Secara harfiah bainai artinya melekatkan tumbukan halus daun pacar merah yang dalam istilah Sumatera Barat disebut daun inai ke lengan dan kuku-kuku jari calon pengantin perempuan (anak daro). Tumbukan halus daun inai ini kalau dibiarkan lekat semalam, akan meninggalkan bekas warna merah yang cemerlang pada kuku. Untuk melaksanakan acara ini calon anak daro didandani dengan busana khusus yang disebut baju tokah dan bersunting rendah. Tokah adalah semacam selendang yang dibalutkan menyilang di dada sehingga bagian-bagian bahu dan lengan tampak terbuka. Setelah didandani, calon anak daro duduk di pelaminan. Disana para tamu dan sanak saudara telah berkumpul untuk mengaji dan berdo'a bersama, kemudian melantunkan shalawat nabi sambil diiringi prosesi tepung mawar. Setelah prosesi tepung mawar selesai, sebagai salah satu keharusan dalam malam berinai, calon anak daro diharuskan menari. Dua gadis dan tiga jejaka telah siap menyambut calon anak daro untuk menari. Mereka berbaris membe...
Keberadaan Pakaian adat sebagai wujud material kebudayaan yang banyak terdapat di daerah-daerah di Indonesia memiliki nilai penting dalam sudut pandang sejarah, warisan, dan kemajuan masyarakat dalam sebuah fase peradaban tertentu. Banyak pakaian adat di daerah yang merupakan representasi kebudayaan paling tinggi di sebuah komunitas masyarakat di daerah tertentu. Kondisi tersebut menuntut perlu adanya sebuah upaya untuk menjaga dan melestarikan keberadaan Pakaian Adat. Upaya itu dilakukan untuk menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam rumah adat. Tujuannya agar masyarakat saat ini bisa membaca, memahami dan mengambil nilai-nilai positif yang terkandung pada pakaian adat di daerah mana saja. Ada banyak pakaian adat di Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan nilai pengetahuan yang penting. Salah satu dari banyak pakaian adat di Indonesia yang memiliki makna sejarah, representasi sebuah komunitas pada zamannya dan kemajuan sebuah peradaban adalah pakaian adat Sumat...
Bubur Kampiun adalah menu sarapan khas Minangkabau yg juga dijadikan santapan utama dalam menu berbuka puasa, tercipta thn 1960, pasca perang PRRI, ketika para tokoh adat Bukittinggi mengadakan lomba kreasi bubur, utk mengembalikan ketenangan masyarakat dari rasa trauma perang. Pemenangnya adlh seorang nenek bernama Amai Zona,& ia menamai hidangan ini Bubua Kampiun (Champion). Bubur ini juga memiliki banyak sekali isi. Karena kompletnya Anda dapat menikmati bubur sumsum, ketan hitam, pisang kepok, biji salak, kolang-kaling, dan sagu mutiara dalam saus santan dan gula merah sekaligus dalam satu hidangan. Nikmat bukan?
Dewasa ini kesenian-kesenian tradisional mulai ditinggalkan oleh masyarakat diantaranya adalah permainan tradisional yang sudah banyak ditinggalkan terutama oleh generasi muda dengan berbagai alasan antaranya karena mereka menganggap permainan tersebut telah kuno, tidak menarik, susah untuk mendapatkannya apalagi didaerah perkotaan dan lain sebagainya. Sebaliknya mereka lebih tertarik dengan permainan modern dengan alasan lebih menarik, menyenangkan dan mudah didapatkan. Pemainan Sepak Rago adalah permainan tradisional dari Sumatera Barat. Permainan sepak rago umunya dimainkan pada upacara anak nagari. Dimainkan oleh anak laki-laki dengan jumlah pemain 9 orang. Peralatan yang digunakan yaitu bola yang terbuat dari anyaman rotan berdiameter 15 cm. Permainan dilakukan di lapangan terbuka dengan membuat lingkaran yang garis tengahnya 4,5 m. Kemudian dibagi menjadi 9 sektor dengan memberi tanda. Pemain berdiri pada sektor masing-masing dan seorang ditengah...
Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang ratu bernama Bundo Kanduang, yang konon diciptakan bersamaan dengan alam semesta ini (samo tajadi jo alamko). Dia adalah timpalan Raja Rum, Raja Tiongkok dan Raja dari Laut. Suatu hari Bundo Kanduang menyuruh Kembang Bendahari, seorang dayangnya yang setia, untuk membangunkan putranya Dang Tuanku, yang sedang tidur di anjungan istana. Kembang Bendahari menolak, karena Dang Tuanku adalah Raja Alam, orang yang sakti. Bundo Kanduang lalu membangunkan sendiri Dang Tuanku, dan berkata bahwa Bendahara sedang mengadakan gelanggang di nagarinya Sungai Tarab, untuk memilih suami buat putrinya. Karena gelanggang tersebut akan dikunjungi banyak pangeran, marah dan sutan, dan putra-putra orang-orang terpandang, Dang Tuanku dan Cindua Mato seharusnya ikut serta di dalamnya. Bundo Kanduang memerintahkan Dang Tuanku untuk menanyakan apakah Bendahara akan menerima Cindua Mato sebagai suami dari putrinya, Puti Lenggo Geni. Setelah menerima pengajaran tentang a...
Permainan tradisional adalah bentuk kegiatan permainan dan atau olahraga yang berkembang dari suatu kebiasaan masyarakat tertentu. Dalam pelaksanaannya permainan tradisional dapat memasukkan unsur-unsur permainan rakyat dan permainan anak ke dalamnya.Jenis permainan tradisional sendiri banyak sekali corak ragamnya, masing-masing mempunyai bentuk, nama, tujuan dan latar belakang yang sesuai dengan asal dari permainan itu sendiri. Perkataan kambing-kambingan dalam permainan ini diambil dari kata kambing yakni nama binatang piaraan. Permainan ini sangat populer di daerah kabupaten Agam. Di Sumatera Barat sangat banyak dijumpai harimau, untuk menangkap harimau maka masyarakat memberi seekor kambing sebagai umpannya. Bertitik tolak dari kejadian ini maka di daerah ini ada permainan kambing-kambingan. Permainan ini dapat dilakukan di pekarangan rumah atau lapangan sekolah pada waktu istirahat belajar atau pada waktu senggang sore hari , dimainkan oleh anak laki-la...
Sumatera Barat dikenal dengan suku Minangkabau. Menurut sumber (Samsuni), salah satu nagari Minangkabau yang berada di wilayah kecamatan Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Dahulu kala, di Sumatera Barat terdapat sebuah kerajaan Pagaruyuang yang dipimpin oleh seorang raja yang adil dan bijaksana sehingga rakyatnya hidup aman, tenang dan damai. Namun ketentraman tersebut terusik oleh adanya kabar penyerangan kerajaan dari Pulau Jawa (menurut sumber Kerajaan tersebut adalah Kerajaan Majapahit). Hal ini membuat Kerajaan Pagaruyuang pun tidak tinggal diam. Raja, petinggi adat dan alim ulama pun berunding. Mereka orang yang bijaksana dan tidak menyukai kekerasan karena akan merugikan dan menyengsarakan rakyat. Sehingga mereka memutuskan untuk tidak melawan dengan kekarasan dan peperangan, namun mengajak berunding dengan Kerajaan Majapahit. Mereka mendatangi pasukan Kerajaan Majapahit dan malah menunjukkan sikap yang sopan dan menerima Kerajaan tersebut sel...
Tradisi memakai inai atau pacar ini biasa dilangsungkan pada malam hari sebelum seorang anak gadis melangsungkan pernikahan pada keesokan harinya. Pada ritual bainai ini, seluruh keluarga dekat dapat turut serta merias calon pengantin perempuan yang disebut anak daro. Hal tersebut ditujukan untuk menunjukkan kasih sayang serta restu mereka kepada gadis yang akan melepas masa lajangnya. Bainan merupakan kegiatan memerahkan kuku dan jari calon pengantin perempuan dengan menggunakan tumbukan daun pacar yang kemudian dibalut dengan daun sirih. Ritual bainai ini dipercaya memiliki kekuatan magis yang dapat melindungi calon pengantin (anak daro) dari musibah atau kejadian yang tidak diinginkan nantinya. Disamping itu, setelah acara pernikahan berlangsung, jari-jari yang masih merah karena warna inai juga menandakan bahwa ia adalah perempuan bersuami. Sehingga tidak akan muncul kalimat tidak sedap dari orang sekitar jika melihat ia berjalan bersama laki-laki, yang notabene adalah suami...
Tari piring, atau yang sering disebut Tari Piriang oleh masyarakat Sumatera Barat merupakan tari yang dipersembahkan kepada dewa-dewa sebagai bentuk rasa syukur karena bagusnya hasil panen. Tarian ini ditarikan oleh pemuda maupun pemudi yang menari-nari dengan piring di tangan mereka. Ada tiga gerakan inti pada tari piring, yaitu tupai bagaluik (tupai bergelut), bagalombang (bergelombang), dan aka malilik (akal melilit). Namun karena masuknya agama Islam, tari piring kini hanya dipentaskan jika ada acara hajatan atau acara besar, seperti pernikahan. Tarian ini biasanya ditarikan dengan personil ganjil (tiga, lima, tujuh, dst).Salah satu yang khas dari tari piring adalah adanya atraksi lempar piring, yang kemudian akan dilanjutkan dengan para penari yang bergantian menginjak pecahan-pecahan piring tersebut. Sesuatu yang terdengar ekstrim dan mendebarkan. Namun, tidak akan ada darah berceceran akibat kaki penari yang terluka. (Sumber : http://www.gosumatra.com/tari-piring-khas-su...