Kata prasasti berasal dari bahasa Sanskerta. Arti sebenarnya adalah pujian. Namun kemudian didefinisikan sebagai artefak berupa huruf-huruf, kata-kata atau tanda-tanda konvensional yang dipahatkan pada bahan-bahan yang tidak mudah rusak dimakan usia. Contoh artefak-artefak itu batu, logam, dan tanah liat bakar. Itulah uraian pada bagian awal buku Prasasti. Selanjutnya uraian tentang aksara, bahasa, dan pertanggalan pada prasasti. Buku ini menjelaskan pula pengertian candrasangkala, yakni angka tahun yang dinyatakan dalam bentuk kalimat dengan kata-kata yang mempunyai nilai angka tertentu. Sumber: http://repositori.kemdikbud.go.id/10859/
Penerbitan buku "Unsur Sejarah Dalam Naskah Melayu" tulisan Dra. Yumsari Yusuf adalah usaha Museum Nasional mengetengahkan hasil kajian naskah-naskah Melayu dalam hubungannya dengan sejarah sebagian dari wilayah republik kita yang diharapkan akan bermanfaat bagi pengembangan penelitian selanjutnya. Pada dasarnya memang sulit untuk meneliti latar belakang suatu negara melalui sebuah karya sastra sejarah. Kita tidak mungkin mendapatkan fakta-fakta yang dapat dipercaya. Hampir sebagian besar isinya merupakan cerita mitologi dan dongeng setempat atau pemujaan secara berlebihan terhadap seorang tokoh atau sebuah negeri, sehingga banyak bercampur dengan cerita fantasi. Untuk dapat mengetahui nilai historis dari sebuah karya sastra sejarah, kita harus mengadakan penelitian terhadap catatan-catatan lokal dan membandingkannya dengan beberapa sumber asing. Sumber: http://repositori.kemdikbud.go.id/8283/
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN SEJARAH SINGKAT TRADISI MAENPUKULAN, TOKOH-TOKOH DAN UPAYA PELESTARIANNYA DI PETUKANGAN Asal Usul Silat Beksi DiPetukangan Toponim Daerah Petukangan Nama Petukangan, diyakini berasal dari penyebutan sebuah tempat, dimana para pekerja atau aktifitas pekerjaan yang dilakukan oleh warga asli. Petukangan berasal dari kata tukang. Imbuhan “pe” dan “an” pada kata tukang, menghasilkan redaksi Petukangan. Redaksi tersebut kemudian merujuk pada pernyataan bahwa di tempat tersebut, terdapat subyek dan aktifitas yang berhubungan dengan pertukangan. Peta Ulujami tahun 1840 (Sumber peta: https://upload.wikimedia.org ) Menurut buku karya Zaenuddin HM, toponimi Petukangan berasal dari aktifitas pertukangan seperti: pembuatan kusen dan mebelserta perkakas berbahan dasar kayu. Pada peta Jakarta di tahun 1943, terdapat dua nama daerah yang disebut Petukangan, pertama, terletak di Ulujami, kedua, ada di daerah yang sekarang letaknya antara Jatinegara dan Pulogad...
Buku Silat Beksi Petukangan Februari 22, 2019 Mandor Minggu Mandor Minggu adalah salah satu murid dari H. Godjali, yang juga meneruskan dan membuka perguruan silat Beksi. Ayah Mandor Minggu bernama Sinan dan ibunya bernama Julia binti Sidi. Tahun kelahiran Mandor Minggu tidak diketahui secara pasti, namun diperkirakan sekitar tahun 1890-1900, dimana secara usia, tidak terpaut jauh dari usia M. Nur. Menurut penuturan keluarga, tahun wafatnya sekitar tahun 1970. Hingga saat ini, makamnya tidak diberi nisan dan hanya berupa gundukan tanah pada lahan kecil di tengah pemukiman. Lahan kecil yang digunakan sebagai tempat peristirahatannya yang terakhirnya saat ini, dahulu merupakan halaman rumahnya yang megah dan berarsitektur khas Betawi. Secara fisik, perawakannya tinggi besar dan berkulit putih. Selama hidupnya, menurut narasumber, Mandor Minggu telah memiliki 5 istri, yang bernama Asenah, Juriah, Yani, Mardiah dan satu lagi tidak diketahui namanya. Menurut penuturan, selama hidu...
pra Menurut buku karya Zaenuddin HM, toponimi Petukangan berasal dari aktifitas pertukangan seperti: pembuatan kusen dan mebel serta perkakas berbahan dasar kayu. Menurut sumber lainnya, nama Petukangan memang sangat erat kaitannya dengan daerah Kebayoran. Dinamakan Kebayoran, karena pada masa lalu daerah itu adalah daerah penghasil kayu Bayur (Acer Laurinum Hask), dengan tekstur kayu yang keras dan paling bagus untuk tiang bangunan rumah. Sedangkan menurut penuturan penduduk lokal, pemberian nama Petukangan berasal dari aktifitas me-nembok, yaitu aktifitas bekerja membatik cap. Sebab pada masa lalu, banyak penduduk Petukangan bekerja sebagai buruh pabrik batik cap di Kebayoran Lama. Beberapa sumber lainnya menyatakan, bahwa dahulu warga Petukangan ahli dalam membuat dan memperbaiki sepatu, sehingga orang-orang di sekitarnya, menyebut nama daerah asal para tukang sepatu tersebut, menjadi Petukangan. Di daerah dekatnya, terdapat nama Pengumb...
Kerak telor merupakan makanan khas daerah Betawi, suku asli Jakarta. Kerak telor merupakan makanan sejenis omelet yang cara pembuatannya dengan membalik wajan yang posisi keraknya berhadapan langsung dengan sumber panas dari arang. Hal itu yang mendasari pemberian nama kerak telor, karena adonan yang diratakan di lapisan kerak wajan. Bahan dasar kerak telor terbuat dari beras ketan dan telur yang kemudian disajikan bersama serundeng juga topping lainnya. Berdasarkan hasil pengamatan yang saya lakukan di lingkungan Kota Tua pada tanggal 29 April 2023 dan melakukan wawancara langsung dengan penjual kerak telor, Abah Ucup mengatakan kerak telor sudah ada sejak masa kolonial. Kerak telor hadir dari ketidaksengajaan masyarakat yang mencoba mengolah kelapa yang banyak berkembang di daerah Sunda Kelapa, Batavia. Berawal dari ketidaksengajaan untuk memanfaatkan kelapa yang berlebihan di daerah itu justru menciptakan bentuk makanan khas yang bisa dinikmati siapa saja. Cita rasa kerak telo...