Kemerdekaan Indonesia
68 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kain Batik Ternate
Motif Kain Motif Kain
Maluku Utara

Batik sudah menjadi sebuah identitas nasional yang dimiliki oleh Indonesia. Sebuah kain dengan motif yang menarik dan penuh nilai-nilai dari satu etnis tertentu. Kini batik tidak hanya dimiliki oleh suku-suku di Jawa saja, namun seiring berkembangnya teknologi tekstil kini hampir setiap wilayah di Indonesia memiliki batik dengan ciri khasnya masing-masing. Salah satu yang baru saja berkembang adalah batik dari kawasan timur Indonesia, yaitu Ternate, Maluku Utara. Batik di Ternate memang masih sangat muda, baru saja dikembangkan oleh seorang etrepeneur muda bernama Bapak Lani sejak tahun 2010. Walaupun masih sangat baru dikenal di Ternate, namun Batik Ternate mempunyai potensi besar untuk terus dikembangkan dan menjadi ciri khas tersendiri sebagai bagian dari kesenian asli Ternate. Tidak hanya batik yang meniru, tetapi batik Ternate sudah memiliki nilai otentik yang hanya dimiliki oleh hasil seni tekstil ini saja. Berawal dari ide Bapak Lani yang ingin membuat sebuah kar...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
4_Hibualamo
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Maluku Utara

Hibualamo dalam bahasa daerah Tobelo, Hibua Lamo berasal dari kata Hibua = Rumah dan Lamo = Besar, berarti ‘Rumah Besar’. Kearifan lokal ini berakar dari pemahaman bahwa seluruh penduduk daerah Halmahera Utara adalah berasal dari satu keturunan dan menempati satu Rumah Besar sebagai tempat mereka hidup secara rukun, memecahkan masalah bersama, toleran dan satu tanpa terpisah-pisah oleh agama. Hibualamo sendiri mulai ada sejak tahun 600 Masehi dimana, disetiap desa yang ada di 10 Hona terdapat Hibua Lamo. Masuk pada 1606, oleh VOC membombardir seluruh Hibualamo dan pusat kerajaan Moro yang kala itu berpusat di Desa Mede (Keratonnya berarsitektur Hibualamo). Serangan itu, lalu pada 1926 lewat musyawarah pemangku adat dari Tobelo Galela dan Kao kembali membangun rumah adat mereka di desa Gamsungi untuk mempertahankan ekstistensi hibualamo. Namun, masuknya penjajah Jepang, kembali membuat Hibualamo yang sudah dibuat itu dihancurkan lagi. Lokasi rumah adat Hibualamo y...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Pakaian Adat Maluku Utara
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Maluku Utara

Maluku utara merupakan salah satu propinsi yang terletak di wilayah bagian timur Indonesia dan didominasi oleh perairan laut. Sebelum masa penjajahan, propinsi yang beribu kota di Sovivi ini merupakan wilayah empat kerajaan Islam terbesar di bagian timur Nusantara yang dikenal dengan sebutan Kesultanan Moloku Kie Raha. Sebagai wilayah bekas kasultanan yang dalam kehidupannya senantiasa diwarnai dengan berbagai acara seremonial, cara berbusana masyarakat Ternate dan Tidore menunjukkan adanya perbedaan yang cukup spesifik antara kelompok yang berkedudukan tinggi dengan masyarakat biasa dan digunakan sebagai lambang status sosial dan usia dari pemakainya. Secara umum pakaian adat tradisional yang dikenakan oleh kaum pria dari golongan bangsawan terdiri atas jubah panjang yang menjuntai hingga sebatas betis atau lutut, celana panjang, dan ikat kepala yang dihiasi dengan kelengkapan dan karakteristik lainnya. Sementara pakaian adat yang dikenakan oleh wanita terdiri atas kebaya p...

avatar
Oase
Gambar Entri
Benteng Kastela
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Maluku Utara

Hampir di seluruh tempat bersejarah di Ternate, Provinsi Maluku Utara, mempunyai kaitan erat dengan para penjajah, kesultanan ternate, dan juga masyarakat lokal. Seperti halnya dengan benteng bernama Kastela ini. Sesuai dengan namanya, Benteng ini terletak di kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate. Lokasi dari benteng ini berada tepat ditengah-tengah pemukiman dan bentuknya pun sudah tidak utuh lagi. Di masa lalu, Benteng Kastela ini sebenarnya mempunyai kisah yang sangat luar biasa. Meskipun Benteng ini hanya mempunyai lahan seluas 2.724 meter persegi dan saat ini hanya tersisa tidak lebih dari setengahnya, tetapi di lokasi ini pernah terjadi peristiwa yang menjadi salah satu tonggak bersejarah dalam perjuangan kemerdekaan masyarakat Ternate. Kebanggaan tersebut terekam di dalam sejumlah dokumen serta bukti nyata dalam keberadaan Benteng Kastela. Benteng yang dibangun dengan beberapa tahap dan dalam kurun waktu 20 (dua puluh) tahun ini pada awalnya bernama "Nostra Senho...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Sicoho
Ritual Ritual
Maluku Utara

Sicoho atau Kawin Tangkap merupakan salah satu bentuk pernikahan adat Maluku. Bentuk perkawinan ini sebenarnya hampir sama dengan Wosa Suba hanya saja kawin tangkap bisa saja terjadi di luar rumah, misalnya di tempat gelap dan sepi, berduaan serta berbuat diluar batas norma susila. Dalam kasus seperti ini, keluarga pihak gadis menurut adat tidak dibenarkan melakukan tindak kekerasan atau penganiyaan terhadap si pemuda walaupun dalam keadaan tertangkap basah. Maka untuk menjaga nama baik anak gadis dan keluarganya terpaksalah mereka dikawinkan juga menurut hukum adat secara islam yang berlaku pada masyarakat Ternate. Perkawinan bentuk ini dianggap sah menurut adat apabila si pemuda atau pihak keluarga laki-laki terlebih dahulu meminta maaf atas perbuatan anaknya terhadap keluarga si gadis dan membayar denda (Bobango) kepada keluarga si gadis. Bentuk perkawinan ini masih sering ditemui di Ternate.

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Kofu’u
Ritual Ritual
Maluku Utara

Bentuk perkawinan ini terjadi apabila telah terlebih dahulu terjadi kesepakatan antara orang tua atau kerabat dekat dari masing-masing kedua belah pihak untuk mengawinkan kedua anak mereka. Bentuk perkawinan dijodohkan ini tidak terlalu jauh berbeda dengan daerah-daerah lain di Indonesia, hanya saja perbedaan yang paling prinsipil adalah; Kalau di Ternate, terjadi antara anak-anak yang bapaknya bersaudara dekat/jauh atau ibunya bersaudara dekat/jauh. Kebanyakan bentuk perkawinan ini tidak disetujui oleh anak muda jaman sekarang sehingga jalan yang mereka tempuh adalah bentuk “ Masibiri ” atau Kawin Lari. Bentuk perkawinan Kofu’u ini sudah jarang terjadi dalam masyarakat Ternate.

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Benteng Barnaveld
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Maluku Utara

Pulau Bacan merupakan salah satu di antara gugusan Kepulauan Maluku yang terdapat di sebelah barat daya Pulau Halmahera. Bacan, selain terkenal dengan rempah-rempah, hasil laut, dan dikenal sebagai daerah penghasil batu bacan yang kesohor ke seantero Indonesia ini, juga kaya akan nilai sejarah dan warisan budaya. Salah satu bentuk peninggalan sejarah dan warisan budaya yang terdapat di Pulau Bacan adalah benteng Barnaveld atau  Fort Oldebarneveld te Batjan op de Molukken , biasanya disingkat menjadi  Fort Barnaveld  saja.   Benteng Barnaveld terletak di Jalan Benteng Barnaveld RT.04 RW.08 Kelurahan Amasing Kota, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Lokasi benteng ini berada di samping kanan perguruan milik Yayasan Al Khairaat.   Ketika bangsa Portugis tiba di Maluku, Bacan merupakan salah satu dari empat kerajaan besar yang ada di Maluku, atau yang dikenal dengan Kesultanan  Moloku Kie Raha  (Kesultanan...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Kuliner Nasi Kuning di Ternate
Makanan Minuman Makanan Minuman
Maluku Utara

Nasi Kuning Ternate identik dengan pilihan lauk yang berbeda dari nasi kuning pada umumnya. Nasi kuning yang ini biasanya disertai dengan ikan, telur, mie goreng dan sambal goreng. Nasi kuning ini diberi harga sebesar Rp. 20,000 per porsi. Ikan yang dipakai sebagai lauk adalah Ikan Tongkol yang dibumbui gula merah, kecap dan merica. Ikan kayu ini juga merupakan masakan khas Ternate yang digemari masyarakat Ternate. Nasi kuning merupakan pilihan favorit masyarakat Ternate sebagai menu sarapan sehingga pada umumnya rumah makan yang menjual nasi kuning dibuka pada pagi hari. Rumah makan nasi kuning ini kerap dapat ditemui di pasar kota serta di antara kumpulan ruko oleh-oleh khas Ternate. Nasi Kuning Gamalama merupakan salah satu contoh rumah makan yang menyajikan nasi kuning ini. Tempat kuliner ini telah berhasil membuka cabang di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara karena mempunyai banyak peminat dan harga yang cukup terjangkau. Jika mengunjungi Ternate, rasanya belum lengkap...

avatar
OSKM_198180066_Amelia T Soentpiet
Gambar Entri
Tobelo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Maluku Utara

Pada zaman dahulu, daerah pesisir Tobelo, Maluku Utara, memiliki kekayaan laut yang sangat melimpah. Berbagai jenis ikan hidup di daerah tersebut. Salah satu di antaranya adalah ikan papayana. Jenis ikan ini sangat digemari oleh nelayan setempat karena dagingnya lezat dan mempunyai banyak telur yang enak dimakan. Selain itu, telur ikan papayana dipercaya dapat menjaga keselamatan para nelayan ketika sedang mencari ikan di laut dalam keadaan cuaca buruk. Caranya sangat mudah yaitu menyimpan telur ikan papayana tersebut di rumah sebelum berangkat ke laut. Di antara para nelayan di daerah itu, ada seorang nelayan yang bernama Malaihollo. Malaihollo mempunyai seorang istri dan dua orang anak. Anaknya yang pertama seorang perempuan bernama O Bia Moloku sedangkan anak bungsunya seorang laki-laki yang masih balita bernama O Bia Mokara. Untuk menghidupi keluarganya, setiap hari Malaihollo mencari ikan di laut. Pada suatu hari, Malaihollo pulang dari melaut lebih awal daripada hari-hari...

avatar
Hamzahmutaqinf