Anak
79 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Lagu Ule Ule Kelabang
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Banten

ULE-ULE KELABANG Ule-ule kelabang Kelabang dawe buntute Ayam jago gegurite Gurite! Gurite!    Lagu Ule Ule Kelabang merupakan lagu anak-anak daerah Cilegon yang biasa dinyanyikan saat anak-anak bermain.   #OSKMITB2018

avatar
OSKM_16418237_NAUFAL AKMAL MUZAKKI
Gambar Entri
Keindahan Arsitektur Masjid Raya Al A'zhom Kota Tangerang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Banten

Dibangun di atas lahan seluas 2,25 hektare dengan luas bangunan 5.775 meter persegi serta lahan parkir 14.000 meter persegi menjadikan masjid dengan gaya arsitektur timur tengah ini adalah masjid terbesar yang ada di Kota Tangerang. Adapun masjid dengan warna dominan biru langit ini mampu menampung jamaah sebanyak 15.000 orang.   Pada monumen peresmian yang berdiri di halaman depan masjid tertera bahwa peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan pada 7 Juli 1997 oleh Walikota Tangerang saat itu yaitu H Djakaria Machmud dengan Ketua Panitia Pembangunannya HMA Thahiruddin.   Pembangunan pun selesai pada 28 Pebruari 2003 dan diresmikan oleh Menteri Agama RI saat itu yaitu Said Agil Husin Al Munawar. Sementara seremonial peresmiannya juga dilakukan pada 23 April 2003 oleh Walikota Tangerang saat itu H Moch Thamrin.   Dituturkan Asrofi H Yusuf, Petugas Bagian Administrasi dan Perijinan Masjid Raya Al A'zhom, bahwa masjid berkubah besar i...

avatar
OSKM18_16018027_Fadilla Rizalul Yahya
Gambar Entri
Upacara Pernikahan Cio Tau yang Hampir Punah
Ritual Ritual
Banten

Upacara pernikahan merupakan salah satu hal yang lumrah dan sering diadakan di berbagai daerah. Namun, berbeda dengan upacara pernikahan Cio Tau yang mungkin terdengar asing di telinga kebanyakan orang karena upacara pernikahan Cio Tau ini sudah jarang dilakukan. Upacara pernikahan Cio Tau ini sendiri berasal dari daerah Tangerang, Banten lebih tepatnya upacara pernikahan Cio Tau ini biasa dilakukan oleh suku Tionghoa Benteng yang merupakan masyarakat asli di wilayah Tangerang. Pada upacara pernikahan Cio Tau ini mula-mula pasangan pengantin diharuskan untuk melakukan sembahyang di meja samkai sebagai simbol penghormatan kepada leluhur. Kemudian, orangtua dari kedua mempelai diharuskan melakukan penyalaan lilin besar yang berada di meja samkai sebagai simbol dari memberi penerangan bagi anak-anaknya sebelum menikah. Setelah itu, pasangan pengantin melakukan sembahyang di tempat penghormatan kepada Thien atau Tuhan yang biasanya terletak di depan rumah dan dilanjutkan dengan...

avatar
OSKM18_16718261_NATASYA
Gambar Entri
Rudat, Kesenian khas Banten
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Banten

Rudat adalah kesenian tradisional khas Banten yang merupakan perpaduan unsur tari, syair shalawat, dan olah kanuragan yang berpadu dengan tabuhan terbang dan tepuk tangan. Rudat terdiri dari sejumlah musik perkusi yang dimainkan oleh setidaknya delapan orang penerbang (pemain musik ) yang mengiringi tujuh hingga dua belas penari.Menurut beberapa tokoh Rudat, nama Rudat diambil dari nama alat yang dimainkan dalam kesenian ini. Alat musik tersebut berbentuk bundar yang dimainkan dengan cara dipukul. Seni Rudat mulai ada dan berkembang pada masa pemerintahan Sinuhun Kesultanan Banten II, Pangeran Surosowan Panembahan Pakalangan Gede Maulana Yusuf (1570-1580 M). Tidak banyak yang mengetahui siapa yang menciptakan kesenian ini, karena sekarang sesepuh yang mengetahui seluk-beluk Rudat sangat sedikit bahkan sebagian sudah meninggal. Naskah yag berisi sejarah Rudat dan nilai-nilai filosofis tentang rudat pun hanya dimiliki oleh satu sampai dua orang yang salah satunya merupakan anak da...

avatar
OSKM18_SBM_Garry
Gambar Entri
kecap benteng khas Tangerang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Banten

seperti yang kita ketahui bahwa negara Indonesia yang kita cintai ini terdiri dari berbagai suku, golongan dan ras yang berbeda-beda. salah satu faktor yang menyebabkan keberagaman ini adalah perbedaan daerah dari tempat tinggal masyarakat Indonesia itu sendiri. masyarakat Indonesia tersebar dari Sabang sampai Merauke, maka tidak heran jika negara yang kita cintai ini memiliki berbagai budaya yang berbeda-beda dengan asal daerah yang berbeda pula. terkait dengan hal tersebut, saya akan membahas salah satu budaya yang ada di kota Tangerang yang menjadi tempat tinggal saya yaitu berupa makanan. mungkin dalam hal ini, ada sedikit perbedaan isi artikel saya dengan yang lainnya yang berkaitan dengan makanan, karena makanan yang akan saya bahas ini berupa penembah rasa yang kerap kali dipakai dan menjadi ciri khas dari masyarakat kota Tangerang. mungkin ada beberapa dari kita yang belum mengetahui kecap khas kota Tangerang yang sangat terkenal serta disukai oleh masyarakat setempat. s...

avatar
OSKM18_16018325_sherlint
Gambar Entri
Dikere
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Banten

Dikere Dikere adalah salah satu permainan anak di Provinsi Banten. Permainan ini dilakukan oleh sekelompok anak setelah memainkan beberapa permainan. Caranya, mereka akan meledek salah satu temannya yang sering kalah pada permainan sebelumnya dengan menyanyikan lirik berikut: "Kerewek-kerewek, dikere sampe mewek" Artinya: "Kerewek-kerewek, dikere sampai nangis" #OSKM2018 Sumber: Sujana, Dadan dan N. Wachyudin.2014. Pe rmainan  Anak Tradisional Provinsi Banten.Serang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten.  

avatar
OSKM18_16718039_Yosef Juliyus Kevin Yosef Juliyus Kevin
Gambar Entri
Cara Asyik Orangtua Banten dan Bayinya Bermain
Ritual Ritual
Banten

      Banyak tradisi/ritual unik yang dilakukan orangtu-orangtua di Indonesia untuk berinteraksi dengan bayi mereka. Baik bertujuan untuk menidurkan, menenangkan, maupun bermain. Salah satunya tradisi di Provinsi Banten, dimana beberapa orang tua bermain dengan anaknya dengan cara menyanyikan syair berbahasa Sunda sesuai dengan masa perkembangan mereka. Syair pertama yaitu: "Neleng nengkung, neleng nengkung  Geura gede, geura jangkung  Geura bisa lumpat ka Bandung  Geura bisa maraban Indung" (Neleng nengkung, neleng nengkung  Cepat besar, cepat tinggi  Cepat bisa berlari ke Bandung  Cepat bisa berbakti ke Ibu)       Dinyanyikan orang tua kepada bayi mereka yang berusia tiga bulan. Ketika si bayi sudah mampu berguling ke pinggir (Dalam bahasa Sunda adalah Nyangigir) dan ketika dinyanyikan, orang tua menggunakan kain dan sapu padi yang dipukul-pukul ringan ke bayi. Syair kedua yaitu...

avatar
OSKM18_16718039_Yosef Juliyus Kevin Yosef Juliyus Kevin
Gambar Entri
Fungsi Rampak bedug Banten
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Banten

Rampak bedug berasal dari kata ngabedug yang artinya menabuh bedug. Bedug awalnya hanya digunakan sebagai alat untuk pertanda masuknya waktu sholat. Namun bedug sekarang ini tidak hanya digunakan sebagai penanda sholat tapi memiliki beberapa fungsi, antara lain : - Religius : bedug digunakan sebagai pertanda telah masuk waktu sholat, dan biasanya digunakan dalam malam takbiran. - Hiburan : bedug dipertaskan di depan khalayak umum sebagai hiburan dan tontonan. - Komunikasi : bedug digunakan sebagai alat penyampai pesan dari para pemain ke para penontonnya.  - Pendidikan : bedug digunakan sebagai media dalam pembelajaran di sekolah agar anak-anak lebih mengenal alat musik daerah.   Rampak bedug biasanya dimainkan maksimal 12 orang (6 pria dan 6 wanita). Pakaian yang dipakai saat pentas sangat meriah. Dibutuhkan kelincahan para pemain dalam mementaskan rampak bedug ini agar lebih terlihat heboh dan meriah.   #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16018414_Nabila
Gambar Entri
Ngariung
Ritual Ritual
Banten

    Nikahan? Khitanan? Syukuran? Mendoakan orang meninggal? Peringatan hari besar? Apapun acaranya, ngariung pasti ada dalam rangkaian acara tersebut, atau bahkan, ngariung menjadi agenda utama dari acara tersebut. Ngariung memang tidak dapat dipisahkan dari acara yang dilakukan di Pandeglang, apalagi jika acara tersebut memiliki maksud untuk mendoakan sesuatu atau seseorang.       Ngariung adalah kegiatan berkumpulnya orang - orang, khususnya laki - laki, baik dewasa maupun muda, untuk mendoakan sesuatu atau seseorang, dan setelah proses mendoakan selesai, mereka mendapatkan makanan dan minuman (yang sudah dibungkus dalam suatu wadah) dari orang yang mengundang mereka untuk berdoa. Isi dari paket makanan tersebut biasanya terdiri dari nasi, ikan, ayam, bihun, kue, mie instan, dan air mineral kemasan gelas, namun isi paket tersebut tidak terbatas pada makanan - makanan ini saja, bisa lebih sedikit atau bisa juga lebih banyak, bergantung pada kemampuan pe...

avatar
OSKM18_16018142_Adam Fajriyatullah Hanif