Busana didalam dramatari Arja mempunyai arti tertentu, karena dpergunakan untuk menunjukkan karakter atau identitas setiap tokoh yang ditampilkan. Disamping itu busana juga dapat mempengaruhi segi perbendaharaan gerak tarinya. Hiasan kepala adalah satu dari busana yang dipakai dalam dramatari tersebut. Busana yang dipergunakan dalam dramatari Arja dapat dibedakan menjadi dua macam yakni busana tokoh putra dan busana tokoh putri. 1. Warna Penggunaan warna yang diterapkan dalambsuana dramatari Arja di Bali mempunyai dua sifat simbolis dan menghias. Sifat simbolis penekanannya adalah dengan warna dapat mencerminkan karakter kejiwaan dari peran itu sendiri. Misalnya karakter atau peran Rahwana yang mempunyai sifat-sifat seperti raksasa, busananya didominasi oleh warna merah yang melambangkan nafsu angkara murka. Selain itu warna hitam putih (poleng) melambangkan dua kekuatan yang saling bertentangan...
Calon Arang adalah seorang tokoh dalam cerita rakyat Jawa dan Bali dari abad ke-12. Tidak diketahui lagi siapa yang mengarang cerita ini. Salinan teks Latin yang sangat penting berada di Belanda, yaitu dalam Jurnal Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 82 (1926) halaman 110-180. Diceritakan bahwa Calon Arang adalah seorang janda penguasa ilmu hitam yang sering merusak hasil panen para petani dan menyebabkan datangnya penyakit. Ia mempunyai seorang puteri bernama Ratna Manggali, yang meskipun cantik, tidak dapat mendapatkan seorang suami karena orang-orang takut pada ibunya. Karena kesulitan yang dihadapi puterinya, Calon Arang marah dan ia pun berniat membalas dendam dengan menculik seorang gadis muda. Gadis tersebut ia bawa ke sebuah kuil untuk dikorbankan kepada Dewi Durga. Hari berikutnya, banjir besar melanda desa tersebut dan banyak orang meninggal dunia. Penyakit pun muncul. Raja Airlangga yang mengetahui hal tersebut kemudian meminta bantuan penaseha...
Wayang Calon arang juga sering disebut sebagai Wayang Leyak, adalah salah satu jenis wayang kulit Bali yang dianggap angker karena dalam pertunjukannya banyak mengungkapkan nilai-nilai magis dan rahasia pangiwa dan panengen. Wayang ini pada dasarnya adalah pertunjukan wayang yang mengkhususkan lakon-lakon dari ceritera Calonarang. Sebagai suatu bentuk seni perwayangan yang dipentaskan sebagai seni hiburan, wayang Calon arang masih tetap berpegang pada pola serta struktur pementasan wayang kulit tradisional Bali (Wayang parwa). Pagelaran wayang kulit Calon arang melibatkan sekitar 12 orang pemain yang terdiri dari: 1 orang dalang 2 orang pembantu dalang 9 orang penabuh Di antara lakon-lakon yang biasa dibawakan dalam pementasan wayang Calonarang ini adalah: 1. Katundung Ratnamangali 2. Bahula Duta 3. Pangesengan Beringin Kekhasan pertunjukan wayang Calonarang terletak pada tarian sisiya-nya dengan teknik permainan n...
Pakaian adat Bali kalau dilihat sekilas terkesan sama. Padahal sebenarnya pakaian adat Bali sangat bervariasi. Dengan melihat pakaian adat Bali yang dikenakan seseorang dalam suatu acara, bisa dilihat status ekonomi dan status pernikahannya. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa pakaian adat Bali memiliki keanggunan dan citra tersendiri. Setidaknya ada tiga jenis pakaian Adat Bali yang umum dikenakan oleh masyarakat Bali. Pertama, pakaian adat untuk upacara keagamaan. Kedua, pakaian adat untuk upacara pernikahan. Dan, ketiga adalah pakaian adat untuk aktivitas sehari-hari. Pakaian Adat khas Bali ini berbeda antara yang dipakai oleh laki-laki dan perempuan. Misalnya pemakaian sanggul ke pura oleh remaja putri. Mereka memakai sanggul atau pusung gonjer sedangkan untuk perempuan dewasa (sudah menikah) menggunakan sanggul ( pusung tagel ). Busana Agung adalah pakaian adat Bali yang paling mewah. Pakaian adat Bali yang satu ini biasanya dipakai pada rang...
Konon katanya tari jenis ini mengisahkan murid-murid Calon Arang yang sedang berlatih kanuragan. Dan uniknya tarian ini harus dilakukan di tanah kuburan yang masih digunakan. (Sumber: http://mytrans.detik.com/video/2014/01/15/49/17/65/22662/misteri-di-balik-tari-sisya?993301MyMP) Salah satu bagian dari tarian calon arang adalah tarian sisya. Pada praktiknya tarian sisya adalah murid calon arang yang sedang berlatih kanuragan. Uniknya tarian ini harus dilaksanakan di tanah kuburan yang masih digunakan. Putu Kartana: Tari Sisya adalah Simbol dari murid-murid randaring Girah yang didesain oleh masyarakat Bali sebagai bentuk tarian atau seni pertunjukkan. ditarikan saat randaaring girah untuk memohon anugrah. Pura prajapatih, umurnya lebih dari 200 tahun. memohon pada betara-betari Video Tarian Sisya di Kuburan Setra, Desa Adat Umakuta, Bali. Bisa dilihat di http://mytrans.detik.com/video/2014/01/15/49/17/65/22662/misteri-di-balik-...
Di Bali, hidup seorang raja yang bergelar Sri Bagening. Sang Raja memiliki banyak istri, dan istri terakhirnya bernama Ni Luh Pasek. Ni Luh Pasek berasal dari Desa Panji, dan masih keturunan Kyai Pasek Gobleng. Suatu waktu, Ni Luh Pasek mengandung. Oleh suaminya, ia dititipkan kepada Kyai Jelantik Bogol. Tak berapa lama, anaknya pun lahir. Anak itu diberi nama I Gede Pasekan. I Gede Pasekan mempunyai wibawa besar sehingga sangat dicintai dan dihormati oleh pemuka masyarakat maupun masyarakat biasa. Suatu hari, ketika usianya menginjak dua puluh tahun, ayahnya berkata padanya, “Anakku, sekarang pergilah engkau ke Den Bukit di daerah Panji.” “Mengapa ayah?” “Karena di sanalah tempat kelahiran ibumu.” Sebelum berangkat, ayah angkatnya memberikan dua buah senjata bertuah, yaitu sebilah keris bernama Ki Baru Semang dan sebatang tomba...
Nilai-nilai budaya nenek moyang yang masih dipegang teguh oleh masyarakat Gianyar di Bali salah satunya melalui Upacara Nangluk Mrana (upacara membendung hama dan penyakit) yang berlangsung di Desa Lebih, Desa Pantai, 6 km di Selatan Pusat Kota Gianyar, kurang lebih 34 km dari Denpasar. Gangguan penyakit ( mrana ) dipercaya datang dari Laut Selatan, dapat juga merupakan kutukan dari Betara Gunung Batur. Untuk mengantisipasi timbulnya hama dan penyakit pada tumbuhan, hewan, dan manusia, penduduk harus melaksanakan upacara untuk ‘tolak bala’ dan memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wase agar memperoleh keselamatan hidup dengan melakukan “ buta yadnya ”. Upacara Nangluk Mrana diselenggarakan secara turun-temurun pada hari tilem ke enam (menurut penanggalan Bali) atau setiap bulan Desember. Upacara Nangluk Mrana bermaksud untuk memohon keselamatan dan kesuburan tanah pertanian. Sebelum diselenggarakan Upacara Nangluk Mra...
Tari Sanghyang yaitu suatu tari upacara sakral yang berfungsi sebagai pelengkap upacara untuk mengusir wabah penyakit yang terdapat di suatu daerah tertentu. Dalam keadaan sehari-hari, tari-tarian tradisional yang sakral seperti itu tidak dapat dinikmati di sembarang tempat dan waktu, berbeda halnya dengan tarian yang sudah dimodifikasi menjadi tontonan umum seperti tari barong, legong, baris, tari kecak dan sebagainya. Tari Sanghyang ada beberapa jenisnya antara lain Sanghyang Dedari, Sanghyang Dewa, Sanghyang Deling, Sanghyang Dangkluk, Sanghyang Penyalin, Sanghyang Celeng, Sanghyang Medi, Sanghyang Bumbung, Sanghyang Kidang, Sanghyang Janger, Sanghyang Sengkrong dan Sanghyang Jaran. Secara umum Tari Sanghyang berfungsi untuk mengusir wabah penyakit yang sedang melanda suatu desa (daerah) ataupun sebagai sarana pelindung terhadap ancaman dari kekuatan magis hitam (black magic). Tari yang merupakan sisa-sisa kebudayaan pra Hindu ini biasanya ditarikan oleh dua gadis yan...
Cera Labu merupakan tradisi masyarakat yang bertempat tinggal di pinggir laut atau pesisir pantai yang mata pencahariannya sebagai nelayan, mensyukuri nikmat atau hasil yang diperoleh dengan jalan melakuka selamatan laut (Cera Labu). Cera labu dilaksanakan pada bulan Mei atau Juni setiap tahunnya yang dipimpin oleh seorang pemangku adat, dengan harapan agar dalam mencari nafkah senantiasa mendapat hasil yang berlipat ganda dan terhindar dari segala musibah. Sehari sebelum Cera labu dilaksanakan, masyarakat mengadakan malam hiburan atau pesta rakyat dengan memakai alat musik tradisional seperti menabuh gendang, sebagian orang membuat rakit dan menyiapkan sesajen (soji ro sangga). Sesajen tersebut terdiri dari : Kepala Kerbau Ayam Jantan/Betina Pisang Daun Sirih/nahi Pinang/U’A atau Sao U’A Kapur Sirih/Afu Rokok Daun Lontar/Ro’o Ta’a Padi di goreng/Karaba Kemenyan/Kamaya Peruk...