Angka dolok na timbo Do manghaliangi ho O tao toba na uli Tapianmu na tio I tongtong di bahen ho Dalan lao tu pulomi Hauma na tung bolak Adaran na pe lomak Di pangisi ni luat mi Pinahan na pe rarak Pandaraman pe bahat Nahumaliang topi mi REFF : O tao toba Raja Tao ni sude na tao Tao na sumurung na lumobi ulimi Molo huida rupami sian na dao Tudos tu intan do denggan jala uli BRIDGE : Barita ni hinaulim di tano on Umpama ni hinajogim di portibi on Mambahen masihol saluhut ni nasa bangso Mamereng ho o tao toba na uli.. Back to REFF Aut mamereng ho o tao toba nauli o tao toba nauli... Post By: http://www.liriklagubatak.id/2013/12/tetty-manurung-o-tao-toba.html
Bagi kalian orang orang suku batak pasti sudah tidak asing lagi mendengar masakan tradisional yang bernama arsik. Arsik merupakan masakan khas daerah asal Tapanuli yang berbahan utama ikan mas dipadu dengan bumbu dan rempah khas nusantara seperti lengkuas, andaliman dan asam. Proses memasak arsik adalah dengan memasaknya terus menerus sehingga bumbu meresap kedalam ikan mas. Jika proses memasaknya dilakukan dengan benar, ikan arsik bisa tahan lama tanpa pengawet. Ikan arsik biasanya disajikan dalam pernikahan adat batak atau acara adat batak lainnya. Tapi apakah kalian tau, selain rasanya yang enak, ikan arsik juga mempunyai kebudayaan dibaliknya. Dalam pernikahan adat batak, pasangan suami istri yang menikah akan diberikan ikan mas yang sudah dimasak arsik dimana jumlah ikannya selalu ganjil. Ikan mas tersebut harus dimakan oleh pasangan suami istri yang menikah. Mengapa jumlahnya harus ganjil ? Karena konon, orang batak mempercayai bahwa angka ganjil akan membawa keberuntu...
Ikan adat Batak yang biasa disebut Ihan ( Neolissochilus thienemanni ), adalah ikan endemik Sumatera Utara. Biasa ditemukan di Danau Toba atau sekitar sungai-sungai Sumatera Utara. Habitatnya di air dingin, jernih, dan cukup mengalir deras. Ihan konon menurut leluhur saya (Bapak dan Opung-Opung) adalah makanan para raja dan sesembahan (upa-upa) kepada Tuhan yang diberikan oleh Hula-hula (pihak pemberi istri) kepada Boru (pihak penerima istri). Dalam prosesi adat perkawinan, pemberian ini sebagai balasan pemberian makanan oleh Boru. Tujuannya agar si penerima mendapat berkat dari Tuhan berupa kesehatan dan panjang umur, mendapat banyak keturunan, dan mudah rezekinya. Pada perkembangannya saat ini, keberadaan Ihan sebagai ikan yang biasa dipakai pada upacara-upacara adat Batak sudah digantikan oleh ikan dari genus Tor (deke jurung-jurung) bahkan saat ini ikan mas lah yang dijadikan upa-upa atau syukuran pada acara adat Batak. Sewaktu Bapak saya masih kecil, menurut belia...
Batak merupakan salah satu suku di Indonesia yang kaya budaya. Setiap budaya masyarakat yang berasal dari Sumatera Utara ini tidak terlepas dari filosofi leluhurnya. Seperti kita ketahui, suku Batak menjunjung tinggi kekerabatan, dan kekerabatan itu sendiri tidak terlepas dari kelahiran Anak merupakan suatu anugrah dan berkat bagi keluarga, oleh karena itu dikenal suatu upacara dalam ada Batak untuk menyukuri serta mendoakan kelancaran kehamilan pertama dari sepasang suami istri yang dikenal dengan upacara adat Mangirdak. Upacara Mangirdak dilaksanakan saat seorang wanita megandung anak pertamanya dan usia kehamilan memasuki tujuh bulan. Upacara ini dikenal juga sebagai acara Mambosuri atau Manonggot pun ada menyebut Pasahat Ulos Mula Gabe Inti atau pesan yang terkandung dalam upacara adat mangirdak adalah suatu doa dan pengharapan agar wanita yang akan melahirkan anak pertama (dalam adat Batak dikenal dengan sebutan buha baju) berjalan dengan lancar, sehat dan s...
ASAL MULA MARGA BATAK (MARGA NABABAN) Orang batak dikenal dengan orang-orang yang terdiri dari marga-marga sebagai idendtitas. Marga diperoleh dari garis keturunan ayah, dan akan terus-menerus diturunkan kepada penerus selanjutnya. Menurut kepercayaan bangsa Batak, induk marga Batak dimulai dari Si Raja Batak yang diyakini sebagai asal mula orang Batak. Dari keturunan-keturunan marga batak, marga Nababan berasal dari keturunan Raja Batak si Raja Sumba. Keturunan SI RAJA SUMBA melahirkan marga dan marga cabang berikut : a. SIMAMORA, RAMBE, PURBA, MANALU, DEBATARAJA, GIRSANG, TAMBAK, SIBOR b. SIHOMBING, SILABAN, LUMBAN TORUAN, NABABAN, HUTASOIT, SITINDAON, BINJORI.  ...
Kesawan Square merupakan sebuah kawasan bersejarah yang terletak di jalan Ahmad Yani (Jalan tertua di Medan) , Kecamatan Medan Barat, Medan. Dulunya kawasan ini dihuni oleh orang Melayu sebelum orang Tionghoa dari Malaka datang dan menetap di kawasan ini. Terjadi kebakaran besar pada tahun 1890 di kawasan ini, namun setelah itu kawasan ini mulai dibaangun kembali. Banyak bangunan - bangunan peninggalan orang tionghoa dan Belanda masi utuh di kawasan ini. Contohnya rumah tjong a fie, kantor pos besar Medan , cafe Tip Top, Bank Indonesia dan lain - lain. Pada tahun 2000an kawasan ini dibuat menjadi kawasan kuliner dengan ditutup nya jalan Ahmad Yani pada malam hari, namun karena berbagai masalah yang ditimbulkan seperti kemacetan, kawasan ini kembali dibuka untuk dilewati kendaraan dan didirikan Merdeka Walk didekat Kesawan Square untuk menggantikan fungsinya sebagai tempat kuliner. Namun, sampai saat artikel ini dibuat, Kesawan Square masih menjadi ikon bersejarah kota Medan yang...
Tari Guro-guro Aron (https://naniksriwahyuni.blogspot.com) Tari Guro-guro Aron adalah arena muda-mudi Karo untuk saling kenal dan sebagai lembaga untuk mendidik anak muda-mudi mengenal adat. Dahulu acara ini dibuat sebagai salah satu alat untuk membudayakan seni tari Karo agar dikenal dan disenangi oleh muda-mudi dalam rangka pelestariannya. Acara ini dilengkapi dengan alat-alat musik khas Karo yakni: Sarune, gendang (singindungi dan singanaki), juga dari penganak. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2014/10/tarian-tradisional-sumatera-utara/
Tari Landek (https://docs.google.com) Tari ini menggambarkan percintaan muda-mudi pada malam hari dibawah terang sinar bulan purnama, dibawakan dengan karakter gerak yang lebih lemah gemulai. Tari dalam bahasa Karo disebut “Landek.” Pola dasar tari Karo adalah posisi tubuh, gerakan tangan, gerakan naik turun lutut (endek) disesuaikan dengan tempo gendang dan gerak kaki. Pola dasar tarian itu ditambah dengan variasi tertentu sehinggga tarian tersebut menarik dan indah. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2014/10/tarian-tradisional-sumatera-utara/
Tari Tak-Tak Garo-Garo (https://ochypurba.wordpress.com) Tari ini menggambarkan kehidupan burung, terbang kesana kemari mencari makan dan bersendau gurau dengan kawan-kawanya. Tari ini berasal dari Phakpak, Dairi, Sumatera Utara. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2014/10/tarian-tradisional-sumatera-utara/