Kain ulos ditenun menggunakan benang dengan berwarna merah, hitam dan polos. Benang tersebut berasal dari kapas yang sudah memiliki warna polos dan diberi pewarna merah dan hitam oleh parsigira. Proses mendapatkan warna merah disebut manubar , sedangkan warna hitam disebut mansop . Warna merah yang digunakan berasal dari kayu jabi-jabi dan kayu sona(angsana). Warna hitam berasal dari fermentasi buah itom, warna indigo atau biru laut dari daun salaon. Pada jaman dahulu tumbuh-tumbuhan ini biasa ditemukan di sepanjang pinggiran Danau Toba. Bahan pewarna alami tersebut kemudian direbus. Setelah jadi zat pewarna dicampur dengan tiga larutan (air bening endapan) yaitu fiksasi dengan tawas, kapur bangunan dan besi berkarat. Tujuannya untuk mengikat warna pada benang saat dicelup ke zat warna. Setelah proses pencelupan, benang kemudian dijemur sampai kering. Proses pengeringan tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Dibutuhkan 3-4 kali penjemuran. Setelah itu, dilakukan pr...
Songgot-Songgot Songgot-songgot merupakan tradisi dari adat batak untuk menolak bala bagi keluarga atau orang yang terkena musibah. Arti dari kata Songgot sendiri adalah terkejut, tiba-tiba, mendadak. manonggoti, mengejutkan orang. tarsonggot, terkejut, kaget. songgotsonggot, kekuatiran, kuatir, kejutan. Proses dari acara ini sangat menarik karena dilakukan dengan cara yang unik. Dimana orang yang mengalami musibah tidak tahu kalau akan diberi kejutan oleh pihak keluarganya. Pihak keluarga akan membawakan makanan berupa dekke atau ikan mas arsik diatas nampan yang sudah ada nasi. Posisi ikan mas juga tidak sembaragan melainkan harus dengan posisi tegak lurus. Jadi ketika orang yang terkena musibah itu pulang ke rumahnya pihak keluarga akan langsung mengeluarkan makanannya dan mengejutkan orang yang sedang terkena musibah itu. Laki-laki dan perempuan yang mengalami musibah memiliki sedikit perbedaan perlakuan selama prosesi. Bila laki-laki (hula-...
Songgot-Songgot Songgot-songgot merupakan tradisi dari adat batak untuk menolak bala bagi keluarga atau orang yang terkena musibah. Arti dari kata Songgot sendiri adalah terkejut, tiba-tiba, mendadak. manonggoti, mengejutkan orang. tarsonggot, terkejut, kaget. songgotsonggot, kekuatiran, kuatir, kejutan. Proses dari acara ini sangat menarik karena dilakukan dengan cara yang unik. Dimana orang yang mengalami musibah tidak tahu kalau akan diberi kejutan oleh pihak keluarganya. Pihak keluarga akan membawakan makanan berupa dekke atau ikan mas arsik diatas nampan yang sudah ada nasi. Posisi ikan mas juga tidak sembaragan melainkan harus dengan posisi tegak lurus. Jadi ketika orang yang terkena musibah itu pulang ke rumahnya pihak keluarga akan langsung mengeluarkan makanannya dan mengejutkan orang yang sedang terkena musibah itu. Laki-laki dan perempuan yang mengalami musibah memiliki sedikit perbedaan perlakuan selama prosesi. Bila laki-laki (hula-hula) yang mengalami m...
Hukum adat dirumuskan dan disyahkan dalam upacara yang disebut Fondrakö. Pesta hukum itu secara periodis dibaharui. Hukum adat ( fondrakö) tersebut disahkan dan ditetapkan dengan sumpah kutuk. Orang yang melanggar hukum itu dikutuki ( larakö) . Kerasnya hukuman tergantung dari apa pelanggaran yang dilakukan. Untuk setiap pelanggaran ada hukuman khusus. Hukuman bisa berkisar dari membayar denda ke penghukuman mati. Denda bisa dibayar dengan beras, daging babi atau emas. Hukuman mati bisa dilakukan oleh penembakan, tenggelam atau dengan pedang. Hukuman mati bisa diubah untuk kehidupan dalam perbudakan jika denda yang besar dibayar, atau jika terpidana diampuni oleh bangsawan. sumber: http://www.museum-nias.org/istiadat-nias/
Alasan-alasan untuk mengadakan pesta adat atau pesta jasa (owasa) adalah: perkawinan, mendirikan rumah baru, mendirikan salah satu megalit, mengadakan perhiasan emas, sudah berumur atau sebelum menghadap ajal. Seluruh warga desa dijamu pada pesta owasa. Siapa pun di desa yang mampu biayai untuk membeli babi yang diperlukan untuk upacara itu, bisa menyelenggarakan owasa. Orang yang menyelenggarakan owasa diusung dalam desa dan kepadanya diberi nama yang mulia. Kemudian osa-osa batu atau tugu batu lainnya didirikan di depan rumahnya. Sumber: https://www.museum-nias.org/istiadat-nias/
Seorang laki-laki baru boleh nikah, kalau sudah memenggal kepala orang. Pada tahun 851 Sulayman sudah mencatat tradisi ini. Kebutuhan Binu (kepala manusia), menurut kepercayaan orang Nias dibutuhkan Binu pada berbagai kesempatan: Kalau ayah sudah meninggal harus ada beberapa Binu sebagai pelayan baginya. Kalau mendirikan rumah adat besar tengkorak seorang laki-laki ditanam di sebelah bawah tiang rumah di ujung kanan, dan tengkorak seorang perempuan ditanam di sebelah bawah tiang rumah di ujung kiri. Kalau hendak mendirikan satu megalit di depan rumah, harus ditanam satu Binu di sebelah bawah. Untuk mengesahkan hukum adat (fondrakö) harus ada Binu, seorang budak dibunuh. sumber: https://www.museum-nias.org/istiadat-nias/
Upacara adat selalu mewarnai kehidupan orang Nias mulai dari ketika seseorang berada dalam kandungan, lahir, bertumbuh, hingga pada kematian. salah satunya adalah pelaksanaan upacara kematian yang disebut “ Maluaya Famadaya Hasi Zimate (prosesi pengangkatan peti jenazah)” Pelaksanaan upacara pelepasan jenazah ini bisa dikatakan sangat jarang sekali dilaksanakan di Pulau Nias. Sebab, hanya orang-orang yang mampu dan tergolong bangsawanlah, yakni ( s i ’u lu) dan golongan penetua adat ( s i ’i la) , yang mampu melakukan upacara ini. Untuk golongan s i ’i la tidak semua keluarga boleh menyelenggarakan upacara adat ini, tergantung bagaimana peran almarhum di masyarakat selama dia hidup. Karena jarang dilaksanakan, tidak mengherankan, ketika acara ini dilaksanakan di Kota Gunungsitoli pada Minggu (24 Juli 2011) lalu mengundang perhatian warga. Hujan lebat yang turun saat upacara berlanjut pun warga yang antusias menya...
Aslinya gunakan kacang babae1 . Langka karena penanamannya mulai ditinggalkan petani. Walau begitu, pemilik hajat pesta adat terkadang menanam sendiri demi menghadirkan hidangan wajib ini dalam rasa seasli mungkin. Bahan: 150 g kacang tolo, kupas 2 kuning telur ayam kampung 500 ml santan kental, dari 1 butir kelapa parut 100 ml kaldu sapi 75 g kerupuk kulit sapi (rambak) 50 g daging ikan lele asap, suwir kasar 3 cm kayu manis 2 lembar daun salam 2 sdt ketumbar bubuk ½ sdt garam Cara Membuat: Rebus kacang hingga lunak selama ± 40 menit. Angkat dan tiriskan. Masukkan ke dalam blender, tambahkan kuning telur. Proses hingga halus. Sisihkan. Didihkan santan dan kaldu. Masukkan sisa bahan. Masak di atas api kecil hingga kerupuk kulit layu. Tambahkan kacang yang telah dihaluskan. Masak hingga mengental. Angkat. Sajikan hangat. (f) 1)Babae: Tanaman kacang khas Nias Se...
Sejatinya hidangan ini terbuat dari daging babi beserta darahnya. Selain tersaji saat pesta pernikahan yang menggunakan adat Batak juga menjadi lauk pauk sehari-hari. Bahan: ¼ butir kelapa, parut kasar 3 sdm minyak sayur, untuk menumis 10 lembar daun jeruk purut 5 batang serai, memarkan 750 g daging sapi sengkel, potong dadu 1 cm 100 g andaliman , haluskan 500 ml air Bumbu, haluskan: 200 g bawang merah 15 buah cabai keriting 15 buah cabai rawit 10 siung bawang putih 5 cm jahe 4 cm lengkuas 2 sdt garam 1 sdm ketumbar, sangrai Cara Membuat: Sangrai kelapa parut hingga kecokelatan dan harum. Angkat, haluskan hingga mengeluarkan minyak. Sisihkan. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun jeruk, dan serai hingga harum. Masukkan daging sapi, aduk hingga berubah warna. Tuang air, masak di atas api sedang hingga...