tari
3.117 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ubrug
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Banten

  Istilah ubrug diambil dari bahasa Sunda yaitu saubrug-ubrug yang artinya bercampur baur. Dalam pelaksanannya, kesenian ubrug ini kegiatannya memang bercampur yaitu antara pemain/pelaku dengan nayaga yang berada dalam satu tempat atau arena. Namun ada pendapat bahwa ubrug diambil dari kata sagebrug yang artinya apa yang ada atau seadanya dicampurkan, maksudnya yaitu antara nayaga dan pemain lainnya bercampur dalam satu lokasi atau tempat pertunjukan. Waditra yang digunakan dalam ubrug yaitu kendang besar, kendang kecil, goong kecil, goong angkeb (dulu disebut katung angkub atau betutut), bonang, rebab, kecrek dan ketuk. Alat-alat ini dibawa oleh satu orang yang disebut tukang kanco karena alat pemikulnya bernama kanco yaitu tempat menggantungkan alat-alat tersebut. Busana yang dipakai yaitu: juru nandung mengenakan pakain tari lengkap dengan kipas untuk digunakan pada waktu nandung. Pelawak atau bodor pakaiannya disesuaikan dengan fungsinya sebagai pelawak y...

avatar
Ismi Nurahmawati
Gambar Entri
Tarian Lenggang None
Tarian Tarian
DKI Jakarta

Dalam setiap seni tari tradisional, selalu memiliki pesan yang ingin disampaikan dalam setiap gerakannya. Termasuk tarian yang berasal dari tanah betawi ini. Dalam tarian Lenggang None terdapat unsur Cinta, Persahabatan bahkan perjuangan dan konflik. Persahabatan ditunjukan saat para penari melakukan gerakan yang lincah secara bersama sebagaimana memperlihatkan gadis betawi yang selalu ceria dan lincah. Pada tarian ini pula terdapat sedikit adegan silat diantara para penari. Silat menunjukan bahwa bela diri juga harus dimiliki oleh para gadis betawi. Seperti tarian-tarian betawi lainnya, tarian ini diiringi oleh musik gambang kromong dan di dominasi warna cerah pada pakaian serta tambahan payung dan kipas.

avatar
Maria Kristina
Gambar Entri
Tari Selamat Datang
Tarian Tarian
Papua

Tari selamat datang merupakan tarian yang berasal dari Papua Timur. Tarian yang menjadi andalan di daerah Papua ini sangat dikenal kekhasan gerakannya yang energik dan dinamis, ditambah dengan aksesoris para penarinya seperti hiasan kalung dan tutup kepala yang terbuat dari kerang atau gigi dan tulang hewan yang menarik seperti hendak berperang ternyata mampu mencuri perhatian para penonton.   sumber gambar:  www.google.com   Tarian selamat datang menjadi sebuah  icon  atau ekspresi gembira dan rasa hormat yang ditunjukkan para penduduk Papua dalam ritual penyambutan tamu. Tarian ini melibatkan sekumpulan penari pria dengan pakaian adat papua (memakai sehelai kain yang menutupi bagian depan tubuh) lengkap dengan tameng dan tombak. Terdapat pula sekumpulan orang atau regu musisi yang mengiringi tarian ini dengan alat musik seperti gitar, ukulele, tifa dan stem bass yang biasanya dibuat sendiri oleh penduduk Papua....

avatar
Ismi Nurahmawati
Gambar Entri
Tari Tobe / Tari Perang
Tarian Tarian
Papua

Tari Tobe dikenal juga dengan nama tarian perang. Dahulu tari Tobe dilakukan ketika kepala suku memerintahkan rakyat untuk pergi berperang. Kini tarian perang menjadi tari resmi penyambutan tamu. Tarian ini dilakukan oleh 16 penari laki-laki dan 2 penari perempuan. Mereka menari dengan iringan tifa dan lantunan lagu-lagu perang pembangkit semangat. Tari ini memang dimaksudkan untuk mengobarkan semangat para prajurit. Penari biasanya mengenakan busana tradisional dengan manik-manik penghias dada, rok terbuat dari akar bahar, dan daun-daun yang disisipkan pada tubuh. Pakaian penari merupakan salah satu bukti kecintaan masyarakat Papua pada alam.

avatar
Ismi Nurahmawati
Gambar Entri
TARI COKEK BETAWI
Tarian Tarian
DKI Jakarta

    Tari betawi yang satu ini memang paling populer dan mudah dikenali, Tari Cokek Betawi memang mempunyai ciri yang khas yaitu dengan gerakan lincah dan kostum yang berwarna-warni. konon tarian ini memang terpengaruh oleh budaya cina yang memang banyak memberi sentuhan warna lain pada suku betawi. menurut sejarah Tari Cokek sudah ada sejak abad 19 Masehi.     Tari Cokek Betawi memang dipercaya sebagai seni yang sudah di pengaruhi oleh budaya Tionghoa. menurut cerita sejarah pada jaman dahulu ada seorang Tuan Tanah yang mengadakan pentas hiburan. Tuan tanah yang bernama Tan Siao Kek pada awalnya hanya menyisipkan tarian ini sebagai pelengkap saja tetapi lama-kelaman tarian ini semakin disukai dan pada akhirnya banyak kelompok-kelompok tari yang mementaskan tarian ini. untuk menghormati Sang penciptanya yaitu Tuan Tanah dipakailah nama tari cokek yang berasal dari nama sang Tuan Tanah Tan Siao Kek.     Tari cokek ini memang sangat...

avatar
Zulkarnaenlesar
Gambar Entri
Seblang
Ritual Ritual
Jawa Timur

Seblang               Dari berbagai macam adat dan seni-budaya yang ada di Banyuwangi, yang hingga saat ini nyaris utuh bila dibandingkan dengan yang lain, adalah ritual adat Seblang .  Ritual adat ini diselenggarakan di dua tempat, yaitu di Kelurahan Bakungan dan di Desa Olehsari, yang keduanya berada di wilayah Kecamatan Glagah.  Seblang Bakungan menampilkan sosok penari tua-renta yang sudah menopouse sebagai tokoh sentralnya.  Sedangkan Seblang Olehsari menampilkan sosok penari yang masih muda belia sebagai tokoh sentralnya.  Ritual ini pada mulanya adalah merupakan bentuk ritual pemujaan yang berasal dari agama Hindu atau kepercayaan Syiwaistis yang dianut oleh masyarakat kala itu, dengan menampilkan seorang penari yang menari-nari dalam keadaan kesurupan ( trance ), yang dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan pada Sang Hyang Widari .  Dalam agama Hindu memang dikenal adanya...

avatar
Cindy_praharasti Khoirunnisa
Gambar Entri
Jaran Goyang
Ritual Ritual
Jawa Timur

Jaran Goyang   AJIAN Jaran Goyang , konon merupakan jenis ilmu pelet paling dahsyat yang ada di tlatah Bumi Blambangan. Menurut penuturan para sesepuh dan budayawan Banyuwangi, ajian tersebut hanya bisa dinetralkan atau disembuhkan oleh si pemilik ajian atau yang mengirim ajian tersebut kepada sasarannya. Begitu dahsyatnya ajian Jaran Goyang itu, sehingga siapa pun yang terkena akan mengalami kasmaran yang begitu mendalam dan berperilaku seperti orang gila.   Untuk menggambarkan kedahsyatan ajian tersebut, sampai-sampai ada unen-unen (kata-kata atau peribahasa, red . ) yang biasa digunakan masyarakat Using Banyuwangi untuk menyebutnya. Unen-unen tersebut berbunyi Dhung keneng Jaran Goyang , ukure nyuwun gumbal , yang bila diterjemahkan secara bebas kurang lebih berarti: kalau terkena ajian Jaran Goyang , pendek kata orang akan lupa diri seperti orang gila. Personifikasi orang gila di sini digambarkan dengan kata-kata nyuwun g...

avatar
Cindy_praharasti Khoirunnisa
Gambar Entri
Hadrah Kuntulan Banyuwangi.. Saksi Bisu pencampuran budaya arab dan Islam
Tarian Tarian
Jawa Timur

Hadrah Kuntulan yang juga disebut kundaran, merupakan salah satu dari sekian seni tradisi yang masih bertahan hingga kini. Berbagai perubahan yang mewarnai perjalanan kuntulan menunjukan kecerdasannya dalam menghadapi setiap perubahan. Identifikasi sebagai karya seni bernuansa Arab - Islam melekat pada kesenian ini pada masa awal kemunculanya. Sperti halnya Ujrat, Tunpitujat dan pembacaan al-Barjanji dengan diiringi alat musik Gembrung yang pernah ada Banyuwangi seperti catatan seorang antropolog pada tahun 1926, John Scholte. Karena itulah pada mulanya pertunjukan seni ini di dominasi oleh laki-laki. Pertemuanya dengan kesenian asli banyuwangi seperti Gandrung, Damarwulan, dan Trengganis serta tarian lainnya merubah hadrah kuntulan menjadi kesenian yang unik dan khas. Tidak hanya gerakan tarinya, musik dan tembang-tembang yang dibawakan pun merupakan kolaborasi unik kesenian tradisi daerah Banyuwangi dan kesenian gurun. Kehadirannya juga menambah perbendaharaan dan warna keseni...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
Rengganis... pertunjukkan dari Banyuwangi yang mulai hilang
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Timur

Rengganis adalah kesenian drama tadisional yang berkembang di Banyuwangi, diperkirakan berasal dari kerajaan Mataram Islam. Sebetulnya masalah nama kesenian tersebut di Banyuwangi sangat beragam, ada yang menyebut Prabu Roro, ada yang juga yang menyebut Umar Moyo. Namun ada benang merahnya, yaitu nama-nama tersebut mengacu kepada nama tokoh yang diangkat dalam kesenian tersebut. Antara lain Putri Rengganis dan Prabu Roro seorang raja putri dan adipati Umar Moyo dari kerajaan Guparman. Namun hingga saat ini belum ada penelitian yang mengakitkan dengan keberadaan kesenian serupa yang sampai sekarang masih berkembang di daerah Bantul dan Sleman Yogyakarta. Sementara cerita yang diangkat dari kesenian "Rengganis" diambil dari buku Serat Menak. Tokoh-tokoh yang populer dalam kesenian Rengganis adalah Jemblung, abdi Umar Moyo, Lam Dahur (kalau dalam pewayangan mirip Werkudoro) Pati Tejo Matal, Jayengrono. Selain unsur-unsur Islam yang sangat meno...

avatar
Yulius Dwi Kristian