek misalnya Semar, Cepot, Udel dan Gareng, sementara Dorna digambarkan dengan wajah kearab-araban dengan memakai topi haji. Awalnya wayang kulit Bekasi dibawa oleh seseorang yang bernama Balentet. Setelah ia berguru di daerah Cirebon dengan membawa wayang kulit Pandawa Lima sebagai warisan gurunya, Balentet mematangkan ilmu pedalangannya di daerah Bekasi dengan mendatangi tiga orang guru pedalangan, diantaranya Mbah Belentuk, Mbah Rasiun dan Mbah Cepe. Sekitar tahun 1918, Balentet mulai mendalang hingga meninggal dunia pada tahun 1982. Sebagai dalang kondang di Bekasi, menjelang akhir hayatnya Balentet mewariskan keterampilan mendalangnya kepada putra-putranya, d...
Bahan-bahan: tauco 10 sdm. minyak goreng 2 sdm. kelapa 1/2 btr. Bumbu-bumbu: bawang merah 6 bh. bawang putih 3 siung lombok hijau 5 bh. sereh 1/4 btg. salam 2 lbr. asam 4 mt. gula 1/2 sdm. garam 2 sdt. Cara membuatnya: Bawang merah, bawang putih, lombok hijau diiris halus. Kelapa diparut, dibuat santan kental. Bawang merah, bawang putih, lombok hijau yang telah diiris-iris ditumis, ditambah bumbu-bumbu lain, kemudian tauco dimasukkan. Kemudian santan dimasukkan, dan didihkan. RM/Toko yang Menyediakan : Waroeng SS Spesial Sambal Margonda Depok Restoran Indonesia Alamat: Jl. Margonda Raya No. 280, Kemiri Muka, Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16423 Telepon: (021) 77201492 Sumber: Buku Mustika Rasa Sukarno, hlm. 783
Peninggalan kejayaan Kerajaan Galuh pada abad ke-14 Masehi masih dapat kita temui di situs Astana Gede Kawali. Keunikan dari peninggalan arkeologis yang terdapat di komplek situs tersebut ialah terdapat pengaruh tiga kebudayaan yang berbeda, yaitu budaya lokal, budaya Hindu, dan Islam. Beberapa tinggalan arkeologis yang ada antara lain 6 buah batu prasasti, 3 buah batu menhir, dan 11 buah makam. Astana Gede Kawali terletak di lahan seluas 5 hektar. Lokasinya berada di kaki Gunung Sawal dan bentang alamnya masih dikelilingi pepohonan yang rindang dan tinggi. Hal ini membuktikan bahwa lingkungan di sekitar situs masih terhindar dari ancaman kerusakan. Konon situs dinamakan Astana Gede karena terdapat sebuah makam yang ukurannya besar, panjang sekali dan berbeda dengan makam-makam lain pada umumnya. Dalam bahasa Sunda, astana berarti makam dan gede berarti besar. Namun ada pula yang berpendapat bahwa Situs Astana Gede merupakan tempat dimakamkannya orang-orang besar, atau dalam bahasa Su...
BAHAN : * 2 sdm minyak untuk menumis * 250 gr daging ayam dipotong kecil * 100 gr petai dibelah 2 * 50 ml air * 100 gr daun bawang, diiris * 100 gr ikan asin jambal, digoreng, di suwir-suwir * 10 buah cabai rawit * 1/2 sdt garam * 1/4 sdt merica * 500 gr mi yang telah diseduh * 2 butir telur ayam dikocok lepas * 50 gr daun kemangi * daun pisang untuk membungkus BUMBU : * 1 sdm bawang putih cincang * 2 lbr daun salam * 1 sdt irisan laos * 1 sdm irisan sereh CARA MEMBUAT PEPES MIE ALA SUNDA : 1. Tumis dengan minyak semua bumbu 2. Masukkan ayam, petai, air, dan daun bawang, masak hingga ayam matang. 3. Masukkan ikan asin, cabai rawit. garam dan merica, aduk hingga tercampur rata,masak hingga kering, angkat 4. Masukkan mie, telur, dan daun kemangi, aduk rata, bungkus dengan daun seperti pepes, lalu dikukus selama + 30 menit, angkat, hidangkan. RM/Toko yang Menyediakan :...
Pindang Domba Khas Garut ini terbuat dari daging domba, bawang merah, bawang putih, gula merah, garam, dan kecap. Bahan tersebut dikombinasikan dengan rempah-rempah seperti kunyit, lengkuas, jahe, sereh, dan daun salam. Bumbu-bumbu diulek dan ditumis, setelah mendidih daging domba dan gula merah dimasukkan. Aduk hingga matang, pindang domba pun siap disantap. Sumber: "Ragam Indonesia" Trans 7, Ayokwisata.com
Sesuai namanya, hidangan nasi ini disajikan di dalam batok kelapa. Terdiri atas campuran beras, kunyit, garam, bawang merah, sereh, pandan, dan daun salam. Kunyit dan sereh diulek bersama garam, kemudian belah batok kelapa dan sisihkan sebagian airnya. Ulekan kunyit dituang ke dalam air kelapa yang masih tersisa di dalam batok, lalu tambahkan bahan-bahan lain seperti daun pandan, daun salam, dan beras; aduk hingga rata. Tuangkan sedikit air kelapa ke dalamnya dan tutup batoknya. Sajian ini dimatangkan dengan cara dibakar di atas arang dan ditutupi kayu bakar. Rasa sajian ini kaya akan cita rasa yang asin, gurih, dan segar sekaligus. Sumber: "Ragam Indonesia" Trans 7