tahun baru
957 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Pitonan
Ritual Ritual
Jawa Timur

    Pitonan adalah upacara slametan yang digelar oleh masyarakat setempat Jawa Timur guna merayakan kelahiran anaknya diamana telah menginjak usia 7 bulan. Upacara ini dimaksudkan sebagai simbol rasa syukur mereka terhadap kelahiran sang buah hati yang sudah diberkahi usia hingga 7 bulan serta bertujuan mendoakan keselamatan, rejeki, dan masa depan sang anak agar selalu diberkahi dan sejahtera nantinya. Tradisi Pitonan atau Tedak Sinten atau yang biasa dikenal dengan "turun tanah" dilakukan ketika sang anak pertama kali belajar berjalan. Hal ini juga diyakini sebagai penghormatan pada bumi tempat anak belajar menginjakkan kaiknya.      Tradisi ini dimulai dengan melewati jadah dengan berbagai warna. Penyusunnanya dimulai dari warna hitam sampai putih. Hal ini dimaksudkan dengan selalu ada jalan keluar dalam segala masalah yan berat.      Kemudian si anak dituntun untuk menaiki tangga dari batang tebu kemudian turun lagi. tebu diartikan...

avatar
OSKM18_19918172_Rachmadini Melita Trisnasiwi
Gambar Entri
Tari Sparkling Surabaya
Tarian Tarian
Jawa Timur

Seni tari adalah kesenian yang dilakukan dengan gerakan yang berirama yang tujuannya untuk mengekspresikan perasaan dari seseorang atau suatu kelompok yang dilakukan pada suatu tempat dan waktu atau event tertentu. Jenis dari seni tari sendiri ada banyak sekali, salah satunya adalah tari kreasi baru. Contoh tari kreasi baru adalah tari sparkling surabaya yang berasal dari Surabaya. Tari Sparkling Surabaya adalah tari kreasi baru yang tariannya dikembangkan oleh seorang koreografer dan seniman tari yang bernama Diaztiarni Azhar pada tahun 2007. Dahulunya tari ini diciptakan saat menyambut hari ulang tahun kota Surabaya yang saat itu mengambil tema Surabaya Sparkling. Oleh karena itu tarian ini diberi nama Tari Sparkling Surabaya. Seperti temannya yaitu Tari Remo, Tari Sparkling Surabaya ini adalah tarian selamat datang sehingga tari ini sering sekali digunakan dan ditampilkan untuk menyambut tamu dan wisatawan. Dan karena itu juga tari ini menjadi ikon kota Surabaya. Tari ini...

avatar
OSKM18_16718311_Salsabila Putri Kamilah
Gambar Entri
Es Krim Toko OEN Malang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

Toko Oen Malang   Julukan Paris van East Java kepada Kota Malang bukanlah tanpa alasan. Alamnya yang indah, iklimnya yang sejuk, kotanya bersih, kulinernya serta banyak bangunan bersejarah yang tersebar di sudut-sudut kota. Salah satunya adalah Toko Oen yang legendaris, yang pada gevel bangunannya terdapat tulisan Toko ˶Oen˝, Restaurant Ice Cream Palace Patissier . Toko ini terletak di Jalan Basuki Rahmat No. 5 Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Lokasi toko ini berada di sebelah utara Toko Gramedia dan berseberangan jalan dengan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus . Begitu masuk ke toko ini, suasana tempo doeloe langsung terasa. Ada kursi rotan, ada kursi besi zaman dulu, dan terpampang spanduk bertuliskan Welkom in Malang, Toko Oen Die Sinds 1930 Aan De Gasten Gezelligheid Geeft .   Sejarah Toko Oen bermula dari kiprah seorang ibu rumah tangga bernama Liem Gien Nio, istri dari Oen...

avatar
Oskm18_16218110_cellina
Gambar Entri
Rebo Wekasan Gresik
Ritual Ritual
Jawa Timur

Rebo Wekasan             Bulan Safar adalah bulan kedua dalam penanggalan hijriyah islam. Masyarakat jahiliyah kuno, termasuk bangsa Arab, sering mengatakan bulan Safar adalah bulan Tasa’um atau kesialan. Anggapan ini masih diyakini sebagian umat muslim hingga saat ini, termasuk sebagian bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, yaitu masyarakat Desa Suci, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.             Tradisi Rebo Wekasan adalah perayaan unik yang hanya ada di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur dan hanya dirayakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar. Rebo Wekasan bermula dari penemuan sebuah sumber air baru oleh Sunan Giri di sebuah desa bernama Pongangan yang bertepatan dengan hari Rabu terakhir di bulan Safar. Menurut cerita tutur, pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, Tuhan Yang Maha Esa mengabulkan segala permin...

avatar
OSKM18_16418054_[Tiara]
Gambar Entri
Tradisi Budaya Aduk Jenang di Candi Songgoriti
Ritual Ritual
Jawa Timur

Tradisi Budaya Aduk Jenang merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat Kota Batu, khususnya di Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, dalam merayakan Tahun Baru Hijriyah. Kegiatan ini merupakan puncak dari tradisi Manghanyubagyo Sasi Suro Jenang Suro Bareng yang dilaksanakan di Candi Songgoriti. Pelataran Candi Songgoriti akan dihiasi dengan umbul-umbul berbagai warna, obor, dan hiasan dari janur. Segala keperluan kegiatan ini disiapkan oleh para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna, masyarakat setempat, dan sesepuh desa. Tradisi Aduk Jenang telah berlangsung sejak lama. Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk memperingati malam Suro di Tahun Baru Hijriyah. Kini, tradisi ini dianggap sebagai uri-uri budaya leluhur yang berarti melestarikan budaya leluhur. Jenang merupakan makanan tradisional olahan berbahan dasar beras, ketan, kelapa, dan kacang tanah. Jenang telah mengakar dalam kebudayaan Jawa bahkan sejak Zaman Hindu-Buddha....

avatar
Oskm18_19718142_albert gunawan
Gambar Entri
Prasasti Bibrik
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Bibrik merupakan prasasti yang ada di Desa Bibrik, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Prasasti ini dinamakan Prasasti Bibrik karena ditemukan di Desa Bibrik dengan penamaannya yang bersifat sementara. Prasasti Bibrik bertuliskan huruf Jawa Kuno (bhi mukha) yang telah rusak hurufnya dan dalam keadaan yang terbengkalai. Berdasarkan keterangan penduduk setempat, pernah ada beberapa orang yang datang meneliti sebelumnya, namun hasil yang diperoleh tidak jelas. Menurut data dari Pemerintah Kabupaten Madiun, Prasasti Bibrik terbuat dari batu calsio andesit. Prasasti Madiun memiliki lebar 80 cm, tebal 20 cm, dan tinggi 120 cm. Berdasarkan umur batuan, diduga Prasasti Bibrik dibuat pada tahun-tahun akhir abad XV dan awal abad XVI pada masa keruntuhan Kerajaan Majapahit. Prasasti pada era Kerajaan Majapahit digunakan sebagai pernyataan tentang kuasa Majapahit atas suatu daerah. Maka dari itu, Prasasti Madiun diduga merupakan pernyataan bahwa Madiun dulunya merupakan daerah k...

avatar
OSKMITB18_16518367_Amilla Puspaduhita
Gambar Entri
Tradisi Nyekar, Ziarah Jelang Lebaran
Ritual Ritual
Jawa Timur

NYEKAR Nyekar adalah tradisi ziarah atau kunjungan ke makam di kalangan Muslim Jawa Berbeda dengan tradisi ziarah yang ditujukan kepada tokoh-tokoh ulama atau wali yang dianggap keramat, sebagai penghormatan dan upaya mengambil berkah, subjek ziarah dalam nyekar ini umumnya adalah makam leluhur keluarga: kakek-nenek, orang-tua, dan saudara. Nyekar berasal dari kata Jawa sekar yang berarti kembang atau bunga. Dalam praktiknya, memang ziarah ini melibatkan penaburan bunga di atas makam yang dikunjungi. Bahkan sebagian masyarakat ada yang menyertakan dupa dan kemenyan. Tetapi aspek ritual yang terakhir ini, belakangan ini sudah jarang dilakukan, meski tidak berarti hilang sama sekali.  Nyekar bisa dilakukan kapan pun sepanjang tahun. Misal pada waktu tahun pertama dari anggota keluarga yang meninggal, di mana ikatan-ikatan emosional dengan orang yang telah mendahului itu masih sangat kuat. Nyekar juga biasa dilakukan seseorang menjelang pelaksanaan upacar...

avatar
OSKM18_16618334_Kemal Hanif
Gambar Entri
ASAL MUASAL DESA SUMBERGEDONG
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

ASAL MUASAL DESA SUMBERGEDONG Desa Sumbergedong terletak di Kecamatan Trengggalek, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur. Dinamakan desa “SUMBERGEDONG” karena pada mulanya ada sumber mata air di desa tersebut yang dinamakan “Mbelik”. Akhirnya sumber mata air itu “didegong” dalam Bahasa Indonesia artinya dibendung, singkat certita akhirnya nama desa tersebut menjadi desa Sumbergedong. Sumber mata air tersebut terletak ditanah kosong yang cukup angker. Konon ceritanya ada penunggunya yang namanya mbah Mbelik. Ada anak yang namanya Jaka Bares yang sedang main disitu dan akhirnya diminta mbah Mbelik dalam tanda kutip diminta untuk menjadi penggantinya, dan anak tersebut sampai sekarang tidak pernah pulang. Menurut penduduk setempat anak itu sekarang dalam perwujudan yang namanya “Asu Baung” . Asu Baung adalah hewan yang seperti anjing tetapi ukurannya lebih besar. Kalau sampaI "Asu Baung" penunggu sumber mata air terse...

avatar
OSKM18_16018340_SEFRICO AGUNG SAIFULLOH
Gambar Entri
Punden Makam Mbah Poncowati
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Punden Makam Mbah Poncowati Punden berupa makam yang dikenal dengan nama Punden Makam Mbah Poncowati terletak di tengah-tengah area persawahan di Desa Juwah, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Penduduk sekitar mengatakan bahwa makam Mbah Poncowati ini terletak di bawah batang pohon kamboja yang tumbuhnya melintang di atas makam, sehingga makam tersebut tertutupi pohon kamboja. Mbah Poncowati ini dikenal sebagai saudara dari Mbah Poncotoyo yang pundennya ada di kramatan atau makam yang berada di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Menurut legenda penduduk setempat, pada jaman dahulu ada empat pendekar, yaitu Raden Poncotoyo, Raden Poncowati, Raden Poncolegowo, dan Raden Anengpati yang membuka hutan untuk dijadikan pemukiman atau desa. Namun keempat pendekar ini kemudian berpisah untuk membuka hutan di daerah yang lain. Ketika terjadi peperangan yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro pada tahun 1825-1830 dan akhirnya Sang Pangeran kalah akibat pe...

avatar
OSKM18_16018117_NATALIA DEVITA PURNAMA