Jamu gendong merupakan sebuah bagian dari ragam kuliner nusantara yang melimpah. Disebut jamu gendong karena disitulah letak keunikannya, yaitu jamu dalam botol-botol kaca atau plastik berwarna putih disusun dengan rapi pada sebuah bakul nasi lalu sang penjual akan melilitkan kain jarik dan menggendongnya sebagai cara untuk berjualan. Bahkan baru-baru ini banyak penjual jamu gendong beralih menjadi penjual jamu bermotor/bersepeda. Jamu gendong sendiri biasanya banyak ditemukan saat pagi hari selepas waktu subuh. Biasanya ibu-ibu yang menjual jamu gendong ini. Asal-usul jamu sebenarnya tidak diketahui. Namun, banyak peracik dan penjual jamu tradisional yang berasal dari desa Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Bahkan di desa Bulakrejo, Kabupaten Sukoharjo, berdiri "Patung Jamu dan Petani" sebagai ikon Kabupaten Sukoharjo. Untuk jenis jamu yang dijual sebenarnya bervariasi dari tiap-tiap penjual. Jenis-jenis jamu tersebut bergantung kepada pengalaman dan kebiasaan yang...
Sedekah Bumi adalah suatu bentuk acara syukuran yang dilakukan oleh warga desa saat musim panen padi tiba. Sedekah Bumi merupakan salah satu tradisi yang masih cukup sering dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang masih rutin melaksanakan tradisi Sedekah Bumi adalah Kabupaten Lamongan. Di Kabupaten Lamongan, Sedekah Bumi dilaksanakan pada Bulan Besar dalam Kalender Jawa. Sedekah Bumi dilaksanakan selama dua (2) hari, yaitu pada saat Kamis siang hingga Jum'at pagi. Biasanya, warga desa akan berkumpul di balai desa dengan membawa berbagai macam makanan yang akan dimakan bersama. Makanan yang dibawa oleh warga desa dapat berupa olahan dari hasil panen mereka, seperti nasi yang telah dibentuk menjadi tumpeng. Selain membawa berbagai macam makanan, tradisi Sedekah Bumi ini juga dilengkapi dengan pembacaan doa demi keselamatan desa mereka. Tidak hanya itu, pembacaan doa pada tradisi ini juga diwujudkan sebagai bentuk rasa syukur warga desa kepada Tuhan YME ata...
Pada era modern seperti era globalisasi seperti sekarang ini perkembangan semakin maju dari segi teknologi, pendidikan, informasi, dan komunikasi. Perkembangan ini membawa sikap dan karakteristik manusia yang lebih maju dan lebih modern sesuai dengan perkembangan jaman yang sudah ada. Akan tetapi terkadang manusia jaman sekarang sering lupa bahkan tidak tahu dengan kebudayaan bangsa nya sendiri seperti kebudayaan daerah kebudayaan disini meliputi sejarah baik itu merupakan sejarah tempat tibggaknya sendiri. Sejarah merupakan sebuah kisah yang terjadi pada masa lampau akan tetapi diceritakan secara turun temurun melalui lisan maupun tulisan. Saya berasal dari Dusun Jagan, Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. Ingin memberikan paparan tentang asal usul dusun Jagan yang berdasarkan sumber data dari wawancara Saya dengan Kakek dan Nenek melalui media telepon. Asal-usul dusun Jagan dimulai dengan masa penjajahan b...
Kesenian Manongan merupakan salah satu kesenian berasal dari Kabupaten Purbalingga tepatnya di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang yang mungkin belum banyak diketahui bahkan di daerah Purbalingga itu sendiri. Menurut catatan yang ada kesenian Manongan ada sejak tahun 1945. Namun dipercayai jauh sebelum itu kesenian Manongan sudah ada dan dibawa oleh orang yang menyebarkan agama Islam karena kesenian ini berisi perpaduan Islam dengan Hindu. Kesenian Manongan adalah kesenian yang menggambarkan kepercayaan. Menceritakan tentang kehidupan seseorang dari rahim hingga matinya. Kesenian ini termasuk juga ke dalam kesenian yang dianggap sakral. Pelaksanaanya hanya di hari-hari tertentu seperti bulan suro dan waktu pelaksanaannya dari pukul 21.00-04.00. Pada puncak acara kesenian ini, akan terdapat seseorang yang Mendem (Kerasukan) roh dari leluhur. Terdapat mitos bahwa kesenian Manongan ini menceritakan tentang seorang putri yang ditinggal suaminya berperang. Putri itu selalu murung karena ti...
Ngapati berasal dari bahasa jawa, yaitu 'papat' yang artinya empat. Tradisi ini dilakukan oleh sebagian besar rakyat jawa yang percaya dapat memberikan banyak manfaat. Pada usia kandungan bayi empat bulan, masyarakat jawa yang percaya akan tradisi ini akan mengadakan acara selamatan ngapati yang berisi doa-doa permohonan kepada Allah swt. untuk masa depan anak mereka kelak. Doa-doa dan permohonan yang dipanjatkan diharapkan sesuai dengan cita-cita kedua orangtuanya. Salah satunya adalah pengharapan akan anak yang lahir dan tumbuh menjadi anak yang sholeh/sholehah. Tradisi ngapati tidak hanya memperhatikan adat istiadat masyarakat setempat, namun juga terdapat unsur agama di dalamnya. Hadits yang terkait dengan tradisi ini berbunyi, "Malaikat masuk untuk meniupkan ruh pada janin setelah berumur 40 hari" Sufyan berkata; "Lima puluh atau empat hari, lalu Malaikat berkata; 'Wahai Rab, apakah dia termasuk yang bahagia ataukah celaka, apakah laki-laki ataukah perempu...
Wedang tahu adalah sebuah minuman yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Minuman ini terbuat dari susu kedelai yang diolah menjadi tahu dengan tekstur yang sangat lembut dan dimasukkan ke dalam kuahnya yang terbuat dari campuran air, jahe, gula merah, dan pandan. Wedang tahu memiliki kemiripan dengan wedang jahe dan wedang ronde dalam kuahnya karena terbuat dari jahe, maka tenggorokan akan terasa hangat jika meminumnya. Minuman ini sangat cocok untuk dikonsumsi pada malam hari atau saat cuaca sedang dingin. Wedang tahu ini juga bisa menyembuhkan radang tenggorokan. Harga wedang tahu pun tidak terlalu mahal, kira-kira seharga 5 sampai 10 ribu per porsinya. Penjualnya pun mudah ditemukan, ada yang berjualan di pinggir jalan dan ada juga yang memakai gerobak. #OSKMITB2018
Acara Slametan Acara selametan adalah upacara sebagai tanda rasa syukur manusia kepada Allah atas segala kebaikan yang Allah berikan kepada manusia. Acara ini sering dilaksanakan di tanah jawa khususnya bagi mereka yang diberi kabaikan ataupun rezeki yang melimpah sehingga mereka ingin mengungkapkan rasa syukur mereka dengan mengadakan acara slametan ini. Acara ini maliputi kajian tentang agama yang dipaparkan oleh seorang kyai atau orang yang dianggap ahli dalam bidang agama kemudian dilanjutkan dengan acara makan-makan sederhana. Acara slametan kebanyakan diadakan setelah seseorang naik pangkat jabatan, dikaruniai seorang anak, lulus sekolah dengan nilai baik, dll. Penyelenggara acara slametan ini, sekitar dua atau 3 hari sebelum pelaksanaan mereka sudah mulai menyebarkan undangan kepada siapapapun yang mereka undang. Biasanya acara slametan ini dihadiri oleh pihak keluarga penyelenggara, tetangga, dan orang-orang yang tinggal disekitar pihak penyelenggara acara...
Kisah tentang Ki Ageng Selo merupakan kisah yang cukup melegenda di kalangan masyarakat jawa tengah. Ki Ageng Selo atau Syekh Abdurrahman diyakini merupakan keturunan langsung dari raja terakhir dari kerjaan Mataram yaitu Raja Brawijaya v dan memiki nama asli yaitu Bogus Sogom. Dikalangan masyarakat jawa tengah dikisahkan bahwasanya Ki Ageng Selo pernah menangkap petir ketika beliau sedang mencangkul di sawah. Dikisahkan suatu hari langit terlihat mendung dan banyak halilintar menyambar. semua warga yang sedang mencangkul di sawah langsung lari menyelamatkan diri, tetapi Ki Ageng Selo tetap mencangkul di sawah tanpa memedulikan halilintar yang menyambar silih berganti. Tiba-tiba petir muncul dari langit dan langsung menyambar Ki Agen Selo, namun hebatnya Ki ageng selo mampu menangkap petir tersebut, dan dikisahkan bahwasannya petir tersebut berubah wujud menjadi seorang kakek tua. Setelah menangkapnya ki ageng selo memerintahkan petir agar tidak mengganggu penduduk sekitar sini...
Musik kenthongan di Banyumas telah lahir dan berkembang menjadi musik yang begitu atraktif dan bergairah. Setiap grup dapat menampilkan kreativitasnya masing-masing secara bebas, tanpa aturan-aturan baku yang mengekang kreativitas. Kebebasan kreativitas inilah yang menjadi salah satu daya tarik dari musik ini. Setiap grup bisa menyederhanakan atau merumitkan teknik permainan musik sesuai dengan kemampuan dan keinginan mereka. Musik kenthongan di Banyumas sebenarnya sudah dapat dijumpai pada awal dekade tahun 1970-an. Di wilayah Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas (kurang lebih 10 km di sebelah barat Kota Purwokerto) dijumpai ada sekelompok masyarakat yang mengembangkan kenthongan menjadi semacam perangkat musik. Caranya adalah membuat alat kenthongan dalam jumlah banyak kemudian ditabuh bersama-sama. Pada waktu itu ada yang mencoba memasukkan alat musik mirip dengan angklung yang cara membunyikannya adalah dengan memukul bilah-bilah nada di dalamnya. Selanjutnya jadilah ara...