Cianjur adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, beribukota di Cianjur. Kabupaten Cianjur memiliki 32 Kecamatan, 342 Desa dan 6 Kelurahan.Salah satu Desa yang ada Cianjur, menjadi desa tempat berasalnya sebuah kesenian yang berlatang belakang masyarakatnya yang agraris. Di daerah ini, tepatnya di Kampung Kandangsapi, Desa Cisarandi, Kecamatan Warungkondang, ada sebuah kesenian tradisional yang bernama “ Rengkong ”. Asal-usul pertunjukan kesenian Rengkong bermula dari pemindahan padi huma (ladang) ke saung (lumbung padi). Masyarakat Jawa Barat pada umumnya, termasuk masyarakat Warungkondang, di masa lalu sebelum mengenal bercocok tanam padi di sawah (sistem irigarasi), pada umumnya adalah sebagai peladang (menanam padi di ladang) yang berpindah-pindah. Padi ladang yang telah dituai tentunya tidak dibiarkan di ladang, tetapi mesti dibawa pulang. Mengingat bahwa jarak antara areal ladang dan pemukiman relatif jauh, maka diperlukan suatu alat untuk mem...
Kerajaan Galuh Kerajaan Galuh ← 669–1482 → Wilayah Kerajaan Bersatu Sunda dan Galuh Ibu kota Saunggalah (669-1311) Kawali (1311-1482) Bahasa Bahasa Sunda , Bahasa Banyumasan Agama Hindu , Buddha , Sunda Wiwitan Pemerintahan Monarki Seja...
Kerajaan Galuh Kerajaan Galuh ← 669–1482 → Wilayah Kerajaan Bersatu Sunda dan Galuh Ibu kota Saunggalah (669-1311) Kawali (1311-1482) Bahasa Bahasa Sunda , Bahasa Banyumasan Agama Hindu , Buddha , Sunda Wiwitan Pemerintahan Monarki Seja...
SEJARAH Gagasan pendirian Museum Etnobotani Indonesia mula-mula dicetuskan oleh Prof. Sarwono Prawirohardjo yang ketika itu menjabat sebagai ketua LIPI, bertepatan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Herbarium Bogoriense pada tahun 1962. Tetapi gagasan tersebut baru mulai dipikirkan serta dimantapkan kembali ketika Dr.Setijati Sastrapradja memegang jabatan Direktur LBN pada tahun 1973. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya museum tersebut dapat terwujud dan diresmikan pada tanggal 18 Mei 1982 oleh Menristek Prof.Dr.Ing.B.J.Habibie. Tema Museum Etnobotani Indonesia ‘Pemanfaatan Tumbuhan Indonesia'. LATAR BELAKANG Etnobotani adalah cabang ilmu tumbuh-tumbuhan yang mempelajari hubungan antara suku-suku asli suatu daerah dengan tumbuhan yang ada di sekitarnya. Istilah etnobotani pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli antropologi Amerika bernama Harsberger pada tahun 1895. Dari aspek botani, etnobotani dapat memberi bantuan dalam pene...
Sebuah daerah di pesisir jawa bagian utara yang memiliki segudang seni dan kebudayaan. Daerah yang memiliki dua pusat pemerintahan Kota dan Kabupaten ini sekarang memiliki museum khusus untuk menata benda-benda bersejarah sekaligus memiliki nilai budaya. Museum itu bernama Museum Pangeran Cakra Buana. Terletak di kawasan pemerintahan Sumber Kabupaten Cirebon, Museum yang baru di resmikan pada tanggal 2 April lalu ini berada disamping Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Kabupaten Cirebon. di museum ini kita akan melihat sejumlah benda-benda bersejarah juga benda-benda kebudayaan yang tertata rapih.Ada banyak sekali benda yang terdapat disini seperti Keris, Fosil, Batik hingga Wayang yang pernah di pakai oleh Sunan Kalikaha ketika mendakwahkan islam di Cirebon. Menurut Djoko petugas museum tersebut, benda-benda yang berada di museum Pangeran Cakrabuwana ini berasal dari kolektor dan koleksi pemerintah. Museum yang memiliki dua lantai ini dibangun memang...
Secara administratif Situs Batujaya terletak di dua desa dan dua kecamatan, yaitu Desa Segaran (Kecamatan Batujaya) dan Desa Telagajaya (Kecamatan Pakisjaya) Kabupaten Karawang. Sumber : Arsip foto Museum Site Museum Batujaya Selintas Museum : Gedung Museum pada awalnya diperuntukkan sebagai Gedung Penyelamatan Situs Batujaya Kabupaten Karawang yang dibangun sejak tahun 2002 hingga 2004 dan masa Penataan 2 tahun (2005-2006). Namun kemudian berupaya dikembangkan sebagai museum meski masih dalam standar minimal hingga akhirnya diresmikan pada bulan Oktoper 2006 oleh Denny Setiawan, Gubernur Provinsi Jawa Barat. Tanggungjawab pengelolaan Site Museum ini berada pada UPTD Balai Pengelola Purbakala, Sejarah dan Nilai Tradisional, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat bersama Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang. Pendirian museum mengacu pada visi “Menjadi pusat dokumentasi, inf...
Selintas Museum Sumber : Arsip Dok.Museum Daerah Kabupaten Subang Museum Daerah Subang yang diresmikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Subang pada tanggal 14 Maret 2003. Menggunakan sebagian dari ruangan Gedung Wisma Karya yang merupakan salah satu Benda Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Subang. Kabupaten Subang merupakan salah satu wilayah yang dihuni oleh manusia secara berkesinambungan dari mulai jaman prasejarah, Hindu-Budha, pengaruh Islam hingga kolonial. Dalam upaya melestarikan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan di Kabupaten Subang, Pemerintah Daerah merasa tergugah untuk mendirikan Museum Daerah. Pendirian museum dipandang perlu sehubungan dengan banyaknya temuan tinggalan kepurbakalaan, sejarah dan nilai tradisional di Kabupaten Subang yang belum tertangani. Koleksi Museum Koleksi Museum Daerah Subang memiliki sekitar 170 koleksi. Koleksi ini pada umumnya diperoleh dari hasil kerjasama penelitian...
Pendahuluan Tujuan dibangunnya Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat adalah sebagai Museum Sejarah Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dikenal oleh masyarakat dengan istilah “Monju” (Monumen Perjuangan). Monju memiliki koleksi yang peristiwa-peristiwa kesejarahan di wilayah Jawa Barat yang ditata di ruangan pameran tetap. Koleksi berupa diorama-diorama dan relief-relief kesejarahan Jawa Barat. Akan tetapi koleksi tersebut sangat kurang memadai dan hingga sekarang koleksinya belum bertambah.. Monju belum mengelola koleksi, merawat, dan memublikasikan koleksi secara optimal. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1995 menyatakan museum mempunyai tugas pokok menyimpan, merawat, dan memanfaatkan benda-benda bukti hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. ICOM (International Council of Museums) telah merumuskan definisi museum yaitu lembag...
Swarapendidikan.co.id (KOTA SUKABUMI) – Ingin mempelajari lebih dekat jejak kebudayaan Suku Sunda, khususnya jejak sejarah peninggalan kerajaan Prabu Siliwangi? Berkunjunglah ke kota Sukabumi, tepatnya di Komplek Pesantren Dzikir Al Fath, Perum Gading Kencana Asri, Jl. Merbabu Kel. Karang Tengah, Kec. Gunung Puyuh, Kota Sukabumi. Di Kompleks Ponpes Dzikir Al-Fath yang luasnya lebih kurang 1 Ha itu terdapat sebuah museum yang menyimpan ratusan benda-benda cagar budaya yang memiliki nilai historis tinggi peninggalan kerajaan Prabu Siliwangi milik pribadi DR. Fajar Laksana, SE, CQM, MM yang merupakan salah satu keturunan ke 17 Prabu Siliwangi, sekaligus pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath. Museum Prabu Siliwangi yang terdaftar sebagai anggota Museum Nasional Indonesia dengan nomor 175 dan terdaftar sebagai museum sejarah Sunda di tingkat Provinsi Jawa Barat dengan nomor 15 ini dibuka untuk umum. Senin sampai Minggu pukul 09.00 – 16.00. Pen...