Banggo terbuat dari besi dan memiliki pasangan ta’upo/sarung dari kayu hitam dan kayu kuning. Senjata Banggo adalah senjata yang umum dimiliki oleh masyarakat untuk mengolah perkebunan. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/10/senjata-tradisional-gorontalo/
Kain karawo dibuat dengan teknik sulam. Mengutip situs resmi Pemerintah Gorontalo, kain karawo dikerjakan pada kain dengan menggunakan benang polos maupun warna-warni. Proses pembuatan dengan cara mengiris dan mencabut benang dari serat kain yang sudah jadi. Lalu disulam dengan jarum dan aneka ragam benang sesuai motif yang diinginkan. "Istilahnya cabut benang. Bisa juga dengan benang emas," Istimewanya pembuatan kain ini dilakukan secara manual, dengan menggunakan tangan. Tak heran jika dalam pembuatannya memakan waktu yang lama. Selain waktu, pengerjaan kain karawo juga membutuhkan banyak tenaga. Paling tidak diperlukan tiga orang dengan tugas yang berbeda. Orang pertama bertugas membuat pola. Caranya dengan menggambar di atas kertas grafik. Kemudian orang kedua bertugas sebagai pengiris atau pengurai benang pada kain yang akan dibuat sulaman karawo. Ini dilakukan sesuai pola y...
Bagi masyarakat Gorontalo, Ikan Sagela dikonsumsi untuk kondisi tertentu saja alias dalam keadaan darurat. ikan sagela ini hanya terdapat di perairan Sulawesi Khususny pesisir pantai Gorontalo. Ikan Sage;a dikonsumsi dalam bentuk sambal dengan dua rasa, yaitu pedas dan terasi. dari hal tersebut Yusuf Olii warga Gorontalo terilhami untuk mengemasi sambal ikan sagela ini dan dipasarkan ke seluruh indonesia. http://www.gapuranews.com/sambal-ikan-sagela-khas-gorontalo-merambah-nusantara/
Soman merupakan merek Jamu Tetes yang bahan utamanya adalah tumbuhan asli Gorontalo yaitu Manggata. Manggata, adalah sejenis rumput yang menjalar di tanah biasa dikenal dengan nama Rumput Teki di Pulau Jawa. Manggata sulit dimatikan karena ada enzim atau hormon tertentu yang membuat tanaman ini bisa mengatur hidupnya secara luar biasa dan mempunyai daya regenerasi sel yang luar biasa. Manggata sering di jadikan masyarakat Gorontalo sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit dengan mengolah umbi nya yang mengandung alkanoid, flavonoid dan glikosida jantung. http://www.ulihape.com/2017/04/soman-jamu-tetes-dari-gorontalo-yang.html
Owiwi adalah salah satu makanan khas masyarakat Gorontalo yang sudah dikenal sejak lama atau turun temurun. Menurut informan, sejak kecil beliau sudah mengenal makanan ini. Bahan - bahan pembuatan owiwi adalah : Labu (bahasa Indonesia), sambiki bahasa sehari -hari , bolongga (bahasa daerah Gorontalo). Kelapa tua untuk diambil santannya. Gula aren (bahasa Indonesia), pahangga (bahasa daerah). Beras ketan Kayu manis (sebagai pengharum dan penyedap rasa). Owiwi adalah makanan yang berbentuk bubur (makanan lunak) atau didaerah lain dikenal dengan nama kolak . Cara membuatnya yaitu ; labu atau sambiki atau bolongga dimasak dengan santan dan juga beras ketan dan ditambah dengan gula aren (pahangga), dan juga kayu manis. Owiwi dapat dikatakan khas karena di daerah lain biasanya yang menjadi bahan pokok adalah ketela pohon, namun di daerah Gorontalo, masyarakat lebih memilih labu (bolongga) sebagai bahan pokok, inil...
Daerah Gorontalo adalah daerah yang kaya dengan kuliner atau makanan tradisional, salah satunya adalah Kala-kala. Kuliner ini sudah dikenal sejak dahulu oleh masyarakat Gorontalo, menurut informan sejak kecilnya beliau sudah mengenal kuliner ini. Kuliner ini boleh dibilang khas Gorontalo karena biasanya kalau kita akan mengolah pisang sepatu (untuk digoreng), kita akan menggunakan gula pasir sebagai penambah rasa manis, namun lain dengan daerah Gorontalo yang memakai gula merah sebagai pemanis kuliner ini. Kala-kala ini hanya merupakan makanan ringan atau sebagai pelengkap ketika kita akan minum teh atau kopi di pagi hari atau sore hari. Bahan-bahannya sangat mudah ditemukan disekitar kita atau dipasar tradisional, yaitu : pisang sepatu (lambi lo pagata), atau bisa juga memilih ubi jalar (atetela) atau batata (bahasa sehari-hari). gula merah (pahangga), tepung beras, tepung terigu, dan minyak (yinulo) untuk menggoreng. Cara membuat :...
Binte biloti adalah salah satu kuliner yang menjadi kekhasan masyarakat Gorontalo. Kuliner ini merupakan makanan tradisional dari daerah Gorontalo. Dapat dikatakan khas Gorontalo karena seperti diketahui daerah Gorontalo adalah salah satu daerah penghasil jagung yang merupakan bahan dasar dari kuliner binte biloti ini. Dan menurut informan kuliner ini sudah ada sejak beliau masih kecil, sudah dikenal oleh masyarakat Gorontalo. Bahan-bahan yang diperlukan adalah: jagung kering, cabe, bawang merah, kemangi, daun bawang , kelapa muda, dan udang kecil-kecil (hele), dan garam secukupnya, minyak kelapa (yinulo) secukupnya. Cara membuatnya sangatlah mudah, yaitu : Pertama jagung kering disangrai sampai renyah. Kemudian bumbu-bumbu seperti cabe, bawang merah diulek dengan garam . Selanjutnya bumbu yang sudah diulek dicampur dengan daun kemangi dan daun bawang (yang sudah diiris halus) serta udang kecil-lecil (he...
Diniyohu adalah salah satu kuliner yang ada didaerah Gorontalo. Kuliner ini sudah dikenal oleh masyarakat Gorontalo sejak dahulu kala. Menurut informan, beliau tidak mengetahui sejak kapan kuliner ini ada di daerah ini , namun yang diketahuinya bahwa sejak kecilnya beliau sudah mengenal makanan ini di Gorontalo. Bahan-bahan yang diperlukan adalah : sagu, gula merah (pahangga), dan kelapa muda. Cara membuatnya pun sangat mudah yaitu : air kelapa muda(tabu) dan ditambah dengan sedikit air biasa (air putih mentah) , bersama-sama dengan gula merah, dan kelapa muda yang sudah diserut, direbus sampai mendidih . Selanjutnya sagu yang sudah dibasahi sedikit, dibentuk bulatan-bulatan kecil kemudian dimasukkan ke dalam air kelapa, gula merah serta kelapa yang sudah diserut yang sudah mendidih tadi sambil di aduk-aduk hingga campurannya menyatu. Setelah mendidih diniyohu diangkat dan siap untuk disantap. Diniyohu ini dapat dikatak...
Bahan: 2 l air matang, untuk merendam jantung pisang 1 sdm cuka 300 g jantung pisang, iris tipis 1 sdt garam 300 ml air, untuk merebus 150 g ikan cakalang asap ½ butir kelapa setengah tua, parut 1 sdm minyak kelapa Bumbu, ulek kasar: 7 buah cabai merah keriting 4 buah cabai rawit merah 4 butir bawang merah 1 sdm gula pasir 1 sdt garam Pelengkap: Jagung manis, kukus hingga matang Cara: Campur 1 liter air matang dan cuka, aduk rata. Sisihkan. Remas-remas jantung pisang dengan garam hingga layu. Rendam dalam campuran air cuka selama ± 15 menit. Saring, tiriskan. Cuci kembali dengan sisa air matang sambil diremas-remas untuk menghilangkan rasa sepatnya. Tiriskan, sisihkan. Didihkan air, masak ikan cakalang hingga teksturnya lunak (± 30 menit). Angkat, tiriskan. Suwir kasar menggunakan garpu. Aduk jantung pisang, ikan cakalang, kelapa parut, dan...