Sokaraja berada di kota Purwokerto, tepatnya di persimpangan jalan yang menuju ke Semarang dan ke arah Yogyakarta. Gethuk goreng Sokaraja memiliki citarasa manis dan gurih di lidah. Gethuk unik ini terbuat dari olahan singkong yang dibumbui gula kelapa. Kudapan legit ini ditemukan secara tak sengaja oleh Sanpirngad, seorang penjual nasi keliling di daerah Sokaraja pada 1918. Pada suatu hari getuk yang dijualnya tidak laku. Ia pun mencari akal agar getuk tersebut masih bisa dikonsumsi. Lalu Sanpirngad menggoreng getuk yang tidak habis dijual itu. Tak disangka, makanan baru ini justru lebih digemari pembeli. Sanpirngad mewariskan warung getuknya kepada Tohirin, menantunya. Di tangan Tohirin, getuk goreng mencapai masa kejayaan. Dia bahkan mampu mengubah sebuah warung nasi rames menjadi tiga buah toko getuk goreng di Sokaraja. Oleh anak cucu Tohirin, tiga toko itu dikembangkan lagi sampai akhirnya menjadi sembilan buah toko, delapan di antaranya di Sokaraja dan satu toko di daerah Bunt...
Tengkleng merupakan salah satu makanan khas dari Solo yang telah ada kurang lebih sejak abad ke 19. Tak beda jauh dengan gulai kambing yang telah banyak dikenal. Bahan dasar tengkleng hampir sama dengan gulai. Perbedaan yang nampak jelas dapat dilihat pada kuah keduanya. Kuah tengkleng lebih encer dibanding dengan kuah gulai yang terkenal kental. Jika pada gulai berisi potongan daging kambing, tengkleng justru berisi tulang belulang atau jeroan kambing. Dahulu, daging kambing hanya dinikmati oleh kaum bangsawan, pejabat Belanda atau priyayi di istana. Bagi kaum biasa, menyantap daging kambing merupakan hal yang mewah. Rakyat biasa hanya mampu membeli bagian tulang atau jeroan yang tidak digemari para priyayi. Kemampuan memasak yang dimiliki masyarakat Jawa khususnya Solo, membuat tulang atau jeroan kambing tersebut menjadi santapan yang tak kalah nikmat dengan olahan daging kambing yang biasa disantap kaum bangsawan. Justu sekarang ini, tengkleng bukan lagi makanan murah. Tengkl...
Jaranan Sentherewe ini merupakan kesenian yang telah dikenal sejak abad 13. Uniknya, visualisasi kesenian ini telah terpahat pada relief Candi Penataran di Blitar. Jaranan Sentherewe ini dimainkan dengan 2 buah jaranan dan 1 buah jejaplok yang diiringi 1 buah kendang, 2 buah serone dan 1 buah kempul. Ada kisah menarik di balik Jaranan Sentherewe. Kesenian ini mengisahkan keperkasaan pasukan berkuda milik Raja Klana Sewandana. Pasukan ini bertempur melawan musuhnya yang diwujudkan dalam bentuk barong dan jejaplok. Kesenian ini diselenggarakan untuk mengumpulkan warga pada acara bersih desa. Namun, sekarang ini Jaaranan Sentherewe juga ditampilkan untuk menjadi hiburan pada upacara Kemerdekaan RI di Tulungagung. Gigi taring caplokan jaranan sentherewe Tulungagung berada di bawah yang bermakna menjadi kekuatan menopang. sumber: http://www.kompasiana.com/bunnan/jaranan-thik-ponorogo-dikembangkan-oleh-pelarian-majapahit_5741dc59537a61351502b55b
Asal muasal nama Jamu Jun sendiri itu dari kata “jun”, yaitu semacam gentong kecil berleher sempit untuk tempat air. Jamu jun tidak seperti jamu pada umumnya, karena rasanya manis dan berempah. Jamu jun terbuat dari campuran air, tepung beras, tepung ketan, santan, gula jawa, gula pasir, daun pandan, serta 18 jenis rempah yang disebut sariwangi batanget. Bahan rempah antara lain jahe, serai, merica, dan kayu manis. Biasanya ketika disajikan, jamu jun ditambah bubuk merica, selo (bubuk putih dari bahan herbal), serta bola-bola kecil berwarna coklat yang dinamakan krasikan. Bola-bola ini dibuat dari parutan kelapa, jahe, gula merah, dan tepung ketan. Warna krasikan tergantung pada jenis gula yang digunakan. Krasikan putih menggunakan gula pasir, dan krasikan coklat menggunakan gula jawa. Resep Jamu Jun : Bahan 25 gram tepung beras 25 gram tepung ketan putih 20 gram gula jawa klo kurang manis bisa di tambah 1 sdm lada bubuk &nb...
Kue awuk-awuk merupakan makanan khas Jawa Tengah. Kue ini merupakan kudapan tradisional berbahan dasar ketan, kelapa parut, dan gula pasir. Jajanan manis ini biasanya disajikan untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia karena menggunakan dua warna: merah dan putih. Bahan: 500 gr tepung ketan 1 butir kelapa setengah tua diparut 225 gr gula 1 sdt garam Pewarna makanan merah secukupnya Daun pisang secukupnya Cara Membuat : Campur tepung ketan, kelapa parut, gula, dan garam. Bagi dua adonan, 1/3 adonan diberi warna merah, 2/3 tetap warna putih. Aduk rata masing-masing adonan. Masukan adonan putih di Loyang yang telah diolesi minyak dan dialasi daun pisang. Ratakan adonan setebal 3 cm. Lalu, tambahkan adonan merah di atasnya dan ratakan. Kukus selama 30 menit atau hingga matang, kemudian potong-potong sesuai selera. Sumber: https://cantik.tempo.co/read/news/2016/05/27/3387745...
Mendoan merupakan makanan khas daerah Purwokerto, Banyumas. Berbahan dasar tempe atau tahu. Kata Mendoan dianggap berasal dari bahasa Banyumasan yang memiliki arti setengah matang atau lembek. Mendoan dapat ditemukan di warung - warung tradisional eks karesidenan Banyumasan dan Tegal. Mendoan purwokerto berbeda dengan mendoan dari beberapa kota di wilayah jawa tengah, lebih terasa basah minyaknya. Mendoan khas purwokerto lebih nikmat apabila di sajikan dalam keadaan hangat. Bahan Yang Diperlukan Dalam Membuat Resep Tempe Mendoan Asli Purwokerto Yang Gurih Dan Garing 1 sdm tepung beras 250 gram tepung terigu protein sedang 400 ml air 10 buah tempe mendoan purwokerto, iris tipis lebar (bisa juga menggunakan tempe biasa) 2 batang daun bawang (iris halus) minyak secukupnya (untuk menggoreng) Bumbu halus untuk tempe mendoan mudah dan empuk 1 cm kencur 2 siung bawang putih 3/4 sdt ketumbar 1 sdt bumbu kaldu bubuk garam secukupnya Bahan sambal kecap pedas 1 siung bawang put...
Galantin atau galantine merupakan makanan yang berasal dari Perancis. Proses pengolahannya cukup sulit sehingga saat itu galantin termasuk ke dalam makanan mewah yang hanya disajikan pada acara-acara khusus saja. Bahan utama pembuatan galantin adalah ikan dan juga berbagai daging ternak seperti sapi, kambing, ayam, babi, bebek, dan lainnya. Di Indonesia sendiri, galantin yang paling populer biasanya dibuat dari bahan daging sapi dan daging ayam. Meskipun berasal dari Perancis, namun di Indonesia galantin cukup identik dengan kota Solo dan biasanya dijadikan sebagai hidangan utama di berbagai acara hajatan seperti pernikahan, sunatan, dan acara besar lainnya. Galantin biasanya disajikan satu piring dengan bahan pelengkapnya seperti wortel, buncis, kentang, dan sayuran lainnya. Bahan-bahan untuk memasak galantine adalah sebagai berikut : 500 gram daging sapi cincang 50 gram suun, potong 1...
Brekecek merupakan tradisional yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah yang berbahan dasar ikan jahan atau ikan pathak. Beberapa daerah di sekitar Cilacap menggunakan bahan dasar lain seperti kepala ikan laut atau daging mentok. Nama brekecek sebenarnya berasal dari dua kata yaitu “brek” dan “kecek”. “Brek” memiliki arti dijatuhkan atau di letakkan, sedang, “kecek” berarti dicampur dengan bumbu. Resep untuk membuat brekecek adalah sebagai berikut: Bahan 2 kepala ikan tenggiri segar (bersihkan dan rendam dengan air jeruk lemon) 250 gr cabe rawit (tumbuk halus) 150 gr kunyit (tumbuk halus) 6 lembar daun jeruk 5 siung bawang putih (tumbuk halus) 5 lembar daun salam 4 siung bawang merah (tumbuk halus) 4 buah cabai merah (tumbuk halus) 4 batang sereh dipeprek 3 cm jahe (tumbuk halus) 3 cm lengkuas (dipeprek) 2 buah jeruk lemon 1 gengga...
Apa itu blenyik? Bleyik adalah makanan yang terbuat dari ikan teri yang masih mentah lalu diberi bumbu penyedap seperti garam, setelah di beri garam ikan teri yang masih mentah ini di bentuk bulat seperti bola dengan diameter kecil kemudian di jemur atau dikeringkan dibawah sinar matahari. Setelah itu tidak langsung dimakan, masa iya ikan teri masih mentah dimakan, dimasak dulu menggunakan minyak goreng atau dimasak seperti biasanya. Kamu bisa membeli bleyik dan menjadikan ini sebagai oleh-oleh. Fungsi dari di beri garam dan di jemur agar ikan teri bisa tahan lebih lama, oleh karena itu makanan ini sangat pas untuk di jadikan oleh-oleh khas Jepara. Ada salah satu desa yang memproduksi banyak bleyik, nama desanya adalah Desa Karangji, Jepara