HARI PAHLAWAN
819 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Di Balik Adat Kematian Suku Jawa
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Kegiatan tahlilan setelah seorang anggota keluarga meninggal dunia bukanlah kegiatan yang asing di dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Banyak keluarga Islam yang merupakan keturunan Jawa melakukan prosesi tersebut. Namun ternyata hal ini tidak sepenuhnya merupakan ajaran Islam. Banyak ulama-ulama yang menentang digelarnya prosesi ini dan menganggap acara ini bi’dah atau sesat. Sebuah pertanyaan muncul, mengapa orang-orang Islam Jawa mewarisi adat ini? Akarnya ternyata ada di ratusan tahun yang lampau, ketika Indonesia masih terdiri dari kerajaan-kerajaan dan masyarakat yang memeluk Islam mungkin masih bisa dihitung jari. Salah satu Wali Sanga, Sunan Kalijaga, yang berniat untuk mengislamkan Jawa—yang pada saat itu hampir seluruh penduduknya masih memeluk agama Hindu, Buddha, atau bahkan animisme dan dinamisme—menggagas prosesi berikut demi diterimanya agama Islam dengan besar hati oleh penduduk. Sunan Kalijaga memikirkan sebuah cara agar Islam bis...

avatar
OSKM18_16318190_Farah
Gambar Entri
Wedangan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Berasal dari kata dasar wedang yang dalam bahasa jawa artinya air minum, "Wedangan" adalah sebuah aktifitas berjualan pada malam hari pada suatu tempat atau lokasi. Biasanya makanan yang dijual adalah makanan sederhana seperti  wedang jahe, teh, ronde, serta makanan-makanan ringan. Yang umum ditemui di tempat-tempat wedangan adalah nasi kucing yang merupakan semacam nasi bungkus yang disediakan dalam porsi kecil. Wedangan adalah sebuah ikon khas di Solo. Wedangan juga merupakan sebuah suasana baru bagi mereka yang ingin sekedar berkumpul santai bersama teman-teman atau keluarga sambil menikmati suasana malam hari. #OSKM18 Referensi : https://tentangsolo.wordpress.com/kuliner/wedangan/

avatar
OSKM18_19718354_Dominique Khairunisa
Gambar Entri
Purworejo: PROSESI PETIK TIRTA (DESA JENAR LOR, KEC. PURWODADI)
Ritual Ritual
Jawa Tengah

"Pethik Tirta" merupakan upacara selamatan desa (merti desa) yang dijadikan tradisi di Desa Jenar Lor, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Istilah "Pethik Tirta" berasal dari kata "Pethik" yang berarti "mengambil" dan "Tirta" yang berarti "air". Secara etimologis, Pethik Tirta berarti upacara mengambil air (yang dilakukan di Sumur Talang, suatu sumur beji / tua yang terletak di Dusun Talang Bagus Desa Jenar Lor Kecamatan Purwodadi) yang dipercaya membawa berkah. Asal-usul upacara ini berkaitan erat dengan keberadaan Bulak (kawasan pertanian yang sangat luas) yang meliputi wilayah Desa Jenar Lor, Jenar Kidul, Walikoro, Sruwoh, Singkil, Wingko, Pundensari, Jenar Wetan. Saat ini Bulak tersebut dikenal dengan sebutan Bulak Kethip. Upacara bersih desa sendiri diduga telah dilaksanakan masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan sejak zaman pra-Islam di Jawa. Penyelenggaraan upacara itu terkait dengan asumsi bahwa pada hakekatnya manusia memiliki sistem kepercayaan, yang merupakan sal...

avatar
OSKM18_16518166_Ahadi Ihsan
Gambar Entri
3 Macam Soto Khas Pekalongan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Selain terkenal dengan batiknya, Pekalongan juga memiliki berbagai macam soto yang sayang untuk dilewatkan. Berikut adalah 3 Macam Soto Khas Pekalongan. 1. Tauto Tauto pekalongan adalah soto dengan bumbu tauco. Soto asal pekalongan ini memang menggunakan tauco manis sebagai bumbunya. Untuk isinya tauto menggunakan daging sandung lamur, telur rebus dan emping. Sajikan dengan taburan bawang goreng, daun seledri, dan perasan air jeruk nipis. Penyajian tauto cukup sederhana, hanya berisi dengan bihun putih, daun bawang, bawang merah, dan kuah sotonya.  Setelah semuanya dicampur, baru kemudian ditambahkan dengan tauto nya, yaitu kedelai yang telah dimasak dan dihaluskan. Dengan tambahan bumbu kedelai ini, kuahnya bertambah harum dengan cita rasa yang khas. Rupanya hal inilah yang membedakan dengan soto-soto lainnya yang ada. Sebagai menu pelengkap biasanya tersedia tempe dan tahu goreng khas Pekalongan. 2. Pindang Tetel Pindang tetel adalah s...

avatar
OSKM_16118096_Atian Azizy
Gambar Entri
Tradisi Merti Desa di Pamriyan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

. Maksud upacara tersebut agar desa dilimpahkan kesejahteraan oleh Sang Hyang Widi. Terlepas dari kepercayaan yang baik. Apabila lingkungan bersih, sungai-sungai bersih dari sampah dan limbah apapun, maka alirannya yang berfungsi mengairi persawahan akan lancar. Lingkungan sungai menjadi lebih bersih dan sehat sehingga menjadikan tanaman tanaman di sekitar kita menjadi subur menjadikan panen yang didapat lebih baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih maka kita sebagai masyarakat dapat juga terjaga kesehatannya sehingga masyarakat menjadi sehat dan terjamin kesehatannya. Ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Maha Kuasa. Dalam tradisi merti desa, lampiasan rasa syukur ini diujudkan dalam bentuk sedekah yang kemudian menjadi ciri dalam setiap ritualnya. Di pengujung acara, sedekah yang diujudkan dalam bentuk gunungan berikut sesajian dan beragam ubo rampe itu akan dibagikan kepada seluruh warga desa serta siapa pun yan...

avatar
Oskm_16918005_bagas
Gambar Entri
Merti Desa di Pamriyan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tradisi Merti Desa di Desa Pamriyan, Pituruh Purworejo Di masyarakat Jawa maih memiliki upacara adat yang disebut bersih desa (merti desa). Upacara ini dilakukan untuk menghormati Sang Hyang Widi serta para leluhur kita. Maksud upacara tersebut agar desa dilimpahkan kesejahteraan oleh Sang Hyang Widi. Terlepas dari kepercayaan tersebut, upacara yang dilakukan dengan cara membersihakn lingkungan disekitar desa tersebut serta membersihkan sungai yang mengalir di desa tersebut yang menghasilkan dampak lingkungan yang baik. Apabila lingkungan bersih, sungai-sungai bersih dari sampah dan limbah apapun, maka alirannya yang berfungsi mengairi persawahan akan lancar. Lingkungan sungai menjadi lebih bersih dan sehat sehingga menjadikan tanaman tanaman di sekitar kita menjadi subur menjadikan panen yang didapat lebih baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih maka kita sebagai masyarakat dapat juga terjaga kesehatannya sehingga masyarakat menjadi se...

avatar
Oskm18_16918005_bagas
Gambar Entri
Merti Desa Kelurahan Mojosongo
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Upacara Merti Desa Kelurahan Mojosongo adalah upacara yang bertajuk pesta rakyat di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Merti Desa diadakan sebagai bentuk perwujudan Kota Solo sebagai Kota Budaya. Acara ini diadakan untuk melestarikan kearifan lokal di Kelurahan Mojosongo. Acara yang diadakan setahun sekali ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, dari anak-anak, pemuda-pemudi, hingga orang tua. Berbagai lapisan masyarakat yang terlibat saling bergotong-royong, nguri-uri budaya serta kekayaan lokal yang dimiliki masing-masing wilayah. Merti Desa diadakan selama kurang lebih 5-7 hari. Sebagian besar acara dimulai di Lapangan Kelurahan Mojosongo. Ada berbagai macam kegiatan yang memeriahkan upacara adat bertajuk pesta rakyat ini. Berbagai penampilan kebudayaan yang dipertunjukkan berupa Seni Karawitan, Wayang Kulit, Seni Tari Tradisional, dan masih banyak lagi. Penampilan kebudayaan ini ditampilkan oleh wakil dari masing-masing RT atau RW di Kelurahan Mojos...

avatar
OSKM_16718327_Siti Khairunnisa Rahmah
Gambar Entri
Keripik Puyur
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

KERIPIK PUYUR Bahan baku slondok puyur adalah ketela pohon ( singkong ). Cara pengolahan sebagai berikut : a) Pertama ketela dikupas, pengupasan menggunakan alat seperti pisau kerok. b) Kemudian ketela yang telah dikupas dicuci bersih c) Selanjutnya ketela diparut. d) Hasil parutan ketela kemudian dibungkus karung dan dipres untuk dihilangkan kadar airnya. e) Setelah itu langkah selanjutnya adalah menepungkan atau membuat tepung dari parutan ketela yang telah dipres tersebut. Sambil dibersihkan sontrotnya ( urat-urat kayu ketela ). f) Kemudian dikukus dengan kukusan bamboo berbentuk kerucut, biasanya sekali kukus ada 6 tungku. g) Setelah dikukus langsung panas-panas dimasukkan dalam mesin penggiling berbentuk seperti getuk (untuk pembuatan puyur), kemudian hasilnya akan berbentuk lonjoran bulat. h) Setelah 2 - 3 hari baru bisa dipotong selanjutnya di jemur. i) Sedangkan untuk pembuatan slondok perbedaannya adalah setelah dikukus kemudian ditumplek masih dalam bentuk bucu, kemudian...

avatar
Oskm18_16918136_dionysius
Gambar Entri
Peribahasa Jawa, Wujud Kreativitas Nenek Moyang
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Peribahasa Jawa, Wujud Kreativitas Nenek Moyang   Tiap bahasa memiliki keunikannya masing-masing. Salah satu keunikan itu terwujud dalam ragam lisan yang bermacam-macam, salah satunya dalam bentuk peribahasa, yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang dan nilai yang dianut oleh masyarakat penutur bahasa tersebut. Masyarakat Jawa ternyata memiliki kekhasan tersendiri dalam hal ini. Dalam bahasa Jawa, peribahasa dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: Paribasan Perkataan yang menggunakan  tembung entar  (kata kiasan, kata yang tidak bermakna sebenarnya) dan tidak mengandung perbandingan atau pertentangan Contoh: durung pecus keselak besus = durung sembada nanging pengene ora-ora (belum mapan atau mampu, tapi sudah menginginkan atau memimpikan hal yang tidak-tidak/terlalu jauh.) [durung:belum, keselak:terburu, besus:terampil] welas tanpa alis = mesakke tok ora isa ngopo-ngopo (hanya bisa mengasihani, tapi tidak mampu berbuat apa...

avatar
OSKM_16318165_Lukman