Adat Nusantara
6.447 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Permainan Hatata
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Kalimantan Tengah

Permainan ini sudah menjadi bagian dalam kehidupan budaya masyarakat Kalimantan Tengah bahkan merupakan permainan khas / asli pada acara hisek atau perkawinan adapt daerah Kalimantan Tengah. Permainan yang diuraikan ini bernama permainan hatata. Kata hatata berasal dari bahasa dayak Ngaju yang berbentuk kata jadian. Kata dasarnya adalah dari kata tata dengan diberi awalan ha- sehingga menjadi kata hatata. Tata artinya siram sedangkan awalan ha menunjukkan pekerjaan saling, siram menyiram. Jadi permainan hatata adalah suatu permainan yang dilakukan dengan saling siram-menyiram antara sesama peserta. Jumlah peserta permainan hatata ini tidak terbatas. Semua orang atau yang hadir dalam acara hisek atau kawin tersebut berhak ikut serta dalam permainan hatata. Kegiatan ini dilakukan setelah acara pokok selesai dalam arti pinangan secara resmi diterima atau perkawinan resmi diteguhkan. Peristiwa sosial yang erat hubungannya dengan permainan hatata adalah acara hisek (pertunangan) dan perkaw...

avatar
Widra
Gambar Entri
Upacara Kwangkay/Kuangkay
Ritual Ritual
Kalimantan Timur

Upacara Adat Kwangkay merupakan upacara pemakaman adat suku Dayak Benuaq yang merupakan tradisi purbakala, system penguburan secara bertahap dilaksanakan sebagai berikut : Pemakaman darurat ( Penguburan sementara ) Pemakaman Antar (Penguburan Skunder) Pemakaman penutup ( Penguburan terakhir ) o Orang Dayak Benuaq mengenal 3 Jenis upacara kematian Upacara Parapm Api Upacara Kenyau Upacara Kwangkay. Upacara Adat Kwangkay dilaksanakan oleh anggota keluarga yang masih hidup agar para mendiang dapat tiba di tempat yang tinggi di Puncak Lumut. kwangkay yang berarti buang bangkai maksudnya melepaskan diri dari segala kedukaan dan mengahiri masa berkabung Waktu Penyelenggaraan Kwangkay : pada bulan Februari - Maret Pantangan selama upacara: Keluarga penyelenggara upacara atau para petugas upacara dan masyarakat yang ikut harus mematuhi pantangan sebagai berikut: Untuk Keluarga duka: tidak boleh bepergian, tidak boleh bergurau, tidak boleh menggunakan pakai...

avatar
Widra
Gambar Entri
Lom Plai
Ritual Ritual
Kalimantan Timur

Upacara ini dilaksanakan oleh masyarakat Dayak Wehea setelah mereka selesai panen padi.Upacara ini dilakukan untuk memperingati pengorbanan dari Long Diang Yung yang rela mengorbankan dirinya untuk masyarakat yang sedang dilanda bencana kelapparan dan kekeringan. Setelah pengorbanannya masyarakat dapat hidup makmur dan mendapat panen yang berlimpah.Maksud diadakannya upacara ini adalah sebagai pengungkapan rasa syukur atas panen yang telah mereka dapatkan. Upacara ini terdiri dari beberapa rangkaian yang masing-masing rangkaian tersebut saling berkaitan dan upacara ini berlangsung selama 1 bulan. Pelaksanaan upacara ini di mulai dengan pemukulan gong yang dilaksanakan di rumah adat (eweang) dan diakhiri dengan upacara embos epaq plai (membuang hampa padi) yang bermakna untuk mengusir dan membuang segala yang jahat bersama terbenamnya matahari serta mendoakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, ternak dan makanan.

avatar
Widra
Gambar Entri
Macaan Lontar Yusup
Ritual Ritual
Jawa Timur

Tradisi macaan lontar Yusuf dilakukan sebagai bagian dari ritual tertentu yang berkaitan dengan daur hidup dan upacara adat. Dilakukan semalam suntuk dengan membacakan Serat Yusuf dari awal sampai akhir dengan disertai ritual tertentu. ?macaan? juga harus disediakan persyaratan berupa bunga tiga macam yang diletakkan dalam baskom berair. Para pelaku ?macaan? melantunkan tembang-tembang dalam Serat Yusuf secara bergantian, mulai jam 21.00 sampai pukul 05.00 pagi.

avatar
Widra
Gambar Entri
Ma'bugi
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Ma'bugi adalah ritual tolak bala. Tradisi ma'bugi merupakan pengaruh dari Bugis. Istilah ini muncul ketika orang-orang Bugis menguasai Tana Toraja. Penguasaan Kerajaan Bugis menimbulkan perlawanan dari pemuda Toraja hingga berhasil menghalau tentara Kerajaan Bone sampai tapal batas Tana Toraja. Usai perang, Tana Toraja mendapatkan wabah penyakit, kelaparan, dan kemarau panjang. Masyarakat meyakini bahwa musibah ini adalah murka penguasa alam karena masyarakat Toraja telah tercemar dengan budaya luar seperti gemar berjudi. Oleh karena itu, seluruh masyarakat keluar rumah menyanyikan lagu ritual, memasang umbul-umbul dari daun ijuk muda, tanaman berhias merah dan kuning dipasang di sepanjang jalan sebagi simbol permohonan kepada deata. Ritual inilah kemudian disebut dengan ma'bugi. Ritual ma'bugi dilaksanakan ketika berlangsung kekacauan sosial dalam masyarakat termasuk penyakit yang menyerang hewan ternak dan tumbuhan. Ma'bugi dipusatkan di tongkonan pemimpin adat. Seluruh biaya...

avatar
Widra
Gambar Entri
Asal Muasal Tari Patuddu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Barat

Sulawesi Barat atau disingkat Sul-Bar termasuk provinsi yang masih tergolong baru di Pulau Sulawesi, Indonesia. Provinsi yang dibentuk pada tanggal 5 Oktober ini sebagian besar dihuni oleh suku Mandar (49,15%) dibanding dengan suku-bangsa lainnya seperti Toraja (13,95%), Bugis (10,79%), Jawa (5,38%), Makassar (1,59%) dan lainnya (19,15%). Maka tidak heran jika adat dan tradisi suku Mandar lebih berkembang di daerah ini. Salah satu tradisi orang Mandar yang sangat terkenal adalah tradisi penjemputan tamu-tamu kehormatan baik dari dalam maupun luar negeri. Penyambutan tamu kehormatan tersebut sedikit berbeda dari daerah lainnya. Para tamu kehormatan tidak hanya disambut dengan pagar ayu atau pengalungan bunga, tetapi juga dengan Tari Patuddu. Zaman sekarang, tarian ini biasanya dimainkan oleh anak-anak Sekolah Dasar (SD) dengan menggunakan alat tombak dan perisai yang kemudian diiringi irama gendang. Oleh karena itu, Tari Patuddu yang memperagakan tombak dan perisai ini disebut juga tar...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Cerita Rakyar Gasing Pencari Jejak
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Di sebuah dusun hiduplah sebuah keluarga petani kecil, dengan dua orang anak, yaitu seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Anak perempuan bernama Rambu Kahi dan anak laki-laki bernama Umbu Delu. Mata pencaharian mereka hanyalah berkebun. Ketika Umbu Delu berumur 1 tahun, ibu Umbu Delu pergi untuk selamanya mendahului mereka. Tinggalah ayah bersama kedua anaknya Rambu Kahi dan Umbu Delu. Tetapi, tiga bulan kemudian ayah mereka mengikuti jejak almarhumah, meninggalkan mereka. Rambu Kahi berumur tiga tahun dan adiknya Umbu Delu berumur satu tahun. Hari demi hari dilalui tanpa ada orang yang menghiraukannya apalagi menjenguknya. Makanan yang ditinggalkan oleh ayah dan ibu mereka hanyalah sebakul nasi yang ditumbuk oleh Rambu Kahi. Lama kelamaan padi itupun habis, Rambu Kahi bingung untuk minta pertolongan kepada siapa? Setiap malam jika sudah selesai makan malam Rambu Kahi mendengar piring yang dicuci, ia berdiri berdiri tepat di tempat pencucian piring, ia mengangakan mulu...

avatar
Widra
Gambar Entri
Kain Dugan Hitam
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Bengkulu

Kain ini merupakan pakaian sehari-hari kaum perempuan dewasa, baik seorang gadis maupun ibu rumah tangga. Di samping itu juga dapat dipakai pada saat adanya upacara-upacara adat setempat. Pemakaian kain ini tidak dibatasi atau diatur oleh status sosial. Mereka yang mampu untuk memiliki kain tersebut dapat memakainya secara bebas. Sejauh ini belum ada keterangan yang memadai mengenai sejarah kain dugan hitam. Masyarakat setempat meyakini bahwa kain dugan hitam ini telah digunakan sejak lama secara turun temurun. Bahan tenunan tradisional ini adalah kapas. Kapas terdiri dari dua macam, yaitu kapas kayu dan kapas akar. Proses menenunnya dengan cara mendugan atau memadatkan. Cara ini tidak memakai sistem menculik dan tidak memakai suri pengatur benang. Hasilnya akan mendapatkan kain yang tebal, rapi, dan berkualitas baik. Peralatan yang dipergunakan dalam menenun kain dugan hitam ini adalah peralatan pertenunan tradisional biasa. Fungsi praktis kain dugan hitam ini adalah untuk menutup...

avatar
Widra
Gambar Entri
Kain Air Guci
Motif Kain Motif Kain
Bengkulu

Air Guci (masyarakat Banjar Kuala menyebutnya Erguci) merupakan dekorasi hiasan dinding yang terbuat dari kain beludru yang biasanya digunakan dalah sebuah pesta terutama perkawinan di Kalimantan Selatan. Air Guci merupakan selembar kain yang tebal yang berukuran 2 meter dan tinggi 1,5 meter dan biasanya dipakai sebagai latar belakang patataian (pelaminan). Menurut kepercayaan masyarakat Banjar, Air Guci telah ada sejak lama dari zaman pakaian pengantin Banjar Bagajah Gamuling sampai berkembang menjadi pakaian adat Banjar Baamar Galung pancar Matahari. Air Guci merupakan kain segi empat panjang yang terbagi atas beberapa lajur dan kolom yang bersifat tradisional. Dua baris lajur bagian atas disebut dahi dinding air guci dan pembapang atas. dua di bawah disebut pambapang bawah dan batis dinding air guci. kolom kiri disebut punca kiwa luar dan punca kiwa dalam sementara kolom kanan disebut punca kanan luar dan punca kanan dalam. Bagian tengah disebut patangahan. Setiap lajur dan kolom d...

avatar
Widra