Masih membahas kuliner berbentuk kue dari Manado, kali ini ada kue bangket. Asal kue ini juga sama seperti kue gulung, yakni dari kepulauan Talaud. Selain itu bahan yang digunakan untuk membuat kue bangket juga sama dengan kue gulung yakni dari sagu yang mana menjadi makanan utama penduduk kepulauan Talaud. Kue bangket sagu pertama kali berasal dari Desa Rainis, kecamatan Rainis, kabupaten kepulauan Talaud. Kue bangket sagu saat ini sudah beredar luas hingga ke banyak kota di provinsi Sulawesi Utara, termasuk Manado. Saat berkunjung ke Manado jangan sampai lupa untuk membeli oleh-oleh kue bangket sagu. Kue bangket yang dijual biasanya sudah dikemas secara cantik sehingga siap dibawa pulang sebagai buah tangan oleh para wisatawan. Harga kue bangket sagu sendiri cukup terjangkau, yakni antara 15 – 25 ribuan rupiah. Restaurant Bumbu Den Jl. Raya Boulevard Kelapa Gading Permai Blok QA1, RT.1/RW.6, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, RT.1, Kl...
Makanan khas Mongondow yang terbuat dari sagu ini adalah merupakan makanan yang menjadi warisan turun temurun, dahulu kala dinangoi juga menjadi makanan para elit kerajaan Mongondow. Dinangoi in Mongondow Pada masa kemerdekaan makanan ini dijadikan sebagai makanan pengganti nasi, karena adanya musim kemarau yang cukup panjang. Sekarang makanan ini menjadi salah satu kuliner khas suku Mongondow yang juga merupakan penduduk asli Kotamobagu. Sehingga dinangoi adalah salah satu makanan khas yang menempati tempat di hati masyarakat asli suku Mongondow maupun pendatang.
Resep Mujair Masak Woku Daun Khas Sulawesi Utara – Ikan mujair juga sering dijadikan bahan makanan yang lezat. Tekstur ikannya yang memang lembut serta memiliki kekhasan rasa itulah yang membuat para koki ingin mengolahnya menjadi berbagai hidangan, seperti mujair masak woku daun khas Sulawesi Utara ini. Di kota asalnya, makanan tersebut sangat terkenal dan bahkan menjadi menu makan siang yang istimewa. Rasanya yang pas dan cocok untuk makan siang tersebut dibuat dengan resep mujair masak woku daun khas Sulawesi Utara. Masyarakat sekitar tetap mempertahankan resep yang sudah lama ada karena hal tersebut memberikan sensasi rasa nikmat tersendiri. Bahan: 3 ekor ikan mujair 2 buah tomat merah, diiris tipis 2 batang daun bawang, dirajang kasar 1 ikat daun kemangi Minyak goreng secukupnya 1 sendok makan air jeruk nipis ½ sendok makan garam Daun pisang secukupnya Bumbu: 8 butir bawang me...
Kepulauan Talaud - Lihat dan bayangin kepiting yang 1 ekornya mampu memiliki berat 1 kg, begitulah kepiting kenari. Satwa jenis umang-umang ini ternyata masih disantap oleh warga Kepulauan Talaud. Padahal satwa ini sudah langka. Kepiting kenari ternyata masih banyak tersedia di Pulau Karatung, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. 1 ekor ketiping yang gede mampu memiliki berat hingga 1 kg. Disebut dengan nama ketam kenari oleh masyarakat sekitar, satwa sejenis umang-umang ini perlu waktu cukup lama untuk menjadi besar. Oleh karenanya, para pemburu umumnya menangkap yang sudah besar & sudah tua. Ketika masih hidup, warna cangkangnya berwarna kehitaman. Capitnya sangat besar dan kuat. Ditambah, mereka lincah dan sanggup naik ke atas pohon kelapa. Maklum ya, sebab hewan ini menyantap kelapa. Mereka dapat naik ke atas pohon kelapa dan memotong pohon kelapa biar dapat disantap di bawah. Bagaimana cara nya memakan...
Selain Sinandoi, Binarundak adalah Makanan yang juga dimasak didalam patung (bambu) namun isinya yang berbeda berupa beras ketan yang sudah dicampur dengan bumbu-bumbu alami antara lain santan, jahe, bawang merah dan lain-lain. Sebelum beras ketan dimasukkan kedalam bambu, beras ketan yang sudah tercampur dengan bumbu tersebut dibungkus dengan daun pisang yang masih muda, sehingga dalam penyajiannya tidak secara utuh tetapi binarundak yang sudah matang dipotong sesuai ukuran yang bervariasi. Salah satu yang menarik konsumen untuk menikmati makanan khas ini terletak pada aroma nasi ketan yang dibakar. Proses Pembakaran Binarundak Untuk itu ketika anda berkunjung ke Kotamobagu jangan melewatkan makanan khas yang satu ini, karena dijamin akan membuat anda kembali dan kembali lagi ke Kotamobagu. Binarundak siap disajikan Se...
Kue Klapertart, Kue Lezat nan Lembut Khas Manado Kue ini menjadi salah satu ikon kuliner khas Kota Manado. Rasanya yang lezat sudah dikenal oleh seluruh masyarakat di nusantara. Tidak jarang kue ini juga dijadikan oleh-oleh wajib wisatawan yang berkunjung ke Manado. Inilah Klapertart, kue lezat yang mampu menggoda siapa saja untuk mencicipinya. Klapertart atau klepertart konon telah ada sejak zaman Belanda menduduki Kota Manado. Kue ini konon juga dipercaya sebagai peninggalan negara berjuluk kincir angin tersebut di bidang kuliner khususnya kue. Adanya rum sebagai salah satu bahan yang digunakan, menjadi salah satu contoh kue klepertart memang merupakan peninggalan bangsa Belanda. Selain rum, ada berbagai bahan lainnya seperti kuning telur, tepung terigu, margarin, dan susu cair, yang digunakan dalam proses pembuatannya. Bahan-bahan tersebut diaduk kemudian di bentuk dengan wadah bulat dan dimasukkan ke dalam oven....
Manuk Pinogiot adalah makanan tradisional di Bolaang Mongondow. Dahulu, masyarakat Bolaang Mongondow apalagi para petani suka beternak ayam baik yang dipelihara di rumah (di kandang atau di halaman rumah) maupun di kebun. Ternak ayam peliharaan tersebut sebagian dijual dan sebagian untuk dikonsumsi sendiri. Itulah sebabnya di Bolaang Mongondow terdapat beberapa makanan tradisional dari daging ayam antara lain Manuk Pinogiot. Pada tahun 1990 Dharma Wanita Kabupaten Bolaang Mongondow mewakili Dharma Wanita Provinsi Sulawesi Utara mengikuti lomba makanan khas daerah dan berhasil mendapat juara tingkat Nasional antara lain dengan makanan tradisional Manuk Pinogiot. Bahan : Bawang Merah Bawang putih Cabai Merah Kemiri Kunyit Jahe Serai Garam Cara : Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah, kemiri, kunyit, jahe, serai, dan garam. Campurkan dengan potongan ayam, santan kental, daun jeruk purut, dau...
Menurut sejarahnya kue ini oleh para orang-orang tua disebut kue satu. Konon pada masa itu menurut para leluhur nama sesuatu benda adakalanya dikaitkan dengan bentuk, keadaan atuapun ciri-ciri dari benda itu sendiri. Ciri khas dari kue ini agak pedas karena memang dicampur dengan lada/merica. Untuk mencicipi kue ini bagi orang yang tidak biasa sangatlah sulit menghabiskannya, maka pada waktu itu para orang tua menamakan kue ini, Kue Satu, karena orang yang memakan kue ini hanya sanggup memakan satu biji (tidak lebih dari satu) karena rasanya yang sangat pedas. Keunikan dari kue satu selain rasanya yang pedas juga tidak melalui proses pembakaran tetapi proses penjemuran. Terbuat dari bahan dasar: kelapa, tepung terigu, susu, mentega, dan telur. Resep adonan tersebut merupakan pengaruh saat zaman pendudukan Belanda di Manado. RM yang menyediakan: Restaurant Bumbu Den...
Linopi adalah salah satu kuliner atau makanan tradisional yang ada di Minahasa dan termasuk dalam kategori kue tradisional. Bahan dasarnya adalah sagu atau yang disebut towang (bahasa Tontemboan) dan opa (bahasa Tombulu). Selain sagu yang menjadi bahan kelengkapan lainnya dalam membuat kue tradisional ini adalah kelapa dan gula merah (gula aren). Karya budaya ini sebagai makanan tradisional oleh orang Minahasa biasa disajikan di waktu pagi hari dan sore atau petang hari dan dapat dinikmati semua orang baik laki-laki maupun perempuan kecuali balita. dapun proses pembuatannya juga menarik dan unik. Jaman dahulu sebelum masyarakat minahasa mengenal kompor (minyak tanah ataupun gas) mereka memasak kue Linopi ini dengan menggunakan api bara (dari kayu atau tempurung juga sabut kelapa), dan sampai saat ini masih ada juga yang memasak Linopi dengan cara tersebut Dengan demikian untuk menghasilkan kue tradisional Linopi masyarakat menggunakan dan memanfaatkan...